Tiga Kontraktor AS Tewas Dalam Serangan Penyusup di Kabul

KABUL (Jurnalislam.com) – Tiga kontraktor Amerika tewas dalam serangan yang dilakukan oleh orang dalam (penyusup) di ibukota Afghanistan, Kabul, seorang pejabat angkatan udara Afghanistan mengatakan kepada kantor berita Reuters.

Pejabat tersebut mengatakan, "Belum jelas mengapa ia menembak para penasihat tersebut dan tidak ada orang di sana yang bisa memberitahu kami alasannya," pejabat itu meminta untuk tidak disebutkan namanya karena ia tidak berwenang untuk memberikan pernyataan kepada media.

"Penyelidikan terhadap peristiwa ini telah dimulai."

Pasukan internasional di Afghanistan juga menegaskan bahwa penembakan itu terjadi pada Kamis malam (29/01/2015).

Meningkatnya "serangan penyusup" di Afghanistan telah mengikis kepercayaan antara Afghanistan dan pasukan internasional di saat-saat terakhir misi tempur yang berakhir pada tahun 2014, menyebabkan pasukan asing berinteraksi kembali dengan sekutu mereka.

Meskipun sudah dikenalkan dengan langkah-langkah baru, termasuk persyaratan bahwa pasukan koalisi bisa dipersenjatai setiap saat dan prosedur pemeriksaan diperketat bagi anggota keamanan Afghanistan, insiden terus terjadi secara sporadis.

Salah satu serangan juga terjadi Agustus lalu, yang menewaskan Mayor Jenderal AS, Harold Greene, seorang pejabat militer Amerika paling senior tewas dalam aksi yang sama, hal ini terjadi di luar negeri sejak perang di Vietnam.

Insiden pada hari Kamis tersebut menyusul serentetan serangan oleh mujahidinTaliban di seluruh negeri.

Sebelumnya pada hari Kamis, serangan bom isytishad di sebuah pemakaman di timur provinsi Laghman menewaskan 16 orang.

Secara terpisah, pada hari Rabu, sedikitnya 11 polisi boneka bentukan AS tewas dan beberapa lainnya luka-luka dalam serangan terhadap sebuah pos pemeriksaan di distrik Andar provinsi Ghazni oleh mujahidin Imarah Islam Afghanistan.

Misi internasional yang baru, yang dinamakan "Dukungan Tegas," melibatkan kontingen kecil berjumlah sekitar 12.000 yang sebagian besarnya adalah pasukan aggressor AS dan mulai beroperasi pada tanggal 1 Januari serta fokus melatih pasukan keamanan nasional Afghanistan. 

Deddy | Aljazeera | Jurniscom

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.