Tegang dengan AS, Kim Jong Un Intruksikan Tingkatkan Produksi Hulu Ledak Rudal Balistik

Tegang dengan AS, Kim Jong Un Intruksikan Tingkatkan Produksi Hulu Ledak Rudal Balistik

SEOUL (Jurnalislam.com) – Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un menuntut peningkatan produksi kepala bom dan mekanisme hulu ledak rudal balistik, kata media pemerintah Pyongyang, Rabu (23/8/2017).

Seruan tersebut muncul saat ketegangan antara Korea Utara dan AS tampak mereda.

Sebagaimana yang dilansir Anadolu Agency, sebuah laporan oleh Kantor Berita Pusat Korea Utara (Korean Central News Agency-KCNA) dalam sebuah kunjungan ke sebuah lembaga kimia mengatakan bahwa Kim telah “menginstruksikan institut tersebut untuk memproduksi lebih banyak mesin roket berbahan bakar padat dan ujung hulu ledak roket”.

Namun, laporan tersebut tidak memiliki Retorika anti-AS seperti biasanya dan mengikuti ucapan Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson saat menyambut meredanya Pyongyang baru-baru ini.

Komentarnya menyusul ketegangan selama beberapa pekan, ketika Presiden AS Donald Trump menyarankan tindakan militer terhadap Korea Utara.

Surat kabar Rodong Sinmun memuat foto Kim yang tersenyum lebar saat memeriksa lembaga kimia tersebut, di mana dia mendapat pengarahan tentang pembuatan rudal tempur balistik antarbenua (intercontinental ballistic missile-ICBM) dan mesin roket, KCNA melaporkan.

Korea Utara melakukan dua tes ICBM bulan lalu, hingga mendapatkan sanksi baru, serta puluhan tes rudal lainnya dan dua uji coba nuklir sejak awal tahun 2016.

Meskipun melakukan tes ICBM, yang terakhir bahkan tampaknya mampu mencapai benua AS, analis masih terbagi mengenai apakah Pyongyang memiliki hulu ledak yang mampu menahan panas yang luar biasa akibat masuknya kembali atmosfer.

Dengan membangun lebih banyak mesin berbahan bakar padat, yang hanya memerlukan sedikit persiapan untuk diluncurkan, dapat meningkatkan kapasitas Korea Utara dalam melakukan serangan mendadak.

Aplikasi lain dari teknologi senjata yang tumbuh di Korea Utara adalah rudal balistik yang diluncurkan oleh kapal selam.

Pada hari Rabu, terdengar sirene untuk mensimulasikan serangan udara di Korea Selatan saat latihan militer tahunan AS-Korea Selatan melibatkan latihan sipil dengan menghentikan lalu lintas dan warga berlatih mencari perlindungan.

Sementara itu, Presiden Moon Jae-in mengunjungi sebuah pusat komando dan meminta komandan melakukan “kesiapan pertahanan penuh” jika terjadi provokasi Korea Utara, kata juru bicaranya.

Korea Utara menolak untuk menerima tawaran dialog Moon sejak dia menjabat pada bulan Mei, mengklaim bahwa Seoul tidak memiliki ketulusan dengan adanya tekanan untuk sanksi tambahan terhadap Pyongyang.

Bagikan