Jamaah Haji Lakukan Isolasi Mandiri Jelang Tarwiyah

MAKKAH (Jurnalislam.com) – Jamaah haji 2020 yang telah tiba di kota suci Makkah, menghabiskan waktu melakukan isolasi mandiri sebelum Hari Tarwiyah. Hari Tarwiyah merupakan momen jamaah haji dari Makkah bertolak ke Mina.

Jamaah haji dengan jumlah terbatas ini telah tiba di Makkah. Mereka berasal dari beberapa kota seperti Madinah, Riyadh, Abha, Tabuk, dan Jazan.

Pelaksanaan ibadah haji 2020 dilakukan terbatas, hanya sekitar 10 ribu orang. Mereka yang diizinkan adalah Muslim yang tinggal di Arab Saudi, baik warga negara asing maupun warga Saudi. Keputusan pembatasan jamaah dilakukan mengingat pandemi Covid-19 sedang menyebar.

Langkah-langkah dan tindakan pencegahan kesehatan dilakukan di setiap proses haji. Mulai dari sebelum keberangkatan hingga nanti mereka kembali ke rumah masing-masing.

Wakil Menteri Haji dan Umrah Abdul Fattah Mashat, menekankan koordinasi penuh diperlukan antara Kementerian Kesehatan dan Kementerian Dalam Negeri. Ia juga berupaya mengimplementasikan protokol kesehatan dan keamanan.

Mashat mengatakan, jamaah dari 160 negara akan melakukan ritual tahun ini. Ia juga menegaskan jamaah dipilih melalui portal elektronik dan menyangkal jika ada beberapa pelamar lebih disukai daripada yang lain.

“Hanya mereka yang memenuhi standar kesehatan yang diperlukan yang dipilih,” kata dia dilansir di Asharq Al-Awsat, Senin (27/7).

Dia juga menggarisbawahi penting bagi jamaah haji untuk selalu mengenakan gelang elektronik khusus. Gelang ini digunakan untuk memastikan penerapan isolasi mandiri. Gelang yang telah dibagikan ini diketahui memiliki akses Sistem Pemosisi Global (GPS)

Deputi Menteri Haji dan Umrah untuk Urusan Haji Hussein bin Nasser Al-Sharif, mengatakan proses penerimaan jamaah haji berlangsung dengan lancar dan efisien. “Koordinasi lengkap dilakukan antara Kementerian Haji dan Umrah, Kementerian Kesehatan dan Media, serta Otoritas Umum Penerbangan Sipil, Direktorat Lalu Lintas (Moroor) dan Saudi Arabian Airlines, dalam menerima peziarah,” kata dia.

Sejumlah jamaah haji lainnya yang dipilih merupakan anggota dari sektor kesehatan dan keamanan yang telah pulih dari corona. Mereka diperkirakan tiba di Makkah Selasa (28/7) esok.

Konsul Haji Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah, Endang Jumali, sebelumnya mengatakan jamaah haji yang terpilih akan dimasukkan ke dalam sebuah grup Whatsapp. Satu grup berisi 15 jamaah dari berbagai negara dan didampingi petugas haji dari Arab Saudi.

“Jenis haji yang diterapkan adalah Haji Ifrad. Jamaah diperkirakan mulai bergerak masuk ke Mekkah pada 4 Dzulhijjah atau 25 Juli 2020,” ujarnya.

Sumber: republika.co.id

 

Brasil Catat 1200 Kematian Akibat Covid-19 dalam Sehari

BRASIL(Jurnalislam.com) – Brasil melaporkan 1.211 kematian baru terkait Covid-19dalam 24 jam terakhir, menurut Kementerian Kesehatan Brasil pada Ahad. Brasil adalah negara paling terpukul di dunia, selain AS, karena Covid-19.

Dengan penambahan kematian itu, artinya korban tewas karena Covid-19 di Brasil menjadi 86.449, menurut kementerian. Sementara jumlah infeksi juga melonjak menjadi lebih dari 2,39 juta, dengan 51.147 kasus baru dalam sehari, tambah dia.

Negara Bagian Sao Paulo, pusat perdagangan Brasil dengan 46 juta penduduk, dianggap sebagai wilayah yang paling terkena dampak dari wabah tersebut. Di wilayah itu saja ada 479.481 kasus dan 21.517 kematian akibat virus.

Negara ini juga mencatat lebih dari 1,61 juta pemulihan. Dengan populasi lebih dari 211 juta penduduk, Brasil disebut sebagai pusat penyebaran Covid-19 di Amerika Latin.

Sejak muncul di China pada Desember lalu, Covid-19 telah menyebar ke setidaknya 188 negara dan wilayah. Selain Brasil dan AS, negara yang paling terpukul lainnya adalah India dan Rusia.

Pandemi ini telah menewaskan lebih dari 644.500 orang di seluruh dunia, dengan lebih dari 16 juta kasus terkonfirmasi, menurut angka yang dikumpulkan oleh Universitas Johns Hopkins AS. Sementara itu lebih dari 9,26 juta orang telah pulih dari penyakit ini.

Sumber: anadolu agency

 

Disdik Lumajang Luncurkan Program “Guru Sambang” Selama Pandemi

LUMAJANG(Jurnalislam.com) – Sejak bergulirnya tahun ajaran baru tanggal 13 Juli dan masih berlangsungnya kegiatan belajar dan mengajar (KBM) secara online selama pandemi Covid 19, berbagai keluhan pun muncul dari siswa dan wali murid.

Mulai siswa sudah jenuh, wali murid tidak punya HP android dan lain sebagainya. Kritikan juga muncul kepada tenaga pendidik yang dianggap tidak ada kegiatannya selama Covid 19.

Menjawab semua keluhan tersebut, Dinas Pendidikan Kabupaten Lumajang melakukan inovasi dengan program “Guru Sambang”. Program ini bertujuan untuk memastikan pemenuhan hak peserta didik untuk mendapatkan kenyamanan layanan pendidikan selama darurat Covid 19.

“Program ini juga ingin menghapus stigma negatif pada profesi guru atas kinerja selama masa pandemi Covid 19,” tutur Drs. Agus Salim M.Pd, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lumajang, Minggu (26/07/2020) sebagaimana dikutip dari lumajangsatu.com.

Untuk pedoman kegiatan “Guru Sambang” sudah tertuang dengan jelas di Surat Edaran (SE) Dinas Pendidikan Kabupaten Lumajang nomor : 420/4574.1/427.41/202. Program “Guru Sambang” juga tetap memperhatikan keselamatan dan kesehatan lahir batin peserta didik, pendidik, kepala satuan pendidikan dan seluruh warga satuan pendidikan.

Tempat Kelompok Belajar (TKB) dipilih terbuka, seperti di balai dusun, balai desa, teras rumah dan tempat terbuka lainnya. Setiap TKB maksimal 5 peserta didik dengan memperhatikan letak geografis, keterbatasan orang tua dan sarana pendukung lainnya.

“”Dalam program “Guru Sambang” keselamatan dan kesehatan semua warga pendidikan menjadi hal yang paling utama,” pungkasnya bijaksana.

Reporter: Budi

Aktivis Islam Solo Ikuti Daurah Seluk Beluk Pelaporan Tindak Pidana

SOLO (Jurnalislam.com)- Divisi Advokasi Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS) menggelar daurah bertajuk ‘Seluk Beluk Pelaporan Tindak Pidana’ di Kantor DSKS jalan Brantan, Pajang, Laweyan, Surakarta pada ahad, (26/7/2020).

 

Ketua panitia Muhammad Amin menyebut kegiatan daurah tersebut diharapkan bisa memberikan pemahaman kepada para aktivis Islam di Soloraya terkait permasalahan hukum.

 

“Kita memberikan suatu pemahaman dan pembelajaran kepada aktifis Islam di seluruh Soloraya untuk bisa lebih cermat, detail dan mahir dalam melaporkan suatu kejadian baik yang bersifat masyarakat dan berkaitan dengan tokoh publik pejabat dan terkait kejahatan lainnya,” katanya kepada jurnalislam di sela sela daurah.

 

Amin juga menjelaskan bahwa dalam daurah tersebut, panitia memberikan trik dan tips agar pelaporan oleh aktifis Islam dalam mengungkapkan sebuah kasus kejahatan bisa segera ditindaklanjuti oleh pihak kepolisian.

 

“Beberapa pelaporan yang dilakukan oleh aktifis itu mandek di tengah jalan sehingga kita melaukan pelatihan atau memberikan pemahaman trik trik apa saya yang bisa istilahnya mempermudah pihak kepolisian untuk segera menindaklanjuti laporan tersebut,” ungkap Amin.

 

“Kami sangat berharap seluruh aktifis islam di soloraya di lebih cerdas dalam memahami dinamika di masyarakat dan terkait dimana nantinya proses proses hukum itu berdasarkan kepada syariat,” tandasnya.

 

Daudah advokasi tersebut menghadirkan pemateri advokat senior kota Solo Djoko Trisno W, SH dan diikuti oleh 75 peserta dari Boyolali, Solo, Sukoharjo, Sragen dan Klaten.

Universitas Lampung Gelar Webinar Jurnalistik Milenial

LAMPUNG(Jurnalislam.com)–Himpunan Mahasiswa Jurusan Kehutanan (Himasylva) Universitas Lampung menggelar Webinar Jurnalistik Milenial (Jurnal), Ahad, (26/07/2020)

 

Ratusan peserta menghadiri acara ini melalui Google Meet dan yang menonton pada siaran langsung di YouTube Himasylva dengan tema “Meningkatkan Kreatifitas Jurnalistik Sebagai Bentuk Kepedulian Terhadap Lingkungan”.

 

Acara ini diawali dengan sambutan dari Dr. Arief Darmawan, S.Hut., M.Sc. sebagai dosen kemahasiswaan dan juga Susni Herwanti, S.Hut., M.Si. selaku Sekretaris Jurusan Kehutanan, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung.

 

Penyampaian materi pada kegiatan jurnalistik disampaikan oleh Andre Hariyanto, owner AR Learning Center sekaligus Direktur Utama Taklim Jurnalistik Group

 

Mas Andre Hariyanto demikian sapaanya, banyak membagikan ilmu dan pengalamannya, seperti bagaimana peran media massa pada saat ini yang kekuatannya sangat besar dalam masyarakat khusus nya dalam memberikan opini publik.

 

Ia juga membagikan bagaimana menjadi jurnalis yang baik yaitu kita harus tetap tabayyun, tidak boleh memihak mana pun dan juga yang tak kalah penting adalah action dari diri kita sendiri.

 

“Menulis berita itu harus memperhatikan tiga unsur berita yaitu judul, lead dan tubuh beritanya serta dikombinasikan dengan rumus 5W1H dan piramida terbalik,” jelas Mantan Manajer Marketing Komunikasi LAZNAS BMH Kepulauan Riau.

 

Para peserta terlihat sangat antusias saat sesi diskusi dan tanya jawab dengan melontarkan berbagai pertanyaan yang menarik saat diskusi.*/Bagus Saputra, Mahasiswa Jurusan Kehutanan, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung.

Bekasi Mulai Terapkan Denda Bagi Pelanggar Aturan Masker

BEKASI(Jurnalislam.com) – Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bekasi mulai hari ini menindak warga yang kedapatan tidak menggunakan masker. Denda bagi warga yang tidak menggunakan masker sebesar Rp250 ribu.

“Mulai hari ini dan seterusnya kebijakan ini diberlakukan bagi warga Kabupaten Bekasi, tidak menggunakan masker ya kami denda,” ujar Juru Bicara Gugus Tugas COVID-19 Kabupaten Bekasi Alamsyah, Senin (27/7/2020).

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi itu menjelaskan, setiap orang yang tidak melaksanakan kewajiban menggunakan masker di luar rumah pada tempat atau fasilitas umum akan dikenakan denda administratif maksimal Rp250.000.

“Atau bisa juga dikenakan sanksi dalam bentuk kerja sosial berupa membersihkan sarana fasilitas umum,” katanya.

Pantauan di lapangan, penerapan aturan tersebut mulai dilakukan di sejumlah titik keramaian seperti di Terminal Kalijaya, Kecamatan Cikarang Barat. Razia ini akan dilakukan di 23 kecamatan.

Kepala Terminal Kalijaya Dayan mengatakan, secara umum pelanggar masih didominasi warga pendatang. Laporan dari tim di lapangan per hari pelanggar masih berkisar 30 persen.

Warga yang tidak menggunakan masker masih didominasi anak kecil dan pendatang yang kehilangan masker saat di dalam kendaraan. “Yang tidak menggunakan masker itu kebanyakan anak kecil,” ucapnya.

Sumber: sindonews.com

Masa Pandemi, Permintaan Madu Hutan Alami Lonjakan Signifikan

MAROS(Jurnalislam.com) – Petani madu hutan di Kabupaten Maros, Sulsel, banjir pesanan selama pandemi Covid-19. Permintaan madu hutan mengalami lonjakan signifikan, bahkan hingga dua kali lipat.

Banyak yang mencari komoditas tersebut lantaran manjur dalam meningkatkan daya tahan atau imunitas tubuh.

Salah seorang petani madu, Monru, mengatakan sepanjang masa pandemi virus corona, dirinya bersama anggota keluarganya harus lebih giat mencari madu di hutan Mallawa. Mereka harus melalui medan yang cukup ekstrem demi memenuhi permintaan madu hutan yang meningkat.

“Biasanya pengumpul hanya menyediakan 150 botol sebulan untuk memenuhi permintaan pelanggan atau pedagang, tapi sekarang empat bulan terakhir rata-rata 300 botol sebulan,” kata petani asal Dusun Pangisoreng, Desa Batu Putih, Kecamatan Mallawa, Kabupaten Maros itu, seperti dikutip dari Antara.

Kendati permintaan cukup tinggi pada masa pandemi untuk konsumsi madu dalam menjaga imunitas tubuh, mereka tidak menaikkan harga. Sebab, harga yang ditetapkan petani madu di Mallawa Rp100.000 per botol sudah standar dan disepakati kelompok petani madu.

Hal ini juga dibenarkan salah seorang tokoh masyarakat Mallawa yang juga Pembina Desa di Mallawa, H Bustam. Aktivitas petani madu di Mallawa cukup besar sehingga produksi madu hutan di daerah itu terkenal di kalangan masyarakat.

“Ini juga dapat meningkatkan kesejahteraan petani, khususnya mereka yang pekerjaannya berburu madu di hutan, sekaligus meningkatkan perekonomian desa,” katanya.

Sumber: sindonews.com

Kantor Jadi Klaster Baru, Mendagri Minta Pegawai Hati-hati

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian berpesan agar seluruh jajarannya untuk hati-hati dalam bekerja. Saat ini ruang kantor jadi tempat yang potensial jadi media penularan atau klaster baru virus corona covid-19.

“Yang ingin saya sampaikan, sekarang ini sudah mulai work from office (WFO). Ini. betul-betul harus hati-hati karena beberapa kantor pemerintahan itu menjadi klaster baru,” katanya mengutip dalam siaran pers Kemendagri, Senin (27/7/2020).

Dia meminta agar pejabat eselon I dan II di Kemendagri untuk betul-betul memberikan pemahaman kepada stafnya tentang Covid-19. Termasuk cara penularannya dan bahayanya Covid-19.

“Sekali lagi saya sampaikan penularan melalui mulai dari percikan. Maka jaga jarak. Penularan juga melalui aerosol, semburan dan penularan melalui objek. Yang objek ini yang banyak, sama aerosol yang mungkin kita tidak sadar,” tuturnya.
Tito mengingatkan agar pegawai Kemendagri yang bekerja di kantor untuk menjaga jarak. Bahkan jika dimungkinkkan agar bekerja tidak menggunakan pendingin ruangan atau AC.

“Kalau mau pakai AC sebelumnya yang lain-lain, seperti ventilasi dibuka supaya terjadi aliran udara keluar. Kemudian buka gorden yang banyak supaya sinar matahari masuk karena sinar matahari akan membunuh protein RNA yang ada di virus Covid-19,” ujarnya.
Sumber: sindonews.com

Pemerintah Jepang Desak Perusahaan Izinkan Karyawan Kerja di Rumah

TOKYO(Jurnalislam.com) — Menteri Ekonomi Jepang Yasutoshi Nishimura mengatakan pemerintah akan mendesak perusahaan untuk menargetkan 70 persen bekerja tanpa kantor dan meningkatkan langkah-langkah jarak sosial. Rekomendasi ini dilakukan ketika meningkatnya kasus virus corona di antara pekerja kantoran.

Meskipun Jepang telah menghindari pukulan penularan Covid-19, rekor lonjakan dalam kasus selama sepekan terakhir di Tokyo dan daerah perkotaan besar lainnya telah membuat para ahli khawatir negara menghadapi gelombang kedua. Menanggapi kondisi itu, Nishimura meminta para pemimpin perusahan untuk meningkatkan langkah-langkah mencegah penyebaran virus, seperti mendorong bekerja dari rumah atau di luar kantor.

“Pada satu titik, angka komuter turun 70 hingga 80 persen, tetapi sekarang hanya sekitar 30 persen,” kata Nishimura, Ahad (26/7) malam.

Pekan lalu Tokyo melaporkan catatan harian 366 kasus, dengan peningkatan hingga 239 pada akhir pekan. Kota Fukuoka selatan melaporkan rekor 90 kasus dengan meningkatnya jumlah di Osaka pada waktu yang sama.

“Kami benar-benar tidak ingin mengulang hal ini, jadi kami harus mencari cara baru untuk bekerja dan menjaga bekerja di rumah tetap tinggi,” ujar Nishimura.

Nishimura juga meminta perusahaan-perusahaan untuk menghindari pertemuan besar dan mendesak perubahan yang terjadi. Sejak pekan lalu, dia telah menyatakan kekhawatiran meningkat tentang klaster, khususnya terhubung ke tempat kerja dan sosialisasi setelah bekerja. Meskipun jumlah kasus serius masih relatif kecil, pemerintah juga prihatin dengan peningkatan infeksi di antara orang-orang di usia 40-an dan 50-an.

Meski mendorong pekerja untuk tidak ke kantor sebagai upaya menekan angka penyebaran, pemerintah pusat tetap bertekad untuk memulai kembali kegiatan ekonomi. Lebih dari 30 ribu orang di Jepang telah terinfeksi Covid-19 dan hampir 1.000 orang telah meninggal dunia.

Sumber: republika.co.id

Relawan Bangun Mushala Pengungsi,  Bupati Luwu Utara: Terima Kasih Sudah Jaga Ummat

MASAMBA(Jurnalislam.com)– Ribuan tenda warga terdampak banjir Masamba memenuhi perbukitan kebun sawit yang menjadi salah satu titik posko pengungsian di Desa Meli, Kecamatan Baebunta Kapupaten Luwu Utara.

 

Hingga hari ini, Sabtu (25/07/2020) relawan LAZNAS Wahdah Inspirasi Zakat (WIZ) bersama sejumlah relawan lainnya masih berjibaku menyelesaikan pembangunan mushalla Wahdah Islamiyah.

 

Di tengah kesibukan pendirian sarana ibadah tersebut, relawan dikejutkan dengan kehadiran Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani yang tengah mengunjungi warga-warga di tenda pengungsian dan menyempatkan menyambangi pembangunan mushallah Wahdah Islamiyah.

 

“Ini sangat bagus, selain bisa dipakai shalat juga bisa untuk kegiatan TKA/TPA dan pengajian untuk orang dewasa. Daripada di tenda saja toh” tuturnya.

 

Dari penuturan warga di lokasi, terungkap kabar antusiasme warga dan relawan bahwa meski belum rampung, mushallah sudah dipakai oleh anak-anak sekitar pengungsian mengaji selepas maghrib.

 

Indah sangat mengapresiasi atas kerja dan bantuan relawan Wahdah islamiyah yang turun membantu warga terdampak sejak hari pertama kejadian banjir Masamba.

 

“Terima kasih ustadz, sudah menjaga ummat,” ujarnya saat akan meninggalkan mushalla.

 

Data yang dihimpun dari posko induk setempat menyebutkan setidaknya ada 1.780 jiwa yang mengungsi pasca banjir bandang belum lama ini.