WASHINGTON (Jurnalislam.com) – Seorang perwira militer AS atas mengatakan kepada Kongres pada hari Kamis (22/09/2016) bahwa AS tidak memiliki tujuan militer untuk menggulingkan Assad dari kekuasaan, menambahkan bahwa menggulingkan Assad bukanlah tujuan politik Pasukan Demokratik Suriah (Syrian Democratic Forces-SDF), yang dipimpin oleh organisasi Unit Perlindungan Rakyat (YPG), afiliasi teroris komunis PKK di Suriah yang didukung militer AS.
World Bulletin melaporkan, Sabtu (24/09/2016), pernyataan Marinir AS Jenderal Joseph Dunford, ketua Kepala Staf Gabungan, dibuat atas pertanyaan Senator Lindsey Graham (R-South Carolina) dari Komite Senat Angkatan Bersenjata yaitu, apakah AS bermaksud mempersenjatai SDF dan apakah penggulingan Assad merupakan prioritas bagi AS atau SDF. Menanggapi pertanyaan itu, sebelum Dunford berkomentar, Menteri Pertahanan Ash Carter mengatakan: “Saya mendukung untuk terus bekerja dengan mereka (SDF), ya, kami telah menyediakan mereka beberapa peralatan militer, kami memberikan mereka senjata.”
Namun, Dunford menjawab bahwa, “Hari ini, bukan itu tujuan politik yang mereka nyatakan,” mengacu pada milisi yang didukungnya, SDF yang dipimpin YPG.
Graham mengkritik tanggapan Dunford dan Carter, dan mengatakan, “Jika kekuatan utama di Suriah tidak bertujuan untuk menggulingkan Assad, maka untuk apa kekuatan itu?”
Tidak ada jawaban yang diberikan atas pertanyaan Graham tersebut dari pihak manapun namun dalam percakapan mereka dengan Graham, Carter dan Dunford mengkonfirmasi ada rencana untuk mempersenjatai milisi Kurdi di Suriah, dimana Turki merasa keberatan dengan sikap AS, sebagai cara untuk menghadapi Islamic State (IS) di Raqqa. Namun setelah Raqqa direbut, kekuatan Arab akan diperlukan untuk mempertahankannya. “Kami punya rencana,” kata Dunford, tetapi menggambarkannya sebagai “tidak membutuhkan bantuan kekuatan Arab.”