Ini Rekomendasi Makanan untuk Sahur dan Berbuka

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Selain berfokus pada ibadah, penting bagi seorang Muslim untuk tetap memerhatikan pola makan selama menjalani puasa Ramadhan.

Pengaturan pola makan yang tepat selama puasa Ramadhan dibutuhkan agar kebutuhan gizi sehari-hari tetap terpenuhi dengan baik.

Puasa Ramadhan pada dasarnya memberikan kesempatan bagi tubuh untuk “bebersih” dari makanan dan minuman yang selama ini dikonsumsi.

Rentang jam puasa yang diterapkan oleh umat Islam pun dinilai sangat ideal karena tidak membuat tubuh kehilangan nutrisi atau mengalami dehidrasi terlalu lama.

Agar puasa dapat memberikan manfaat kesehatan, pengaturan pola makan yang baik tentu diperlukan. “Prinsip yang dipegang, selalu gizi seimbang,” jelas dokter sekaligus ahli gizi Dr dr Tan Shot Yen MHum.

Selama Ramadhan, sahur bisa dianggap sebagai waktu sarapan yang dilakukan lebih pagi dari biasanya. Meski dilakukan dini hari, menu-menu yang disantap saat sahur tetap harus beragam sesuai dengan anjuran “Isi Piringku” dari Kementerian Kesehatan RI.

Hindari memilih menu makan sahur karena rasa malas atau karena sekedar mengisi perut agar tidak lapar. Jangan pula memilih menu makan sahur karena pengaruh iklan-iklan komersil.

“Nanti isi perut sebelum imsak malah nggak karuan,” kata Tan.

Berdasarkan anjuran “Isi Piringku”, setengah bagian piring makan merupakan porsi untuk sayur dan buah. Sayur dan buah diketahui kaya akan antioksidan dan vitamin yang dapat menunjang daya tahan tubuh. Di sisi lain, sayur dan buah juga kaya akan serat yang dapat mengatur kecepatan penyerapan gula di dalam tubuh.

“Bahkan serat larutnya menjadi prebiotik untuk menghidupkan probiotik dalam usus besar, yang juga berperan dalam imunitas,” papar Tan.

Senada dengan Tan, konsultan gizi Royal Sport Performance Center Senayan City dan Ketua Indonesia Sport Nutritionist Association (ISNA) Dr Rita Ramayulis DCN MKes juga mengatakan, perubahan paling mendasar selama ibadah puasa Ramadhan hanyalah jam makan. Jam makan yang semula dilakukan di pagi, siang dan sore hari kini dipindahkan ke malam dan dini hari.

“Jenis makanan, hal lainnya, tidak ada yang berbeda,” tutur Rita.

Yang perlu menjadi perhatian, porsi karbohidrat dan lemak saat berbuka puasa mungkin perlu disesuaikan. Alasannya, kebutuhan tubuh akan karbohidrat dan lemak tidak terlalu besar di malam hari.

“Karena kita melakukan proses makan di malam hari, di mana tubuh tidak lagi melakukan aktivitas. Sehingga tidak perlu energi yang berlebih,” lanjut Rita.

Rita mengatakan zat gizi yang mungkin perlu lebih diutamakan saat berbuka puasa adalah protein dan mineral. Oleh karena itu, Rita menyarankan agar umat Islam menyediakan aneka pilihan jenis protein saat berpuasa.

Beberapa contoh jenis protein yang bisa dijadikan pilihan adalah telur, susu, dan aneka olahannya, serta daging-dagingan. Ada pula jenis protein yang memiliki harga terjangkau seperti tempe, oncom, atau kacang-kacangan.

“Kita anjurkan penggunaan minyak tidak lagi berlebih ketika kita berpuasa,” tambah Rita.

Rita juga mengingatkan agar sayur dan buah bisa dikonsumsi sesuai anjuran. Sayur dan buah sebaiknya dikonsumsi sebanyak dua sampai tiga kali dalam satu hari.

“Saat makan di waktu malam dan dini hari itu tadi,” tutur Rita.

Sumber: republika.co.id

20 Ribu Warga Inggris Meninggal Dunia Akibat Corona

LONDON(Jurnalislam.com) — Lebih dari 200 ribu orang di seluruh dunia kini telah meninggal karena virus corona, menurut data Universitas Johns Hopkins. Ada lebih dari 2,8 juta kasus Covid-19 yang dikonfirmasi.

Jumlah kematian di AS melebihi 50 ribu orang, ketika orang Amerika mengalami wabah paling mematikan di dunia. Lima negara kini telah melaporkan jumlah kematian di atas 20 ribu meskipun cara kematian dihitung sangat bervariasi, dilansir BBC pada Ahad (26/4).

AS, Italia, dan Spanyol telah menyaksikan jumlah kematian tertinggi yang dilaporkan. Departemen Kesehatan Inggris mengumumkan pada Sabtu (25/4) bahwa lebih dari 20 ribu orang kini meninggal akibat virus corona di rumah sakit Inggris.

Prancis, yang memasukkan kematian di panti jompo dalam statistiknya, mengatakan jumlah korbannya meningkat 369 orang pada Sabtu. Ada 22.614 kematian akibat virus ini di Prancis sejak awal Maret. Tetapi pejabat kesehatan mengatakan tingkat kematian di rumah sakit menurun dan jumlah orang dalam perawatan intensif telah menurun selama 17 hari berturut-turut.

Para ahli statistik telah memperingatkan bahwa jumlah korban jiwa yang dilaporkan mungkin tidak selalu memberikan gambaran lengkap tentang epidemi suatu negara. AS telah melihat kematian virus terbanyak di setiap negara, tetapi juga memiliki populasi yang jauh lebih besar daripada kebanyakan.

Dengan 330 juta orang, populasinya melebihi jumlah total orang yang tinggal di lima negara terbesar di Eropa barat yakni Inggris, Jerman, Prancis, Italia, dan Spanyol. Banyak negara Eropa telah melaporkan lebih banyak kematian per kepala populasi daripada AS dan Eropa secara keseluruhan telah melaporkan lebih banyak kematian secara keseluruhan.

Tingkat kematian juga tergantung pada siapa yang dihitung. Beberapa negara memasukkan kematian di panti jompo dalam data mereka sehingga memberikan gambaran yang lebih lengkap. Sedangkan yang lain hanya menghitung kematian di rumah sakit di mana Covid-19 telah dikonfirmasi.

Belgia memiliki angka 6.917 kematian dalam populasi 11,4 juta. Lebih dari setengah kematian negara itu terjadi di panti jompo untuk orang tua dan sebagian besar didasarkan pada kasus yang diduga, yang membuat data negara itu terlihat jauh lebih buruk.

Sumber: republika.co.id

AS Catat 895 Ribu Kasus Corona, 50 Ribu Kematian

WASHINGTON(Jurnalislam.com) — Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat pada Sabtu (25/4), melaporkan positif virus corona (Covid 19) di negara itu berjumlah 895.766 kasus, dengan kenaikan sebanyak 30.181 kasus dari hari sebelumnya.

Sementara jumlah pasien meninggal dilaporkan mengalami penambahan sebanyak 1.623 jiwa sehingga total 50.439 jiwa.

CDC melaporkan hitungannya pada pukul 4.00 sore waktu timur pada 24 April, dibandingkan dengan hitungannya sehari sebelumnya. Angka-angka CDC tidak mesti mencerminkan kasus-kasus yang dilaporkan oleh masing-masing negara bagian.

Virus Corona yang muncul pertama kali di pasar basah di kota Wuhan, Hubei, China tengah itu bukan saja menimbulkan kerugian material yang luar biasa pada perekonomian global namun juga menimbulkan ketegangan di antara China dan Amerika Serikat.

Sejumlah pejabat AS mengatakan bahwa China tidak transparan kepada dunia mengenai apa yang sesungguhnya terjadi dengan wabah yang belum ditemukan vaksinnya itu.

Di kalangan pejabat AS bahkan timbul spekulasi bahwa virus itu kemungkinan bukan muncul dari pasar di Wuhan, yang juga menjual hewan liar tapi dari keteledoran saintis yang bekerja di laboratorium virologi di Wuhan. China membantah spekulasi itu.

Bahkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga mengukuhkan bantahan itu. Dalam satu pernyataannya, WHO mengatakan bahwa kemungkinan besar corona diakibatkan oleh virus yang berasal dari kelelawar dan bukan akibat reka cipta di laboratorium.

Sumber: republika.co.id

Sembuh dari Corona, PM Inggris Akan Kembali Bekerja Besok

LONDON (Jurnalislam.com) — Perdana Menteri Inggris Boris Johnson dilaporkan akan kembali bekerja pada Senin (27/4) besok. Ia akan bekerja kembali setelah dinyatakan pulih dari infeksi virus corona dan menjalani perawatan di unit intensif (ICU) rumah sakit St Thomas di London.

Setelah pulih dan diharuskan beristirahat selama dua pekan, Johnson nampaknya siap kembali menjalani tugas memimpin pemerintahan negara. Sebelumnya, pada Jumat (24/4) ia juga sempat mengadakan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Inggris Dominic Raab dan Menteri Keuangan Inggris Rishi Sunak.

Selain itu, Johnson juga diketahui telah mengadakan serangkaian pertemuan dengan para penasihat pemerintahan dan sejumlah menteri lainnya. Seorang sumber mengatakan pria berusia 55 tahun itu memberi pengarahan terperinci mengenai kebijakan yang dilakukan sejauh ini dan untuk fase selanjutnya dalam perjuangan menghadapi situasi pandemi saat ini.

Pertemuan seluruhnya dilakukan secara virtual melalui aplikasi Zoom. Meski nampaknya telah siap kembali aktif bekerja, namun kondisi kesehatan Johnson masih terus dipantau dan dokter yang bertugas untuknya akan memberi saran.

Johnson mengumumkan bahwa dirinya positif terinfeksi virus corona jenis baru pada 27 Maret lalu. Ia sempat menjalani perawatan di unit perawatan intensif pada 6 April lalu, setelah gejala-gejala yang dialaminya memburuk.

Saat ini Inggris mengonfirmasi ada 148.377 kasus Covid-19 dan 20.319 kematian. Negara itu telah memberlakukan lockdown guna membendung penyebaran virus corona jenis baru.

Meski demikian, Inggris menjadi negara kelima dengan jumlah kematian mencapai lebih dari 20 ribu akibat Covid-19 setelah Amerika Serikat (AS), Italia, Spanyol, dan Prancis. Angka ini diperkirakan belum termasuk kematian dalam komunitas yang lebih luas, seperti di panti jompo. Ini berarti jumlah korban sebenarnya akan lebih tinggi setidaknya beberapa ribu.

Sumber: republika.co.id

Rektor Unisba Lantik 5 Dekan Secara Online

BANDUNG(Jurnalislam.com) — Ditengah wabah covid-19, yang mengharuskan semua bekerja di rumah tak menghentikan program yang ada di Universitas Islam Bandung (Unisba).

Rektor Universitas Islam Bandung (Unisba) Edi Setiadi melantik lima dekan baru Unisba masa bakti 2020-2024 secara online.

Lima Dekan yang dilantik tersebut masing-masing, Dekan Fakultas Syariah, Titin Suprihatin, Fakultas Hukum (Efik Yusdiansyah), MIPA (Abdul Kudus), Teknik (Mohamad Satori) dan Dekan Fakultas Kedokteran Nanan Sekarwarna.

Pada kesempatan itu, Rektor juga melantik Ketua Lembaga Studi Islam dan Pengembangan Kepribadian (LSIPK) M. Wildan Bin H.M. Yahya. Jabatan ini merupakan yang kedua kalinya bagi Wildan.

Kata Rektor, lima fakultas yang para dekan pimpin lahir dari dari proses intelektual yang panjang. Oleh karena itu, ia berharap mereka bisa mendekatkan diri dengan konteks merekatkan disiplin dengan realitas, bersifat egaliter dan menawarkan solusi yang berdampak.

Menurutnya untuk mencapai semua itu diperlukan disiplin yang tinggi layaknya pasukan komando. Gerakan inovator sebagai ciri seorang mujaddid harus dilakukan tanpa lelah dan tidak kalah penting, eksekusi dari sebuah gagasan harus menjadi nyata.

“Mari kita menjadi insan yang rendah hati, tinggi harga diri, tanpa promosi, tinggi prestasi. Sedikit bicara, banyak berkarya. Hati-hati dalam pengunaan dana yang merupakan amanah dari orangtua Mahasiswa,” katanya.

Rektor mengatakan, kebesaran Unisba hanya dapat terwujud apabila Unisba pandai membaca tanda jaman. Pandemi korona telah menyadarkan kita bahwa teknologi informasi yang handal merupakan conditio cine quanon yang harus dimiliki Unisba untuk mendukung aksi nyata tersebut. Ke depan, ia berharap penguasaan teknologi informasi bukan hanya sekedar sebagai pendukung operasional tetapi harus merupakan instrumen yang strategis.

Sumber: republika.co.id

Putus Penyebaran Corona, Ratusan Dokter Gigi Tutup Praktik

DEPOK(Jurnalislam.com) — Selama pandemi Covid-19, sebanyak 500 praktik umum dokter gigi di Kota Depok. Dampaknya, warga kesulitan merawat kesehatan giginya.

Ketua Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Kota Depok, Setiawan mengatakan, para dokter gigi di Kota Depok selama sebulan terakhir ini menutup tempat berpraktik.

Hal itu sebagai langkah pemutusan mata rantai penyebaran virus corona (Covid-19).

“Sangat rentan tertular atau menularkan virus corona saat dokter tengah melayani pasien. Untuk itu selama satu bulan terakhir ini seluruh dokter gigi di Kota Depok untuk sementara waktu tidak membuka praktik umum,” ujar Setiawan, Sabtu (25/4).

Menurut Setiawan, PDGI Cabang Kota Depok saat ini mempunyai anggota sebanyak 500 dokter gigi yang tersebar di Kota Depok.

“Meski tidak membuka praktik umum, tapi sebagian dokter gigi masih tetap bertugas di fasilitas pelayanan kesehatan pemerintah, seperti di Puskesmas dan rumah sakit. Sebab teman-teman kami di fasilitas pelayanan pemerintah masih melayani pasien BPJS,” ujarnya.

Untuk membantu teman-teman sejawatnya yang berada di garda terdepan menangani para pasien Covid-19, PDGI Kota Depok menyumbang alat pelindung diri (APD) khusus tenaga medis melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan (PP) Covid 19 Kota Depok.

“Walaupun APD yang kami bantu tidak banyak, namun ini adalah perhatian dengan sesama sejawat kita terutama di garda terdepan menangani pasien-pasien Covid19,” kata Setiawan

sumber: republika.co.id

DKI Catat 3682 Kasus Corona dan 350 Kematian

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi DKI Jakarta hingga Sabtu mencatat 3.682 kasus positif yang meningkat dari sebelumnya 3.605 kasus. Sebanyak 334 orang di antaranya dinyatakan telah sembuh atau meningkat dari sebelumnya 327 orang.

Dari kasus positif tersebut, 350 orang meninggal dunia (sebelumnya 331 orang), sebanyak 1.947 pasien masih menjalani perawatan di rumah sakit (sebelumnya 1.988 pasien) dan 1.050 orang melakukan ‘self isolation’ di rumah (sebelumnya 959 orang).

“Kemudian sebanyak 889 orang menunggu hasil laboratorium,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Dwi Oktavia Tatri Lestari Handayani di Balai Kota Jakarta, Sabtu (25/4).

Di antara jumlah tersebut juga diketahui ada orang tanpa gejala (OTG) sebanyak 42 orang. Adapun orang dalam pemantauan (ODP) berjumlah 5.901 orang (meningkat dari sebelumnya 5.842 orang) dengan rincian, 5.722 sudah selesai dipantau (sebelumnya 5.253 orang) dan 179 masih dipantau (sebelumnya 589 orang).

Untuk pasien dalam pengawasan (PDP) sebanyak 5.267 orang yang meningkat dari hari sebelumnya sebanyak 5.248 orang. Dari jumlah 5.267 orang itu, sebanyak 4.399 sudah pulang dari perawatan (meningkat dari sebelumnya 3.733 orang) dan 868 masih dirawat (turun dari sebelumnya 1.515 orang).

DKI juga hingga Sabtu ini masih terus melaksanakan “rapid test” di enam wilayah Kota/Kabupaten Administrasi DKI Jakarta dan Pusat Pelayanan Kesehatan Pegawai (PPKP). Sebanyak 71.970 orang telah menjalani “rapid test” dengan persentase positif Covid-19 sebesar empat persen.

Hasil dari yang telah mengikuti tes cepat tersebut, yakni 2.849 dinyatakan positif Covid-19 dan 69.121 dinyatakan negatif. Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Kesehatan beserta jajaran juga telah memberikan layanan kesehatan jiwa (mental) terhadap masyarakat yang terdampak Covid-19. Psikolog dan tenaga kesehatan jiwa di Puskesmas memberikan layanan dukungan kesehatan jiwa dan psiko sosial melalui telepon dan chat (WhatsApp).

Selain itu, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta turut memberikan layanan konsultasi online melalui aplikasi sahabat jiwa (berbasis website) pada situs https://sahabatjiwa-dinkes.jakarta.go.id.

“Bagi masyarakat yang mengaksesakan diberikan layanan konseling oleh psikolog yang bertugas di Puskesmas di Provinsi DKI Jakarta,” kata Dwi.

Selain itu, Pemprov DKI Jakarta juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah membantu dan berkolaborasi menangani pandemi Covid-19. Sampai 24 April 2020, terdapat total 112 kolaborator yang telah berpartisipasi, dengan rincian 50 kolaborator berasal dari lembaga usaha. 25 kolaborator merupakan LSM/OMS, Badan PBB dan universitas.

Sebanyak 27 kolaborator merupakan perorangan dan 10 kolaborator merupakan Kementerian dan setingkat kementerian. Sedangkan, bagi masyarakat yang ingin berkolaborasi, dukungan/bantuan yang masih dibutuhkan adalah alat pelindung diri (APD), masker, sarung tangan, disinfektandan natura.

Dukungan dapat langsung disampaikan ke Jakarta Development Collaboration Network (JDCN) melalui Sekretariat Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Provinsi DKI Jakarta, Balai Kota, Blok G Lantai 2 atau melalui kanal jdcn.jakarta.go.id dan Chat Center di nomor 081196000196 dan 081196000197.

Sumber: republika.co.id

Kemenag Buka Kembali Layanan Akad Nikah di KUA

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Sempat terhenti sejak 1 sampai 21 April (kecuali bagi yang mendaftar sebelum 1 April), layanan akad nikah di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan kembali dibuka. Dirjen Bimas Islam Kamaruddin Amin mengatakan, ketentuan ini tertuang dalam Surat Edaran No P-004/DJ.III/Hk.00.7/04/2020 tentang Pengendalian Pelaksanaan Pelayanan Nikah di Masa Darurat Bencana Wabah Penyakit Akibat Covid-19.

“Pelaksanaan akad nikah sekarang kembali bisa diselenggarakan di KUA Kecamatan. Namun, itu hanya diizinkan bagi calon pengantin yang telah mendaftar sampai dengan 23 April 2020,” terang Kamaruddin Amin di Jakarta, Jumat (24/04).

“Permohonan akad nikah yang didaftarkan setelah 23 April 2020 tidak dapat dilaksanakan sampai 29 Mei 2020,” lanjutnya

Menurut Kamaruddin, Sistem Informasi Manajemen Nikah (Simkah) Ditjen Bimas Islam Kemenag mencatat ada 54.569 calon pengantin (catin) yang telah mendaftar hingga 23 April 2020.  Sebagian dari mereka sudah melangsungkan akad nikah di KUA pada 22 dan 23 April 2020.

Kamaruddin Amin mengingatkan bahwa pelaksanaan akad nikah di KUA harus menerapkan protokol kesehatan dalam pencegahan Covid-19. Jika hal itu tidak dapat dipenuhi, KUA Kecamatan wajib menolak pelayanan. KUA Kecamatan juga wajib berkoordinasi dan bekerjasama dengan pihak terkait dan aparat keamanan untuk pengendalian pelaksanaan pelayanan akad nikah.

“Untuk menghindari kerumunan di KUA Kecamatan, pelaksanaan akad nikah di kantor dibatasi sebanyak-banyaknya delapan pasang catin dalam satu hari,” ujarnya.

“Jika permohonan akad nikah diajukan setelah kuota perhari terpenuhi (maksimal delapan pasang catin), KUA Kecamatan bisa menangguhkan pelaksanaan akad nikah tersebut di hari lain,” sambungnya.

Apabila karena suatu alasan atau keadaan yang mendesak, catin tidak dapat melaksanakan akad nikah di KUA, maka Kepala KUA dapat mempertimbangkan permohonan pelaksanaan akad nikah di luar ketentuan dalam SE ini. Demikian juga jika catin mendaftar setelah 23 April namun ada alasan mendesak yang mengharuskan untuk disegerakan akad nikahnya. Kepala KUA juga dapat mempertimbangkan permohonan pelaksanakan akad, saat kuota layanan delapan pasang catin per hari sudah penuh, jika memang ada alasan mendesak yang bisa diterima.

“Permohonan diajukan secara tertulis dan ditandatangani di atas materai oleh salah seorang catin dengan disertai alasan yang kuat,” tandasnya.

 

WHO Minta Negara Tak Keluarkan Surat Bebas Corona

JENEWA(Jurnalislam.com) — Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menegaskan kepada pemerintah di seluruh dunia agar tidak mengeluarkan “paspor imunitas” atau sertifikat bebas infeksi virus corona (Covid 19).

Menurut WHO, tidak ada bukti bahwa seseorang yang telah sembuh tidak dapat tertular virus corona lagi.

“Saat ini tidak ada bukti bahwa orang yang telah pulih dari Covid-19 dan memiliki antibodi dilindungi dari infeksi kedua,” kata WHO dalam sebuah pernyataan, dilansir BBC.

WHO memperingatkan, paspor imunitas justru dapat meningkatkan penularan virus. Karena, mereka yang sudah sembuh menganggap dirinya tidak mungkin tertular lagi sehingga mengabaikan tindakan pencegahan.

Sebagian besar penelitian yang dilakukan sejauh ini menunjukkan bahwa, orang yang pulih dari infeksi korona memiliki antibodi dalam darah mereka. Tetapi beberapa dari mereka memiliki tingkat antibodi yang sangat rendah.

WHO mengatakan, tidak ada penelitian yang mengevaluasi apakah keberadaan antibodi terhadap virus tersebut memberikan kekebalan terhadap infeksi selanjutnya pada manusia.

“Pada titik ini dalam pandemi, tidak ada cukup bukti tentang efektivitas kekebalan yang dimediasi antibodi untuk menjamin keakuratan ‘paspor imunitas’ atau ‘sertifikat bebas risiko’,” kata pernyataan WHO.

WHO mengatakan, tes laboratorium untuk mendeteksi antibodi memerlukan validasi lebih lanjut untuk menentukan keakuratannya, dan juga perlu membedakan antara infeksi sebelumnya. Pemerintah di sejumlah negara telah mempertimbangkan untuk mengizinkan orang yang telah pulih untuk bepergian atau kembali bekerja. Pemberlakuan lockdown telah melumpuhkan perekonomian di seluruh dunia.

 

PT Jasa Marga Catat Penurunan Drastis Arus Kendaraan di Tol Cikampek

JAKARTA(Jurnalislam.com) — PT Jasa Marga (Persero) Tbk mencatat terjadi penurunan arus lalu lintas kendaraan yang meninggalkan Jakarta akibat pelaksanaan pengendalian transportasi di Jalan Tol Jakarta-Cikampek.

Corporate Communications and Community Development Group Head PT Jasa Marga Dwimawan Heru dalam siaran pers-nya yang diterima di Karawang, Sabtu (25/4), mengatakan mendukung pengendalian transportasi di jalan tol selama masa mudik Idul Fitri 1441 Hijriyah yang diberlakukan pada Jumat (24/04).

Pada hari pertama pemberlakuan pengendalian transportasi di jalan tol itu, Jasa Marga mencatat penurunan lalu lintas yang meninggalkan Jakarta jika dibandingkan dengan hari sebelumnya, Kamis (23/04).

Penurunan arus lalu lintas di antaranya terjadi di Jalan Tol Jakarta-Cikampek. Kendaraan yang meninggalkan Jakarta melalui Gerbang Tol Cikampek Utama menuju jalan Tol Trans Jawa pada Jumat (24/04) tercatat 11.355 kendaraan, atau menurun 59 persen dibandingkan sehari sebelumnya.

Kemudian kendaraan yang meninggalkan Jakarta melalui Gerbang Tol Kalihurip Utama menuju jalan Tol Cipularang mencapai 9.977 kendaraan atau turun 40 persen dari hari sebelumnya.

Jasa Marga mengimbau agar masyarakat menaati peraturan yang ditetapkan pemerintah terkait pelarangan mudik, untuk menekan penyebaran Covid-19.

Sumber: republika.co.id