Saudi Lumpuhkan 2 Rudal yang Ditembakkan dari Yaman

Saudi Lumpuhkan 2 Rudal yang Ditembakkan dari Yaman

Saudis-Shoot-Down-Scud-Missile-Fired-from-Yemen

ARAB SAUDI (Jurnalislam.com) – Pertahanan udara Saudi pada Rabu pagi (10/08/2016) mencegat dua rudal yang ditembakkan dari wilayah Yaman menuju kota-kota Abha dan Khamis Mushait di barat daya kerajaan, menurut pejabat dari koalisi pimpinan Arab Saudi yang didirikan tahun lalu untuk melawan kelompok pemberontak Syiah Houthi Yaman, lansir World Bulletin, Rabu (10/08/2016).

Dalam sebuah pernyataan yang diterbitkan oleh kantor berita resmi Saudi, komandan koalisi mengatakan rudal telah dilumpuhkan tanpa menyebabkan kerusakan.

“Angkatan udara Koalisi langsung mengambil inisiatif, menargetkan peluncur rudal yang terletak di pinggiran (barat laut Yaman) provinsi Amran,” kata pernyataan itu.

Para pejabat tidak secara eksplisit menyatakan kelompok apa yang bertanggung jawab atas serangan rudal tersebut, tapi Houthi pernah mengklaim bertanggung jawab atas serangan serupa di masa lalu.

Pada hari yang sama, koalisi yang dipimpin Saudi melakukan beberapa serangan udara yang menargetkan basis milisi Houthi di timur ibukota Yaman, Sana’a.

“Pesawat tempur koalisi melakukan tiga serangan udara yang menargetkan posisi (Houthi dan pasukan sekutu yang setia kepada mantan Presiden Ali Abdullah Saleh) di wilayah Jabal Yam distrik Nihm,” tweeted kantor media militer Yaman.

Militer mengatakan serangan udara itu bertepatan dengan bentrokan sengit di darat saat pasukan pro-pemerintah berusaha merebut wilayah dari kontrol Houthi.

Namun laporan belum diverifikasi secara independen oleh sumber Houthi.

Sabtu lalu, menyusul penghentian pembicaraan damai yang disponsori Kuwait, tentara Yaman melancarkan operasi baru bertujuan untuk merebut kembali Sanaa.

Yaman telah luluh lantak oleh perang sejak akhir 2014, ketika Hpemberontak Syiah Houthi dan sekutu mereka menyerbu Sanaa dan bagian lain Yaman, memaksa Presiden Abd Rabbuh Mansour Hadi dan pemerintahnya yang didukung Saudi untuk sementara mengungsi ke Riyadh.

Pada bulan Maret tahun lalu, Arab Saudi dan sekutu Arabnya meluncurkan operasi militer besar-besaran di Yaman bertujuan menggulingkan militer Houthi dan memulihkan pemerintah Hadi.

Didukung oleh serangan udara pimpinan Saudi, pasukan pro-Hadi sejak itu telah berhasil merebut kembali sebagian besar wilayah selatan negara itu – termasuk ibukota sementara Aden – tetapi telah gagal merebut kembali Sana’a dan kawasan strategis lainnya.

Pada bulan April tahun ini, pemerintah Yaman dan pemberontak Houthi memasuki pembicaraan damai yang disponsori PBB di Kuwait yang bertujuan menyelesaikan konflik, di mana lebih dari 6.400 orang telah tewas dan 2,5 juta lainnya terpaksa meninggalkan rumah mereka.

Namun pembicaraan itu ditangguhkan pekan lalu karena pelanggaran gencatan senjata berulang, terutama di dan sekitar pusat provinsi Taiz Yaman.

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses