Sudutkan Islam, Pengamat : Betapa Luhurnya Jika Polri Meminta Maaf

JAKARTA (Jurnalislam.com) — Ahli Psikologi Forensik Reza Indragiri menilai film ‘Kau adalah Aku yang Lain’ yang diunggah Polri menyinggung kelompok agama tertentu. Hal itu, menurutnya terlihat dari empat hal terkait kontroversi film tersebut, yakni isi film, momentum penayangan, pengunggah, dan penghargaan.

Karenanya, Reza berharap polisi tak perlu malu untuk meminta maaf kepada masyarakat luas.

“Konkretnya, betapa luhurnya jika Polri meminta maaf kepada masyarakat luas, teristimewa kepada komunitas yang di dalam film “Kau adalah Aku yang Lain” telah difiksikan secara vulgar sebagai kaum penindas,” kata Reza dilansir Republika.co.id, Kamis (29/6/2017).

Dengan meminta maaf, Reza mengungkapkan, situasi ini menjadi momentum bagi Polri untuk menata strategi kehumasannya. Polisi harus menjadi agen perubahan sosial yang proaktif dan santun. Polisi tidak boleh diskriminatif dan tebang pilih dalam penegakan hukum.

Menurutnya, pendekatan komunikasi polisi berpengaruh dalam pergaulan masyarakat. Peserta Community Policing Development Program, Jepang ini meminta Polri untuk meminta maaf karena telah secara kurang arif mengabaikan ekses dari konten film tersebut, di balik keinginan untuk menyemaikan sikap toleransi dan kebinekaan.