Ustadz Qushoy: Saya Tidak Akan Berhenti Bernahi Munkar

TASIKMALAYA (Jurnalislamcom) – Terdakwa kasus perusakan kios miras di Tasikmalaya, ustadz Qushoy, akhirnya kembali ke rumahnya setelah satu bulan menjalani proses hukum. Kedatangannya disambut takbir oleh ratusan umat Islam dan keluarga yang menanti di rumahnya, Jl Slawi, Paseh, Kota Tasikmalaya, Kamis (17/15/2015).

Dalam kesempatan itu ustadz Qushoy menegaskan bahwa dirinya tidak akan berhenti beramar maruf nahi munkar. Bagi ustadz Qushoy, penangkapan dirinya bersama Misbah itu berbuah hikmah, yaitu untuk lebih berhati-hati dalam menunaikan amal amar maruf nahi munkar.

“Saya tidak akan berhenti bernahi munkar dan amar ma’ruf, karena itu adalah perintah Allah. Penangkapan kemarin kita ambil hikmahnya, diantaranya kita harus lebih hati-hati ketika nahi munkar yang berseberangan dengan hukum rekayasa buatan manusia,” tuturnya. 

Ustadz Qushoy juga berpesan kepada umat Islam untuk tidak membiarkan kemunkaran yang terjadi khususnya di Tasikmalaya.

"Jika umat Islam diam terhadap kemunkaran, maka tunggulah sampai Allah menurunkan azabnya di tengah-tengah kaum tersebut,” terangnya sembari mengutip sebuah ayat dalam Al Qur'an surat Al Anfal.

“Dan peliharalah diri kalian dari fitnah yang tidak hanya menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kalian, dan ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaan-Nya,"

Pengadilan Negeri Tasikmalaya pada Kamis (17/12/2015) menjatuhkan hukuman 5 bulan penjara dan 10 bulan masa percobaan. Yang berarti ustadz Qushoy dan Misbah tidak akan menjalani hukuman tahanan penjara.  Ulama yang dikenal ramah dan murah senyum itu dijerat dengan Pasal 187 ke-1 KUHP tentang pembakaran. 

Reporter : HBQ | Editor : Ally | Jurnalislam

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.