Tiga Warga Palestina Gugur Dalam Aksi Jumat di Perbatasan Gaza

GAZA (Jurnalislam.com) – Tiga warga Palestina, termasuk remaja berusia 15 tahun, tewas oleh tembakan pasukan penjajah Israel di perbatasan Gaza pada hari Jumat (8/6/2018), ketika ribuan warga sekali lagi ikut ambil bagian dalam protes anti-Israel.

Kementerian kesehatan Palestina sebelumnya mengumumkan empat orang telah tewas tetapi dengan cepat mengklarifikasi bahwa jantungnya berdetak kembali.

Laporan sebelumnya mengatakan pasukan zionis menembakkan gas air mata dan peluru hidup ke arah warga Palestina yang ikut ambil bagian dalam protes pekanan di perbatasan Jalur Gaza dengan Israel pada hari Jumat, melukai sedikitnya 386 orang, kata medis, lansir Alarabiya.

Militer zionis mengatakan mereka akan mengambil tindakan untuk membubarkan sekitar 10.000 warga Palestina serta mencegah penerobosan pagar perbatasan yang dibentengi. Beberapa pendemo melemparkan batu ke arah pasukan dan membakar ban.

Sudah 123 Warga Gaza Gugur dan 13.000 Lainnya Terluka oleh Kebrutalan Pasukan Israel

Pasukan penjajah Israel telah menewaskan 120 warga Palestina dalam protes di sepanjang perbatasan sejak diluncurkannya aksi pada 30 Maret guna menuntut hak untuk kembali ke tanah leluhur yang hilang di tangan Israel dalam perang penciptaan Israel 1948, kata pejabat rumah sakit.

Israel mengklaim korban tewas termasuk orang-orang bersenjata yang menggunakan warga sipil sebagai tameng untuk melancarkan serangan senjata dan granat atau upaya infiltrasi. Penyelenggara mengaitkan protes hari Jumat dengan acara tahunan “Jerusalem Day”.

“Tidak ada negara bernama Israel yang dapat memiliki ibukota yang disebut Yerusalem,” kata jurubicara Hamas Fawzi Barhoum, menambahkan bahwa protes, yang juga menuntut diakhirinya blokade Israel dan Mesir yang terus berlanjut menggilas di Gaza.

Emmanuel Nahshon, juru bicara Kementerian Luar Negeri zionis, di Twitter menggambarkan pengunjuk rasa Gaza sebagai “orang-orang bodoh yang penuh kebencian” dan “Hamas Jugend.” Jugend adalah “pemuda” dalam bahasa Jerman. Hitler-Jugend adalah barisan paramiliter pemuda yang dibentuk oleh Hitler.

Liga Arab: Pasukan Israel Sengaja Membunuh Perawat Razan Al-Najar

Tidak ada korban di pihak Israel akibat konfrontasi lebih dari dua bulan di sepanjang perbatasan Gaza. Namun Israel mengatakan telah kehilangan banyak lahan pertanian dan hutan di sisi perbatasannya akibat api yang disulut oleh layang-layang rakyat Palestina yang bermuatan batu bara atau bahan bakar.

Di antara mereka yang terluka pada hari Jumat adalah fotografer Agence France Press dan seorang pria berusia 23 tahun yang kritis setelah tabung gas air mata zionis menembus wajahnya, kata para pejabat medis.

“Kami tidak meminta bulan,” kata Amer Abu Khalaf, seorang mahasiswa administrasi bisnis berusia 20 tahun yang ambil bagian dalam protes itu, mengatakan bahwa aksi mereka bertujuan untuk “mematahkan pengepungan dan membuat dunia mengakui hak kami untuk kembali.”

Demi Palestina, Tim Sepak Bola Argentina Batalkan Pertandingan Persahabatan dengan Israel

Israel telah lama menolak untuk menerima pengungsi Palestina yang berasal dari perang 1948 atau jutaan keturunan mereka, mengatakan bahwa itu hanya akan menjadikan demografi bunuh diri dan bahwa mereka harus tinggal di negara Palestina di masa depan. Pembicaraan kenegaraan telah dibekukan sejak 2014.

Jumlah korban tewas dari tindakan brutal pasukan Israel terhadap protes rakyat Gaza meningkatkan kecaman internasional, meskipun Amerika Serikat membela Israel dengan menyalahkan Hamas.