YAMAN (Jurnalislam.com) – Al-Qaeda Yaman (AQAP) mengumumkan bahwa salah satu pemimpin tinggi mereka Sheikh Ibrahim bin Sulaiman Muhammad Ar Rubaish telah gugur syahid (Insya Allah) akibat serangan udara AS.
Dalam pernyataan resminya yang dirilis pada Selasa (14/4/2015), AQAP mengatakan Syeikh Ibrahim Ar Rubaish gugur dalam serangan pesawat tak berawak (drone) dua hari sebelumnya, namun AQAP tidak menjelaskan di mana serangan tersebut terjadi.
Ibrahim al-Rubaish adalah ideolog senior kedua AQAP yang syahid akibat serangan pesawat tak berawak AS tahun ini. Pada 31 Januari, drone AS membunuh Syeikh Harits bin Ghazi al Nadhari, seorang tokoh syariah senior yang memuji serangan AQAP 9 Januari di kantor Charlie Hebdo di Paris, Perancis.
Di tengah gempuran koalisi Arab Saudi terhadap pemberontak Syiah Houthi, militer AS tetap menargetkan serangannya kepada mujahidin AQAP. Syahidnya Ibrahim aAr Rubaish menjadi tanda bahwa program pembunuhan melalui drone AS terhadap Al Qaeda cabang Yaman tersebut terus berlanjut meskipun penasehat militer Amerika dari negara tersebut dievakuasi di tengah perang yang memburuk.
Para pejabat Yaman dan AS tidak segera berkomentar mengenai klaim tersebut.
AQAP mengatakan bahwa Ibrahim al-Rubaish, berasal dari daerah Qassim yang merupakan wilayah ultra-konservatif Saudi, dan "telah menghabiskan dua dekade hidupnya dalam jihad melawan Amerika dan agen-agennya."
Beliau pertama kali berperang di Afghanistan sebelum ditangkap dan ditahan di penjara militer AS Guantanamo untuk "beberapa tahun" dan kemudian bergabung dengan Al-Qaeda.
Reporter Al Jazeera, Hashem Ahelbarra, yang banyak melaporkan secara luas dari Yaman, mengatakan bahwa Ibrahim al-Rubaish adalah "seseorang yang memiliki pengaruh besar" di antara para pejuang al-Qaeda Yaman.
"Dia sangat karismatik," kata wartawan kami. "Dia adalah seseorang yang sangat berperan dalam gelombang perekrutan pejuang di Yaman."
Ibrahim al-Rubaish dilaporkan mendesak Yaman untuk berperang di Suriah, dan baru-baru ini menyerukan pembunuhan pemimpin Houthi dan mantan pemimpin Yaman Ali Abdullah Saleh, tambahnya.
Mujahidin Al-Qaeda telah mengeksploitasi rincian keamanan saat koalisi yang dipimpin Saudi bulan lalu meluncurkan serangan udara terhadap pemberontak Houthi di tengah pertempuran sengit antara pasukan pemberontak Yaman.
Kemenangan Al-Qaeda diantaranya adalah menguasai Mukalla, ibukota provinsi Hadramaut.
Menteri Pertahanan AS Ashton Carter mengakui pekan lalu bahwa Al-Qaeda telah memperoleh beberapa kemenangan dan bahwa pertempuran di Yaman mempersulit upaya menghadapi AQAP, tetapi AS bersumpah bahwa mereka akan terus melanjutkan misi mereka.
Ibrahim al-Rubaish dianggap sebagai ideolog utama dan penasihat teologis kelompok. Tulisan-tulisan dan khotbah-khotbahnya menonjol dalam publikasi AQAP.
Sekilas tentang Sheikh Ibrahim bin Sulaiman Muhammad Ar Rubaish, Rahimahullah
Beliau lahir di Buraidah, Arab Saudi 36 tahun silam. Setelah lulus sebagai sarjana Hukum Syariah di Universitas Imam Muhammad bin Saud beliau pergi berjihad ke Afghanistan.
Tak lama setelah pertempuran Tora Bora, pada tahun 2001 beliau tertangkap di perbatasan Pakistan-Afghanistan oleh AS dan ditahan di Guantanamo. Pada 13 Desember 2006 beliau dibebaskan dari Guantanamo dan dipulangkan ke Arab Saudi untuk diikutsertakan dalam program deradikalisasi.
Musim semi 2008 beliau menghilang, lalu dikabarkan pergi ke Yaman untuk bergabung dengan Al Qaeda bersama 11 mujahidin mantan narapidan Guantanamo lainnya. Tak lama setelah itu, nama beliau muncul dalam 85 orang paling dicari Arab Saudi. AS juga menghargai 5 juta USD bagi siapa saja yang memberitahukan keberadaanya.
Deddy | Ally | Jurniscom