Dua Hari Berturut-turut, Houthi Serang Israel dengan Rudal dari Yaman

TEL AVIV (jurnalislam.com)– Militer Israel melaporkan telah berhasil mencegat rudal yang diluncurkan dari wilayah Yaman dalam dua hari berturut-turut, Rabu (14/5) dan Kamis (15/5/2025), dalam eskalasi terbaru dari kelompok Houthi yang menyatakan dukungan terhadap perjuangan Palestina di Gaza.

Dalam waktu kurang dari 24 jam, Angkatan Bersenjata Yaman yang merupakan bagian dari kekuatan militer Houthi mengumumkan telah meluncurkan tiga serangan rudal yang secara khusus menargetkan Bandara Ben Gurion di Israel. Serangan itu terdiri dari dua rudal balistik hipersonik dan satu rudal balistik jarak jauh Zulfiqar.

Menurut pernyataan resmi militer Yaman, serangan tersebut berhasil mengganggu aktivitas penerbangan di bandara tersibuk di Israel dan memaksa ribuan warga mengungsi ke tempat perlindungan darurat. Otoritas Israel belum mengonfirmasi detail dampak serangan secara terbuka, namun peningkatan siaga keamanan dan sistem pertahanan udara aktif terlihat di berbagai kota besar, termasuk Tel Aviv.

Kelompok Houthi, yang didukung Iran, menyatakan bahwa serangan rudal dan drone mereka terhadap Israel merupakan bagian dari kampanye militer untuk menunjukkan solidaritas terhadap rakyat Palestina di Gaza. Selain menargetkan Israel, mereka juga telah menyerang kapal-kapal di Laut Merah, yang berimbas pada gangguan lalu lintas perdagangan global.

Peluncuran rudal dua hari berturut-turut ini terjadi bersamaan dengan kunjungan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, ke kawasan Teluk. Dalam kunjungannya, Trump menyatakan bahwa AS telah mencapai kesepakatan gencatan senjata dengan Houthi, yang mencakup penghentian serangan terhadap kapal-kapal AS. Sebagai imbalannya, militer AS akan menghentikan serangan udaranya ke Yaman.

Namun, kesepakatan itu tidak mencakup serangan terhadap Israel, sebagaimana ditegaskan oleh kepala negosiator Houthi. Mereka menyatakan akan terus menyerang target-target Israel selama agresi di Gaza masih berlangsung. (Bahry).

Sumber: Alarabiya

Ratusan Umat Islam Malang Gelar Ride for Palestine Dukung Perjuangan Rakyat Palestina

MALANG (jurnalislam.com)– Aksi solidaritas untuk Palestina terus menggema di berbagai daerah. Di Kota Malang, ratusan peserta dari berbagai ormas Islam mengikuti kegiatan ‘Ride for Palestine’ pada Ahad (11/5/2025), sebagai bentuk kepedulian terhadap rakyat Palestina yang masih menghadapi agresi brutal dari Israel.

Aksi ini diselenggarakan oleh gabungan sejumlah organisasi Islam seperti Biker Muslim Surabaya Malang Madura, Hidayatullah, Hasbunallah Peduli, Laziz Khoiru Ummah, Persada 212, Gemass, dan puluhan lainnya.

“Total ada kurang lebih 27 ormas dan lembaga yang tergabung,” ujar Gus Eko, salah satu peserta sekaligus perwakilan dari Jamaah Ansharu Syariah Malang.

Ia menjelaskan bahwa touring dimulai dari Balai Kota Malang dan berakhir di Pantai Modangan, Malang Selatan.

“Touring ini sebagai syiar perjuangan rakyat Palestina. Agar rakyat Indonesia tidak bosan memboikot ekonomi dan perusahaan Israel,” tegas Gus Eko.

Dari Hidayatullah, Ustaz Agus mengajak umat Islam untuk menjadikan aksi ini sebagai momentum persatuan.

“Ini momentum tepat agar kita bersatu menghadapi musuh bersama. Kita pinggirkan dulu perselisihan yang ada,” ungkapnya.

Bang Adi, perwakilan dari Biker Muslim, menyatakan komitmennya untuk terus menyuarakan pembelaan terhadap Palestina.

“Touring ini akan terus kita adakan hingga Palestina merdeka. Kita akan ajak terus rakyat Indonesia untuk membela Palestina yang dijajah,” katanya dengan penuh semangat.

Salah satu peserta, Priyo, merasa senang bisa ambil bagian dalam kegiatan ini.

“Selain untuk membela Masjid Al-Aqsa, touring ini penting untuk menumbuhkan sifat kebersamaan,” ucapnya.

Ia juga menambahkan bahwa touring ini mempererat silaturahmi antar umat Islam dari berbagai latar belakang.

Kegiatan Ride for Palestine menjadi bukti bahwa kepedulian terhadap Palestina tetap hidup di tengah masyarakat, dan persatuan umat menjadi kunci dalam perjuangan membela hak-hak rakyat Palestina.

Kontributor: Rifa’i

Mulai 2026 Kosmetik dan Obat-obatan Wajib Bersertifikat Halal

JAKARTA (jurnalislam.com)– Wakil Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), Afriansyah Noor, kembali menegaskan pentingnya sertifikasi halal untuk produk kosmetik. Ia menyampaikan bahwa kewajiban tersebut akan berlaku penuh mulai 17 Oktober 2026 mendatang. Pernyataan ini disampaikannya dalam seminar yang digelar oleh Persatuan Perusahaan Kosmetika Indonesia (Perkosmi), dalam rangkaian 14th Exhibition & Seminar for Cosmetic Ingredients di JIExpo, Jakarta Utara, Rabu (14/5/2025).

“Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 2024, dijelaskan bahwa mulai 17 Oktober 2026, produk seperti obat-obatan, kosmetik, produk kimia, hasil rekayasa genetik, dan barang gunaan wajib memiliki sertifikat halal,” ujar Afriansyah.

Ia menambahkan, kebutuhan akan kosmetik halal menjadi prioritas utama, khususnya di Indonesia yang mayoritas penduduknya adalah Muslim. Menurutnya, konsumen—terutama muslimah—kini semakin cermat dalam memilih produk kosmetik yang terjamin kehalalannya.

“Label halal menjadi pertimbangan penting bagi masyarakat, khususnya muslimah. Maka dari itu, kami mendorong pelaku industri kosmetik untuk mempersiapkan diri dari sekarang,” tambahnya.

Meskipun tenggat waktu masih sekitar satu setengah tahun lagi, Afriansyah mengungkapkan bahwa cukup banyak produk kosmetik yang telah lebih dulu mengantongi sertifikasi halal. Bahkan, tren ini mendapat sambutan positif dari masyarakat, baik melalui peningkatan pembelian maupun interaksi di media sosial.

Menanggapi hal tersebut, Deputi Bidang Pembinaan dan Pengawasan Jaminan Produk Halal, Chuzaemi Abidin, menegaskan bahwa BPJPH terus menggencarkan edukasi dan sosialisasi kepada para pelaku usaha, khususnya industri kosmetik. Langkah ini, kata dia, penting untuk membangun kesadaran dan kepercayaan publik terhadap produk dalam negeri.

“Kegiatan seperti seminar ini sangat penting untuk membuka peluang bisnis sekaligus meningkatkan kualitas produk. Antusiasme pasar kosmetik sangat besar, sehingga label halal akan menjadi nilai tambah yang signifikan,” jelas Chuzaemi kepada peserta seminar.

Ia pun mengapresiasi peran aktif para pengusaha kosmetik dalam memperkuat kualitas produk melalui jalur sertifikasi halal.

Berdasarkan data BPJPH, saat ini sudah terdapat 81.343 produk kosmetik dalam negeri yang bersertifikat halal. Sementara itu, sebanyak 7.558 produk kosmetik impor juga telah mengantongi sertifikasi yang sama. Produk kosmetik ini tercatat dalam Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 20232, yang juga mencakup produk perawatan seperti pasta gigi.

Trump Temui Presiden Suriah di Riyadh, Umumkan Pencabutan Sanksi

RIYADH (jurnalislam.com)– Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, bertemu dengan Presiden Suriah, Ahmed al-Sharaa, di Riyadh pada Rabu (14/5).

Pertemuan ini dilakukan dalam rangkaian lawatan regional Trump yang dimulai dari Arab Saudi. Dalam pernyataannya pada Selasa (13/5), Trump mengumumkan akan mencabut seluruh sanksi terhadap Suriah. Keputusan ini, menurutnya, diambil atas permintaan Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman.

Pengumuman Trump tersebut menjadi angin segar bagi pemerintahan al-Sharaa yang tengah berupaya menstabilkan kondisi dalam negeri pasca konflik berkepanjangan.

Menteri Luar Negeri Suriah, Asaad al-Shaibani, menyambut baik keputusan tersebut dan menyebutnya sebagai “titik balik penting” bagi rakyat Suriah.

“Ini adalah momen penting dalam perjalanan kami menuju masa depan yang stabil, mandiri, dan rekonstruksi sejati setelah bertahun-tahun dilanda perang,” ujar al-Shaibani kepada kantor berita resmi Suriah, SANA.

Sebagaimana diketahui, Amerika Serikat telah memberlakukan sanksi keras terhadap Suriah selama rezim Bashar al-Assad. Sanksi tersebut tetap diberlakukan hingga Assad lengser dari kekuasaan pada Desember lalu, setelah memimpin negara tersebut selama lebih dari 13 tahun dalam situasi perang.

Secara terpisah, dalam wawancara dengan penyiar negara TRT Haber, Menteri Luar Negeri Turki, Hakan Fidan, menyebut pertemuan para pemimpin pada hari Rabu itu sebagai “pertemuan bersejarah yang penting.” Menurutnya, pencabutan sanksi akan membuka peluang aliran keuangan, investasi, dan pembangunan infrastruktur di Suriah, yang selama ini hancur akibat perang.

Fidan juga menambahkan bahwa penghapusan sanksi AS—yang selama ini memutuskan hubungan Suriah dari sistem keuangan global—akan membuka jalan bagi keterlibatan lebih besar organisasi-organisasi kemanusiaan internasional, serta memudahkan arus investasi dan perdagangan asing dalam proses rekonstruksi negara tersebut. (Bahry)

Sumber: Al Arabiya

Hamas Rilis Video Penyergapan Tentara Israel di Rafah: Klaim Banyak Korban Tewas

PALESTINA (jurnalislam.com)- Brigade Al-Qassam, sayap militer Gerakan Perlawanan Islam Hamas, merilis sebuah video yang menampilkan aksi penyergapan terhadap pasukan militer Israel di Rafah, Jalur Gaza bagian selatan. Video tersebut diunggah di situs resmi mereka pada Rabu (14/5/20225).

Dalam keterangan resmi, Al-Qassam menyebut aksi tersebut sebagai bagian dari operasi bertajuk Gerbang Neraka yang berlangsung di poros penyerbuan wilayah Al-Tanour, sebelah timur kota Rafah.

Video tersebut menampilkan dua fase serangan:

Fase pertama, pasukan teknik Israel yang berada di dalam sebuah rumah menjadi target serangan dengan peluru anti-personel dan anti-tank. Al-Qassam mengklaim sejumlah tentara tewas dan terluka dalam serangan ini.

Fase kedua, pasukan infanteri Israel diserang menggunakan alat peledak berkekuatan tinggi, yang juga menewaskan dan melukai mereka.

Di akhir video, disebutkan beberapa nama tentara Israel yang diklaim menjadi korban dalam penyergapan tersebut. Di antaranya:

Sersan Yishai Elyakim Orbach dari Batalyon Teknik ke-605 Unit Barak (188) yang diumumkan tewas.

Sersan Yam Farid dari Brigade Golan, juga disebutkan menjadi korban dalam penyergapan di Rafah.

Kondisi Darurat, 93% Penduduk Gaza Hadapi Kekurangan Pangan Akut

GAZA (jurnalislam.com)- Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menggelar pertemuan penting untuk membahas kondisi kemanusiaan yang semakin memburuk di Jalur Gaza. Pertemuan ini digelar sehari setelah laporan pemantau kelaparan global, Integrated Food Security Phase Classification (IPC), mengungkapkan situasi darurat pangan di wilayah tersebut.

Dalam laporannya yang dirilis pada Senin (12/5/2025), IPC menyatakan bahwa seluruh penduduk Gaza kini mengalami kekurangan pangan akut. Bahkan, satu dari lima orang—sekitar 244.000 jiwa atau 12 persen dari total populasi—saat ini berada dalam kondisi “bencana”, kategori tertinggi dalam skala kelaparan.

“Sebanyak 1,95 juta orang, atau 93 persen dari populasi Gaza, menghadapi kekurangan pangan akut,” tulis IPC.

Situasi ini disebut sebagai krisis kemanusiaan yang belum pernah terjadi sebelumnya. IPC memperkirakan bahwa pada akhir September 2025, lebih dari 470.000 orang—sekitar 22 persen populasi Gaza—akan jatuh dalam kategori “bencana”, sementara lebih dari satu juta orang lainnya berada dalam level “darurat”, yaitu Fase 4 dari total 5 level kelaparan.

“Dari 11 Mei hingga akhir September 2025, seluruh wilayah Gaza diklasifikasikan dalam kondisi darurat (IPC Fase 4), dengan seluruh penduduk diproyeksikan menghadapi krisis atau kondisi lebih parah (IPC Fase 3 ke atas),” tegas laporan tersebut.

Blokade berkepanjangan, hancurnya infrastruktur, dan terbatasnya akses bantuan kemanusiaan disebut menjadi faktor utama memburuknya kondisi pangan di Gaza. Sejumlah negara dan lembaga kemanusiaan internasional mendesak segera dilakukan gencatan senjata dan pembukaan jalur bantuan untuk mencegah bencana kelaparan massal. (Bahry)

Sumber: Al Jazeera

https://aje.io/2fy5m9?update=37Kondisi Darurat, 93% Penduduk Gaza Hadapi Kekurangan Pangan Akut

Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menggelar pertemuan penting untuk membahas kondisi kemanusiaan yang semakin memburuk di Jalur Gaza. Pertemuan ini digelar sehari setelah laporan pemantau kelaparan global, Integrated Food Security Phase Classification (IPC), mengungkapkan situasi darurat pangan di wilayah tersebut.

Dalam laporannya yang dirilis pada Senin (12/5), IPC menyatakan bahwa seluruh penduduk Gaza kini mengalami kekurangan pangan akut. Bahkan, satu dari lima orang—sekitar 244.000 jiwa atau 12 persen dari total populasi—saat ini berada dalam kondisi “bencana”, kategori tertinggi dalam skala kelaparan.

“Sebanyak 1,95 juta orang, atau 93 persen dari populasi Gaza, menghadapi kekurangan pangan akut,” tulis IPC.

Situasi ini disebut sebagai krisis kemanusiaan yang belum pernah terjadi sebelumnya. IPC memperkirakan bahwa pada akhir September 2025, lebih dari 470.000 orang—sekitar 22 persen populasi Gaza—akan jatuh dalam kategori “bencana”, sementara lebih dari satu juta orang lainnya berada dalam level “darurat”, yaitu Fase 4 dari total 5 level kelaparan.

“Dari 11 Mei hingga akhir September 2025, seluruh wilayah Gaza diklasifikasikan dalam kondisi darurat (IPC Fase 4), dengan seluruh penduduk diproyeksikan menghadapi krisis atau kondisi lebih parah (IPC Fase 3 ke atas),” tegas laporan tersebut.

Blokade berkepanjangan, hancurnya infrastruktur, dan terbatasnya akses bantuan kemanusiaan disebut menjadi faktor utama memburuknya kondisi pangan di Gaza. Sejumlah negara dan lembaga kemanusiaan internasional mendesak segera dilakukan gencatan senjata dan pembukaan jalur bantuan untuk mencegah bencana kelaparan massal. (Bahry)

Sumber: Al Jazeera

100 Slop Rokok Disita dari Koper Jemaah di Bandara Madinah

MADINAH (jurnalislam.com)— Petugas Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz, Madinah, kembali menyita rokok dalam jumlah besar dari koper jemaah haji asal Indonesia. Kali ini, sebanyak 100 slop rokok ditemukan tersebar dalam 9 koper milik jemaah dari kloter JKG 33.

Wakil Kepala Daerah Kerja Bandara, Abdillah, menyebut temuan ini sebagai yang terbesar sejak awal kedatangan jemaah haji Indonesia di Madinah.

“Kejadian ini bukan yang pertama sejak kedatangan jemaah Indonesia di Bandara Madinah. Namun penemuan kali ini menjadi yang terbesar,“ ujarnya di Bandara Madinah, Rabu (14/5/2025).

Beruntung, melalui negosiasi dengan pihak bandara, koper-koper jemaah tidak ditahan meskipun seluruh rokok langsung disita.

“Alhamdulillah, negosiasi Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Daerah Kerja Bandara dengan otoritas bandara berjalan baik, koper jemaah tidak ditahan dan 100 slop rokok disita,” jelas Abdillah.

Ia kembali mengingatkan agar jemaah mematuhi aturan ketat Pemerintah Arab Saudi, yakni batas maksimal membawa rokok adalah 2 slop atau 200 batang per orang.

“Jangan melebihi kapasitas karena akan merepotkan jemaah dan petugas PPIH,” tambahnya.

Soal sanksi, Abdillah mengungkapkan bahwa denda bisa dikenakan bagi pelanggar, meski besaran pastinya masih menunggu konfirmasi.

“Pengalaman tahun sebelumnya, ada jemaah yang membawa lima slop dan dikenai denda 200 riyal atau sekitar Rp883 ribu,” ungkapnya.

Abdillah juga mengimbau agar jemaah yang tidak merokok tidak menerima titipan rokok dari orang lain.

Iran Ancam Israel, Siap Tembakkan 600 Rudal Sekaligus Jika Konflik Meletus

TEHERAN (jurnalislam.com)– Komandan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran, Mayor Jenderal Hossein Salami, memperingatkan bahwa Iran dapat meluncurkan hingga 600 rudal secara bersamaan ke arah pasukan Israel dan Amerika Serikat jika konflik berskala besar pecah di kawasan.

Pernyataan tersebut disampaikan Salami dalam pidato yang disiarkan televisi pada Selasa (13/5/2025).

“Jika kita menembakkan 600 rudal sekaligus, dapatkah musuh menahannya?” ujar Salami dengan nada retoris, memperingatkan potensi kekuatan militer Iran.

“Musuh kita tidak memahami konsekuensi dari ancaman mereka. Bahkan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu takut mengunjungi Azerbaijan,” tambahnya.

Menurut Salami, ancaman dari pihak musuh, termasuk Israel dan AS, menunjukkan ketidaksadaran mereka terhadap konsekuensi besar yang bisa terjadi. Ia bahkan menyindir Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang menurutnya takut untuk mengunjungi Azerbaijan, negara yang berbatasan langsung dengan Iran.

Salami juga menegaskan bahwa posisi strategis Iran saat ini semakin kuat, dengan rasa percaya diri yang meningkat dalam menghadapi tantangan regional maupun global. Ia menyatakan bahwa konflik saat ini tidak hanya berlangsung di medan perang konvensional, namun juga merambah ke ranah media, budaya, dan ideologi.

“Gaza menunjukkan kepada dunia bahwa tekad dan keberanian bisa menandingi keunggulan militer,” katanya.

Dalam pidatonya, Salami juga menyinggung situasi di Laut Merah dan keterlibatan AS di Yaman. Ia mencatat bahwa kapal induk AS telah menghindari konfrontasi langsung, dan keputusan Washington untuk melakukan gencatan senjata sepihak menunjukkan adanya pengekangan strategis dari pihak AS.

Tak hanya itu, ia juga menyoroti tekanan internal dalam militer Amerika Serikat. Salami mengklaim bahwa kinerja angkatan udara AS menurun, dengan meningkatnya jumlah kecelakaan pesawat dalam beberapa bulan terakhir.

Pernyataan keras Salami datang di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, seiring agresi Israel yang terus berlangsung di Gaza dan keterlibatan berbagai aktor regional dalam konflik yang meluas. (Bahry)

Sumber: Shafaq

Serangan Roket Kembali Diluncurkan dari Gaza, Militer Israel Aktifkan Sirene Peringatan

GAZA (jurnalislam.com)– Faksi-faksi bersenjata Palestina meluncurkan serangkaian roket ke arah wilayah Israel pada Selasa (13/5/2025), menargetkan sejumlah kota dan permukiman di dekat perbatasan. Serangan ini disebut sebagai respons atas agresi militer Israel yang masih berlangsung di Jalur Gaza.

Sayap militer Jihad Islam Palestina, Saraya al-Quds, mengklaim bertanggung jawab atas peluncuran roket tersebut. Mereka menyebut roket-roket ditembakkan ke arah kota Ashdod, Ashkelon, Sderot, serta beberapa komunitas lainnya di sekitar Gaza.

Mengutip laporan Channel 12 Israel, tiga roket diluncurkan dari Gaza—satu diarahkan ke Ashkelon dan dua lainnya ke Sderot. Militer Israel mengonfirmasi bahwa sirene peringatan serangan udara diaktifkan di kawasan perbatasan.

Dari tiga roket tersebut, dua berhasil dicegat oleh sistem pertahanan udara Israel, sementara satu lainnya jatuh di area terbuka. Tidak ada laporan korban jiwa maupun luka akibat serangan ini.

Sementara itu, serangan udara intensif Israel di Gaza masih terus berlangsung. Dalam 36 jam terakhir, lebih dari 100 orang dilaporkan tewas. Kementerian Kesehatan Gaza mencatat pada Selasa (13/5) saja, sedikitnya 46 warga Palestina tewas dan 73 lainnya luka-luka akibat gempuran Israel.

Sejak dimulainya agresi pada 7 Oktober 2023, jumlah korban di Gaza telah mencapai 52.908 orang tewas dan 119.721 orang luka-luka.

Di sisi lain, situasi kemanusiaan di Gaza semakin memburuk. Blokade ketat Israel yang kini memasuki bulan kedelapan telah menyebabkan krisis akses terhadap makanan, air bersih, dan bantuan medis. Organisasi kemanusiaan internasional memperingatkan kondisi di wilayah padat penduduk itu bisa berubah menjadi bencana kelaparan massal.

Berdasarkan laporan dari Klasifikasi Fase Ketahanan Pangan Terpadu (IPC), sekitar 470.000 warga Gaza kini berada dalam kondisi krisis pangan Fase 5—tingkat paling parah dalam skala kelaparan global. (Bahry)

Sumber: Shafaq

Deretan Serangan Israel terhadap Rumah Sakit Selama Perang di Gaza

GAZA (jurnalislam.com)— Serangan udara Israel kembali menghantam salah satu rumah sakit terakhir yang masih berfungsi di Gaza utara, memaksa pasien kritis mengungsi ke jalanan. Serangan terbaru ini terjadi di Rumah Sakit Arab al-Ahli pada Ahad (11/3), saat militer Israel memperluas serangannya di selatan Gaza setelah mengakhiri gencatan senjata pada Maret lalu.

Menurut Pertahanan Sipil Gaza, militer Israel menyerang salah satu bangunan rumah sakit tersebut pada dini hari. Tentara Israel dan badan intelijen Shin Bet mengklaim bahwa serangan tersebut menargetkan “kompleks komando dan kendali” milik Hamas di rumah sakit, namun tidak memberikan bukti atas klaim itu.

Rumah sakit di Gaza telah menjadi sasaran berulang sejak perang meletus pada Oktober 2023, termasuk serangan menggunakan bom seberat 2.000 pon buatan Amerika Serikat. Setidaknya 36 rumah sakit telah dibom atau dibakar oleh pasukan Israel. Serangan terhadap fasilitas kesehatan, tenaga medis, dan pasien merupakan pelanggaran berat terhadap hukum humaniter internasional dan dikategorikan sebagai kejahatan perang menurut Konvensi Jenewa 1949.

Berikut ini adalah catatan sejumlah serangan besar terhadap layanan kesehatan di Gaza sejak perang dimulai:

17 Oktober 2023
Ratusan warga yang berlindung di pelataran Rumah Sakit al-Ahli tewas akibat serangan udara Israel. Sebelumnya, direktur rumah sakit dilaporkan menerima peringatan dari pihak Israel. Israel kemudian mengklaim bahwa ledakan disebabkan oleh roket milik kelompok Jihad Islam Palestina yang gagal diluncurkan. Klaim tersebut dibantah oleh kelompok bersenjata itu.

3 November 2023
Konvoi ambulans dihantam serangan udara Israel di luar Rumah Sakit al-Shifa, menewaskan banyak warga Palestina.

21 November 2023
Serangan udara Israel menghantam Rumah Sakit al-Awda dan menewaskan tiga dokter, termasuk dua staf Médecins Sans Frontières (MSF), yakni Dr Mahmoud Abu Nujaila dan Dr Ahmad al-Sahar.

20 November 2023
Pasukan Israel mengepung Rumah Sakit Indonesia di Beit Lahiya selama beberapa hari. Setelah pengepungan, pasukan meninggalkan rumah sakit dalam kondisi hancur, dengan jenazah hangus dan membusuk di dalamnya.

22 Januari 2024
Beberapa warga sipil tewas akibat serangan yang terjadi sekitar 150 meter dari gerbang Rumah Sakit Nasser di Khan Younis. Para pengungsi yang berlindung di kawasan itu mengalami penderitaan akibat pertempuran dan evakuasi paksa.

20 Maret 2024
Israel mengklaim telah menewaskan 90 orang dalam serangan ke Rumah Sakit al-Shifa. Warga yang selamat melaporkan adanya penahanan dan penyiksaan selama pengepungan. Hamas mengecam peristiwa ini sebagai “pembantaian berdarah” terhadap warga sipil, pasien, dan pengungsi.

31 Maret 2024
Serangan udara Israel menghantam halaman Rumah Sakit Al-Aqsa, menewaskan dan melukai banyak orang, termasuk pengungsi internal yang berlindung di sekitar ruang gawat darurat.

1 April 2024
Pengepungan 14 hari terhadap Rumah Sakit al-Shifa oleh pasukan Israel menyebabkan ratusan orang tewas, termasuk tenaga medis. Banyak staf rumah sakit dan warga sipil ditangkap secara massal.

14 Oktober 2024
Serangan udara Israel terhadap Rumah Sakit Al-Aqsa di Deir el-Balah menewaskan lima orang dan melukai 65 lainnya. Tenda-tenda pengungsi turut terbakar saat serangan terjadi pada malam hari.

28 Desember 2024
Direktur Rumah Sakit Kamal Adwan, Dr Hussam Abu Safia, ditangkap setelah menolak meninggalkan fasilitas medis tersebut. Sehari sebelumnya, militer Israel membunuh sekitar 20 warga Palestina dan menangkap sekitar 240 orang dalam salah satu operasi terbesar yang dilakukan di rumah sakit itu.

Sumber: Al Jazeera