WHO Peringatkan Kebijakan Pelonggaran Lockdown

JENEWA(Jurnalislam.com) – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Rabu (6/5) memperingatkan negara-negara yang melonggarkan lockdown akibat penyebaran virus corona.

Mereka harus mengambil langkah yang sangat hati-hari mempertimbangkan risiko peningkatan kasus baru yang dapat bergerak cepat.

Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengatakan negara-negara perlu memastikan memiliki langkah-langkah yang memadai untuk mengendalikan penyebaran penyakit Covid-19. Sistem pelacakan dan penyediaan karantina harus tersedia dengan baik.

“Risiko kembali ke lockdown tetap sangat nyata jika negara-negara tidak mengelola transisi dengan sangat hati-hati dan dalam pendekatan bertahap,” kata Ghebreyesus.

Ahli epidemiologi WHO, Maria Van Kerkhove, mendukung kekhawatiran Ghebreyesus tentang penyakit yang telah menginfeksi 3,71 juta orang secara global dan membunuh lebih dari 258 ribu orang. “Jika langkah-langkah lockdown diangkat terlalu cepat, virus dapat lepas landas,” katanya.

Karantina wilayah yang diberlakukan pemerintah semakin tidak populer karena negara-negara mengalami peningkatan pengangguran dan kegiatan ekonomi terhenti.

Beberapa negara, seperti Jerman, Spanyol, dan Italia telah mulai melonggarkan pembatasan, sementara Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah mengatakan fokusnya pada pembukaan kembali negara tersebut.

Pejabat WHO, Mike Ryan, mengatakan menjadi keputusan masing-masing negara untuk memutuskan waktu yang tepat menormalkan kembali keadaan. WHO akan mencoba menawarkan saran manajemen risiko jika diperlukan.

Sumber: republika.co.id

Di Masa Pandemi, Tak Perlu Menunggu Akhir Ramadan untuk Berzakat

JAKARTA(Jurnalislam.com)–Sepertiga lama ibadah puasa telah dijalani dalam kondisi yang berbeda dengan Ramadan tahun-tahun sebelumnya.

Sebagian warga menghadapi kesulitan, khususnya kesulitan pangan. Dalam kondisi ini, umat islam diminta untuk menunaikan zakat fitrahnya lebih awal, tidak perlu menunggu penghujung Ramadan.

Tidak hanya ibadah puasa, umat Islam juga diwajibkan untuk membayar zakat fitrah di bulan Ramadan. Masyarakat mendapatkan beragam pilihan untuk menyalurkan zakat fitrahnya melalui Global Zakat – ACT.

Muzakki (orang yang berzakat) tidak perlu langsung menyalurkannya ke mustahik. Di Ramadan 1441 H ini, Global Zakat-ACT telah menyiapkan hingga 100 ton beras untuk disalurkan ke mustahik di berbagai daerah.

Kehadiran program zakat fitrah dari Global Zakat-ACT tak hanya dinikmati oleh mustahik saja, tapi juga para petani yang menanam beras.

Sri Eddy Kuncoro selaku Direktur Program ACT mengatakan, berzakat melalui Global Zakat-ACT selain menyelamatkan nyawa serta pangan masyarakat di tengah pandemi, juga memberdayakan petani.

“Di Karawang misalnya, ACT telah meluncurkan Masyarakat Produsen Pangan Indonesia. Lewat program ini memungkinkan petani lokal menyuplai hasil panennya ke ACT untuk beragam aksi kemanusiaan, termasuk zakat fitrah,” jelas Sri Eddy.

Sejalan dengan hal tersebut, Ustadz Amir Faishol Fath, pendakwah serta ahli tafsir Alquran Indonesia di sela kunjungannya ke kantor Humanity Care Line dari ACT mengatakan, ketika ada wabah seperti sekarang ini, umat Islam diperbolehkan menunaikan zakatnya di awal Ramadan.

Hal ini mengacu pada kondisi masyarakat yang terkena imbas dan membuat keadaan perekonomiannya memburuk. “Karena masyarakat prasejahtera untuk makan tak bisa menunggu hingga hari raya tiba,” ungkapnya.

Di sisi lain, zakat fitrah diwajibkan bagi setiap muslim. Amir menambahkan, anak yang baru lahir pun harus membayar zakat. Akan tetapi, bagi mereka yang tak mampu menunaikannya, orang yang memiliki harta berlebih bisa bantu membayarkan.

Lalu bagaimana untuk berzakat fitrah di pekan-pekan Ramadan? Amir menjelaskan, Nabi Muhammad memperbolehkan untuk berzakat di awal Ramadan atau sebelum haul.

Kebutuhan masyarakat yang mendesak, untuk kondisi sekarang saat ada wabah Covid-19, jadi alasannya. Berzakat di awal Ramadan ini bertujuan untuk menyelamatkan nyawa dan jiwa manusia dari kelaparan.

“Keadaan sekarang banyak orang yang kehilangan pekerjaan serta pendapatannya berkurang. Untuk itu, zakat fitrah bisa ditunaikan di awal waktu demi kemaslahatan,” tutup Amir.

UUstaz Mutammimul Ula, Ayah 10 Anak Penghafal Qur’an Meninggal Dunia

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Innalillahi wa inna ilaihi raji’iun. Salah satu tokoh yang menjadi inspirasi banyak keluarga Muslim, Mutammimul Ula, telah meninggal dunia pada pukul 07.56 WIB di Rumah Sakit Sentra Medika. Hal ini disampaikan Ismail Mutammimul Ula, putra keenam almarhum.

“Telah berpulang ke rahmatullah, ayahanda kami tercinta dan tersayang. Bapak Mutammimul Ula dalam usia 64 tahun tanggal 14 Ramadhan 1441 Hijriah/7 Mei 2020 pukul 07.56 WIB. Mohon doa, ridho, maaf dan keikhlasannya semua,” kata dia dalam keterangan yang, Kamis (7/5).

Mutammimul lahir di Sragen pada 2 April 1956 di Sragen. Dia menikah dengan Dra Hj Wirianingsih, dan dikaruniai 11 anak. Pasangan ini menjadi inspirasi bagi kalangan keluarga Muslim karena mampu menciptakan anak-anak penghafal Alquran atau hafiz.

Afsalurrahman Assalam, putra pertama, hafal Alquran pada usia 13 tahun. Anak keduanya yakni Faris Jihady Hanifa hafal Alquran saat 10 tahun, lalu anak ketiganya hafal Alquran sejak usia 16 tahun. Anak keempat, Scientia Afifah Taiba, hafal 29 juz sejak SMA.

Kemudian anak kelima, Ahmad Rasikh Ilmi, hafal 15 juz Alquran, saat buku “10 Bersaudara Bintang Al-Qur’an” ditulis pada lebih dari 10 tahun lalu. Dan anak keenam Ismail Ghulam Hakim hafal 13 juz Alquran. Anak ketujuh, Yusuf Zaim Hakim, hafal 9 juz Alquran.

Anak kedelapan, Muhammad Syaihul Basyir hafal Alquran 30 juz ketika duduk di bangku 6 SD. Anak kesembilan, Hadi Sabila Rosyad, putra kesembilan hafal 2 juz Alquran saat buku “10 Bersaudara Bintang Al-Qur’an” ditulis. Putri kesepuluh, Himmaty Muyassarah, hafal 2 juz Alquran saat buku itu ditulis.

Tamim dalam sebuah kesempatan mengatakan, yang menjadi kunci keberhasilan hidup di dunia dan akhirat adalah banyak amal ibadah dan berdoa. Tamim bersama istrinya memberikan perhatian pada manajemen waktu, dan istiqamah dalam mendidik anak.

Tamim dan istrinya, pun sebetulnya bukan seorang hafiz-hafizah. Almarhum Ustaz Tamim punya hafalan 3-5 juz Alquran, sedangkan istrinya, baru menghafal 2 juz. Meski begitu, mereka yakin untuk kembali kepada Alquran dan ini menjadi dasar bagi pasangan tersebut untuk menjadikan anak-anaknya penghafal Alquran. Bagi mereka, pendidikan anak harus dilakukan secara bahu-membahu baik dari ayah maupun ibu.

Sumber: republika.co.id

Satgas Covid MUI Kembali Salurkan Bantuan untuk Dai Terdampak Covid-19

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Majelis Ulama Indonesia (MUI) kembali mendisdribusikan bantuan kemanusiaan berupa paket sembako untuk warga terdampak pandemi Covid-19.

Wakil Ketua Satgas Covid-19 MUI Divisi Penyaluran Bantuhan, KH Najamuddin Ramly, menjelaskan rincian penyerahan bantuan tersebut yaitu 14 paket sembako kepada ustadz MIUMI DKI Jakarta, 18 paket warga dhuafa Parung Bogor, 150 paket kepada warga Tanah Rendang Kampung Melayu, Jakarta Timur, 50 Paket Pondok Pesantren Wathoniyah, Klender, Jakarta Timur, dan 15 paket untuk Masjid Attaqi guru ngaji dan dhuafa Pasar Minggu.

Selain itu, kata dia, sebanyak 50 paket diserahkan warga di rumah singgah Arrahman Pesanggrahan Jakarta Selatan, 40 paket untuk warga dhuafa di Cileduk dan Karang Tengah, Kota Tangerang, Banten, dan empat paket untuk guru mengaji di Jakarta Timur.

“Total ada 473 buah paket semboka untuk periode kedua paket sembako dari Satgas Covid-19 MUI,” kata dia saat menyerahkan bantuan secara simbolis bantuan 35 paket kepada guru ngaji dan marbut kampung Cilame, Desa Sukamaju, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor, Rabu (6/5).

Dia mengatakan, bantuan berupa paket sembako merupakan salah satu program Satgas Covid-19 MUI, di samping program lain berupa edukasi spiritual secara daring.

Dia berharap bantuan sederhana ini bisa meringankan beban para ustadz dan lain-lain sehingga bisa tetap bergembira pada Ramadhan ini.

“Semoga dengan paket sembako dari Satgas MUI ini akan dapat meringankan kebutuhan para ustadz,ustadzah,guru ngaji,para muballigh/muballighah,serta Takmir masjid,sehingga semua sasaran dapat bergembira dan ceria baik melaksanakan amaliyah Ramadhan maupun jelang Idul fitri akan datang,” katanya.

Secara terpisah, Juru Bicara Satgas Covid-19 MUI Pusat, KH Cholil Nafis menyampaikan, varian penerima bantuan ini mulai dari ustadz, guru diniyah honorer, para ustadz, pondok pesantren, masjid di sekitar Jabodetabek. “Jika ditotal sejak awal jumlah paket yang disumbangkan mencapai 3.000 paket,” ujar di.

Dia menjelaskan, bantuan Satgas Covid-19 MUI berasal dari para dermawan yang menyumbangkan lewat Satgas Covid-19 MUI salah satu di antaranya dari Kantor Sekretariat Wakil Presiden (Setwapres).

Dia menyampaikan, Satgas Covid-19 MUI memiliki perhatian khusus dalam penyaluran bantuan kepada para guru maupun ustatadz. Sebabnya, para guru dan ustadz itu banyak yang sebetulnya terdampak namun mereka tidak pernah bersuara kekurangan apalagi meminta-minta.

“Inilah kewajiban Satgas utk mendistribusikan bantuan kepada yang berhak dan membutuhkannya untuk meringankan beban hidup mereka,” katanya.

Secara keagamaan, kata dia, sedekah seperti itu memang lebih baik diberikan kepada orang yang takwa dan mengemban ilmu. Para asatidz itu, ujar dia, tidak menjadi pegawai tetap di sebuah lembaga atau yayasan dan mereka tentu saja terdampak secara ekonomi. Mereka yang mengabdi secara harian dibayarnya dan tidak menjadi pegawai tetap di lembaga atau yayasan sangat terdampak.

“Secara aktivitas dan ekonomi dari kebijakan PSBB sehingga mereka berkekurangan kebutuhan hidupnya dan membutuhkan bantuan,” katanya.

Ke depan, imbuh dia, Satgas Covid-19 MUI akan memberikan bantuan finansial kepada para guru, asatidz, pesantren, dan pendakwah sehingga mereka bisa tetap istiqomah mengabdi dan berdakwah di saat pandemi Covid-19.

“Sebab bagaimanapun gangguan ekonomi dalam keluarga akan berdampak pada konsentrasi dalam menjalankan dakwah dan mengemban ilmu, ” paparnya.

Terakhir, dia berharap para dermawan yang ingin membantu para guru dan asatidz bisa disalurkan donasinya melalui Satgas Covid-19 MUI dalam Program “Bersedekah Seratus Ribu (BerSeRi).”

Di Tengah Larangan Mudik, Menhub Sebut Transportasi Kembali Dibolehkan Beroperasi

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan, mulai besok, Kamis (7/5), moda transportasi dapat kembali beroperasi.

Namun, Budi menegaskan, bukan berarti mudik diperbolehkan.

Kebijakan tersebut hanya menjadi penjabaran atau turunan dari Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 25 Tahun 2020 tentang pengendalian transportasi selama masa mudik Idul Fitri tahun 1441 Hijriyah dalam rangka pencegahan penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), bukan relaksasi.

“Artinya dimungkinkan semua moda angkutan, udara, kereta api, laut, dan bus untuk kembali beroperasi dengan catatan harus menaati protokol kesehatan,” kata Budi dalam rapat kerja dengan Komisi V DPR, Rabu (6/5).

Budi memastikan nantinya gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 atau Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan memberikan kriteria.

Dia menjelaskan, khususnya kriteria bagi penumpang yang masuk dalam kategori bisa bepergian menggunakan transportasi umum.

“Nanti BNPB bersama Kementerian Kesehatan bisa menentukan dan itu bisa dilakukan,” ujar Budi.

Dia menambahkan, aturan turunan Permenhub Nomor 25 Tahun 2020 akan segera disosialisasikan kepada khalayak umum. Dengan begitu, moda transportasi juga dapat melakukan persiapan.

Sumber: republika.co.id

 

BI: Pertumbukan Ekonomi Kita 2,97 Persen, Patut Kita Syukuri

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Bank Indonesia (BI) menyampaikan, pertumbuhan ekonomi kuartal I 2020 sebesar 2,97 persen masih patut disyukuri meski lebih rendah daripada prediksi sebelumnya sebesar 4,4 persen.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, pertumbuhan tersebut masih menjadi salah satu yang terbaik karena mayoritas negara mengalami kontraksi.

“Memang kita maunya tumbuh 4,4 persen dengan upaya dari pemerintah melalui stimulus moneter dan fiskal, tapi ketika tumbuhnya 2,97 persen ini menurut saya patut kita syukuri,” katanya dalam pengarahan (briefing) BI, Rabu (6/5).

Sebagai perbandingan, China pada kuartal I 2020 tumbuh terkontraksi -6,8 persen dari 6 persen pada kuartal IV 2019. Amerika Serikat tumbuh 0,3 persen pada kuartal I 2020 dari 2,3 persen pada kuartal IV 2019.

Zona Eropa juga tumbuh negatif 3,3 persen dari 1 persen kuartal sebelumnya. Di Asia, Singapura tumbuh negatif 2,2 persen dari 1 persen pada kuartal sebelumnya.

“Kalau kita lihat pertumbuhan ekonomi dunia dunia, Indonesia salah satu yang tertinggi meski tetap ada yang lebih tinggi, seperti Vietnam dengan 3,82 persen,” katanya.

Perry menyampaikan, nilai realisasi yang meleset karena perkiraan dampak Covid-19 yang terasa mulai April. Namun, ternyata dampak penanganan Covid-19 seperti pembatasan sosial sudah terasa sejak Maret.

Penanganan wabah tersebut memengaruhi berbagai kegiatan ekonomi seperti konsumsi, produksi, investasi, ekspor impor. Konsumsi masyarakat yang semula diprediksi bisa di atas 4,9 persen merosot tidak setinggi yang diperkirakan, yakni hanya sebesar 2,8 persen.

Demikian juga dengan investasi yang semula diperkirakan tumbuh 2,4 persen menjadi 1,7 persen. Perry menambahkan, dari kegiatan ini, ekspor ternyata lebih tinggi daripada yang dibayangkan. Dari prediksi semula minus 1,6 persen, jumlahnya menjadi tumbuh 0,24 persen.

Stimulus fiskal pemerintah juga telah membawa dampak positif. Stimulus seperti bantuan sosial berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi. Semula, proyeksi konsumsi pemerintah sebesar 2,3 persen, sementara realisasinya 3,74 persen.

Kelak, BI memproyeksi pola pertumbuhan pada kuartal II, III, dan IV masing-masing 0,4 persen, 1,2 persen, dan 3,1 persen dengan asumsi puncak PSBB pada April hingga pertengahan Juni. Pada 2021, perkiraan pertumbuhan ekonomi akan lebih tinggi karena faktor base effect, jadi 6,6-7,1 persen jika defisit fiskal 3-4 persen.

Sumber: republika.co.id

 

Terapkan Lockdown, Afganistan Salurkan 250 Ribu Paket Pangan Gratis

KABUL(Jurnalislam.com) — Pemerintah Afghanistan mulai mendistribusikan roti gratis kepada ratusan ribu orang di seluruh negeri pada pekan ini. Upaya ini untuk mengatasi pasokan yang telah terganggu selama lockdown dan harga-harga telah melonjak.

Lebih dari 250.000 keluarga di ibu kota Kabul mulai menerima sepuluh roti ‘Naan’ per hari pada fase pertama. Presiden Mohammad Ashraf Ghani mengatakan, program distribusi roti juga dilakukan di kota-kota lain.

Ghani menyadari kenaikan harga memukul kondisi warga yang hidup di salah satu negara termiskin di dunia. Hampir lebih dari setengah penduduk Afghanistan hidup di bawah garis kemiskinan. Inflasi Afghanistan mencapai 12,1 persen di April dan inflasi makanan mencapai 27 persen, naik dari 11% sebulan sebelumnya.

“Mengingat tingginya ketergantungan Afghanistan pada makanan impor dan produk non-makanan, gangguan dalam perdagangan sebagai akibat dari penutupan perbatasan dapat memiliki dampak parah pada inflasi domestik,” kata ekonom di lembaga pemikir independen Institut Biruni di Kabul, Omar Joya, Rabu (6/5).

Lonjakan harga pangan terjadi sejak menjelang bulan Ramadhan. “Situasi Covid-19 di Afghanistan dengan cepat berubah dari keadaan darurat kesehatan ke krisis pangan dan mata pencaharian,” kata wakil direktur negara Program Pangan Dunia perwakilan Afghanistan, Parvathy Ramaswami.

Afghanistan melaporkan memiliki 3.224 kasus positif virus korona, termasuk 95 orang telah meninggal dunia. Virus korona menjadi pukulan keras ketika negara tersebut masih diliputi konflik yang telah bertahun-tahun terjadi.

“Seolah-olah ledakan dan serangan tidak cukup untuk membuat hidup kita sengsara, sekarang kita harus menghadapi ketakutan akan virus dan kekurangan makanan,” kata ibu dari empat anak yang suaminya terbunuh dalam serangan Taliban di Kabul, Amiran Jalazi.

Sumber: republika.co.id

 

Bantu Lawan Covid, Uni Eropa Ucapkan Terima Kasih kepada Presiden Erdogan

BRUSSEL(Jurnalislam.com)–Ketua Komisi Eropa berterima kasih kepada presiden Turki atas kehadiran dan kontribusinya dalam konferensi internasional tentang respons global terhadap Covid-19.

“Terima kasih atas dukungannya!” cuit Ursula von der Leyen kepada Recep Tayyip Erdogan lewat Twitter.

Konferensi tersebut diselenggarakan oleh Komisi Eropa untuk mengumpulkan dana senilai EUR7,5 miliar (USD8 miliar) untuk diagnostik, perawatan, dan vaksin Covid-19.

Dalam konferensi virtual itu, Erdogan menyatakan pentingnya aksesibilitas ke vaksin bagi semua orang tanpa terkecuali.

“Sangat penting untuk menjamin akses global ke vaksin yang akan diproduksi. Kami akan mempertimbangkan semuanya dalam menentukan kontribusi keuangan kami untuk upaya pengembangan vaksin. Kami akan mengumumkan jumlahnya paling cepat 23 Mei, ” tegas dia.

UE sendiri telah menggelontorkan EUR1 miliar (USD1,09 miliar) untuk dana itu.

Dua donor Eropa terbesar adalah Prancis dan Jerman, yang masing-masingnya menjanjikan EUR500 juta (USD546 juta) dan EUR525 juta (USD547 juta).

Selain itu, China juga menawarkan USD50 juta, Jepang USD830 juta, dan Kanada USD600 juta.

Dalam konferensi video G-20 yang digelar pada 26 Maret, para pemimpin berkomitmen untuk mendanai pengembangan vaksin.

Sejak pertama kali diidentifikasi di China, virus korona atau Covid-19 telah menyebar ke 187 negara.

Sejauh ini, lebih dari 3,58 juta kasus dilaporkan di seluruh dunia, dengan jumlah kematian melebihi 251.500 jiwa, dan 1,16 juta pasien sudah dinyatakan pulih.

Sumber: anadolu agency

Israel Kembali Serang Tiga Pos Hamas di Gaza

GAZA(Jurnalislam.com) — Pasukan Israel melakukan penyerangan ke Gaza, Palestina, pada Rabu (6/5). Kantor berita Turki, Anadolu Agency, melaporkan, pos kelompok perlawanan Palestina Hamas di Jalur Gaza menjadi sasaran penembakan oleh Israel.

Menurut sumber di lapangan, ada tiga pos pengamatan di Gaza utara dan tengah yang menjadi target serangan tentara Israel. Pos tersebut berada di bawah Brigade Izz ad-Din al-Qassam, sayap militer Hamas.

Kementerian Kesehatan Palestina tidak menyampaikan informasi soal korban akibat serangan itu. Di sisi lain, militer Israel mengakui adanya serangan tersebut. Mereka mengeklaim serangan itu dilakukan sebagai tanggapan terhadap roket yang diluncurkan dari Gaza ke Israel.

sumber: republika.co.id

FPI Laporkan Dugaan Pencatutan Pihaknya dalam Penggalangan Bantuan Covid-19

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Di masa pandemi Covid-19 saat ini, ada saja orang yang mengambil kesempatan dalam kesempitan untuk menguntungkan diri sendiri.

Baru-baru, Front Pembela Islam mengungkapkan kasus penipuan dengan membuat proposal palsu dan melakukan penggalangan dana kepada masyarakat dengan mengatasnamakan DPD FPI DKI Jakarta.

 

Menyikapi kasus itu, Bantuan Hukum Front (BHF) DKI Jakarta mendampingi Pengurus DPD FPI DKI Jakarta melaporkan pelaku penipuan tersebut ke kepolisian di Jakarta, Selasa (05/05/2020).

 

Tim Kuasa Hukum BHF FPI DKI Jakarta Irvan Ardiansyah mengungkapkan maraknya pencatutan nama FPI hari-hari ini oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

 

“Sesuai amanat Imam Besar Habib Rizieq Shihab untuk mencegah perluasan penularan virus Covid-19, FPI tidak mengadakan agenda apapun yang dapat mengundang kerumunan masyarakat,” ujar Irvan dalam siaran persnya diterima Jurnalislam.com, Rabu (06/05/2020).

 

FPI, tambah Irvan, juga tidak melakukan penggalangan dana secara langsung kepada masyarakat, kecuali melalui lembaga kemanusiaan resmi FPI yaitu Hilal Merah Indonesia (HILMI).

 

“Mengimbau kepada masyarakat untuk melaporkan kepada pengurus Front Pembela Islam (FPI) setempat maupun melalui Bantuan Hukum Front (BHF) apabila menemukan pungutan liar atau penggalangan dana yang mengatasnamakan FPI,” tambahnya.

 

Irvan mengatakan, pelaporan yang dilakukan pihaknya sebagai peringatan kepada oknum-oknum lain yang masih mencoba mencari keuntungan dengan mencatut nama FPI di tengah masa sulit seperti sekarang ini.

 

“Bahwa kami tidak akan segan-segan untuk membawa para pelaku ke jalur hukum,” tegasnya, yang juga meminta aparat penegak hukum bertindak secara profesional dalam mengusut kasus tersebut. Katanya sangat pelaku sudah diamankan aparat.