Serangan Rudal Iran Hantam Tel Aviv dan Haifa, Sembilan Warga Israel Tewas

TEL AVIV (jurnalislam.com)– Serangan rudal balistik terbaru yang diluncurkan Iran ke wilayah Israel pada Senin (16/6/2025) menyebabkan kerusakan parah di sejumlah kota besar, termasuk Tel Aviv, Haifa, dan sekitarnya. Rekaman video dan gambar pasca-serangan menunjukkan dampak destruktif dari gempuran tersebut.

Di Petah Tikvah, kawasan timur Tel Aviv, sebuah rumah hancur nyaris total akibat hantaman rudal. Sebuah ruangan perlindungan yang dibangun di sebuah gedung hunian juga dihancurkan rudal, menewaskan lima warga Israel yang berlindung di dalamnya.

Selain itu, tiga warga dilaporkan tewas di Haifa dan satu orang lainnya di Bnei Brak dekat Tel Aviv. Total korban jiwa dari serangan tersebut mencapai sembilan orang. Dengan demikian, jumlah korban tewas dari pihak Israel sejak dimulainya operasi pembalasan Iran yang diberi nama True Promise 3 meningkat menjadi 24 orang, dengan hampir 600 orang luka-luka.

Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran menyatakan bahwa serangan ini membuktikan kesalahan kalkulasi militer Israel terhadap kekuatan Iran.

“Operasi kami membuktikan bahwa perhitungan musuh Zionis mengenai Iran sepenuhnya salah,” ujar IRGC dalam pernyataannya pada Senin pagi.

“Rudal kami berhasil mengenai target meskipun mereka mendapat dukungan Amerika Serikat dan memiliki teknologi pertahanan tercanggih,” tambahnya.

Beberapa lokasi strategis di Tel Aviv menjadi sasaran, termasuk bangunan sensitif dan menara hunian. Serangan juga menghantam pembangkit listrik di Haifa, kompleks kimia Bazan, dan kilang minyak utama, menyebabkan pemadaman listrik di wilayah tengah Israel.

Pangkalan udara Nevatim di gurun Negev serta kamp militer di Galilea dilaporkan turut menjadi sasaran. Pemerintah Israel menerapkan sensor militer ketat terhadap informasi yang keluar dari lokasi-lokasi serangan.

Sementara itu, Iran memperingatkan bahwa serangan kali ini belum mencerminkan kekuatan penuh militernya.

“Kami masih menahan diri dan belum mengerahkan semua kemampuan kami untuk menghindari kekacauan global. Namun, kami mungkin akan mencapai titik di mana kami akan menggunakan senjata baru,” kata Mayor Jenderal Mohsen Rezaei.

Serangan rudal Iran ini terjadi menyusul rentetan serangan Israel yang terus berlanjut terhadap berbagai infrastruktur militer dan sipil Iran, termasuk pelabuhan, bandara, rumah sakit, dan pusat pertahanan sipil. Sejauh ini, sedikitnya 224 warga Iran tewas dan sekitar 1.000 lainnya luka-luka sejak konflik berskala penuh ini meletus. (Bahry)

Sumber: Cradle

Israel Serang Fasilitas Nuklir Fordow, Iran Balas dengan 100 Rudal ke Wilayah Israel

TEHERAN (jurnalislam.com)– Ketegangan antara Iran dan Israel kembali meningkat tajam setelah jet tempur Israel melancarkan serangan terhadap fasilitas nuklir bawah tanah Fordow milik Iran pada Ahad (15/6/2025). Serangan tersebut disusul dengan aktivitas balasan Iran berupa peluncuran puluhan rudal ke berbagai wilayah Israel.

Fasilitas Fordow, yang terletak di bawah pegunungan dekat kota Qom, dilaporkan terkena serangan langsung. Tak lama setelah itu, gempa berkekuatan 2,5 skala Richter tercatat di wilayah Qom, memunculkan spekulasi mengenai keterkaitan aktivitas seismik dengan serangan tersebut.

Selain Fordow, militer Israel juga mengklaim telah menyerang sejumlah lokasi peluncuran rudal di Iran tengah, dengan tujuan “melemahkan kemampuan serangan kedua Teheran.”

Sementara itu, media pemerintah Iran melaporkan bahwa Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) telah meluncurkan sekitar 70 rudal ke berbagai target strategis di Israel sebagai bagian dari gelombang baru Operasi True Promise 3, yang merupakan balasan terhadap Operasi Rising Lion Israel.

IRGC dalam pernyataan resminya menyebut bahwa serangan rudal terbaru kali ini “lebih kuat dan lebih merusak daripada serangan sebelumnya,” dan secara khusus menargetkan sistem komando dan kontrol militer Israel.

Komando Front Dalam Negeri Israel merespons dengan mengeluarkan perintah agar warga berlindung di tempat, mengingat adanya “ancaman yang berkelanjutan dan terus-menerus.”

Menurut laporan media Israel, sedikitnya 100 rudal diluncurkan dari Iran pada Senin dini hari (16/6). Serangan tersebut menyebabkan kerusakan besar di wilayah tengah dan utara Israel.

Salah satu target utama adalah kilang minyak Bazan di Haifa, yang memproses sekitar 10 juta ton minyak mentah setiap tahun dan menjadi salah satu penyuplai energi ke beberapa wilayah di Eropa.

Di kota Petah Tikva, Israel tengah, beberapa tempat perlindungan sipil dilaporkan hancur akibat hantaman rudal. Pihak kepolisian mengonfirmasi bahwa sejumlah besar bangunan mengalami kerusakan parah.

Di kawasan metropolitan Tel Aviv, khususnya distrik Gush Dan, tim penyelamat sedang berupaya mengevakuasi warga yang terjebak di bawah reruntuhan di tiga lokasi berbeda. Saluran 12 Israel mengutip laporan layanan medis darurat yang menyebutkan bahwa setidaknya 103 orang terluka di Tel Aviv dan sekitarnya.

Selain itu, terdapat 67 orang terluka di wilayah utara dan tengah Israel, serta sedikitnya tiga korban tewas yang telah dikonfirmasi. (Bahry)

Sumber: Shafaq

Iran Tolak Negosiasi Gencatan Senjata Selama Masih Diserang Israel

TEHERAN (jurnalislam.com)– Iran menyatakan kepada mediator dari Qatar dan Oman bahwa mereka tidak akan membuka pembicaraan gencatan senjata selama masih diserang oleh Israel. Pernyataan ini disampaikan seorang pejabat yang mengetahui langsung komunikasi antara pihak-pihak terkait kepada Reuters, Ahad (15/6/2025).

“Iran menyampaikan kepada mediator Qatar dan Oman bahwa mereka hanya akan melakukan negosiasi serius setelah menyelesaikan tanggapan atas serangan pendahuluan Israel,” kata pejabat tersebut, yang berbicara tanpa menyebut nama karena sensitivitas isu.

Menurutnya, Iran menegaskan bahwa mereka “tidak akan bernegosiasi saat masih diserang.”

Israel melancarkan serangan mendadak terhadap Iran pada Jumat pagi (13/6), menghancurkan sebagian struktur komando militer dan merusak sejumlah fasilitas nuklir. Tel Aviv juga menyatakan bahwa serangan akan terus ditingkatkan dalam beberapa hari ke depan.

Sebagai respons, Iran berjanji untuk “membuka gerbang neraka” sebagai bentuk pembalasan atas serangan tersebut—yang disebut sebagai konfrontasi terbesar antara kedua negara dalam sejarah.

Pejabat tersebut juga membantah laporan media yang menyebutkan bahwa Iran meminta Oman dan Qatar untuk melibatkan Amerika Serikat guna menengahi gencatan senjata dan memulai kembali pembicaraan nuklir. “Laporan itu tidak akurat,” tegasnya.

Hingga saat ini, Kementerian Luar Negeri Iran belum memberikan komentar resmi atas laporan tersebut. Begitu pula dengan Kementerian Luar Negeri Qatar dan Kementerian Informasi Oman.

Oman dan Qatar dikenal memiliki hubungan diplomatik yang baik dengan Iran dan Amerika Serikat, serta menjalin komunikasi langsung dengan Israel. Oman dalam beberapa bulan terakhir menjadi mediator utama dalam perundingan nuklir antara AS dan Iran, meskipun putaran terakhir pembicaraan dibatalkan sehari setelah Israel melancarkan serangan udara besar-besaran terhadap Iran.

Qatar juga berperan dalam sejumlah negosiasi penting, termasuk perjanjian pertukaran tahanan antara Iran dan AS pada tahun 2023. (Bahry)

Sumber: Reuters, TNA

MUI Kutuk Serangan Israel ke Iran: “Terlaknatlah Israel atas Dosa Kemanusiaan”

JAKARTA (jurnalislam.com)— Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan pernyataan tegas mengutuk serangan militer Israel ke Iran yang terjadi pada Jumat (13/6/2025) waktu setempat. MUI menilai aksi sepihak itu dapat memperparah situasi krisis kemanusiaan, politik, dan keamanan secara global.

“Terlaknatlah Israel atas dosa kemanusiaan dan pembangkangan secara kasat mata terhadap hukum internasional. Israel dengan sengaja memporak-porandakan tatanan dunia karena telah memancing eskalasi pertempuran tingkat global,” ujar Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, Prof. Sudarnoto Abdul Hakim kepada MUIDigital di Jakarta, Sabtu (14/6/2025).

Menanggapi serangan balasan yang dilakukan Iran pada malam harinya, MUI menyatakan bahwa tindakan tersebut adalah bentuk perlawanan yang sah atas pelanggaran terhadap kedaulatan negaranya.

“Terkait dengan serangan Israel ke Teheran yang telah menewaskan pejabat tinggi militer, saintis, dan lainnya saya menyampaikan duka mendalam. InsyaAllah mereka yang menjadi korban meninggal menjadi syahid. Bagi yang cedera segera sembuh,” lanjutnya.

Prof. Sudarnoto juga mengingatkan bahwa seluruh negara di dunia yang menjunjung perdamaian dan nilai-nilai kemanusiaan memiliki tanggung jawab moral untuk membela Iran dan mencegah kejahatan serupa kembali terjadi.

“Di balik kepentingan-kepentingan nasional tiap negara yang berbeda-beda, haruslah dibangun dan diperkuat semangat kebersamaan melindungi kemanusiaan, kedaulatan, dan keamanan bersama. Hukum internasional haruslah menjadi salah satu faktor kebersamaan semua negara melawan Israel,” tegasnya.

Ia juga menyebut bahwa pembatalan pertemuan KTT di New York seharusnya menjadi momentum untuk menegaskan pentingnya pemberian sanksi terhadap Israel serta pengadilan atas para pelaku kejahatan perang.

“Dibatalkannya pertemuan KTT di New York haruslah menjadi momentum yang lebih kuat untuk sekaligus menegaskan keharusan Israel diberi sanksi internasional dan menangkap para penjahat perang,” pungkas Prof. Sudarnoto.

Iran Tegaskan Tak Akan Hentikan Serangan ke Israel hingga Agresi Dihentikan

TEHERAN (jurnalislam.com)– Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menegaskan bahwa negaranya tidak akan menghentikan serangan terhadap Israel selama agresi yang didukung Amerika Serikat terhadap Iran belum berakhir. Pernyataan ini disampaikan pada Ahad (15/6/2025) di tengah meningkatnya eskalasi konflik militer antara kedua negara.

“Kami membela diri; pembelaan kami sepenuhnya sah,” kata Araghchi dalam konferensi pers.

“Pembelaan ini adalah respons kami terhadap agresi. Jika agresi berhenti, tentu saja respons kami juga akan berhenti.” ungkapnya.

Iran juga mengecam keras serangan Israel terhadap ladang gas lepas pantai South Pars pada Sabtu malam. Araghchi memperingatkan bahwa membawa konflik ke wilayah Teluk Persia merupakan kesalahan strategis yang bertujuan memperluas perang ke luar Iran.

“Serangan Israel tidak akan pernah terjadi tanpa lampu hijau dan dukungan,” ujar Araghchi.

Ia juga menegaskan bahwa Iran tidak mempercayai pernyataan Amerika Serikat yang mengklaim tidak terlibat dalam konflik.

“AS perlu mengutuk serangan Israel terhadap fasilitas nuklir Iran jika mereka ingin membuktikan niat baik mereka,” tambahnya.

Araghchi mengungkapkan bahwa Iran memiliki bukti kuat keterlibatan langsung pasukan Amerika dalam mendukung Israel.

Sebagai balasan, Iran melancarkan Operasi True Promise 3 dengan meluncurkan ratusan rudal dan drone ke wilayah Israel, yang mengakibatkan kerusakan besar di kota-kota seperti Haifa dan Tel Aviv.

Serangan yang berlangsung sejak Jumat malam (13/6) itu menggunakan rudal canggih, termasuk rudal balistik dan hipersonik jenis Haj Qassem, Khaibar Shekan, Emad, dan Qader. Militer Iran menyebut aksi ini sebagai respons terhadap agresi militer Israel yang disebut-sebut mendapat dukungan dari Amerika Serikat.

Di Haifa, jaringan pipa dan saluran transmisi energi dilaporkan mengalami kerusakan parah, memaksa penutupan sementara beberapa fasilitas hilir. Sementara itu, Institut Sains Weizmann di Rehovot—pusat penelitian ilmiah terkemuka di Israel—juga terkena dampak. Sedikitnya satu gedung laboratorium dilaporkan terbakar akibat serangan rudal tersebut.

Di kota pesisir Bat Yam, lebih dari 100 orang mengalami luka-luka. Kementerian Kesehatan Israel mencatat sebanyak 385 orang dirawat di rumah sakit dalam 24 jam terakhir. Selain itu, 35 warga Israel masih dinyatakan hilang dan setidaknya 10 orang dilaporkan tewas sejak dimulainya operasi.

Di sisi lain, militer Iran mengklaim berhasil mencegat puluhan drone dan rudal Israel yang menargetkan sejumlah kota besar di Iran dalam dua hari terakhir.

Serangan lanjutan, militer Israel pada Ahad (15/6) mengumumkan telah menyerang setidaknya 80 target di wilayah Teheran pada Sabtu malam. Target tersebut termasuk markas besar Kementerian Pertahanan Iran, pusat penelitian nuklir SPND, serta sejumlah fasilitas yang disebut sebagai lokasi penyimpanan arsip nuklir.

Total, sejak konflik memanas, Israel mengklaim telah menyerang 170 target di berbagai wilayah Iran, termasuk instalasi militer dan terminal minyak.

Militer Iran memperingatkan bahwa serangan mereka akan ditingkatkan jika Israel dan sekutunya tidak segera menghentikan agresi terhadap wilayah Iran. (Bahry)

Sumber: Cradle

Solidaritas Palestina, ACA Indonesia Ajak Masyarakat Nonton Bareng Film Hayya 3 GAZA

SUKOHARJO (jurnalislam.com)- ACA Indonesia, lembaga kemanusiaan yang berkomitmen dan konsisten dalam membantu masyarakat Palestina, menggelar kegiatan Nonton Bareng (nobar) Film Hayya 3: GAZA, bersama Asatidz Soloraya. Acara ini dikemas dengan ajang solidaritas sekaligus penggalangan donasi untuk Palestina.

Acara nobar ini digelar di CGV Transmart Solo, Jl. A. Yani No.234, Pabelan, Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah, pada Sabtu malam, (14/6/2025). Acara ini terbuka untuk umum dan diharapkan menjadi momentum bersama untuk menyuarakan kepedulian terhadap nasib saudara-saudara kita di Gaza, Palestina.

Hadir dalam nobar Syeikh Younis dari Gaza, Palestina. Asatidz yang hadir Ustadz Yusuf Hilmi Ahmad, Ustadz Mas’ud Izzul Mujahid, Ustadz Mochammad Ridwanullah, Ustadz Rofiq Jauhari, Ustadz Hasan Agha, dan Habib Hasan Alaydrus. Hadir pula rombongan dari LKG TPQ (Lembaga Koordinasi Gerakan Taman Pendidikan Al-Qur’an) Solo Raya.

Dengan berinfak sebesar Rp 75.000, peserta tidak hanya mendapatkan tiket menonton dan nasi box, tetapi juga ikut berkontribusi langsung dalam program ACA Indonesia untuk Palestina.

Banyak masyarakat kagum dengan cerita yang dihadirkan dalam film, karena terdapat pesan-pesan inspiratif dan penuh makna.

“Malam ini saya bersama keluarga nonton film Hayya 3. Filmnya menginspirasi banget, mengingatkan kita agar peduli dengan masyarakat yang ada di Gaza, Palestina,” kata Bapak Sandi salah satu penonton saat diwawancarai tim.

“Banyak sekali hal-hal yang ternyata kita tidak tahu apa yang terjadi disana,dan akhirnya bersyukur banget hidup di Indonesia, lebih nyaman dan damai, sedangkan masyarakat Palestina diblokade dan dijajah Israel ,” tambah seorang peserta nonton bareng yang tidak menyebutkan namanya.

Sekitar 600 peserta nonton bareng pada sabtu malam, sangat antusias dan rela mengantri tiket masuk serta menunggu jatah film tayang.

“Alhamdulillah acara malam ini sukses, terlihat dari peserta nobar yang overload hingga harus antri untuk tiket nonton di hari Sabtu. Kurang lebih 600 peserta memadati seluruh studio CGV transmart Solo malam ini,” Ucap Ustadz Imron Rosadi, Direktur ACA Indonesia. “Kita boking malam ini empat studio”, jelasnya.

Film Hayya 3: GAZA merupakan bagian dari trilogi Hayya yang dikenal menyentuh dan menggugah. Film ini mengangkat kisah perjuangan dan kemanusiaan di Gaza, serta pentingnya solidaritas umat Islam di seluruh dunia.

Dengan adanya nobar Film Hayya 3 ini, diharapkan masyarakat kembali peduli terhadap krisis yang ada di Gaza, Palestina.

“Kami harap dengan adanya nobar Film Hayya 3, masyarakat Indonesia mengetahui informasi tentang kondisi di Gaza, Palestina saat ini, dan memunculkan rasa peduli terhadap kemanusiaan di Gaza, Palestina,” pesan Oki Saputro selaku panitia nobar.

Trump: Perang Israel-Iran Harus Diakhiri, Usai Telepon Panjang dengan Putin

WASHINGTON (jurnalislam.com)– Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyerukan diakhirinya perang antara Israel dan Iran usai melakukan pembicaraan selama hampir satu jam dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin, pada Sabtu (14/6).

Trump mengungkapkan bahwa sebagian besar isi percakapan difokuskan pada eskalasi konflik di Timur Tengah, khususnya antara Iran dan Israel, yang dalam beberapa hari terakhir saling melancarkan serangan mematikan.

“Dia merasa, seperti saya, perang antara Israel-Iran ini harus berakhir,” tulis Trump di akun Truth Social-nya.

“Yang saya jelaskan, perangnya juga harus berakhir.” imbuhnya.

Keterangan dari Kremlin melalui penasihat senior Yuri Ushakov menyebutkan bahwa Putin secara tegas mengutuk operasi militer Israel terhadap Iran dan mengungkapkan kekhawatiran mendalam terhadap risiko eskalasi yang lebih luas di kawasan Timur Tengah.

“Vladimir Putin mengutuk operasi militer Israel terhadap Iran dan menyatakan kekhawatiran serius tentang kemungkinan eskalasi konflik, yang akan memiliki konsekuensi yang tidak terduga bagi seluruh situasi di Timur Tengah,” ujar Ushakov kepada wartawan.

Kedua pemimpin juga membahas potensi kembali ke jalur diplomasi untuk membahas program nuklir Iran. Ushakov menyebut bahwa AS siap kembali ke meja perundingan dengan Iran, dengan Oman sebagai mediator. Namun, putaran terakhir pembicaraan yang dijadwalkan pada hari Ahad dibatalkan karena meningkatnya ketegangan.

Putin menegaskan bahwa Rusia tetap berkomitmen terhadap solusi damai atas isu nuklir Iran dan akan terus mendorong langkah konkret yang dapat diterima oleh semua pihak.

Sementara soal Ukraina, Trump mengaku hanya sedikit membahasnya dalam percakapan itu. Namun, diskusi lebih lanjut dikabarkan akan dilakukan dalam waktu dekat.

RIA, kantor berita Rusia, melaporkan bahwa Putin menyampaikan kesiapan Rusia untuk kembali bernegosiasi dengan Ukraina setelah tanggal 22 Juni.

Ushakov juga menyampaikan bahwa kedua pemimpin menunjukkan kepuasan atas “hubungan pribadi yang memungkinkan mereka berbicara secara langsung dan terbuka dalam mencari solusi atas persoalan internasional.”

Putin menutup pembicaraan dengan menyampaikan ucapan selamat ulang tahun ke-79 kepada Trump. (Bahry)

Sumber: TNA

Iran Klaim Tembak Jatuh 3 Jet Tempur Siluman F-35 Israel, Pilot Ditangkap

TEHERAN (jurnalislam.com)– Militer Iran mengklaim berhasil menembak jatuh satu jet tempur siluman F-35 milik Israel di langit wilayah barat Iran pada Sabtu (14/6/2025), menurut laporan kantor berita resmi Iran, IRNA.

Pilot pesawat tersebut dilaporkan sempat melontarkan diri sebelum pesawat jatuh. Laporan menyebutkan bahwa pasukan komando Angkatan Darat Iran telah menangkap pilot tersebut. Jika dikonfirmasi, ini akan menjadi F-35 Israel ketiga yang berhasil ditembak jatuh sejak dimulainya serangan Israel terhadap sejumlah situs strategis Iran pada Jumat (13/6).

F-35 dikenal sebagai jet tempur generasi kelima dengan teknologi siluman, sistem avionik canggih, dan kemampuan peperangan elektronik yang membuatnya sangat sulit dideteksi dan dijatuhkan. Sebelum konflik ini, belum ada laporan resmi tentang F-35 yang berhasil ditembak jatuh dalam pertempuran.

Israel memulai eskalasi dengan meluncurkan serangan udara yang menargetkan fasilitas nuklir, rudal, serta membunuh beberapa komandan senior militer Iran, ilmuwan nuklir, dan warga sipil.

Laporan media menyebutkan bahwa lebih dari 104 orang tewas dan hampir 380 lainnya terluka akibat serangan tersebut.

Sebagai balasan, Iran meluncurkan puluhan rudal ke wilayah Israel dari Jumat malam hingga Sabtu pagi. Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) dalam pernyataannya mengatakan bahwa “puluhan rudal balistik berhasil mengenai target strategis musuh.”

“Laporan lapangan, citra satelit, dan intelijen yang dicegat menunjukkan bahwa rudal-rudal tersebut mencapai sasaran secara efektif. Meski musuh mengklaim berhasil mencegatnya, kenyataannya mereka gagal menahan gelombang serangan rudal kami,” tegas IRGC.

Pada Sabtu siang, militer Israel mengakui bahwa tujuh tentaranya terluka dalam serangan rudal balistik yang menghantam wilayah tengah Israel pada malam sebelumnya. Ini menjadi pengakuan resmi pertama atas korban militer Israel sejak permusuhan langsung antara kedua negara pecah dua hari lalu. (Bahry)

Sumber: Cradle

Iran Peringatkan AS dan Sekutunya: Pangkalan Militer Akan Jadi Target Jika Bantu Israel

TEHERAN (jurnalislam.com)– Pemerintah Iran mengeluarkan peringatan tegas kepada Amerika Serikat, Inggris, dan Prancis agar tidak ikut campur dalam konflik Iran-Israel. Dalam pernyataan yang dimuat media pemerintah, Iran menyatakan bahwa seluruh pangkalan militer dan kapal angkatan laut milik negara-negara tersebut di kawasan Teluk Persia dan Laut Merah akan menjadi sasaran jika mereka membantu Israel menghadapi serangan balasan dari Teheran.

“Setiap negara yang berpartisipasi dalam menangkal serangan Iran terhadap Israel akan menjadi sasaran semua pangkalan regional pemerintah yang terlibat, termasuk pangkalan militer di negara-negara Teluk Persia dan kapal serta kapal angkatan laut di Teluk Persia dan Laut Merah oleh pasukan Iran,” demikian pernyataan yang dikutip Kantor Berita Mehr.

Sementara itu, seorang pejabat militer senior Iran mengatakan kepada Kantor Berita Fars bahwa konfrontasi ini tidak akan berhenti hanya pada serangan terbatas tadi malam. Ia memperingatkan bahwa serangan balasan Iran akan terus berlanjut dan menyakitkan bagi pihak-pihak yang terlibat dalam agresi terhadap negaranya.

“Dalam beberapa hari mendatang, perang akan menyebar ke semua wilayah Israel dan pangkalan AS di wilayah tersebut,” ujarnya.

𝗜𝘀𝗿𝗮𝗲𝗹 𝗔𝗻𝗰𝗮𝗺 𝗧𝗲𝗵𝗲𝗿𝗮𝗻: “𝗔𝗸𝗮𝗻 𝗧𝗲𝗿𝗯𝗮𝗸𝗮𝗿”

Menanggapi peringatan Iran, Menteri Pertahanan Israel Israel Katz memperingatkan bahwa “Teheran akan terbakar” jika serangan rudal ke wilayah Israel terus berlanjut. Ia menuding Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatullah Ali Khamenei, telah menjadikan rakyat Iran sebagai tameng.

“Penduduk Teheran akan membayar harga yang mahal atas kejahatan terhadap warga sipil Israel,” tegas Katz.

Konflik memanas sejak serangan udara besar-besaran Israel pada Jumat (13/6) yang menyasar infrastruktur nuklir dan militer Iran. Serangan itu menewaskan puluhan orang, termasuk beberapa ilmuwan nuklir Iran.

Serangan tersebut juga menghantam situs nuklir penting di Natanz, Isfahan, dan Fordow, serta daerah pemukiman di Teheran. Ratusan orang dilaporkan terluka, sebagian besar warga sipil. Meski demikian, tidak ada kebocoran nuklir yang dikonfirmasi sejauh ini.

𝗢𝗽𝗲𝗿𝗮𝘀𝗶 𝗕𝗮𝗹𝗮𝘀𝗮𝗻 𝗜𝗿𝗮𝗻: “𝗧𝗿𝘂𝗲 𝗣𝗿𝗼𝗺𝗶𝘀𝗲 𝗜𝗜𝗜”

Iran merespons serangan tersebut dengan Operasi “True Promise III”, sebuah gelombang serangan rudal balistik dan drone yang menargetkan situs-situs militer Israel. Puluhan rudal dilaporkan berhasil menembus sistem pertahanan Iron Dome, dan menghantam wilayah Tel Aviv, Yerusalem, dan Haifa.

Sedikitnya tiga warga sipil tewas dan lebih dari 60 orang terluka akibat serangan ini. Pemerintah Israel mengonfirmasi adanya kerusakan di wilayah permukiman dan instalasi militer, namun menyebut korban jiwa di pihak mereka masih terbatas.

Iran menegaskan bahwa eskalasi ini merupakan deklarasi perang, dan memperingatkan bahwa konflik akan terus melebar ke aset militer AS dan sekutunya di kawasan jika mereka tetap ikut campur. (Bahry)

Sumber: Cradle

AS Diam-Diam Kirim 300 Rudal Hellfire ke Israel Jelang Serangan ke Iran

WASHINGTON (jurnalislam.com)– Amerika Serikat dilaporkan secara diam-diam mengirimkan sekitar 300 rudal Hellfire ke Israel hanya beberapa hari sebelum Tel Aviv melancarkan serangan udara besar-besaran ke Iran. Laporan ini pertama kali diungkap oleh Middle East Eye (MEE) pada Sabtu (14/6).

Rudal Hellfire senjata presisi berpemandu laser yang biasa digunakan untuk serangan udara dan pembunuhan terarah disebut telah tiba di Israel pada Selasa (10/6/2025). Pengiriman ini merupakan bagian dari kesepakatan senjata senilai $7,4 miliar (Rp120 triliun) yang telah disetujui Kongres AS sejak Februari 2025, meski tidak pernah diumumkan secara publik

“Pengiriman sejumlah besar Hellfire menunjukkan bahwa Gedung Putih mendapat informasi lengkap tentang rencana Israel untuk menyerang Republik Islam Iran,” tulis MEE, mengutip dua pejabat AS yang tidak disebutkan namanya.

Seorang pejabat senior pertahanan AS mengatakan kepada MEE, “Ada waktu dan tempat untuk Hellfire. Mereka berguna bagi Israel.”

Serangan udara Israel pada Jumat (13/6), yang dijuluki Operasi “Lion’s Courage”, melibatkan lebih dari 100 jet tempur dan menargetkan fasilitas nuklir, pangkalan militer, serta permukiman sipil di Iran. Serangan ini menewaskan sedikitnya 78 orang, termasuk:

– Mayor Jenderal Hossein Salami, kepala Korps Garda Revolusi Islam (IRGC)

– Mayor Jenderal Mohammad Bagheri, kepala staf angkatan bersenjata Iran

– Ali Shamkhani, ajudan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei

Iran kemudian meluncurkan serangan balasan yang dinamakan “Operasi True Promise III”, yang menghantam beberapa kota utama Israel seperti Tel Aviv, Yerusalem, dan Haifa. Beberapa rudal dilaporkan menembus sistem pertahanan Iron Dome, menewaskan sedikitnya tiga warga sipil dan melukai lebih dari 60 orang, serta menyebabkan kerusakan infrastruktur.

Pihak militer Israel mengonfirmasi adanya kerusakan pada area perumahan dan situs militer, namun menyebut korban jiwa di pihak mereka masih terbatas.

Sementara itu, dua pejabat AS menyatakan kepada Reuters bahwa militer AS turut membantu mencegat rudal Iran yang menuju Israel menggunakan sistem pertahanan rudal berbasis darat, meskipun pesawat tempur dan kapal perang AS belum dikerahkan secara langsung.

Sumber MEE juga mengungkap bahwa CIA telah diberi pengarahan tentang rencana serangan Israel sejak April dan Mei. Laporan menyebut CIA “terkesan” dengan kemampuan Israel untuk melakukan operasi besar ini tanpa bantuan langsung AS.

Sumber lain dari Israel mengatakan kepada Axios bahwa Trump secara terbuka pura-pura menentang serangan, namun secara pribadi memberikan persetujuan penuh.

“Kami memiliki lampu hijau AS yang jelas,” klaim seorang pejabat Israel kepada Axios.

Axios juga melaporkan bahwa pada bulan Maret, Trump telah memberi Iran tenggat 60 hari untuk menerima kesepakatan nuklir baru sebagai upaya mencegah serangan. Serangan Israel pada Jumat (13/6) terjadi tepat pada hari ke-61 setelah ultimatum tersebut.

“AS terus memasok senjata dan perlengkapan ke Israel,” tulis MEE, mengutip dua pejabat AS yang mengetahui pengiriman tersebut. (Bahry)

Sumber: Cradle