Angka Covid-19 Indonesia Capai 153.535 Kasus

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Jumlah kasus konfirmasi atau positif virus corona (covid-19) di Indonesia pada Ahad (23/8/2020) ini bertambah sebanyak 2.037. Dengan demikian, total ada 153.535 kasus Covid-19 di Tanah Air.

Berdasarkan data yang dimuat di grup Medkom Bencana dan laman kemkes.go.id hari ini, terdapat 22.152 spesimen yang diperiksa.

 

Selain itu, jumlah pasien sembuh dari Covid-19 juga tinggi, melebihi kasus positif. Pada hari ini dilaporkan ada 2.302 pasien sembuh dari Covid-19. Sehingga, hingga hari ini terdapat 107.500 orang sembuh dari Covid-19.

Sementara, kasus meninggal dunia akibat Covid-19 bertambah 86, sehingga total 6.680 orang meninggal akibat Covid-19.

Jumlah suspek Covid-19 hingga kini 75.522 orang. Kasus Covid-19 sudah terjadi di 485 kabupaten/kota di Indonesia.

Sumber: sindonews.com

Cegah Resesi, Masyarakat Diminta Belanja ke Pasar

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Menteri Perdagangan Agus Suparmanto mengajak emak-emak kembali belanja ke pasar sebagai upaya mendukung percepatan pemulihan ekonomi akibat wabah virus corona. Namun demikian, pemerintah daerah tetap harus mengawal dengan protokol kesehatan yang ketat.

“Cara ini bisa ditempuh dengan meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran virus corona, dan pemberian panduan protokol kesehatan di pusat pembelanjaan maupun pasar rakyat,” ujar dia, di Jakarta, Ahad (23/8/2020).

Disamping itu, pihaknya juga terus mendorong merampungkan revitalisasi pasar rakyat di 133 kabupaten dan kota tahun ini.

Program ini dapat dimanfaatkan untuk memulihkan ekonomi karena sifatnya yang padat karya, dengan estimasi mampu menyerap 3.375 tenaga kerja selama revitalisasi berlangsung.

Selain itu juga menambahkan bantuan tersebut berupa masker, sarung tangan, sabun cair, hand sanitizer, tangki air dan wastafel, dan bilik disinfektan untuk 157 pasar rakyat. Kemendag juga memiliki program bantuan sarana usaha perdagangan untuk tahun 2020-2022 yang diestimasi memberi manfaat kepada 22.170 orang.

“Untuk mendukung aktivitas pasar rakyat di masa pandemi, Kemendag telah mengalokasikan anggaran dalam wujud bantuan bagi pedagang dan pengelola pasar,” tandasnya.

sumber: sindonews.com

[FOTO] Silaturahim Muharram Ribuan Warga Solo Bersama Ulama dan Tokoh

SOLO (jurnalislam.com)- Ribuan umat Islam Soloraya mengikuti kegiatan ‘Apel dan Tausyiah Kebangsaan’ di Bundaran Gladak, Solo, pada ahad, (23/8/2020) pagi.

 

Kegiatan yang diinisiasi oleh Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS) tersebut diadakan dalam rangka untuk memperingati tahun baru Islam 1 Muharram 1442 Hijriyah.

 

Mengambil tema ‘Dengan Semangat Hijrah Bangkitkan Jiwa Patriotisme Rakyat Wujudkan Cita-Cita Kemerdekaan Indonesia’, massa melakukan longmarch dari Stadion Sriwedari menuju Bundaran Gladak.

 

Dalam longmarch tersebut, nampak pasukan berkuda berada di barisan depan kemudian diikuti peserta aksi yang membawa spanduk dan bendera merah putih dan bendera tauhid.

Dalam kegiatan tersebut, sejumlah ulama dan tokoh agama dari Soloraya dan DIY tampak hadir diantaranya KH. Rofi’i, KH. Halim Naharursurur, ustaz Mujahid, ustaz Umar Said, Mudrick Sangidu, ustaz Nashirudin, ustaz Alfian Tanjung, ustaz Mas’ud, ustaz Arifin Badres, ustaz Muinudinillah Basri, MA, Muhammad Ali, ustaz Aris Munandar dan Kasyum Musyafa’.

 

Di akhir kegiatan, ketua DSKS Dr Muinudinillah Basri memberikan Piagam Solo kepada Prof Rahmat Wahab kemudian untuk diteruskan ke penggurus Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) pusat.

 

Reporter: Ridho Asfari

Dirawat di RS, Ustaz Yusuf Mansur Mohon Doa

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Dai Kondang Ustaz Yusuf Mansur dirawat di rumah sakit. Ia menjalani perawatan intensif setelah mengalami sakit di kepalanya.

Dilaporkan, terdapat benjolan di kepala Ustaz Yusuf Mansur, tepatnya di bagian belakang sebelah kanan. Saat ini pun masih dilakukan pemeriksaan mendalam sebelum dilakukan tindakan medis.

“Mohon doanya ya. Seperti ada benjolan di kepala belakang sebelah kanan, tapi belum tahu hasil pemeriksaan seperti apa,” katanya saat dikonfirmasi melalui pesan singkat whatsapp, Minggu (23/08/2020).

Lelaki yang akrab disapa UYM sendiri terlihat terbaring di tempat tidur rumah sakit saat menjalani perawatan. Dalam satu video yang dibagikan melalui akun media sosial Instagram miliknya @yusufmansurnew, tampak dai kondang tersebut sedang dipindah ruangan.

Ia mengenakan baju pasien berwarna hijau, lengkap dengan masker, penutup kepala, dan gelang biru. Kemudian ada selang infus menempel di tangan kanannya.

“Doain ust ya semuanya. (Keluarga),” tulis dalam akun Instagram @yusufmansurnew.

Sebelumnya bahkan Ustadz Yusuf Mansur sempat mengunggah nasihat-nasihat tentang menjaga kesehatan. Lalu terdapat bagian yang menyatakan kondisi leher dan kepalanya.

“Mksh doa2nya buat saya ya. Ini kayak di 2014. Mdh2an ga ada masalah di leher dan kepala saya. Dan bagian2 yg lain. Juga kwn2 semua,” jelas @yusufmansurnew.

Sambut Muharram, Ribuan Warga Solo Hadiri Apel dan Tausiyah Kebangsaan

SOLO (Jurnalislam.com)- Ribuan umat Islam Soloraya mengikuti kegiatan ‘Apel dan Tausyiah Kebangsaan’ di Bundaran Gladak, Solo, pada ahad, (23/8/2020) pagi.

Kegiatan yang diinisiasi oleh Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS) tersebut diadakan dalam rangka untuk memperingati tahun baru Islam 1 Muharram 1442 Hijriyah.

Mengambil tema ‘Dengan Semangat Hijrah Bangkitkan Jiwa Patriotisme Rakyat Wujudkan Cita-Cita Kemerdekaan Indonesia’, massa melakukan longmarch dari Stadion Sriwedari menuju Bundaran Gladak.

Dalam longmarch tersebut, nampak pasukan berkuda berada di barisan depan kemudian diikuti peserta aksi yang membawa spanduk dan bendera merah putih dan bendera tauhid.

“Acara ini di selenggarakan untuk memperingati tahun baru Hijriyah 1 Muharram 1442 H dan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke 75,” terang korlap aksi Bangun Mulya Wijaya kepada wartawan.

“Acara ini juga dimaksudkan untuk mensyukuri dan meneladani Hijriyah Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasalam dari Mekah ke Madinah dengan banyak pengorbanan resiko yang dihadapi, serta kemerdekan bangsa Indonesia adalah atas berkat rahmat Tuhan yang Maha Esa,” imbuhnya.

Lebih lanjut, dengan semangat hijrah, kata Bangun, bangsa Indonesia juga harus hijrah meninggalkan Korupsi Kolusi dan Nepotisme.

“Meninggalkan dominasi asing, melawan idiologi komunisme dan menuju pemerintahan yang bersih, berdaulat untuk menuju masyarakat yang adil dan makmur, bersatu, beradab yang diridhai Allah,” pungkasnya.

Dalam kegiatan tersebut, sejumlah ulama dan tokoh agama dari Soloraya dan DIY tampak hadir diantaranya KH. Rofi’i, KH. Halim Naharursurur, ustaz Mujahid, ustaz Umar Said, Mudrick Sangidu, ustaz Nashirudin, ustaz Alfian Tanjung, ustaz Mas’ud, ustaz Arifin Badres, ustaz Muinudinillah Basri, MA, Muhammad Ali, ustaz Aris Munandar dan Kasyum Musyafa’.

Di akhir kegiatan, ketua DSKS Dr Muinudinillah Basri memberikan Piagam Solo kepada Prof Rahmat Wahab kemudian untuk diteruskan ke penggurus Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) pusat.

Reporter: Ridho Asfari

Pengamat: Tak Perlu Kaget Kalau Diganggu Buzzer Istana

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Peretasan akun media sosial (Medsos) sejumlah tokoh yang kritis terhadap pemerintah terus menyita perhatian banyak pihak. Adapun tokoh dimaksud yang mengalami serangan siber itu di antaranya Ahli Epidemiologi Universitas Indonesia (UI) Pandu Riono dan Deklarator Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Din Syamsuddin.

“Sebenarnya kita enggak perlu kaget. Biasa saja yang begini-begini karena sudah biasa yang kritis terhadap pemerintah akan diganggu buzzer yang dipelihara Istana dan Presiden demi menjaga dan meng-counter serangan ke penguasa,” ujar Analis Politik sekaligus Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago, Ahad (23/8/2020).

Dia mengatakan, banyak pihak sudah mengetahui berapa uang negara yang digelontorkan untuk membiayai buzzer tersebut, yakni hampir ratusan miliar rupiah.

“Sangat disayangkan kelakuan begini, kenapa enggak perang pikiran dan narasi saja, kenapa harus bunuh karakter orang yang kritis ke pemerintah, kenapa harus dibajak akun media sosial mereka,” ungkapnya.

Menurut dia, yang harusnya ditakuti itu pemerintah karena punya polisi, tentara, dan macam-macam kekuasaan dan bisa berbuat semaunnya. “Bukan tokoh oposisi yang harus ditakuti dan dikhawatirkan,” katanya.

Dia mengatakan, penggunaan buzzer itu membuat bangsa ini belum dewasa. “Masih senang membunuh karakter personal yang berbeda pandangan terhadap pemerintah, belum siap bertarung, berdebat pada gagasan, narasi, pikiran dan kata-kata yang mestinya ada ruang yang besar untuk perbedaan pikiran tersebut,” ujarnya.

Sumber: sindonews.com

BMKG Peringatkan Beberapa Wilayah di Jatim akan Alami Kekeringan Ekstrem

SURABAYA(Jurnalislam.com) —Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyampaikan bahwa beberapa wilayah di Jawa Timur saat ini sudah mengalami kekeringan ekstrem karena sudah lebih dari 60 hari berturut-turut tidak mengalami hujan.

Kasi Data dan Informasi BMKG Juanda Teguh Tri Susanto seperti dilansir dari Antara di Sidoarjo mengatakan, berdasar pantauan pos hujan yang diterima dari BMKG Stasiun Klimatologi Malang, ada empat Kabupaten di Jawa Timur yang mengalami kekeringan ekstrem tersebut.

”Beberapa daerah yang masuk dalam kriteria kekeringan ekstrem seperti di Kabupaten Bangkalan, Bondowoso, Pamekasan, dan Sampang,” ungkap Teguh (21/8).

Dia menjelaskan, ada juga beberapa kabupaten kota yang perlu diwaspadai akan mengalami kekeringan ekstrem karena sudah tidak mengalami hujan selama 31 sampai dengan 60 hari berturut-turut.

”Perlu diwaspadai untuk sebagian kabupaten yang sudah 31–60 hari berturut-turut tidak mengalami hujan atau masuk dalam kriteria sangat panjang. Seperti di Kabupaten Banyuwangi, Lumajang, Mojokerto, Pamekasan, Probolinggo, Sidoarjo, dan Trenggalek,” jelas Teguh.

Namun, sejumlah wilayah di Provinsi Jawa Timur secara umum mengalami hari tanpa hujan (HTH) dengan kriteria pendek dan sangat pendek.
”HTH di Jatim umumnya kriteria sangat pendek hingga pendek. Hal itu terjadi pada distribusi hujan dasarian II Agustus 2020,” paparnya.

Teguh menambahkan, untuk distribusi curah hujan dasarian II Agustus 2020 di Provinsi Jawa Timur pada umumnya kriteria rendah dan menengah.

”Curah hujan dasarian III Agustus 2020 Provinsi Jawa Timur (deterministik) pada umumnya diprakirakan berkisar kurang dari 50 mm dengan peluang lebih dari 90 persen,” tandasnya. (Bud1)

Sibuk, Bagaimana Hukum Menitipkan Anak kepada Orang Tua?

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Zaman sekarang banyak sekali orang yang menitipkan anaknya kepada kedua orangtua. Mungkin karena mereka terlalu sibuk atau memang tidak sanggup merawat anaknya akibat pekerjaan yang menguras banyak waktu dan tenaga, alhasil dititipkanlah anak-anak itu kepada orangtuanya.

Lalu sebenarnya bagaimana hukumnya menitipkan anak kepada orangtua? Apakah diperbolehkan?
KH Yahya Zainul Ma’arif atau akrab disapa Buya Yahya mengingatkan untuk tidak menyusahkan kedua orangtua dengan tidak menitipkan anak-anaknya kepada mereka.

“Ibumu sudah repot denganmu, jangan kau repotkan ibumu dengan anakmu,” ujar Buya Yahya, pimpinan Lembaga Pengembangan Dakwah dan Pondok Pesantren Al Bahjah Cirebon, dikutip dari akun Youtube Al Bahjah TV, Ahad (23/08/2020).

Umat Islam harus memuliakan kedua orangtuanya, bahagiakan mereka, jangan membuatnya menangis. Jika memang belum bisa membahagiakannya, setidaknya janganlah kalian menyusahkan hidup mereka. Buat hidup mereka senang, tenang, dan nyaman.

Memang terkadang orangtua kita sendiri yang meminta untuk mengurus cucu-cucu mereka, mungkin karena merasa tidak percaya jika cucunya dirawat orang lain. Jika orangtua tersebut menikmati waktu menjaga cucu-cucunya, maka sah dan boleh-boleh saja, tapi dengan catatan jangalah memanfaatkan hal tersebut. Hal yang perlu diperhatikan adalah jangan merasa memperbudak orangtua, maka haram hukumnya.

“Kalau itu dinikmati oleh orangtua, boleh. Akan tapi yang perlu dipahamkan adalah jangan merasa memperbudak ibu, itu haram,” tegas Buya Yahya.

Jika hal ini sangat dinikmati oleh orangtua maka bukan sebuah kezaliman kepada seorang ibu atau orangtua. Tapi sekali lagi diingatkan dalam hal ini, hati kita tidak boleh menikmatinya.

“Yang paling penting ada di hatimu yaitu jangan sampai menikmati,” sambungnya.

Jika orangtua mengerjakan sesuatu di rumah, janganlah kalian sesekali menikmatinya. Sering-sering meminta maaf kepada mereka dan sadari kalau kedua orangtua itu harus dimuliakan. Berbakti kepada orangtua merupakan salah satu amalan yang paling utama yang diajarkan dalam Islam.

Apabila di sekitar kita adanya unsur perbudakan yang terjadi kepada kedua orangtua, seperti orangtuanya dijadikan baby sitter untuk menjaga anak-anak mereka dengan kata-kata “menitipkan anak” maka perlu hati-hati karena hal ini termasuk durhaka halus kepada orang tua. Sudah sepatutnya kita mengingatkan orang tersebut agar lebih memuliakan orangtuanya.

Buya Yahya dalam tausiahnya menyampaikan sebuah cara yang paling benar ketika ingin mengingatkan sesuatu kepada seseorang, yaitu kita bisa menulis sebuah surat karena kebenaran tidak harus dijawab oleh lisan.

Maka kita bisa mengirimkan surat kepadanya, tanpa adanya alamat yang jelas, sekadar untuk mengingatkan dengan bahasa yang sopan, tujuannya sangat baik, penuh kasih sayang dan cinta. Surat tersebut pun nantinya akan dibaca dan kemudian orang tersebut akan sadar.

Positif Covid, Wakil Bupati Sidoarjo Meninggal Dunia

SIDOARJO(Jurnalislam.com) – Kabar duka datang dari Sidoarjo, dimana Wakil Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Syaifuddin meninggal dunia, Sabtu (22/8/2020) sekitar pukul 15.00 WIB di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sidoarjo.

Diketahui tidak penyakit yang diderita almarhum Wakil Bupati Nur Ahmad Syaifuddin. Sebelumnya Nur Ahmad Syaifuddin dirawat di RSUD Sidoarjo sejak Sabtu pagi (22/8/2020).

Kabar ini dibenarkan Kepala Dinas Kesehatan Sidoarjo, Syaf Satriawarman saat dikonfirmasi.

“Inggih (iya),” kata Syaf saat dikonfirmasi terkait meninggalnyaWakil Ketua DPC PKB Sidoarjo tersebut.

Menurut Syaf, almarhum hari ini menjalani perawatan di rumah sakit. Hanya saja belum ada yang tahu penyakit apa yang diderita almarhum yang juga Plt Bupati Sidoarjo ini.

Berdasarkan hasil swab test, almarhum Nur Ahmad Syaifuddin yang meninggal dunia, Sabtu (22/8/2020) dinyatakan terkonfirmasi positif covid-19. Nur Ahmad tutup usia sekitar pukul 15.00 WIB di RSUD Sidoarjo, Jawa Timur.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Sidoarjo, Syaf Satriawarman saat dikonfirasi menjelaskan, almarhum selama ini enggak ada keluhan sakit. “Kena COVID-19,” katanya, Sabtu petang (22/8/2020).

Sumber: sindonews.com

Puluhan Organisasi Mitra SRPB Jatim Dibekali Pelatihan Covid-19

 MOJOKERTO(Jurnalislam.com) – Sekitar 70 pengurus organisasi mitra Sekber Relawan Penanggulangan Bencana (SRPB) Jatim menghadiri Rakor bersama BPBD Jatim. Mereka berasal dari berbagai organisasi relawan seluruh Jatim, Sabtu (22/8). Kegiatan ini diadakan di Obis Camp, Desa Jatijejer, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto.

 

Acara ini dibuka secara seremonial oleh Koordinator SRPB Jatim Dian Harmuningsih. Para peserta menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dilanjutkan dengan Mars Tangguh. Sebelum acara, para peserta menyantap sarapan pagi dan saling silaturahmi.

 

“Rakor ini diawali dengan pelatihan-pelatihan karena merupakan program lanjutan dari Posko Gabungan di Kodam V Brawijaya lalu,” ungkap Dian.

Pelatihan ini, lanjut Dian, bisa diajarkan kepada anggota-anggota organisasi mitra SRPB Jatim. Diharapkan mereka bisa menyosialisasikan penanganan pandemi Covid-19 kepada masyarakat maupun komunitas-komunitasnya.

 

Ada empat program pelatihan yang diberikan kepada peserta. Di antaranya adalah Kerumunan Massa, Masjid Tangguh, Pasar Tangguh, dan InaRisk. Ada dua kelas yang digelar untuk para peserta. Satu kelas di indoor dan satunya di outdoor. Mereka mengikuti pelatihan ini dengan antusias.

 

“InaRisk sangat penting bagi para pengurus organisasi mitra agar mereka juga mengetahui ancaman bencana di sekitarnya. Termasuk bahaya Covid-19,” ungkap Wawan Kimiawan, pemateri InaRisk.

 

Selain itu, peserta diajari upload kegiatan mereka di InaRisk Personal. Dengan upload ke Aplikasi InaRisk, BNPB bisa mengetahui kegiatan-kegiatan para relawan dalam menghadapi pandemi Covid-19.

 

Sementara, di pelatihan Masjid Tangguh, pemateri Budi Cahyono mengungkapkan betapa susahnya mengatur perilaku masyakarat yang bandel mengahadapi Covid-19. Butuh penyadaran dan sosialisasi terus-menerus yang dilakukan oleh relawan untuk menyadarkan masyarakat yg bandel.

 

Budi juga membuat terobosan penyemprotan disinfektan ke rumah-rumah ibadah cukup dengan WhatsApp. “Cukup di WA, kami 24 jam melayani rumah-rumah ibadah di Pamekasan,” timpalnya.

 

Dengan menggunakan WA, organisasinya bisa memutuskan birokrasi dan aturan yang jlimet. Apalagi, penyemprotan disinfektan sangat urgen bagi rumah-rumah ibadah.

 

Para peserta juga saling sharing pengalaman-pengalaman mereka dalam penanganan Covid-19 di daerah. Berbagai suka duka dialami para relawan dalam menangani Covid-19. Cerita-cerita unik juga muncul dalam sharing ini.(*)