PGRI Tolak Wacana Mendikbud Hapus Pelajaran Sejarah

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI) Prof Dr Unifah Rosyidi mengatakan, pihaknya menolak rencana menghapus pelajaran sejarah di jenjang SMA dan SMK.

“Pelajaran sejarah sangat penting bagi pembentukan peserta didik yang berkarakter baik sesuai jati diri bangsa, sesuai Pancasila dan UUD 1945,” ujar Unifah dalam keterangannya di Jakarta, Ahad (20/9).

Dia menambahkan, pendidikan harus dimaknai dalam pengertian yang lebih luas, yakni pendidikan yang memanusiakan manusia. Pendidikan yang mengedepankan penanaman watak yang baik, budi pekerti sesuai jati diri bangsa, dengan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, berkebhinekaan global, berakar pada sejarah dan budaya bangsa.

Penanaman karakter yang baik meliputi jujur, disiplin, sederhana, kerja keras, berinisiatif, bersedia menerima pendapat orang, mau berbagi dan adil, salah satunya dapat diperoleh dari pelajaran sejarah, karena salah satu fungsi pelajaran sejarah adalah mengembangkan keteladanan dan karakter.

Unifah menjelaskan, pelajaran sejarah berperan penting dalam mengembangkan jati diri bangsa, mengembangkan memori kolektif sebagai suatu bangsa, mengembangkan inspirasi, kreativitas, dan menanamkan nasionalisme yang produktif.

“PB PGRI meminta kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan untuk mengkaji secara cermat penyederhanaan kurikulum 2013 dengan melibatkan para ahli dan mendengarkan aspirasi berbagai pemangku kepentingan pendidikan,” pintanya.

Unifah menambahkan rencana penyederhanaan atau perubahan kurikulum 2013 yang digulirkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, yang salah satu rumusannya di jenjang pendidikan SMA dan SMK akan menghapus pelajaran sejarah, membuat resah dan kekhawatiran banyak pihak.

Pelajaran sejarah berkontribusi penting untuk memberikan pemahaman dan penanaman nilai perjalanan suatu bangsa kepada generasi selanjutnya, sehingga terbentuk watak yang baik dari suatu bangsa.

“Jangan sampai generasi penerus melupakan jati diri dan identitas bangsanya,” imbuh dia.

Sumber: republika.co.id

Diprediksi Penuh Korban Covid, Pemprov DKI Perluas TPU Pondok Rangoon

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Pemprov DKI Jakarta memperluas lahan Tempat Pemakaman Umum (TPU) Pondok Ranggon, Jakarta Timur. Sekitar 13.500 meter persegi luas lahan yang sedang dimatangkan untuk pemakaman jenazah pasien Covid-19.

Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Hari Nugroho mengatakan, berdasarkan permintaan Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta, pihaknya saat ini tengah mematangkan perluasan lahan sekitar 13.500 meter persegi di TPU Pondok Ranggon

“Karena lahan penguburan jenazah Covid-19 di TPU Pondok Ranggon mulai terbatas. Jadi, kami membuka lahan lagi selama luas areanya mencukupi,” ujarnya, Minggu (20/9/2020).

Proses pematangan lahan sudah berlangsung sejak dua bulan lalu dan ditargetkan selesai pekan ini. Menurutnya, pengerjaan pematangan lahan mengerahkan alat berat.

Alat berat ini melakukan proses cut and fill atau menjadikan permukaan tanah menjadi lebih rata sehingga memudahkan proses penggalian penguburan jenazah. “Kondisinya kan kayak gundukan gitu ya kita ratakan dulu untuk memudahkan penggalian,” kata Hari.

Pada 31 Agustus 2020 lahan TPU Pondok Ranggon hanya bisa menampung 1.100 jenazah Covid-19. Berdasarkan informasi dari Komandan Regu PJLP TPU Pondok Ranggon, Nadi, ini dikhawatirkan akhir bulan depan sudah tidak ada lagi lahan yang tersisa.

Saudi Siapkan Aturan Umrah di Masa Pandemi

SAUDI(Jurnalislam.com)–Kerajaan Arab Saudi sedang mempersiapkan penyelenggaraan umrah di masa pandemi Covid-19. Kebijakan ini merupakan kelonggaran kebijakan yang semula menutup wilayah negara tersebut secara total.

Dengan adanya pelonggaran ini, diprediksi penyelenggaraan ibadah sunnah ini akan mewajibkan pesertanya untuk memiliki keterangan bebas Covid-19 dari lembaga kesehatan profesional dan diakui pemerintah.

Persyaratan ini menjadi fokus Kerajaan Arab Saudi agar masyarakat di sana terbebas dari pandemi. Dengan adanya keterangan bebas Covid-19, pengunjung akan dibolehkan masuk wilayah Kerajaan Arab Saudi.

Umrah juga akan dibuka. Pertama adalah untuk warga dalam negeri. Kemudian diikuti warga negara asing secara terbatas.

Isu ini menjadi pembicaraan komite gabungan yang terdiri dari kementerian haji dan umrah, kementerian kesehatan, presidensi umum dua masjid suci (arriasah al ammah lil masjidil haram wan nabawi) , dan keamanan publik (al-baladiyah), sebagaimana diberitakan Argaam pada Jumat (18/9).

Komite juga merekomendasikan peluncuran platform atau aplikasi baru. Dalam aplikasi tersebut, jamaah umrah dapat mengajukan permintaan kunjungan umrah. Juga mendapatkan berbagai informasi mengenai dua kota suci (Makkah dan Madinah) dengan segala situs suci di dalamnya.

Saat mengajukan kunjungan, peziarah diwajibkan telah mengantongi laporan medis, yang menunjukkan mereka bebas dari Covid-19.

 

sumber: republika.co.id

Pendaftaran Anggota BWI Diperpanjang

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Badan Wakaf Indonesia (BWI) membuka pendaftaran untuk calon anggota BWI periode 2020-2023. Pendaftaran yang awalnya dimulai pada 1 hingga 18 September, kini diperpanjang hingga 30 September 2020.

“Berkas lamaran dikirim ke Panitia Seleksi BWI di Gedung Bayt Alquran lantai 2 Jalan Pintu Utama TMII, sampai 30 September 2020, pukul 15.00 WIB,” kata BWI dalam siaran persnya, Jumat (18/9).

Bagi peserta yang sudah mengirim dokumen dan belum lengkap dapat melengkapinya paling lambat 30 September 2020. Panitia memberikan dispensasi bagi peserta untuk melengkapi dokumen dan membawanya saat wawancana dan diserhakan kepada sekretariat Tim Panitia Seleksi (Pansel).

Sejumlah persyaratan harus dipenuhi calon anggota BWI. Salah satunya berusia minimal 40 tahun maksima 65 tahun.

“Calon anggota juga harus mempunyai komitmen tinggi pada pengembangan perwakafan nasional,” ungkapnya.

Luhut Akan Tentukan Aturan Main Pilkada di Masa Pandemi

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Pemilihan Kepala Daerah (pilkada) serentak 2020, akan tetap dilakukan pada Desember mendatang meski di tengah pandemi. Namun, untuk bisa meminimalisasi risiko penularan Covid-19, pemerintah akan mengeluarkan aturan main.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaiatan mengatakan, sejauh ini langkah pencegahan penularan juga sudah dirumuskan oleh stakeholder terkait. Hanya saja, kata Luhut, ada beberapa waktu dimana risiko penularan tinggi, maka pemerintah perlu mengeluarkan aturan main.

“Kami sudah bicara, sejauh ini langkah antisipasi sudah disiapkan. Tapi kan itu tanggal 23 ada acara pengumuman paslon. Ini yang kita mau waspadai,” ujar Luhut dalam konferensi pers virtual, Jumat (19/8).

Luhut mengatakan, jangan sampai momen Pilkada ini malah menjadi potensi kluster baru. Ia mengatakan bisa saja kampanye dilakukan dalam ruangan dengan jumlah yang terbatas. Namun, itu hanya salah satu usulan.

“Nanti detailnya akan kami umumkan sebelum tanggal 23 esok,” ujar Luhut.

Ketua Satgas Covid-19 Doni Monardo pun memastikan, bahwa serangkaian pilkada tetap dijalankan mengikuti protokol Covid-19. Ia pun memastikan akan menindak tegas para pendukungan pasangan calon yang memang melanggar protokol covid-19.

“Beberapa waktu kemarin banyak juga ada kerumunan. Tapi pihak yang berwenang sudah memberikan teguran. Ini akan kami tingkatkan pengawasannya,” ujar Doni dalam kesempatan yang sama.

Disatu sisi, kata Doni kelancaran pelaksanaan pilkada perlu dukungan semua pihak. Dia mengimbau para pasangan calon dan stakeholder terkait di daerah bisa turut membantu menegakan protokol kesehatan. “Kami mengimbau semua pihak di daerah bisa bekerjasama dalam hal ini,” ucap Doni.

Sumber: republika.co.id

Hadapai Pandemi, Jokowi Ajak Masyarakat Indonesia Istigfar, Tobat, dan Sedekah

JAKARTA(Jurnalislam.com)—Presiden Indonesia Joko Widodo meminta masyarakat bersatu dan bersungguh-sungguh menghadapi pandemic covid-19.

Ia meminta masyarakat melakukan ikhtiar zahir seperti menjaga pola hidup bersih dan sehat, mengikuti protokol kesehatan dengan mengenakan masker, menjaga jarak, dan rajin mencuci tangan.

Namun, ia juga menyerukan agar masyarakat melakukan ikhtiar batin.

“Adapun ikhtiar batin adalah memperbanyak zikir, istighfar, dan taubat kepada Allah, memperbanyak infak dan sedekah terutama saat ini, ketika banyak saudara kita yang kehilangan pekerjaan, banyak yang memerlukan bantuan,” kata Jokowi, Jumat (18/9/2020).

Ia mengajak warga untuk berdoa agar Allah SWT segera mengangkat wabah Covid-19 dari bumi Indonesia,

“Sekaligus menyelamatkan bangsa dan negara serta menjadikan Indonesia menjadi bangsa yang maju di bawah ampunan dan ridaNya,” pungkasnya.

Trump Janjikan April 2021 Vaksin Corona Sudah Dibagikan

WASHINGTON(Jurnalislam.com) – Presiden Donald Trump mengatakan Amerika Serikat (AS) akan menghasilkan cukup dosis vaksin virus Corona untuk setiap warga Amerika pada bulan April dan setidaknya 100 juta dosis sebelum tahun ini berakhir.

“Ratusan juta dosis akan tersedia setiap bulan dan kami berharap memiliki cukup vaksin untuk setiap warga Amerika pada bulan April dan sekali lagi saya akan mengatakan bahkan pada tahap selanjutnya, pengiriman akan secepatnya,” kata Trump kepada wartawan selama konferensi pers di Gedung Putih seperti dikutip dari The Hill, Sabtu (19/9/2020)

Time line Trump untuk vaksin Covid-19 yang didistribusikan secara luas bertentangan dengan perkiraan yang lebih bijaksana dari Direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Robert Redfield bahwa vaksin kemungkinan tidak akan tersedia secara luas hingga kuartal kedua atau ketiga tahun 2021.

“Jika Anda bertanya kepada saya kapan itu akan tersedia secara umum untuk publik Amerika sehingga kita dapat mulai memanfaatkan vaksin untuk kembali ke kehidupan biasa kita, saya pikir kita mungkin melihat di urutan ketiga … detik akhir kuartal, kuartal ketiga 2021,” kata Redfield kepada anggota parlemen Rabu lalu.

Ia mengatakan vaksin dapat tersedia tahun ini dalam “persediaan yang sangat terbatas”

Sumber: sindonews.com

Wamenag: Sertifikasi Diganti Jadi Penguatan Kompetensi Penceramah

JAKARTA(Jurnalislam.com)— Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi menegaskan tidak perlu ada lagi polemik tentang penceramah bersertifikat. Hal ini ditegaskan Wamenag usai merilis Program Penguatan Kompetensi Penceramah Agama, di Jakarta.

“Kami ingin meluruskan atau mengklarifkasi bahwa nama program ini adalah Penguatan Kompetensi Penceramah Agama,” kata Wamenag, Jumat (18/09).

Sebelumnya, menurut Wamenag telah beredar diksi dai atau penceramah bersertifikat. “Berdasarkan masukan dan arahan dari berbagai pihak, program ini namanya adalah Penguatan Kompetensi Penceramah Agama,” sambung Wamenag.

Penetapan nama program ini menurut Wamenag sekaligus menghindari polemik dan pendapat yang saling menegasikan.

“Kami ingin keluar dari polemik tersebut. Dalam kaidah disebut, al khuruj minal khilaf mustahab. Kami ingin keluar dari polemik itu, sehingga kami bersepakat dengan nama program Penguatan Kompetensi Penceramah Agama,” tegas Wamenag.

Program Penguatan Kompetensi Penceramah Agama ini menurut Wamenag bersifat sukarela dan akan dilakukan bagi seluruh agama. “Saat ini ada 53 ormas keagamaan yang telah mengikuti. Dan kami tetap membuka diri bagi ormas-ormas lain yang ingin bergabung,” tutup Wamenag.

 

Di Tengah Pandemi, Guru Meraih Prestasi Gemilang Kancah Nasional

SURAKARTA(Jurnalislam.com)–Masa pandemi covid-19 menorehkan prestasi gemilang di kancah nasional. Kabar gembira tersebut datang dari guru Fisika SMP Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta, Nurul Fitria (33). Pasalnya, delapan prestasi kejuaraan yang sebagian besar tingkat nasional dan 200 sertifikat pelatihan atau seminar berhasil dikumpulkan.

Nurul Fitria ketika ditemui media (18/9) mengungkapkan banyak keberuntungan yang ia peroleh selama pandemi covid-19.

“Selama pandemi, saya sudah menghasilkan delapan prestasi dari cabang akademik dan non akademik perlombaan yang sebagian besar tingkat nasional. Selain itu, sertifikat pelatihan dan seminar sudah terkumpul 200-an,” ungkapnya di sela-sela mengajar secara daring.

Prestasi yang berhasil dibawa pulang Nurul antara lain, medali emas Kompetisi Sains Nasional IPA, medali perak Kompetisi Nasional Astronomi, medali perak Kompetisi Hardiknas Fisika Nasional, Honorable Mention Olimpiade Matematika Guru, medali perunggu IPA POSI Propinsi, medali perunggu Try out Online IPA, medali Perunggu Kompetisi Kebumian Tingkat Umum, dan Juara 3 Tilawah Online.

Guru muslimah yang lahir 17 Mei 1988 tersebut juga merupakan pengajar ekstrakurikuler karya ilmiah remaja mengakui bahwa sebelum pandemi, informasi kegiatan perlombaan jarang ia dapatkan. Namun, kini informasi tentang penyelenggaraan perlombaan online dan pelatihan online malah sering diperoleh. Informasi tersebut datang dari whats up group (WAG) dan informasi teman. Berdalih ingin memberikan keteladanan kepada siswanya maka ia berusaha sungguh-sungguh untuk mengikuti semua kegiatan tersebut.

Guru yang hobi bidang astronomi itu pun merasa tertantang saat menjadi guru saat pandemi seperti ini. Menurutnya, kondisi pandemi memberikan tantangan kepada guru untuk terus belajar dan meningkatkan kemampuan mengajar. Saat ini guru harus dan diharuskan untuk melibatkan teknologi dan informasi (IT) dalam setiap kegiatan pembelajaran dari membuat e-modul, video pembelajaran di youtubeupload materi ke web learning sekolah, menggelar video conference, dan membuat game-game online edukasi.

“Pandemi menjadi tantangan sendiri bagi saya untuk terus belajar dan berkarya dalam kegiatan pembelajaran,” ungkapnya.

Nurul berharap kegiatan pelatihan online dan perlombaan online tetap dilaksanakan meskipun pandemi sudah berakhir. Karena teknologi memberikan motivasi besar untuk mengembangkan soft skill menjadi guru professional.

“Saya bersyukur bisa mendapatkan pencapaian prestasi ini. Ke depan melalui teknologi, saya ingin memberikan yang terbaik pada pendidikan di tanah air tercinta,” tandasnya.

Yayasan Nusa Karya Insani Berbagi Nasi Jumat Berkah

SERANG (Jurnalislam.com)–Pemuda Hijrah Banten yang dinaungi Yayasan Nusa Karya Insani menggelar aksi Berbagi Nasi Jumat Berkah.

Aksi bagi-bagi nasi bungkus kepada para pemulung,musafir, tukang ojek, dan masyarakat sekitar yang membutuhkan ini digelar pada Jumat (19/9/2020) bertempat di Kantor Yayasan Nusa Karya Insani atau yang lebih dikenal dengan Dapoer Kreatif.

Kordinator acara Tian Munggaran mengungkapkan bahwa kegiatan ini dilakukan untuk saling berbagi kepada masyarakat sekitar, khususnya diharapkan dapat mengurangi beban masyarakat karena dampak diadakannya PSBB kembali dikota Serang.

Ia menambahkan bahwa citra pemuda hijrah dengan style seperti berjenggot, celana cingkrang, dll tidak diidentikkan dengan tudingan tertentu.

“Dan kami melakukan ini agar mendapatkan keberkahan dan ridha Allah dan semoga kedepannya berbagi Nasi Jumat berkah ini bisa rutin dilaksanakan. Tambah Tian kepada Jurnalislam.com.

Ahmad, warga yang berprofesi sebagai ojek online ini merasa terbantu dengan kegiatan ini.

Alhamdulillah dengan adanya kegiatan berbagi nasi bungkus ini sangat membantu untuk saya pribadi, saya bisa menyisihkan penghasilan untuk keluarga dirumah, terima kasih,” pungkasnya.

reporter: muhammad dyan