Responsive image
Responsive image
Responsive image

86 Tahun Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah, Dari Lombok untuk Indonesia

86 Tahun Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah, Dari Lombok untuk Indonesia

LOMBOK(Jurnalislam.com)— Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menyatakan peran dan kontribusi para tokoh agama sangat penting bagi pemerintah yang terus berupaya menanggulangi pandemi dan berbagai dampaknya.

Hal ini disampaikan Menag dalam sambutannya saat Tasyakuran Nasional Hari Ulang Tahun Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (NWDI) ke-86 yang digelar secara daring dan luring.

“Sebagai Menteri Agama saya memberikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada para Tuan Guru, Ulama, Kyai, Habaib, dan Masyayikh yang terus membersamai umat dalam menghadapi badai Covid-19 yang hingga kini belum usai,” kata Menag, Minggu (29/08/2021).

“Khusus terhadap program vaksinasi massal yang bertujan untuk mencapai herd immunity, kami terus berharap kiranya para tokoh agama berada di garda terdepan dengan memberikan pencerahan dan keteladanan masyarakat agar program ini dapat berjalan dengan baik,” sambung Menag.

HULTAH NWDI ke-86
Terkait dengan Tasyakuran Nasional HULTAH NWDI ke-86 , Menag berkisah tentang rekam jejak berdirinya organisasi ini.

Disampaikan Menag, berdiri pada 15 Jumadil Akhir 1356 H/ 22 Agustus 1937 M, Madrasah Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (NWDI) menjadi cikal bakal berdiri dan berkembangnya madrasah di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat.

“Tidak hanya sebagai tempat belajar, madrasah ini bahkan menjadi pusat pergerakan kemerdekaan di wilayahnya. Semua berangkat dari ide dan gagasan yang mewujud dalam aksi dan keteladanan Tuan Guru KH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid selaku pendiri,” kata Menag.

“Sebagaimana kita tahu bahwa Islam mengajarkan kita untuk memanfaatkan momen haul ini untuk mengingat kembali keteladanan dan kebaikan para pendahulu,” tandasnya.

Mengenang TGKH Muhammad Zainuddin

Setiap kali mengingat Tuan Guru KH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid, Menag mengaku selalu terbayang sosok kiai yang sangat mencintai negerinya.  Ketika saat ini banyak orang mendiskusikan kembali tentang agama dan nasionalisme, Tuan Guru KH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid sudah mempraktikkannya sejak era pra kemerdekaan.

Keimanan Tuan Guru KH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid bukan penghalang baginya untuk ikut berjuang merebut kemerdekaan bangsa. Beliau kerahkan seluruh sumber daya yang dimilikinya untuk membela tanah air. Demikian juga paska kemerdekaan, madrasah NWDI menjadi wahana ikut mencerdaskan kehidupan bangsa sebagai kelanjutan dari kontribusinya terhadap pembangunan negeri ini.

“Tepat sekali jika negara kemudian menganugerahkan Tuan Guru KH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid sebagai pahlawan nasional pada 9 November 2017,” tegas Menag.

“Dua puluh empat tahun lalu, Almarhum Tuan Guru KH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid telah meninggalkan kita. Tentu menjadi tugas dan tanggung jawab kita untuk meneruskan perjuangannya, mengokohkan keimanan umat dan menguatkan kecintaannya kepada tanah air,” lanjutnya.

Tuan Guru KH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid di mata Gus Yaqut adalah sosok pahlawan yang sepanjang usianya dimanfaatkan untuk memperjuangkan agama dan negara.

“Sebagai Menteri Agama, saya mengucapkan Selamat atas Tasyakur Nasional Hari Ulang Tahun ke-86 Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah, sekaligus Haul ke-24 Wafatnya Al-Maghfurullahu Maulana Syaikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid sebagai Pendiri NWDI dan Pahlawan Nasional, ” tandas Menag.

Ia menambahkan memasuki usia 86 tahun tentu bukan semata deret angka, tapi rentang kiprah yang sangat panjang dalam ikut membangun bangsa. 86 tahun adalah bukti cinta dan keterpanggilan anak bangsa untuk mengisi kemerdekaan melalui jalur pendidikan.

Bagi Menag beruntung negeri ini pernah melahirkan TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid, ulama yang memiliki kecintaan yang sedemikian besar terhadap bangsa dan negaranya.

“Ini merupakan teladan sekaligus modal penting bagi kita semua untuk terus berjuang mewujudkan Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh, menuju Indonesia Maju. Semoga Allah swt menyertai setiap niat dan Langkah kita,” tutup Menag.

Hadir dalam tasyakuran Menko Polhukam, Prof. Mahfud MD, Menteri BUMN, Erick Thohir, Ketua Umum Nahdlatul Wathan Diniyyah Islamiyyah, TGB. Dr. H. Muhammad Zainul Majdi, para Tuan Guru, Ulama, Kyai, dan Masyayikh, serta pengurus Nahdlatul Wathan Diniyyah Islamiyyah, baik Pusat maupun Daerah.

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Close X