Responsive image
Responsive image
Responsive image

Rektor Unisba Protes Penyerangan Kampus, Kapolres Bakal Silaturahim

Rektor Unisba Protes Penyerangan Kampus, Kapolres Bakal Silaturahim

BANDUNG(Jurnalislam.com) —  Sejumlah kaca gedung perkuliahan dan Pos Satpam di Universitas Islam Bandung (UNISBA) rusak diduga akibat terkena selongsong gas air mata saat bentrok aksi unjuk rasa omnibus Law antara mahasiswa dan pihak kepolisian di Bandung.

Menurut Dr. Tresna Wiwitan, M.Si. selaku Kabag Kominpro Unisba pada beberpa gedung kacahnya pecah pasca aksi unjuk rasa ditemukan beberapa slongsong gas air mata.

Menurutnya Unisba sudah menyatakan bahwa tidak ingin kampus Unisba dijadikan sebagai tempat evakuasi, sebab saat ini masih dalam suasana kondisi pandemi covid 19, namun kejadian yang tidak bisa bendung massa aksi masuk ke dalam kampus.

“Kebetulan kampus kami ini tidak mengizinkan untuk tempat evakuasi, karena di saat pandemi saat ini kampus kami ini benar-benar menjaga dari orang luar, saya saja kalau masuk kampus itu pasti diperiksa di saat pandemi sekarang, jadi sikap kami di awal itu keberatan jika ada masa masuk ke kampus kami, tapi karena memang keadaan dimana para pendemo itu merangsek masuk, iya apa boleh buat karena ada yang rusak kan juga nggak pernah mau itu ya,” paparnya.

 

Penangkal pengrusakan di Unisba, rektor Unisba melayangkan surat pengaduan di Polrestabes Bandung dan juga Polda Jabar.

“Dan pak rektor juga sudah membuat surat pengaduan,” beber Tresna Wiwitan.

Menanggapi hal tersebut kapolrestabes Bandung Kombes Pol Ulung Sampurna Jaya mengaku jika anggota polisi datang ke sekitar Tamansari untuk melakukan pembubaran massa yang menuju ke arah kampus.

“Di situasi malam seperti itu kalau itu mahasiswa kenapa larinya di kampusnya, dan itu nutup nutup jalan dan melempar bom molotov kepada petugas, kita ke sana untuk membubarkan massa yang berkumpul agar masa itu tidak melakukan pengrusakan kepada fasilitas umum atau fasilitas negara seperti kita lihat banyak fasilitas umum yang dirusak seperti lampu lampu taman taman segala macam oleh karena itu kita membubarkan masa itu larinya ke arah kampus itu,” papar Kapolrestabes Bandung.

 

Menurut kapolrestabes Bandung hal tersebut terjadi karena kondisi saat malam hari, agar tidak terjadi miskomunikasi pihaknya akan mendatangi kampus Unisba untuk melakukan komunikasi agar tidak terjadi kesalahpahaman antara pihak kampus dan kepolisian.

 

“Apabila terjadi insiden seperti itu ya namanya juga malam, nanti kita akan mendatangi kampus untuk berkomunikasi biar tidak terjadi lagi miskomunikasi,” tukasnya.

 

Reporter: Saifal

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Close X