Banyak Masalah Pendidikan, Jokowi Diminta Evaluasi Kinerja Nadiem  

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Politikus Partai Gerindra Kawendra Lukistian meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengevaluasi Mendikbud Naidem Makarim. Kawendra mengaku resah melihat pola Nadiem Makarim mengurus pendidikan nasional.

Kawendra mengatakan, jangan gadaikan masa depan bangsa dengan berbagai kebijakan pendidikan yang keliru. “Sepertinya Pak Jokowi perlu mengevaluasi Mendikbud Nadiem, menegur dia, kalau perlu copot saja secara cepat,” ujar Kawendra Lukistian, Ahad (26/7/2020).

Karena, kata dia, soal pendidikan berkaitan dengan nasib generasi mendatang. “Pendidikan bukan ajang coba-coba! Berkaitan dengan isi kepala bangsa,” ungkap ketua umum Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) ini

Desakannya itu menyangkut berbagai hal masalah pendidikan, tidak hanya soal pemberian dana gajah sebesar Rp20 miliar kepada organisasi Corporate Social Responsbility (CSR) milik Tanoto Foundation dan Sampoerna untuk pelatihan guru.

 

“Berbagai hal. Dari mulau sistem daring, tapi tidak menyediakan kuota bahkan kalau perlu gawainya. Karena enggak semua rakyat mampu beli kuota, bahkan masih banyak yang belum punya gawai,” katanya.

 

Bahkan, banyak anak sekolah yang numpang Wi-Fi di kelurahan ataupun warung kopi dalam pembelajaran jarak jauh (PJJ). “Ada yang sampai nyari spot di pengkolan demi dapat hotspot. Apalagi Nadiem bilang mau berlanjut sistem daring ini, aduh,” pungkasnya.

Sumber: sindonews.con

Resmikan Masjid Hagia Sophia, PM Pakistan: Selamat untuk Turki dan Erdogan

PAKISTAN(Jurnalislam.com)- Perdana Menteri Pakistan, Imran Khan memuji pembukaan kembali Hagia Sophia sebagai masjid. Hagia Sophia kembali dibuka sebagai masjid pada hari Jumat lalu, yang ditandai dengan salat Jumaat berjamaah yang dihadiri ribuan orang.

“Ucapan selamat kepada Turki, dan Presiden Recep Tayyip Erdogan pada hari bersejarah ini setelah salat pertama dalam 86 tahun di Masjid Hagia Sophia,” kata Khan dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Anadolu Agency pada Ahad (26/7/2020).

Selain Khan, beberapa politisi dan anggota parlemen Pakistan lainnya, termasuk ketua partai Jamaah-e-Islami, Sirajul Haq dan Ketua Menteri provinsi Punja, Usman Buzdar juga memberi selamat kepada pemerintah Turki atas langkah penting tersebut.

Ribuan orang mengambil bagian dalam salat Jumat di dalam dan di luar masjid bersejarah di Istanbul, kota metropolis terbesar di Turki. Sebelum salat Jumat, Erdogan membaca Al-Quran di dalam masjid yang dibuka kembali, memilih dari Surat Al-Fatihah dan Surat Al-Baqarah.

Pengadilan Turki bulan ini mengumumkan mencabut status Hagia Sophia sebagai museum. Erdogan segera mendeklarasikan gedung itu telah kembali menjadi masjid.

Hagia Sophia merupakan katedral Bizantium Kristen selama 900 tahun sebelum dikuasai kesultanan Ottoman dan mengubahnya menjadi masjid hingga 1934.

Sumber: sindonews.com

Mahasiswa ITS Ciptakan Robot untuk Bantu Tangani Covid-19

SURABAYA(Jurnalislam.com)- Pandemi COVID-19 tak menyurutkan berbagai inovasi. Kolaborasi antara teknologi dan pelayanan medis bisa menjadi solusi untuk membantu penanganan COVID-19 di Indonesia.

Salah satunya yang dilakukan mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh (ITS) yang membuat robot untuk penanganan COVID-19. Mereka pun berlomba dalam ajang LAI2-COVID 19. Tim Kuybot yang terdiri dari tiga mahasiswa Departemen Teknik Sistem dan Industri,

Departemen Teknik Biomedik, dan Departemen Teknik Fisika ini berhasil meraih juara pertama dari 45 partisipan pada subtema Aplikasi Inovasi Robot.

Tiga mahasiswa yang digawangi oleh Oktaviansyah Purwo Bramastyo, Sulaiman Ali, dan Putri Norma Aprilia memilih membuat robot bernama Hosiro-Usiro. Inovasi baru berupa robot ini diawali dari keinginan mereka untuk ikut turut sumbangsih dalam penanganan pandemi COVID-19 ini.

“Kami ingin menciptakan produk yang bermanfaat bagi orang lain dan tenaga medis lewat hobi kami di dunia robotika,” kata Ketua Tim Hosiro-Usiro, Oktaviansyah Purwo Bramastyo, Jumat (24/7/2020).

Vian, panggilan akrabnya, melanjutkan, rancangan robot Hosiro-Usiro ini berangkat dari keresahan tim atas upaya pencegahan penularan COVID-19 yang masih menunjukan grafik peningkatan.

“Apalagi tenaga medis sebagai garda terdepan penanganan COVID-19 sangat berpotensi besar untuk tertular,” ucapnya.

Selain itu, katanya, pasien terdampak COVID-19 yang melakukan isolasi baik di rumah sakit maupun di rumah dapat merasakan tekanan sosial dan ketidaknyamanan fisik. Berdasarkan kedua alasan tersebut, ia dan tim merancang inovasi yang dapat mengurangi interaksi langsung antara pasien COVID-19 dengan tenaga medis.

Sumber: sindonews.com

Pemerintah Diminta Evaluasi Sistem Pembelajaran Daring

JAKARTA(Jurnalislam.com)– Pelaksana Harian (Plh) Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPR RI Saleh Partaonan Daulay meminta pemerintah segera melakukan evaluasi terhadap proses belajar mengajar saat ini.

Sebab, ada banyak keluhan dari orang tua murid terkait dengan kesulitan-kesulitan yang mereka hadapi dengan pola belajar mengajar yang diterapkan.

Saleh mengatakan, keluh kesah tersebut banyak tersebar di media sosial. Terbaru, Dimas Ibnu Alias, seorang siswa SMPN di Rembang, Jawa Tengah, yang terpaksa belajar di sekolah sendirian akibat tidak memiliki smartphone untuk mengikuti pelajaran dari sekolah.

“Kasus seperti Dimas ini diyakini banyak di berbagai daerah di Indonesia. Sebab, ada banyak warga masyarakat yang tidak bisa mengakses internet. Terutama mereka yang tinggal di pelosok-pelosok dan daerah-daerah perbatasan,” ujar Saleh dalam keterangan tertulisnya kepada, Ahad (26/7/2020).

Dia mengatakan, keluhan terkait proses belajar mengajar ala pandemi Covid-19 itu paling banyak dirasakan ibu-ibu rumah tangga. Sebab, merekalah yang tinggal di rumah dan mengawasi kegiatan belajar mengajar anak-anaknya. Para suami, biasanya pergi bekerja untuk mencari nafkah keluarga.

Kemudian, dia membeberkan banyak lagi keluhan yang disampaikan di media sosial. Pertama, tidak memiliki smartphone atau komputer untuk mengakses pembelajaran dari sekolah. Selain itu, ada banyak keluarga yang tidak mampu membeli kuota internet untuk online. Kalaupun ada, mereka tidak bisa memakainya setiap hari karena keterbatasan budget.

“Bayangkan kalau anak yang sekolah 3 atau 4 orang di keluarga tersebut. Itu berarti, orang tuanya harus membeli 3 atau 4 alat smartphone atau komputer. Kuota internet yang dibutuhkan pun pasti akan lebih besar. Belum lagi saat belajar, ketika anak yang satu minta dibantu, anak yang lainnya sudah memanggil ibunya untuk mengerjakan hal lain,” ujar anggota Komisi IX DPR RI ini.

sumber: sindonews.com

Pemerintah Prediksi Dana Vaksin Covid hingga Rp 30 Triliun

JAKARTA(Jurnalislam.com)- Pemerintah Indonesia telah mengalkulasikan anggaran yang harus disiapkan untuk membeli vaksin potensial untuk melawan Covid-19. Berdasarkan perhitungan, Pemerintah Indonesia harus menyiapkan sekitar Rp30 triliun.

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Dany Amrul Ichdan menyampaikan bahwa kalkulasi tersebut dihitung dengan menggunakan indikator Reproduction Number (RO) kasus Covid-19 di Indonesia. Dari angka RO itulah, pemerintah bisa mengetahui berapa banyak vaksin yang dibutuhkan bagi masyarakat Indonesia.

“Katankanlah di 2 atau di 3, berarti kita itu kurang lebih perlu 174 atau 175 juta vaksin. Kalau kira-kira ini dikalikan 2 itu ada 350 juta vaksin yang kita perlukan,” kata Dany dalam diskusi bertajuk “Vaksin China, Uji Klinis Bukan Kelinci Percobaan” yang digelar secara virtual, Minggu (26/7/2020).

Dany mengaku, informasi yang didapat dari PT Bio Farma Tbk dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tentang harga per satu vaksin tersebut berkisar USD5-10. Sehingga, jumlah anggaran yang dikeluarkan pemerintah dihitung dari jumlah indikator yang didapat dari RO tadi.

“Kalau katakanlah USD5 itu harganya dan dijual kurang lebih dengan harga yang sama, berarti negara harus mengalokasikan kurang lebih sekitar Rp25-30 triliun. Negara harus mengalokasikan itu,” ujarnya.

Untuk diketahui, Bio Farma menerima vaksin dari Sinovac sebanyak 2.400. Nantinya, pengujian dilakukan terhadap 1.620 subjek dengan rentang usia 18-59 tahun dan dengan kondisi tertentu.

Sumber: sindonews.com

NU Minta Kemendikbud Evaluasi Program Organisasi Penggerak

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Ketua Lembaga Pendidikan Maarif NU, KH Arifin Junaidi berharap Program Organisasi Penggerak (POP) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dievaluasi agar terlaksana dengan tepat.

Ia menegaskan, jika POP tidak ditindaklanjuti maka LP Maarif NU tetap pada pendiriannya untuk mundur.

Arifin mengungkapkan, dirinya bertanya-tanya maksud dari evaluasi ini. Sebab, Mendikbud Nadiem Makarim sempat mengatakan organisasi yang lolos tidak perlu khawatir dan silakan melaksanakan tahapannya dengan percaya diri.

Mendikbud juga mengatakan, akan mengevaluasi tiga hal, yakni soal integritas dan transparansi sistem seleksi, integritas dan kredibilitas organisasi yang dinyatakan lolos, dan efektivitas program yang dilaksanakan selama pandemi.

“Untuk apa evaluasi tiga hal itu kalau yang sudah lolos dinyatakan tidak perlu khawatir?” kata Arifin dalam diskusi daring, Sabtu (25/7).

Arifin menjelaskan, pihak otoritas Kemendikbud sudah berkali-kali menghubunginya untuk meminta masukan, termasuk Mendikbud Nadiem Makarim.

Arifin sudah mengatakan kepada Kemendikbud bahwa organisasi yang lolos seleksi harus benar-benar profesional.

“Jangan ada Muhammadiyah, ada NU hanya biar kelihatannya bagus. Jadi kami ingin programnya betul-betul bagus. Bukan hanya kelihatannya bagus,” kata Arifin.

Sebelumnya, Kemendikbud akan melakukan evaluasi POP yang menuai kontroversi. Mendikbud Nadiem mengatakan, pihaknya akan mengikutsertakan pihak eksternal pemerintah dalam evaluasi ini.

Nadiem mengatakan, proses evaluasi ini akan dilakukan selama 3-4 pekan.

Ia menjelaskan, pihaknya akan melakukan proses evaluasi yg intensif dengan mengikutsertakan pihak eksternal termasuk organisasi masyarakat dan pakar pendidikan yang telah berkecimpung dalam dunia pendidikan sejak lama.

Sumber: republika.co.id

 

Kasus Corona Global Tembus 16 Juta, 10 Juta Sembuh

WASHINGTON(Jurnalislam.com) — Kasus Covid-19 global telah menembus angka 16 juta pada Ahad (26/7).

Korban meninggal melampaui 648 ribu jiwa, sedangkan jumlah pasien sembuh mendekati 10 juta orang.

Mengutip data yang dihimpun laman Worldmeters, saat ini kasus Covid-19 global telah mencapai 16.205.467. Sementara korban meninggal sebanyak 648.476 jiwa.

Amerika Serikat (AS) tetap menjadi negara dengan kasus Covid-19 tertinggi di dunia. Ia memiliki 4.315.709 kasus dan 149.398 kematian. Brasil menyusul di tempat kedua dengan 2.396.434 kasus dan 86.496 kematian.

India menempati urutan ketiga dengan 1.387.481 kasus dan 32.119 kematian. Urutan keempat ditempati Rusia dengan 806.720 kasus dan 13.192 kematian. Afrika Selatan menduduki posisi kelima dengan 434.200 kasus dan 6.655 kematian.

Sementara itu, jumlah pasien yang sembuh dari Covid-19 secara global telah mencapai 9.914.060 orang. Pekan lalu Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah memperingatkan bahwa pandemi Covid-19 dapat semakin memburuk. Hal itu dapat terjadi jika negara-negara tak mematuhi protokol pencegahan penularan virus.

Sumber: republika.co.id

Saudi Luncurkan Layanan Digital Peliputan Haji 2020

SAUDI(Jurnalislam.com)- Untuk membantu peliputan media pada Haji 2020, Kementerian Media Arab Saudi meluncurkan layanan digital canggih yang memenuhi semua kebutuhan media lokal dan internasional.

Saudi ingin menjamin layanan kelas dunia terbaik untuk media lokal dan internasional dalam meliput musim haji tahun ini.

“Layanan ini memungkinan para jurnalis menerima dokumen, materi dan komentar penting, respon pada pertanyaan media, wawancara pejabat dan pemangku kepentingan, menghadiri dan terlibat dalam konferesi pers langsung,” ungkap pernyataan kantor Kementerian Media Saudi.

Layanan digital ini akan diberikan dalam bahasa Arab dan Inggris dengan nama Kantor Pers Virtual Haji yang menangani berbagai tantangan dalam pemberian informasi dan penyebaran materi media internasional.
Melalui platform itu, jurnalis lokal dan internasional dapat meminta layanan eksklusif, seperti gambar kualitas tinggi atau video yang dibuat secara khusus, serta akses jarak jauh untuk layanan lainnya, termasuk wawancara khusus dengan para pejabat dan lainnya.
Ratusan jurnalis di Saudi dan lebih dari 2.500 jurnalis internasional yang terdaftar pada basis data pusat Komunikasi, akan menerima email untuk mendaftarkan namanya di platform digital tu untuk mendapat keuntungan dari layanan Kantor Pers Virtual.
Sumer: sindonews.com

Corona AS Tembus 4 Juta Kasus

WASHINGTON (Jurnalislam.com) — Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Amerika Serikat (CDC) pada Sabtu (25/7) melaporkan total 4.099.310 kasus Covid-19. Jumlah ini mengalami peningkatan 74.818 kasus dari data sebelumnya.

Dilansir Reuters, Ahad (26/7), otoritas juga melaporkan total 145.013 kematian, termasuk 1.145 kematian baru.

CDC melaporkan data mengenai kasus corona itu pada 24 Juli pukul 16.00 waktu setempat, dibandingkan laporan sehari sebelumnya.

Namun demikian, data CDC belum tentu mewakili kasus yang dilaporkan oleh setiap negara bagian.

Sumber: republika.co.id

Perkantoran Jadi Klaster Baru, Karyawan Diminta Jangan Remehkan Covid

JAKARTA(Jurnalislam.com)–Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria membenarkan saat ini perkantoran menjadi klaster baru penularan Covid-19.

Menurutnya, sudah ada dua pegawai yang terpapar wabah penyakit tersebut. “Memang beberapa hari ini ada klaster baru di perkantoran sekalipun jumlahnya baru dua kasus,” ujarnya di Jakarta, Sabtu (25/7/2020).

Dia meminta kantor yang pegawainya terkonfirmasi positif Covid-19 ditutup sementara dan dilakukan sterilisasi dengan menyemprot cairan disinfektan.

Selama ini jajaran Pemprov DKI sudah melakukan sosialisasi kepada perkantoran agar disiplin dalam melaksanakan protokol kesehatan. Adanya klaster baru di perkantoran harus menjadi perhatian serius semua pihak baik pemerintah maupun masyarakat agar menaati protokol kesehatan.

Selama ini jajaran Pemprov DKI sudah melakukan sosialisasi kepada perkantoran agar disiplin dalam melaksanakan protokol kesehatan. Adanya klaster baru di perkantoran harus menjadi perhatian serius semua pihak baik pemerintah maupun masyarakat agar menaati protokol kesehatan.

Sumber: republika.co.id