Riyadh: Teheran Hasut dan Politisir Jamaah Haji

Riyadh: Teheran Hasut dan Politisir Jamaah Haji

RIYADH (Jurnalislam.com) – Arab Saudi melaporkan Iran telah melarang jamaah Iran melakukan ibadah haji tahun ini dan “mempolitisir” pelaksanaan ibadah Haji, lansir World Bulletin Selasa (06/09/2016).

Putra Mahkota dan Menteri Dalam Negeri Saudi Muhammad bin Nayef mengatakan Senin bahwa pemerintah Saudi tidak akan mentolerir “pelanggaran” selama ibadah haji.

“Arab Saudi tidak akan mentolerir setiap pelanggaran yang mengganggu keamanan atau mempengaruhi keselamatan jamaah haji, apakah dilakukan jamaah Iran atau oleh pihak lain,” katanya dalam pernyataan yang dibawa oleh kantor berita resmi Saudi.

Dia melanjutkan untuk menegaskan bahwa pemerintah Saudi memperluas semua fasilitas untuk warga negara Iran yang ingin menunaikan ibadah haji.

“Pihak berwenang Iran sendiri yang tidak ingin mengirim jamaah mereka untuk berhaji dengan alasan mereka sendiri sebagai bagian dari upaya mereka untuk mempolitisasi ibadah haji,” katanya.

Pemimpin Tertinggi Syiah Iran Ayatollah Ali Khamenei, menuduh Arab Saudi “membunuh” jamaah Iran, mengacu pada insiden haji dekat Mekah tahun lalu di mana ratusan jamaah asing meninggal dunia – termasuk banyak warga Iran – tewas, peristiwa yang diawali oleh jamaah Iran yang tidak disiplin dengan melawan arus.

“Pembunuh Saudi yang tidak berperasaan malah mengunci korban yang terluka bersama dengan orang-orang yang tewas dalam containers bukannya memberikan perawatan medis dan membantu mereka, atau setidaknya melepaskan dahaga mereka,” hasut pemimpin Syiah melalui Twitter.

“Mereka membunuh mereka,” tambahnya.

Tahun lalu, ratusan peziarah meninggal dunia dalam insiden haji mematikan dekat Mekah akibat berdesak-desakan antara jamaah asing dengan jamaah Iran.

Riyadh Teheran Hasut dan Politisir Jamaah Haji 2

Teheran kemudian mengatakan sebagian besar korban adalah warga negara Iran, menyalahkan tragedi itu karena Saudi salah urus.

Hubungan tetap tegang antara Muslim Sunni Arab Saudi dan sekte Syiah Iran.

Pada bulan April, Riyadh dan Teheran gagal menyepakati parameter yang mengatur ibadah haji untuk tahun ini.

Sengketa meningkat setelah Teheran menuntut agar jamaah Iran diizinkan khusus untuk melakukan praktek-praktek ritual tertentu selama haji – yang dilarang oleh pemerintah Saudi.

Pemerintah Saudi mengatakan praktek ritual seperti itu, termasuk pertemuan khusus sesama jamaah Syiah selama ritual haji, “justru menghambat pergerakan jamaah lainnya” yang borpetensi menimbulkan insiden.

Praktek ritual Syiah tersebut dianggap sebagai kewajiban politik dan agama oleh pemimpin Syiah Ayatollah Ruhollah Khomeini (1902-1989), pendiri Republik Syiah Iran.

Arab Saudi memutuskan hubungan resmi dengan Iran awal tahun ini setelah misi diplomatiknya di kota-kota Teheran dan Mashhad di Iran diserang oleh demonstran setelah eksekusi tokoh sekte Syiah terkemuka oleh pemerintah Saudi.

 

Bagikan