Masyarakat Diminta Tetap Sabar Jalankan Protokol Kesehatan

JAKARTA(Jurnalislam.com)—Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mengajak semua komunitas pemukiman bersinergi dengan aparatur negara untuk melaksanakan dan mengawasi kepatuhan warganya dalam menetapkan protokol kesehatan.

Jika setiap komunitas pada tingkat RT/RW peduli dan berpartisipasi menerapkan protokol kesehatan, maka upaya memutus rantai penularan Covid-19 akan berhasil.

“Saya mendorong setiap pemerintah daerah untuk turun ke setia pemukiman dan mengajak warga melaksanakan dan mengawasi penerapan protokol kesehatan. Karena kesadaran dan peran masyarakat menjadi faktor kunci keberhasilan kita memerangi Covid-19,” ujar Bamsoet, Senin (10/8).

Mantan Ketua DPR RI menegaskan lonjakan kasus Covid-19 belakangan ini tidak bisa dibiarkan. Berbagai upaya pemerintah untuk meredam dan memutus rantai penularan Covid-19, termasuk pelibatan TNI, perlu didukung penuh. Semisal, pembentukan Komite Kebijakan Pengendalian Covid-19 dan Komite Pemulihan Ekonomi Nasional yang ditindaklanjuti Presiden Joko Widodo dengan menugaskan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa sebagai Wakil Ketua Pelaksana kedua komite itu.

“Selain itu, sebagai tindak lanjut dari Inpres Nomor 6 Tahun 2020 tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan dalam Pencegahan dan Pengendalian Covid-19, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto pun telah mengerahkan Babinsa dari tiga matra untuk menegakan penerapan protokol kesehatan,” urai Bamsoet.

Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini menilai kebijakan tersebut menunjukan kesungguhan dan kerja keras pemerintah merespons ketidakpastian akibat pandemi Covid-19. Dengan berbagai cara dan pendekatan, kesehatan masyarakat harus dilindungi dari ancaman Covid-19.

Di saat bersamaan perekonomian masyarakat harus dikelola sedemikian rupa agar tidak terjerumus ke dalam krisis. Dua tujuan strategis ini bisa terwujud jika masyarakat mematuhi protokol kesehatan.

“Karenanya, kepedulian setiap komunitas pada semua pemukiman sangat penting dan menentukan. Akan sangat ideal jika setiap pemerintah daerah tidak lagi hanya menerbitkan kebijakan atau instruksi, melainkan lebih mengedepankan ajakan bekerjasama dengan setiap pengurus RT/RW dalam penerapan dan pengawasan pelaksanaan protokol kesehatan,” kata Bamsoet.

Sumber: republika.co.id

Gunung Sinabung Meletus, Tinggi Abu 5000 Meter

SUMUT(Jurnalislam.com)—Gunung Sinabung Kabupaten Karo, Sumatera Utara (Sumut) kembali erupsi dengan tinggi kolom abu teramati sekitar 5.000 meter di atas puncak atau sekitar 7.460 meter di atas permukaan laut pukul 10.16 WIB, Senin (10/8). Kolom abu ini lebih tinggi dari erupsi sebelumnya dua hari yang lalu.

“Benar, Sinabung kembali erupsi, kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah timur dan tenggara,” kata Kepala Pos Pemantau Gunung Sinabung Armen saat dikonfirmasi.

Armen mengimbau masyarakat dan wisatawan tak melakukan aktivitas di desa-desa yang sudah direlokasi, lokasi di dalam radius 3 km dari puncak Gunung Sinabung, serta radius sektoral 5 km untuk sektor selatan-timur dan 4 km untuk sektor timur-utara.

“Jika terjadi hujan abu, masyarakat dihimbau memakai masker bila keluar rumah untuk mengurangi dampak kesehatan dari abu vulkanik,” ujarnya.

Lebih lanjut, Armen juga meminta masyarakat mengamankan sarana air bersih serta membersihkan atap rumah dari abu vulkanik yang lebat. Masyarakat yang berada dan bermukim di dekat sungai-sungai yang berhulu di Sinabung agar tetap waspada terhadap bahaya lahar.

Gunung Sinabung berstatus level III atau Siaga sejak 20 Mei 2019 dan terakhir kali erupsi pada Juni 2019.

Sumber: cnnindonesia.com

Presiden Lebanon Akan Investigasi Keterlibatan Asing dalam Ledakan

BEIRUT(Jurnalislam.com) – Presiden Lebanon pada Jumat (7/8) mengatakan penyebab ledakan besar di pelabuhan ibu kota Beirut belum diumumkan, tanpa mengesampingkan kemungkinan adanya campur tangan asing.

Presiden Michel Aoun mengatakan dalam konferensi pers di istana presiden bahwa dirinya meminta Presiden Prancis Emmanuel Macron untuk memberikan gambar ledakan itu melalui satelit. Dia menambahkan bahwa jika gambar seperti itu tak tersedia di Prancis, dia akan meminta dari negara lain, tanpa menyebutkannya.

Aoun mengatakan penyelidikan atas ledakan itu akan melibatkan petugas pelabuhan dan tidak ada perlindungan hukum bagi siapa pun yang terbukti bertanggung jawab. Kebakaran di sebuah gudang pada Selasa di Pelabuhan Beirut menyebabkan ledakan besar yang menewaskan sedikitnya 154 orang tewas dan melukai sekitar 5.000 lainnya serta menyebabkan kerusakan material besar-besaran di beberapa lingkungan ibu kota.

Pemerintah Lebanon mengumumkan pembentukan komite investigasi untuk menyelidiki insiden maut itu dalam kurun waktu lima hari. Ledakan itu mengguncang Lebanon saat negara itu mengalami krisis ekonomi terparah, termasuk penurunan drastis nilai pound Lebanon terhadap dolar AS.

Sumber: anadolu agency

Warga Gaza Donor Darah untuk Korban Ledakan Lebanon

GAZA(Jurnalislam.com) — Warga Gaza menggalang donor darah untuk membantu Lebanon atas tragedi ledakan di pelabuhan Beirut. Sumbangan darah itu sebagai bentuk upaya membayar kembali atas sikap Lebanon yang berusaha melindungi Palestina selama beberapa tahun terakhir.

Selama ini warga Palestina dan Lebanon memiliki ikatan kuat. Karena itu, warga Palestina di Jalur Gaza meluncurkan inisiatif untuk menyumbangkan darah bagi para korban ledakan di Pelabuhan Beirut.

Inisiatif tersebut dimulai bekerjasama dengan Komite Internasional Palang Merah dan Masyarakat Bulan Sabit Merah Palestina. “Kami meluncurkan kampanye donor darah yang menanggapi seruan menteri kesehatan Lebanon,” kata Walikota Khan Younis, Alaa al-Batta, dilansir di The Jerusalem Post, Ahad (9/8).

Batta menjelaskan, warga Palestina di Gaza siap berdiri dalam solidaritas dengan para korban di Lebanon. Seorang warga Gaza bernama Abdul Qader Idris (45 tahun) pun menyatakan kesiapannya untuk menyumbang darah untuk korban ledakan di Beirut.

Tim penyelamat membersihkan puing-puing bekas ledakan untuk menemukan siapa pun yang masih hidup setelah ledakan pelabuhan yang terjadi pada Selasa kemarin. Ledakan ini menewaskan 154 orang, melukai 5.000 orang, menghancurkan sebagian kota Mediterania dan mengirimkan gelombang kejut seismik di sekitar wilayah itu.

Rumah sakit di ibu kota Lebanon dipenuhi dengan para korban yang terluka. Rumah sakit di sana mulai merawat banyak korban, bahkan sampai harus dirawat di lorong. Beberapa korban juga ada yang dirujuk rumah sakit lain di luar Beirut.

Kematian, cedera dan kerusakan dilaporkan terjadi di jalanan dan di gedung-gedung di wilayah Beirut. Warga Lebanon pun diminta mendonorkan darahnya jika memungkinkan dan para dokter diminta segera datang dan membantu merawat yang terluka.

Sumber: republika.co.id

Pesantren Didorong Kembangkan Ekonomi Syariah

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) pusat Prof. Dr. KH. Ma’ruf Amin, mengungkapkan bahwa pesantren merupakan tempat terbaik untuk pengembangan sistem ekonomi dan keuangan berbasis syariah terutama di masa pandemi

Hal ini ia ungkapkan dalam dialog special berjudul “Optimalisasi Kontribusi Ekonomi dan Perbankan Syariah di Era New Normal” yang diadakan secara virtual, Kamis (06/08) Siang.

Dalam pengembangan ekonomi syariah di sektor riil, beberapa pesantren sudah mulai mengembangkan usaha di bidang peternakan, perkebunan, maupun pertanian. Penjualan produk nya pun tak sebatas antarkota saja, melainkan sudah sampai pada tahap ekspor.

“Di Bandung ada pesantren yang mengelola sayur mayur dan dijual melalui online sampai keluar negeri. Bahkan penjualan nya meningkat di masa pandemi ini, dia bisa mengirim produknya sampai ke Singapore,” ungkap Kiai Ma’ruf.

Tak hanya itu, dalam sektor keuangan setiap pondok pesantren juga telah membentuk dua kelembagaan baru yang berbentuk koperasi yaitu Badan Wakaf Mikro (BWM) dan Baitul Maal wa Tamsil (BMT). Lembaga inilah yang fokus bergerak pada pengembangan usaha dan pemberdayaan masyarakat melalui lingkungan pondok pesantren.

“Dua lembaga ini bergerak dalam hal permodalan. Bahkan di Sidogiri, permodalan sudah mencapai 10 triliun. Sudah bisa membangun supermarket, BPRS. Ini di sektor keuangan,” kata ma’ruf.

Ia berharap besar bahwa upaya ini akan berkembang dan mampu membantu dalam hal perbaikan kondisi perekonomian dan peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar lingkungan pondok pesantren.

“Apabila ini nanti berhasil menggabungkan sector keuangan dengan sector rill di lingkungan pesantren, maka masyarakat di sekitarnya akan ikut berkembang dengan baik ekonominya,” ucapnya.

Wakil Ketua Komite Nasional Ekonomi dan Keungan Syariah (KNEKS) ini juga berharap agar Indonesia mampu menjadi pusat ekonomi syariah di dunia melalui pengembangan 4 sektor industri, yakni industri halal, industri keuangan, dana sosial masyarakat, dan bisnis berbasis syariah.

Saat ini halal menjadi isu global, tidak hanya bagi negara dengan mayoritas penduduk Muslim saja.

Maka dari itu, menurutnya, kesempatan terbuka lebar bagi masyarakat Indonesia untuk membuka berbagai bentuk industri halal di berbagai kawasan. Menyangkut semua produk halal, baik jasa, maupun wisata.

“Bahkan semua (Negara) membuka industri halal, seperti Singapore, kemudian di Taiwan, jepang, dll. Seperti Korea, ia ingin menjadi negara yang menguasai dunia dengan industri kosmetik namun tetap bersertifikasi halal,” ungkap Kiai Ma’ruf.

 

Pesan Walikota Banjarbaru Sebelum Wafat Karena Covid

BANJARBARU(Jurnalisam.com)–Wali Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Nadimi Adhani berpulang pada Senin, 10 Agustus pukul 02.30 WITA.

Sebelumnya, ia dinyatakan terinfeksi virus corona dan melalui perawatan selama hampir dua pekan di Rumah Sakit Umum Ulin Banjarmasin.

Istrinya, Ririen Nadjmi pun turut terpapar Covid-19 dan sama-sama melakukan perawatan di rumah sakit serupa.

Ia tampak mengantarkan mendiang suaminya ke peristirahatan terakhir di Taman Makam Bahagia pukul 08.30 WITA.

Tak sedikit pihak yang menyampaikan duka citanya karena kehilangan sosok pemimpin tersebut.

Berdasarkan unggahan terakhir Nadimi Adhani melalui akun Instagram @nadjmiadhani pada 27 Juli 2020 lalu, ia sempat meminta doa kepada warga Banjarbaru agar proses penyembuhannya dapat berjalan lancar.

“Warga Kota Banjarbaru yang Ulun sayangi, hari ini Ulun beserta ibu berdasarkan hasil swab terkonfirmasi positif Covid-19. Untuk itu, Ulun meminta doa untuk kesembuhan kami agar diberi kekuatan, kemudahan dalam berobat dan juga bisa melewati ini dengan baik,” ujarnya.

Sumber: pikiran-rakyat.com

2 Pekan Dirawat Karena Covid-19, Wali Kota Banjarbaru Meninggal Dunia

KALSEL(Jurnalislam.com) – Wali Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan (Kalsel), Nadimi Adhami meninggal dunia karena terinfeksi Covid-19.

Nadjmi Adhani dirawat selama dua pekan di ruang Isolasi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ulin Banjarmasin.

Kabar meninggalnya Nadjmi Adhani disampaikan langsung oleh Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjarbaru, Zaini Syahranie.

Nadjmi Adhani mengembuskan napas terakhir, Seni        n (10/8/2020) tepat pada pukul 02.30 Waktu Indonesia Tengah (WIT). “Innalillahiwainnailaihi rojiun, telah meninggal dunia bapak Wali Kota Banjarbaru H Nadjmi Adhani, pukul 02:30 Wita di Rumah Sakit Ulin Banjarmasin,” ujar Zaini Syahranie dalam keterangan, Senin (10/8/2020) dini hari.

Sebelumnya, Nadjmi Adhani mengumumkan bahwa dirinya bersama istri terinfeksi Covid-19 melalui video dan dibagikan kepada sejumlah jurnalis. Video itu direkam di salah satu ruangan Rumah Sakit Daerah Idaman (RSDI) Banjarbaru. Dalam video berdurasi dua menit tersebut, Nadjmi Adhani tampak mengenakan alat bantu pernapasan. Tak lama setelah membagi video tersebut, kondisinya dilaporkan menurun dan dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ulin Banjarmasin.

sumber: kompas.com

 

UIN Bandung Wisuda Online 800 Lulusan

BANDUNG(Jurnalislam.com) — UIN Sunan Gunung Djati Bandung mewisuda 800 lulusan pada Wisuda ke-78. Berbeda dari biasanya, wisuda kali ini digelar secara virtual melalui telekonferensi aplikasi zoom. Prosesi wisuda yang berlangsung Minggu (09/08) ini juga disiarkan kanal youtube dan facebook UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

Ke-800 wisudawan itu berasal dari: Fakultas Ushuluddin (57 orang), Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (153); Fakultas Syariah dan Hukum (219); Fakultas Dakwah dan Komunikasi (89); Fakultas Adab dan Humaniora (61); Fakultas Psikologi (21); Fakultas Sains dan Teknologi (35); Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (52); serta program pascasarjana S2 (96) dan S3 (17).

Sidang Senat Terbuka dalam rangka Wisuda ke-78 lulusan Program Sarjana, Magister dan Doktor UIN Sunan Gunung Djati Bandung ini dibuka Ketua Senat Universitas, Prof. Dr. H. Nanat Fatah Natsir, MS.

“Setelah lulus dari UIN SGD Bandung, tugas saudara berikutnya adalah mengabdi kepada masyarakat, untuk mendapatkan ridha Allah swt., mengamalkan ilmu yang saudara dapatkan dari bangku kuliah, dan kini saudara sudah menyandang gelar kesarjanaan, sebagai cendikiawan muslim yang Ulul Albab, memadukan antara dzikir dan fikir, mampu berfikir mendalam, substansial, dan peduli dengan problem yang dihadapi masyarakat,” pesan Nanat.

“Hendaknya sudara menjadi teladan yang baik. Jadilah pembuka lapangan pekerjaan, menjadi seorang wirausahawan, entrepreneur handal, hindari menjadi seorang pencari kerja kesanakemari tanpa ujung. Berbuatlah apa yang bisa dilakukan dan bermanfaat bagi umat, bangsa dan Negara. Rasulullah saw., bersabada Sebaik-baik manusia adalah yang memberikan manfaat kepada mansuia lainnya,” sambungnya.

Tugas Lulusan UIN 
Rektor UIN Bandung Mahmud menjelaskan, wisuda digelar secara virtual sebagai ikhtiar memutus mata rantai virus Corona. Dia berharap, pelaksanaan secara virtual tidak mengurangi kekhusyuan wisuda.

Mahmud berpesan, dalam menghadapi situasi seperti ini, lulusan UIN Sunan Gunung Djati harus tampil memberikan solusi dan bermanfaat di tengah-tengah kehidupan bermasyarakat. Terkait Covid-19, ada dua pendekatan yang bisa dilakukan. Pertama, secara lahir (medis) mengikuti aturan-aturan protokol Covid-19, yakni jaga jarak, bermasker, cuci tangan, di rumah aja. Kedua, pendekatan batin (agama) seperti berdoa setiap pagi dan sore, dawam wudhu dan juga jangan mendatangi tempat yang sudah terkena wabah, banyak beristighfar.

“Saya yakin, ketika saudara-saudara para lulusan bergerak tampil menyelesaikan persoalan wabah ini dengan dua pendekatan sesuai dengan kapasitas saudara, maka wabah korona dengan usaha keras kita dengan usaha cerdas kita melalui izin Allah maka wabah Corona akan hilang dari negeri yang kita cintai ini,” ujarnya.

Mahasiswa Inspiratif
Sebanyak 36 wisudawan yang lulus dengan IPK tertinggi dibacakan Wakil Rektor I Bidang Akademik, Rosihon Anwar. Salah satunya, Siti Rodiah, Program Studi (Prodi) Pendidikan Matematika Fakultas Tarbiayah dan Keguruan (FTK) dengan IPK 3,71.  Bersama orangtuanya, Siti dipanggil ke depan panggung untuk mendapatkan penghargaan sebagai mahasiswa insiratif berupa netbook dan beasiswa kuliah S2.

Meskipun berada dalam keterbatasan ekonomi, perempuan asal Malangbong Garut yang pernah bekerja sebagai pencuci piring di rumah makan dan penjual gorengan ini berhasil menyelesaikan studinya dengan cepat (3,5 tahun) dengan prestasi yang dapat membanggakan keluarga dan kampus tercinta.

“Perasaan Siti setelah mendapatkan bantuan dan penghargaan laptop serta beasiswa S2, sangat bersyukur dan berterima kasih sekali kepada semua sivitas akademik yang telah memberikan dorongan motivasi dan dukungannya kepada Siti. Siti sangat senang dan bangga mendapatkan fasilitas untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang S2. Harapannya semoga kedepannya Siti dapat menuntaskan S2 dengan lancar dan dengan nilai yang lebih memuaskan, sehingga dapat meningkatkan derajat orang tua, keluarga dan guru serta dapat membawa nama baik bagi UIN Sunan Gunung Djati Bandung,” pungkasnya.

 

MUI Diharap Jadi Teladan di Era Disrupsi

JAKARTA(Jurnalislam.com)— Wakil Menteri Agama (Wamenag) Zainut Tauhid Sa’adi menjelaskan bahwa milad (ulang tahun) merupakan momentum yang penting untuk melakukan konsolidasi organisasi, serta konsolidasi ide dan pemikiran.

Untuk hal demikian diperlukan tumbuhnya gagasan ataupun pemikiran yang dapat merefleksikan semangat untuk mengatasi fenomena-fenomena aktual, yang dapat dinilai sebagai tantangan zaman.

“MUI harus terus berkhidmah menyampaikan pesan-pesan mulia, ajaran luhur kepada umat melalui jalan dakwah dan tarbiyah sehingga maqasyidus-syariah dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya,” kata Wamenag pada peringatan Milad MUI ke 45 yang digelar secara virtual, di Jakarta, Jumat (07/08).

Menurutnya, milad juga berarti mengungkapkan rasa syukur kepada Allah Swt atas segala limpahan karunia-Nya hingga MUI saat ini tetap eksis dan terus dapat memberikan manfaat kepada umat.

“Ini juga sekaligus sebagai wadah untuk bermuhasabah dan refleksi terhadap perjalanan MUI hingga saat ini. Semoga MUI terus eksis dan milad MUI ini menjadi momentum bagi kita bersama untuk meneguhkan kembali komitmen dan jati diri diri MUI sebagai wadah ulama, zuamah dan cedikiawan muslim, untuk meneguhkan peran dan fungsinya melakukan himayatul ummah, takwiyatul ummah dan tauhidul ummah,” tambahnya.

Wamenag menilai bahwa tantangan MUI ke depan tidaklah ringan, terlebih saat ini kita hidup di tengah revolusi industri 4.0 dan era disrupsi.

“Salah satu tantangan era disrupsi sekarang ini adalah munculnya fenomena semakin banyak orang yang belajar dan memperoleh informasi keagamaan lewat internet dan media sosial. Namun boleh jadi sumber informasi keagamaan tersebut tidak mempunyai sumber informasi keagamaan yang otoritas tepat atau tidak memiliki jalur sanad yang tidak bisa dipertanggungjawabkan,” kata Wamenag

Dulu, lanjutnya, relasi antara umat dan ulama hadir dalam peristiwa temu muka pada ruang dan waktu, sehingga relasi tersebut sangat bersifat personal, terbatas, khusuk dan khidmat. Persoalan dapat diselesaikan pada ruang-ruang yang khusus dengan etika keilmuan dan keulamaan yang luhur.

“Kita sekarang ini sering menjadi saksi bahwa disrupsi hadir seiring dengan peralihan komunikasi antara manusia, yang biasanya bersifat personal dan bertemu tatap muka tergantikan dengan media sosial,” tambahnya.

Wamenag melhat, bahwa interaksi manusia pada media sosial bersifat artifisial atau malah sebaliknya, begitu fulgar dan mengabaikan kesopanan yang berlaku di dunia nyata. Namun, di tengah arus media sosial tersebut, MUI harus terus dapat memberikan teladan dengan mengeluarkan fatwa-fatwa seperti penggunaan media sosial dan tertuang menjadi panduan bagi masyarakat sebagaimana terangkum dalam hasil Munas MUI ke9 tahun 2015 di Surabaya.

 

Covid Masih Meningkat, Tangerang Perpanjang PSBB

TANGERANG(Jurnalislam.com) — Pembatasan Sosial Berskala Besar di wilayah Tangerang Raya kembali diperpanjang hingga 23 Agustus mendatang.

Perpanjangan dilakukan lantaran penambahan jumlah kasus di wilayah Kota Tangerang dan Kota Tangerang Selatan cukup tinggi.

“Hasil rapat evaluasi kepala daerah dengan Gubernur Banten, PSBB kembali diperpanjang hingga 14 hari mendatang atau 23 Agustus,” ujar Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany dalam keterangan tertulis, Senin (10/8).

Keputusan tersebut diambil setelah melihat jumlah kasus di dua wilayah itu berpotensi penularan Covid-19 yang masih tinggi.

Selain itu kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan juga dinilai masih belum mencapai angka ideal yakni 90 persen.

Pada PSBB perpanjangan pekan sebelumnya sejak 26 Juli sampai dengan 8 Agustus 2020 peningkatan jumlah kasus Covid-19 di Tangsel terus meningkat. Maka dari itu Pemerintah Kota Tangsel kembali memberlakukan perpanjangan PSBB.“PSBB diperpanjang lantaran penularan masih tinggi,” jelasnya.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Bupati Kabupaten Tangerang Ahmad Zaki Iskandar yang menyatakan PSBB diperpanjang karena masih adanya peningkatan kasus Covid-19 dalam beberapa hari terakhir. Terlebih pada minggu lalu, dua pegawai AEON Mall BSD City dinyatakan positif Covid-19 sehingga pusat perbelanjaan di tutup selama sepekan.

Tak hanya itu, Zaki mengatakan peningkatan jumlah kasus juga diakibatkan laju pergerakan masyarakat yang kini tidak bisa lagi ditahan. Sehingga penyebaran virus Covid-19 di wilayah Tangerang Raya tidak mudah untuk diminimalisir.

“PSBB tetap kita lanjutkan, untuk mencegah penularan Covid-19 yang terjadi kasus impor dari DKI Jakarta karena daerah Kabupaten Tangerang maupun Tangerang Raya yang sangat dinamis pergerakan masyarakatnya,” jelas Zaki.

Untuk menekan penularan virus, pihaknya berencana akan melakukan pengetatan aturan bagi masyarakat. Hal itu akan segera dibahas dalam waktu dekat.

Sementara Gubernur Banten Wahidin Halim menerangkan perpanjangan tersebut dilakukan khawatir tiga wilayah yang sudah masuk zona kuning kembali ke zona merah. Terlebih hasil evaluasi PSBB pekan lalu penambahan kasus cenderung dari wilayah Kota Tangerang dan Kota Tangsel.

“Waspadai dan pertahankan. Jangan sampai posisi zona kuning kembali lagi ke zona merah karena akan sangat berat untuk penanganannya,” ujarnya.

Wahidin pun rencananya akan menerapkan Instruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2020 tentang peningkatan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan dalam pencegahan dan pengendalian virus corona.

Intruksi Presiden tersebut di antaranya mengatur sanksi bagi pelanggar protokol kesehatan.

Sanksi berlaku bagi pelanggaran yang dilakukan perorangan, pelaku usaha, pengelola, penyelenggara, atau penanggung jawab tempat dan fasilitas umum.

Sanksi dapat berupa teguran lisan atau teguran tertulis, kerja sosial, denda administratif, hingga penghentian atau penutupan sementara penyelenggaraan usaha.

Sumber: republika.co.id