AFGHANISTAN (Jurnalislam.com) – Taliban mengutuk serangan bom 4 Juli di Madinah, Arab Saudi. Empat penjaga Saudi dan lima lainnya terluka dalam serangan yang digambarkan Taliban sebagai “tindakan permusuhan dan kebencian terhadap tempat suci umat Islam.”
“Sangat menyedihkan bahwa serangan terjadi terhadap penjaga Masjid Nabawi di kota suci Madinah, dan menjatuhkan beberapa korban,” Taliban mengatakan dalam sebuah pernyataan yang dirilis hari selasa (05/07/2016) di website resminya, Voice of Jihad.
“Imarah Islam Afghanistan (Taliban) sangat terkejut dengan tindakan mengerikan ini dan mengutuk kejadian ini dengan kecaman terkuat dan menganggapnya sebagai suatu tindakan permusuhan dan kebencian terhadap tempat suci Islam. Tindakan seperti di al Haram al Nabawi (masjid Madinah) ini tidak pernah bisa ditoleransi.”
“Al Haramain al Sharifain (Dua Tempat Suci Suci-di Mekah dan Madinah) memiliki nilai tinggi bagi setiap muslim dan tidak pernah ada tindakan permusuhan ke Mekah dan Madinah yang dapat diterima atau ditoleransi,” lanjut pernyataan itu. “Kejahatan ini telah menunjukkan kepada kita betapa kejam dan penuh kebenciannya plot musuh kami terhadap tempat suci agama kami.”
Belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan bom tersebut. Taliban mengecam Islamic State di karena menyemai perpecahan dalam jajaran jihadis di Afghanistan dan di tempat-tempat lain.
Deddy | Voice of Jihad | Jurnalislam