Simbol Bendera Israel Dibuat Guna Sambut Peserta Seminar Internasional GIDI

TOLIKARA (Jurnalislam.com) – Kepala Dewan Adat Wilayah Tolikara, Jhon Bogum mengatakan bahwa simbol bendera Israel yang terpampang di rumah-rumah warga Kristen Tolikara dibuat untuk menyambut orang-orang Yahudi dari gereja di luar Papua yang datang ke Tolikara untuk mengikuti seminar Internasional GIDI.

"Itu mereka mau datang ke Papua untuk warga Tolikara. Itu Yahudi orang-orang gereja ke sini. Itu penyambutan saja buat mereka," kata Jhon saat dikonfirmasi sejumlah wartawan usai peletakkan batu pertama bangunan kios dan pasar untuk warga Tolikara, Kamis (24/07/2015) sore.

John juga membenarkan adanya provokasi dari pemimpin gereja di luar wilayah Tolikara yang menyebabkan tragedi penyerangan terhadap umat Islam dan pembakaran masjid Baitul Muttaqien pada Jumat (17/7/2015) lalu.

"Iya itu benar sekali," ujar John.

Sementara itu, di waktu yang berbeda Komando Kompi Satgas Pengamanan Daerah Rawan (Pam Rahwan) Yonif 756  Lettu Infantri Wahyu H. mengatakan bahwa ada sebuah bendera Israel yang dibawa oleh massa saat terjadi tragedi tersebut.

"Memang bendera-bendera Israel itu ada di bawa dengan diikat pada kayu. Itu ada selama kegiatan seminar GIDI berlangsung. Saat penyerangan terjadi saya lihat ada satu bendera Israel yang dibawa masaa," ungkap wahyu kepada wartawan di depan posko Yonif 756/ WMS di Tolikara, Jum'at (25/07/2015) pagi.

Sejauh pantauan awak JITU di lapangan, memang logo bendera Israel tersebut tampak di beberapa dinding kios serta rumah warga di Distrik Karubaga, Kabupaten Tolikara.

Laporan Achmad Fazeri/JITU | Editor : Ally | Jurniscom

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.