Setelah 319 Ribu Kasus, Brasil Klaim Penyebaran Corona Berkurang

RIO DE JANEIRO (Jurnalislam.com) — Kementerian Kesehatan Brasil mengklaim ada tanda-tanda penyebaran virus corona di negara itu melambat.

Angka kasus infeksi turun di bawah angka lonjakan dan jumlah kasus infeksi serta kematian mingguan perlahan menurun.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan Brasil, Kamis (20/8) jumlah kasus infeksi di Negeri Samba pada pekan lalu 304.684 sedikit lebih rendah dibandingkan saat puncak wabah terjadi pada akhir Juli yang sebanyak 319.653.

Jumlah kasus kematian virus Corona mingguan juga turun dari 7.677 menjadi 6.755. Sementara itu media-media Brasil melaporkan penelitian yang dilakukan Imperial College London menunjukkan pada pekan ini untuk pertama kalinya angka penyebaran di Brasil di bawah 1.

Bila angka penularan atau ‘angka R’ dibawah 1 artinya setiap satu orang menginfeksi kurang dari 1 orang. Maka mengurangi pandemi. “Di satu sisi, itu tren, kami harus melihat bagaimana penyakit ini berperilaku dalam dua pekan ke depan untuk bila apakah ada penurunan yang signifikan,” kata Menteri Pengawas Kesehatan Arnaldo Medeiros.

Namun ia menekankan penurunan angka penyebaran tidak berarti melonggarkan tindakan pencegahan. Di antaranya seperti memakai masker dan mematuhi peraturan pembatasan sosial. Brasil mengumumkan pada Rabu (19/8) jumlah kasus infeksi virus Corona mereka bertambah 49.298 dan 1.212 pasien meninggal dunia.

Sumber: republika.co.id

Iran Catat Kematian Tertinggi Akibat Covid di Timteng

TEHERAN (Jurnalislam.com) — Total kasus kematian akibat Covid-19 di Iran telah menembus angka 20.000 jiwa. Itu merupakan jumlah kematian tertingi di antara negara-negara Timur Tengah lainnya.

Pengumuan itu datang setelah Teheran memutuskan untuk melanjutkan ujian masuk universitas yang melibatkan lebih dari satu juta siswa. Iran juga sedang memeprsiapkan upacara peringataan massal Syiah akhir bulan ini. Padahal, Iran saat ini tak hanya sedang bergelut dengan jumlah kematian yang tinggi, tetapi juga angka kasus Covid-19 yang tinggi.

Ahli internasional masih merasa tidak yakin dengan perhitungan kasus di Iran. Bahkan peneliti di parleman Iran menilai angka kematian pada April dua kali lipat lebih besar dari yang diumumkan. Keraguan itu muncul karena perhitungan yang lebih rendah dari seharusnya dan tidak semua orang yang mengalami masalah pernapasan dites Covid-19.

Seperti dilansir Daily Sabah, Iran melaporkan kasus terkonfirmasi sekaligus kasus kematian pertama di waktu yang bersamaan pada Februari lalu. Akan tetapi, lonjakan kasus dalam satu hari baru tercatat pada Juni.

Sebelum kasus pertama diumumkan pada Februari, otoritas Iran mengelak selama berhari-hari bahwa Covid-19 telah masuk ke negara tersebut. Pengelakan itu membuat Covid-19 menyebar cukup pesat terlebih dengan adanya demonstrasi massal pada peringatan Revolusi Islam ke-41 tahun pada waktu itu. Setelah itu, Iran juga sempat menyelenggarakan pemilihan parlemen.

Hingga Rabu (19/8), Iran melaporkan ada total 350.200 kasus terkonfirmasi Covid. Sedangkan, total kematian tercatat sebanyak 20.125 kasus.

Sumber: republika.co.id

Ekonomi Minus, Pemerintah Perlu Beri Stimulus Sektor UMKM

SLEMAN(Jurnalislam.com) — Dosen Departemen Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan Fisipol UGM, Hempri Suyatna mengungkapkan, pertumbuhan ekonomi kuartal II 2020 sudah minus 5,32 persen. Hal itu tentu berdampak, terutama bagi UMKM dan koperasi.

Ia mengatakan, banyak UMKM dan koperasi yang mengalami penurunan pendapatan hingga kekurangan modal. Karenanya, pemerintah diharap memberikan stimulus agar UMKM dan koperasi bisa bertahan di tengah kondisi pandemi sekarang ini.

“Pemerintah perlu memberikan stimulus bagi sektor UMKM dan koperasi dalam melakukan pemulihan ekonomi lokal,” kata Hempri dalam webinar bertajuk Ekonomi Rakyat di Pusaran Pandemi Covid-19, kemarin.

Hempri menilai, banyak UMKM dan koperasi saat ini yang tidak cuma mengalami penurunan pendapatan, tapi sudah minus. Selain masalah likuiditas, banyak koperasi yang anggotanya kesulitan membayar iuran dan UMKM kekurangan modal.

Padahal, saat kondisi normal saja, UMKM hanya mendapat 10-15 persen dari omzet. Sektor yang masih mengalami pertumbuhan ada sektor pertanian 2,19 persen, informasi dan komunikasi 10,88 persen, dan jasa keuangan 1,03 persen.

Selain stimulus, pemerintah bisa memberikan pelatihan pengembangan kapasitas terkait manajemen krisis. Serta, meningkatkan daya beli masyarakat ke sektor UMKM dan mendukung digitalisasi koperasi.

“Sekitar 59 persen saat ini UMKM berubah ke penjualan daring selama pandemi,” ujar Hempri.

Hempri berpendapat, UMKM sendiri perlu melakukan pengembangan inovasi produk sesuai kebutuhan pasar dan mendapat jaminan sosial atau asuransi. Sedangkan, koperasi perlu revitalisasi yang diharap jadi wadah bagi pengembangan UMKM.

Selain itu, koperasi perlu mendorong penguatan kelembagaan dan peningkatan kapasitas SDM. Serta, rebranding koperasi melalui pemanfaatan platform teknologi untuk pengembangan inovasi produk dan pelayanan.

Sumber: republika.co.id

Di Balik Pembajakan Akun Tokoh KAMI

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Ketua Komite Eksekutif Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI)  Ahmad Yani mengungkapkan sejumlah motif orang tak bertanggungjawab melakukan pembajakan terhadap Akun Twitter @OpiniDin milik Din Syamsuddin. Adapun pembajakan akun twitter milik salah satu deklarator KAMI itu dikabarkan sejak 17 Agustus 2020.

“Saya kira, pertama, tentu mendiskreditkan, membuat kontra produktif, memfitnah dan lain sebagainya, pasti seperti itu, dengan dibajak kan dia akan mengeluarkan nanti Twit-twit yang berbeda dengan pandangannya Pak Din atau berbeda dengan KAMI, bahkan mendiskreditkan KAMI,” ujar Ahmad Yani, Rabu (19/8/2020).

Yani memberikan contoh, KAMI belum mengeluarkan produk apapun, kecuali jati diri dan maklumat yang dibacakan pada saat deklarasi di Tugu Proklamasi, Jakarta, Selasa 18 Agustus 2020.

“Tapi sekarang sudah bertebaran banyak betul. Dan juga keluar meme-meme yang kita lihat ketawa. Kita belum mengeluarkan meme apapun, mulai dari pra deklarasi sampai kemarin sampai hari ini belum,” ungkapnya.

Dia mengatakan, contoh meme itu yang mengatasnamakan Said Didu dan Rocky Gerung. “KAMI sampai saat ini kan enggak punya lambang. Dan kami tidak akan menjadikan KAMI ini sebagai Ormas maupun Orpol (Organisasi politik-red), dia gerakan politik moral, silakan yang punya Parpol silakan melakukan di arena masing-masing. Atau latar belakang Ormas silakan ke Ormas,” katanya.

Dia mengatakan, pandangan KAMI bersifat kolektif kebersamaan. “Jadi, semua itu harus diputuskan oleh rapat para deklarator. Jadi kalau sudah disetujui kayak kemarin jati diri dan maklumat, itu pun berdebatnya panjang sampai menjelang senin malam itu saya yang bertanggungjawab secara teknis,” imbuhnya.

Menurut Yani, Din Syamsuddin bakal melaporkan kasus pembajakan akun tersebut ke Twitter. “Ya memang faktanya seperti itu (akun Twitter Din dibajak). Jadi ya nanti kan Pak Din sebagai personal tentu akan melapor kan kepada pemilik twitter. Melaporkan itu. Banyak itu. Dengan teknologi kan biasa itu,” pungkasnya.

Sumber: sindonews.com

PM: Pakistan Tidak Akan Mengakui Israel

ISLAMABAD(Jurnalislam.com) — Perdana Menteri Pakistan, Imran Khan mengatakan, negaranya tidak mengakui Israel sampai masalah Palestina diselesaikan.

Dalam wawancara dengan Dunya News, Khan mengatakan bahwa Islamabad tidak akan mengikuti jejak Uni Emirat Arab (UEA) yang membuka hubungan diplomatik dengan Israel.

“Pendirian kami tentang Israel sangat jelas. Hal yang sama yang dimiliki oleh pendiri bangsa, Quaid-I-Azam. Kami tidak dapat mengakui Israel sampai Palestina mendapatkan hak mereka, yang seharusnya sejalan dengan solusi dua negara,” ujar Khan, dilansir Middle East Monitor, Kamis (20/8).

Khan mengatakan, masalah Israel dan Palestina serupa dengan persoalan Jammu dan Kashmir yang diduduki serta direbut oleh India. Menurut Khan, mengakui Israel sebagai negara sama saja dengan menyerahkan wilayah Jammu dan Kashmir kepada India.

“Kasus orang Palestina mirip dengan orang-orang Kashmir, dan hak-hak mereka (Palestina) telah direnggut dan mereka telah menderita kekejaman Israel,” kata Khan.

UEA mengatakan, kesepakatan normalisasi hubungan dengan Israel merupakan upaya untuk mencegah rencana aneksasi terhadap wilayah Tepi Barat yang diduduki. Namun sejumlah negara percaya bahwa upaya kesepakatan normalisasi telah dimulai selama bertahun-tahun lalu, karena pejabat Israel telah melakukan kunjungan resmi ke UEA. Selain itu, Israel menghadiri konferensi di negara yang tidak memiliki hubungan diplomatik.

Normalisasi hubungan UEA-Israel menandai ketiga kalinya negara Arab membuka hubungan diplomatik secara penuh dengan Israel. Negara Arab lainnya yang memiliki hubungan diplomatik dengan Israel adalah Mesir dan Yordania. UEA menjadi negara Teluk Arab pertama yang membuka hubungan diplomatik dengan Israel.

Beberapa negara menyambut baik kesepakatan normalisasi hubungan antara Israel dan UEA. Namun kesepakatan itu telah memicu kemarahan di sebagian besar negara Muslim. Palestina telah mengecam kesepakatan normalisasi antara UEA dan Israel yang dijembatani AS. Menurutnya hal itu merupakan sebuah pengkhianatan. Palestina selama ini tak mengakui upaya mediasi dilakukan AS. Rizky Jaramaya.

sumber: republika.co.id

Rencana Sertifikasi Hanya untuk Tokoh Agama İslam Dinilai Diskriminatif

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Hidayat Nur Wahid (HNW) meminta, agar Kementerian Agama (Kemenag) tidak memberikan kado buruk untuk umat Islam di tahun baru Hijriyah ini.

Salah satunya adalah dengan menggulirkan kembali wacana sertifikasi untuk para dai.

“Sambut tahun baru Islam/hijriah 1442 Hijriah, Kementerian Agama jangan memberi kado buruk pada umat Islam, dengan berlaku tidak adil dan diskriminatif dengan rencana menerapkan sertifikasi penceramah hanya untuk Umat Islam,” keluh politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dalam pesan singkatnya, Rabu (19/8)

Padahal, HNW menambahkan, umat Islam sangat berjasa dalam menyelamatkan keutuhan Republik Indonesia dengan pengorbanan bersedia memenuhi tuntutan megubah sila pertama pada Pancasila menjadi Ketuhanan Yang Maha Esa.

Walhasil, wacana sertifikasi secara diskriminatif karena hanya ditujukan bagi penceramah Agama Islam, telah ditolak dan dikritisi juga oleh tokoh non muslim.

Menurut HNW, harusnya sertifikasi ditujukan untuk penceramah dari semua Agama. Agar keadilan bisa ditegakkan dan tidak saling mencurigai.

Sehingga prisip beragama yang moderat, toleran, inklusif itu betul-betul menjadi komitmen bagi semua penceramah dari semua Agama. Karena program Pemerintah harusnya untuk semua warga negara secara adil, untuk penceramah semua agama secara adil dan amanah.

“Apalagi pak Menteri Agama pernah menyatakan bhw dirinya bukan Menteri Agama Islam, melainkan menteri agama-agama,” tegas HNW.

Sumber: republika.co.id

Pengamat: Ada Pihak Gembosi KAMI Agar Tak Menjadi Gerakan Besar

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Pembajakan akun Twitter @OpiniDin milik Deklarator Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Din SYamsuddin hingga disusupinya rapat internal KAMI dinilai sebagai bukti bahwa gerakan itu tidak disukai pihak tertentu. Adapun pembajakan itu disebut sejak 17 Agustus 2020.

“Tanda-tanda dan bukti gerakan KAMI tak disukai pihak tertentu. Jadi digembosi dan dibusuki agar kempes, agar layu sebelum berkembang, dan agar tak menjadi gerakan yang besar,” ujar Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Ujang Komarudin, Kamis (20/8/2020).

Pengamat Politik dari Universitas Al Azhar Indonesia ini mengatakan, setiap perjuangan punya risiko. “Dan pihak yang tak suka dengan hadirnya KAMI pasti tak akan tinggal diam. Akan terus melakukan cara-cara tak terpuji untuk menjegal gerakan KAMI,” ungkapnya.

Dia mengkritik kasus pembajakan maupun penyusupan yang menimpa KAMI. “Cara-cara membajak akun Twitter dan menyusup di rapat internal KAMI merupakan cara amatiran untuk membusuk-busuki dan mencari informasi di internal KAMI,” ujar Ujang.

Adapun pembajakan akun Twitter Din Syamsuddin diungkapkan oleh Muhammad Said Didu dan Mustofa Nahrawardaya. Sedangkan mengenai rapat internal KAMI disusupi orang tak dikenal diungkapkan oleh Ketua Komite Eksekutif KAMI Ahmad Yani.

Sumber: sindonews.com

Peran Relawan di Garis Depan Hadapi Covid

JAKARTA(Jurnalislam.com)- Pandemi Covid-19 melanda seluruh dunia. Jutaan orang sudah terpapar dan ratusan ribu orang telah gugur akibat penyakit ini. Semua pihak bahu-membahu menyelamatkan nyawa dan berusaha keluar dari masa pandemi ini.

Asisten Deputi Penanganan Pasca Bencana Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Nelwan Harahap mengatakan seluruh pihak dari berbagai sektor, baik relawan, pekerja, maupun petani sekalipun memiliki kontribusi yang sama dalam melawan COVID-19.

“Hampir semua lini telah mempertaruhkan seluruh dedikasi dan kemampuan untuk sama-sama bertahan hidup. (semua) Bersama melawan COVID-19, tidak terkecuali petani kita di luar sana,” ujarnya dikutip dari keterangan pers Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Rabu (19/8/2020).

Hari Kemanusiaan Dunia pada 19 Agustus 2020 bisa menjadi momentum bagi seluruh masyarakat untuk bergotong royong melawan COVID-19. “Kita tidak lagi melihat sekat antara satu dengan yang lain. Tidak ada perbedaan antara pemerintah dan non-pemerintah,” ucapnya.

Sumber: sindonews.com

Pawai Obor Tahun Baru Hijriyah di Zona Hijau Banten, Cara Anak Lawan Kejenuhan

SERANG (Jurnalislam.com) – Tahun Baru Hijriyah merupakan salah satu hari besar umat Islam. Setiap tahun umat Islam memperingatinya dengan beraneka ragam kegiatan.

Salah satu kegiatan khas yang dilakukan adalah pawai obor, seperti yang dilakukan oleh warga perumahan Taman Krakatau Zona Rivera Serang Banten kemarin malam (19/8/2020).

Pawai obor ini diinisiasi oleh ibu-ibu PKK di perumahan Taman Krakatau Serang, karena melihat anak-anak tampak merasa jenuh dengan aktifitas di rumah saja dan sekolah daring hampir 6 bulan selama pandemi.

“Anak-anak kelihatan tampak jenuh dengan daring, kegiatan ini selain untuk memperingati tahun baru Islam juga intinya untuk membahagiakan anak-anak agar ada refreshing karena sehari-harinya mereka daring dan supaya anak-anak tetap semangat beraktifitas walapun pandemi belum berakhir” kata Fitriyani ketua panitia pelaksana kepada jurnalislam.com

Dengan pertimbangan daerah mereka merupakan zona hijau dari pandemi dan usulan acara mendapatkan dukungan RT, DKM dan Majlis Taklim setempat, kegiatan pawai obor memperingati tahun baru Hijriyah 1442 ini pun akhirnya terlaksana.

Start dimulai dari lapangan zona Rivera kemudian keluar zona dan finish di musholla zona Rivera, perjalanan pawai sekitar 1 km.

Sepanjang perjalanan pawai mereka membawa spanduk bertuliskan “Selamat Tahun Baru 1 Muharram 1442 H” dan melantunkan shalawat nabi.

Tetap memberlakukan protokol kesehatan dengan mewajibkan semua peserta pawai menggunakan masker. Kegiatan pawai obor ini, diikuti oleh sekitar 150 warga zona Rivera yang terdiri dari bapak, ibu dan anak-anak. Mereka tampak bergembira dengan kegiatan ini.  “Seru!” kata Rafi salah satu anak peserta pawai obor.

Sumber dana kegiatan ini diperoleh dari kas PKK dan RT selain untuk perlengkapan pawai juga untuk snack peserta. Tampak Ibu-ibu dan bapak-bapak kompak dalam acara ini.

BPJPH Dorong Berdirinya Halal Center di Kawasan Industri Halal

JAKARTA(Jurnalislam.com)–Kepala  Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kemenag, Sukoso, bersyukur dengan terbitnya Permenperin Nomor 17 Tahun 2020 tentang Pembentukan Kawasan Industri Halal.

Dia menyatakan siap bekerja sama dengan Kemenperin dalam penyelenggaraan Jaminan Produk Halal, termasuk mendorong berkembangnya Kawasan Industri Halal di Indonesia. Bahkan, Kemenag dan Kemenperin telah menjalin sinergi penyelenggaraan Jaminan Produk Halal sejak Oktober 2019. Hal itu ditindaklanjuti MoU fasilitasi sertifikasi halal bagi UMK yang ditandatangani pada 13 Agustus 2020.

“Bahkan sebenarnya BPJPH sudah MoU dengan Kemenperin, KNEKS dan KADIN dalam Jaminan Produk Halal. Jadi yang di sini semuanya sudah bekerja sama,” ungkap Sukoso.

Dalam mendukung berkembangnya ekosistem halal, Sukoso mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan sejumlah hal. Di antaranya, BPJPH telah mengadakan pelatihan untuk menyiapkan SDM calon Auditor halal, mendorong berdirinya LPH dan Halal Center serta penyelia halal yang kesemuanya tentu dibutuhkan dalam pengembangan Kawasan Industri Halal.

Sukoso juga menyatakan bahwa terbentuknya ekosistem halal di Indonesia sangat penting guna mewujudkan industri produk halal nasional yang maju dan mampu bersaing secara global.

“Peluang industri halal ini begitu besar.  Kita tidak boleh hanya menjadi captive market saja. Namun produk halal Indonesia untuk masyarakat dunia,” tegas mantan guru besar Unibraw itu.

Webinar yang digelar secara virtual oleh Direktorat Perwilayahan Industri Kemenperin itu juga menghadirkan beberapa narasumber lain, di antaranya Direktur Eksekutif KNEKS Ventje Rahardjo, Direktur Perwilayahan Industri Kemenperin Ignatius Warsito, dan Ketua Kadin Indonesia Komite Timur Tengah (OKI) Mohamad Bawazeer. Acara dimoderatori oleh Vice Chairman Indonesia Center for Technology Empowerment, Agus Budiyono.