Angka Kematian Global Akibat Corona Tembus 1 Juta Korban

PARIS(Jurnalislam.com) – Jumlah kematian global akibat virus corona baru (Covid-19), yang muncul kurang dari setahun yang lalu di China dan telah melanda seluruh dunia, melampaui satu juta pada hari Minggu.

Pandemi telah merusak ekonomi global, mengobarkan ketegangan geopolitik dan meningkatkan kehidupan, dari daerah kumuh India, hutan Brasil hingga kota terbesar di Amerika; New York.

Olahraga dunia, hiburan live, dan perjalanan internasional terhenti karena penggemar, penonton, dan turis dipaksa untuk tinggal di rumah, dan tetap di dalam dengan langkah-langkah ketat yang diberlakukan untuk mengekang penyebaran virus.

Pengendalian drastis yang menempatkan separuh umat manusia—lebih dari 4 miliar orang—di bawah beberapa bentuk penguncian pada bulan April pada awalnya memperlambat langkahnya, tetapi karena pembatasan dikurangi, kasus-kasus telah melonjak lagi.

Pada hari Minggu (227/9/2020), pukul 22.30 malam GMT, penyakit itu telah merenggut 1.000.009 korban dari 33.018.877 kasus infeksi yang tercatat. Data ini merupakan penghitungan AFP yang menggunakan sumber resmi.

Amerika Serikat memiliki jumlah kematian tertinggi dengan lebih dari 200.000 kematian diikuti oleh Brasil, India, Meksiko, dan Inggris.

Bagi pengemudi truk Italia, Carlo Chiodi, sosok-sosok suram itu termasuk kedua orang tuanya, yang katanya meninggal dalam beberapa hari secara berurutan.

Sumber: republika.co.id

IIBF: Hidayatullah Miliki Modal Cukup Mencetak 10.000 Wirausaha

 JAKARTA (Jurnalislam.com)– President of Indonesian Islamic Business Forum (IIBF) Happy Trenggono menilai Hidayatullah sangat siap melahirkan 10 ribu wirausaha dengan modal soliditas dengan dengan kesatuan pandangan yang sama dan diikat dalam satu keluarga yang sama.

 

Bahkan menurutnya jumlah yang ditargetkan tersebut sejatinya masih terlalu kecil jika melihat potensi yang ada. Namun, dia mengingatkan, mentalitas atau karakter menjadi penentu tercapainya harapan tersebut.

 

“Kaya miskin itu soal karakter, bukan urusan apa yang anda miliki hari ini. Ini abstrak tapi sebenarnya ini adalah tugas semua pemimpin. Tugas utama pemimpin adalah membangun karakter. Hanya saja, untuk membangun karakter anda harus berkarakter dulu,” kata Heppy pada Webinar Series 03 – Pra Munas V Hidayatullah bertajuk “Mencetak 10.000 Wirausahawan Mandiri dan Berdaya Guna” seperti dilansir kanal Youtube Hidayatullah ID, Sabtu (27/9/2020).

 

Dia mengutarakan, Indonesia memang memiliki masa lalu kelam yang pernah dijajah ratusan tahun yang turut mempengaruhi mentalitas kita sebagai sebuah bangsa. Tetapi itu bukan alasan bahwa kita tidak bisa membangun. Lantas, bagaimana kita memulai. Menurut Heppy, banyak sekali yang bisa kita mulai.

 

“Kalau bicara Indonesia, saya berharap Indonesia bisa berubah dengan satu orang. Tetapi itu kan tidak bisa ditunggu. Nah solusinya, bagaimana kita mulai membangun dari bawah,” kata Heppy.

 

Heppy mengatakan, bangsa ini memang menunggu seorang pemimpin yang membangun karakternya. Sebetulnya, kata dia, Sukarno memahami itu tapi Bung Karno dengan tantangannya tersendiri yang berjuang dari negara yang terjajah dan berdiri menjadi sebuah negara.

 

“Jadi eranya Bung Karno era politik. Perhatian beliau bagaimana politik luar negeri dan sebagainya. Tetapi beliau membangun karakter,” imbuhnya.

 

Heppy menilai mencetak 10.000 pengusaha bagi Hidayatullah menurutnya adalah hal yang realistis namun bukan berarti tanpa rintangan, apalagi masa seperti saat sekarang ini dimana pandemi masih menyeruak.

 

Di sisi lain data pengganggurana saat ini juga meningkat. Heppy menyebut, berdasarkan data Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, jumlah pengangguran sudah bertambah lebih dari 10 juta orang akibat pandemi Covid-19. Bahkan Kadin memprediksi setidaknya ada 5 juta pengangguran baru bila Indonesia benar-benar masuk ke jurang resesi.

 

“Kita tidak menuju krisis, nggak, kita sedang krisis. Kita bicara krisis sejak tahun lalu. Saya tidak menyangka akan ada pandemi yang kemudian mempercepat krisis ini,” imbuhnya.

 

Dampak krisis ini rupanya sangat terasa tak terkecuali bagi pemain bisnis besar. Tak ayal, kini sudah ditemukan penjualan starbucks keliling, KFC turun ke jalan, Pizza Hut turun ke jalan.

 

Ha ini terjadi ketika ada terjadi krisis ekonomi. Krisis ekonomi itu karena menurunnya daya beli. Daya beli menurun, ekonomi tidak berputar pada satu titik, barang menjadi langka, suplai langka, bank macet, terjadi PHK, dan seterusnya.

 

Tapi ternyata, kata Heppy, teori ini disampaikan, ketika atmosfer itu menjadi tipis, bukan berarti habis. Tetapi yang besar besar memang gelagapan tapi yang kecil d bawah masih terjadi putaran ekonomi dan masih ada spending dari masyarakat.

 

“Itulah makanya kenapa Starbucks, Pizza Hut, KFC itu merubah target marketnya ke jalan jalan karena di sana masih ada duit,” ungkapnya.

 

Heppy mengatakan hal ini penting dia utarakan untuk kita pahami karena kita menguasai itu sebetulnya.

 

“Ini saya ingin perlihatkan, penjualan Unilever dan Alfamart meningkat di tengah krisis. Mereka tumbuh, jadi tidak semua perusahaan besar berguguran. Pertanyaan menariknya, siapa yang membuat itu tumbuh,” tukasnya.

 

Diketahui, laporan kinerja keuangan Perseroan untuk kuartal I 2020 PT Unilever Indonesia tetap kuat di masa krisis. Unilever Indonesia mencatat pertumbuhan penjualan 4,6% dan laba bersih 6,5% di kuartal I 2020.

 

Pertumbuhan penjualan Unilever ini didorong oleh pertumbuhan penjualan domestik sebesar 4,4% serta pertumbuhan penjualan ekspor sebesar 9,0%. Perseroan juga mencatat laba bersih di kuartal I 2020 sebesar Rp1,8 triliun, tumbuh sebesar 6,5% dibandingkan dengan periode yang sama di 2019.

Ikhtiar Ormas Islam Majukan Ekonomi Umat

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Di saat sejarah internet Indonesia baru dimulai pada awal tahun 1990-an dan protokol Internet (IP) pertama dari Indonesia, UI-NETLAB (192.41.206/24) didaftarkan pada 24 Juni 1988, pendiri Hidayatullah almarhum Abdullah Said ternyata sudah punya visi ke depan tentang e-commerce, maketplace dan juga retail serta konsep home industry.

 

Hal itu diungkapkan Dewan Penasehat Aosiasi Pengusaha Hidayatullah (APHIDA) Asih Subagyo.

Dalam bidang ekonomi, kata Asih, obsesi Abdullah Said adalah membangkitkan perekonomian masyarakat ekonomi lemah dengan mencarikan dan memberikan pinjaman kepada para pedagang kaki lima dan santri santri yang mempunyai kecenderungan untuk berdagang.

 

“Pernyataan ini sampaikan tahun 1990 yang ketika itu belum ada e-commerce dan marketpalce tapi arahnya ke sana. Tapi problemnya, kami ini sebagai pendamping beliau gak paham. Pemimpin itu pasti mempunyai bashirah yang tajam dan ini yang beliau lakukan,” kata Asih pada Webinar Series 03 – Pra Munas V Hidayatullah bertajuk “Mencetak 10.000 Wirausahawan Mandiri dan Berdaya Guna” seperti dilansir kanal Youtube Hidayatullah ID, Sabtu (27/9/2020).

 

“Beliau juga berkeinginan membuat super market yang menyediakan segala macam kebutuhan. Dalam salah satu ceramahnya beliau berguyon, toko ini menjual terasi hingga helikopter tersedia dengan sistem pesan antar. Pesan di malam hari, pagi harinya diantarkan oleh petugas,”  ujarnya.

 

Hal ini tidak saja saling menguntungkan, namun juga sebagai sebuah cara untuk menerbitkan hukum sehingga kaum wanita tidak perlu jauh jauh keluar rumah untuk memenuhi kebutuhan rumah tangganya. Obsesi Abdullah Said tersebut kini telah menjadi kenyataan dengan mulai menjamurnya ecommerce, marketplace dan UKM-UB termasuk konsep bisnis halal food dan indsutri rumah tangga.

 

“Dan produksinya, dari terasi sampai helikopter. Artinya, semua industri ini mesti digeluti oleh kader Hidayatullah. Kesadaran ini yang belum tertanam di kita. Bisnis Islam itu bukan hanya herbal dan bekam, beliau memyampaikan dari terasi sampai helikopter, kan dahsyat,” kata Asih.

 

Di samping itu Abdullah Said juga menginginkan agar kita memproduksi sendiri bahan bahan makanan dengan tujuan menyediakan lapangan kerja dan untuk menghilangkan keraguraguan terhadap produk produk makanan yang ada.

 

Asih menukil dalam sebuah kesempatan kuliah umum malam Jum’at, 25 Maret 1990, Abdullah Said menyampaikan bahwa, “kita harus kaya dan kaya, namun bukan untuk pribadi tetapi untuk lembaga. Karena yang kita pikirkan adalah seluruh dunia, bagaimana mengislamkan peradadaban sekarang”.

 

“Spirit ini yang seharusnya kita jaga. Tidak sekedar dijaga tapi juga diimplementasikan. Kita sudah punya Hidayatullah Incorporated meliputi ekonomi lembaga, ekonomi ummat dan ekonomi sosial,” pungkasnya.

Kisah Imam Malik dan Khalifah

Oleh: Andika Pratama

Dalam sebuah kunjungan ke kota Madinah, Khalifah Bani Abbasiyyah, Harun Al Rasyid (penguasa saat itu), tertarik mengikuti ceramah al muwatta’ (himpunan hadits) yang diadakan Imam Malik. Untuk hal ini, khalifah mengutus orang memanggil Imam.

Namun Imam Malik memberikan nasihat kepada Khalifah Harun, ”Rasyid, leluhur Anda selalu melindungi pelajaran hadits. Mereka amat menghormatinya. Bila sebagai khalifah Anda tidak menghormatinya, tak seorang pun akan menaruh hormat lagi. Manusia yang mencari ilmu, sementara ilmu tidak akan mencari manusia.”

Sedianya, khalifah ingin agar para jamaah meninggalkan ruangan tempat ceramah itu diadakan. Namun, permintaan itu tak dikabulkan Imam Malik. ”Saya tidak dapat mengorbankan kepentingan umum hanya untuk kepentingan seorang pribadi.” Sang khalifah pun akhirnya mengikuti ceramah bersama dua putranya dan duduk berdampingan dengan rakyat kecil.

Imam Malik yang bernama lengkap Abu Abdullah Malik bin Anas bin Malik bin Abi Amir bin Amr bin Haris bin Gaiman bin Kutail bin Amr bin Haris al Asbahi, lahir di Madinah pada tahun 712 M dan wafat tahun 796 M. Berasal dari keluarga Arab terhormat, berstatus sosial tinggi, baik sebelum maupun sesudah datangnya Islam. Tanah asal leluhurnya adalah Yaman, namun setelah nenek moyangnya menganut Islam, mereka pindah ke Madinah. Kakeknya, Abu Amir, adalah anggota keluarga pertama yang memeluk agama Islam pada tahun 2 H. Saat itu, Madinah adalah kota ilmu yang sangat terkenal.

Kakek dan ayahnya termasuk kelompok ulama hadits terpandang di Madinah. Karenanya, sejak kecil Imam Malik tak berniat meninggalkan Madinah untuk mencari ilmu. Ia merasa Madinah adalah kota dengan sumber ilmu yang berlimpah lewat kehadiran ulama-ulama besarnya.

Kendati demikian, dalam mencari ilmu Imam Malik rela mengorbankan apa saja. Menurut satu riwayat, sang imam sampai harus menjual tiang rumahnya hanya untuk membayar biaya pendidikannya. Menurutnya, tak layak seorang yang mencapai derajat intelektual tertinggi sebelum berhasil mengatasi kemiskinan. Kemiskinan, katanya, adalah ujian hakiki seorang manusia.

Karena keluarganya ulama ahli hadits, maka Imam Malik pun menekuni pelajaran hadits kepada ayah dan paman-pamannya. Kendati demikian, ia pernah berguru pada ulama-ulama terkenal seperti Nafi’ bin Abi Nuaim, Ibnu Syihab az Zuhri, Abul Zinad, Hasyim bin Urwa, Yahya bin Said al Anshari, dan Muhammad bin Munkadir. Gurunya yang lain adalah Abdurrahman bin Hurmuz, tabi’in ahli hadits, fikih, fatwa dan ilmu berdebat; juga Imam Jafar Shadiq dan Rabi Rayi.

Dalam usia muda, Imam Malik telah menguasai banyak ilmu. Kecintaannya kepada ilmu menjadikan hampir seluruh hidupnya diabdikan dalam dunia pendidikan. Tidak kurang empat khalifah, mulai dari Al Mansur, Al Mahdi, Hadi Harun, dan Al Ma’mun, pernah jadi murid Imam Malik. Ulama besar, Imam Abu Hanifah dan Imam Syafi’i pun pernah menimba ilmu dari Imam Malik. Belum lagi ilmuwan dan para ahli lainnya. Menurut sebuah riwayat disebutkan murid terkenal Imam Malik mencapai 1.300 orang.

Ciri pengajaran Imam Malik adalah disiplin, ketentraman, dan rasa hormat murid kepada gurunya. Prinsip ini dijunjung tinggi olehnya sehingga tak segan-segan ia menegur keras murid-muridnya yang melanggar prinsip tersebut. Pernah suatu kali Khalifah Mansur membahas sebuah hadits dengan nada agak keras. Sang imam marah dan berkata, ”Jangan melengking bila sedang membahas hadits Nabi.”

Ketegasan sikap Imam Malik bukan sekali saja. Berulangkali, manakala dihadapkan pada keinginan penguasa yang tak sejalan dengan aqidah Islamiyah, Imam Malik menentang tanpa takut risiko yang dihadapinya. Salah satunya dengan Ja’far, gubernur Madinah.

Suatu ketika, gubernur yang masih keponakan Khalifah Abbasiyah, Al Mansur, meminta seluruh penduduk Madinah melakukan bai’at (janji setia) kepada khalifah. Namun, Imam Malik yang saat itu baru berusia 25 tahun merasa tak mungkin penduduk Madinah melakukan bai’at kepada khalifah yang mereka tak sukai.

Ia pun mengingatkan gubernur tentang tak berlakunya bai’at tanpa keikhlasan seperti tidak sahnya perceraian paksa. Ja’far meminta Imam Malik tak menyebarluaskan pandangannya tersebut, tapi ditolaknya. Gubernur Ja’far merasa terhina sekali. Ia pun memerintahkan pengawalnya menghukum dera Imam Malik sebanyak 70 kali. Dalam kondisi berlumuran darah, sang imam diarak keliling Madinah dengan untanya. Dengan hal itu, Ja’far seakan mengingatkan orang banyak, ulama yang mereka hormati tak dapat menghalangi kehendak sang penguasa.

Namun, ternyata Khalifah Mansur tidak berkenan dengan kelakuan keponakannya itu. Mendengar kabar penyiksaan itu, khalifah segera mengirim utusan untuk menghukum keponakannya dan memerintahkan untuk meminta maaf kepada sang imam.

Untuk menebus kesalahan itu, khalifah meminta Imam Malik bermukim di ibukota Baghdad dan menjadi salah seorang penasihatnya. Khalifah mengirimkan uang 3.000 dinar untuk keperluan perjalanan sang imam. Namun, undangan itu pun ditolaknya. Imam Malik lebih suka tidak meninggalkan kota Madinah. Hingga akhir hayatnya, ia tak pernah pergi keluar Madinah kecuali untuk berhaji.

Pengendalian diri dan kesabaran Imam Malik membuat ia ternama di seantero dunia Islam. Pernah semua orang panik lari ketika segerombolan Kharijis bersenjatakan pedang memasuki masjid Kuffah. Tetapi, Imam Malik yang sedang shalat tanpa cemas tidak beranjak dari tempatnya.

Mencium tangan khalifah apabila menghadap di baliurang sudah menjadi adat kebiasaan, namun Imam Malik tidak pernah tunduk pada penghinaan seperti itu. Sebaliknya, ia sangat hormat pada para cendekiawan, sehingga pernah ia menawarkan tempat duduknya sendiri kepada Imam Abu Hanifah yang mengunjunginya.

 


Dari Al Muwatta’ Hingga Madzhab Maliki

Al Muwatta’ adalah kitab fikih berdasarkan himpunan hadits-hadits pilihan. Santri mana yang tak kenal kitab yang satu ini. Ia menjadi rujukan penting, khususnya di kalangan pesantren dan ulama kontemporer. Karya terbesar Imam Malik ini dinilai memiliki banyak keistimewaan. Ia disusun berdasarkan klasifikasi fikih dengan memperinci kaidah fikih yang diambil dari hadits dan fatwa sahabat.

Menurut beberapa riwayat, sesungguhnya Al Muwatta’ tak akan lahir bila Imam Malik tidak ‘dipaksa’ Khalifah Mansur. Setelah penolakan untuk ke Baghdad, Khalifah Al Mansur meminta Imam Malik mengumpulkan hadits dan membukukannya. Awalnya, Imam Malik enggan melakukan itu. Namun, karena dipandang tak ada salahnya melakukan hal tersebut, akhirnya lahirlah Al Muwatta’. Ditulis di masa Al Mansur (754-775 M) dan baru selesai di masa Al Mahdi (775-785 M).

Dunia Islam mengakui Al Muwatta’ sebagai karya pilihan yang tak ada duanya. Menurut Syah Walilullah, kitab ini merupakan himpunan hadits paling shahih dan terpilih. Imam Malik memang menekankan betul terujinya para perawi. Semula, kitab ini memuat 10 ribu hadits.

Namun, lewat penelitian ulang, Imam Malik hanya memasukkan 1.720 hadits. Kitab ini telah diterjemahkan ke dalam beberapa bahasa dengan 16 edisi yang berlainan. Selain Al Muwatta’, Imam Malik juga menyusun kitab Al Mudawwanah al Kubra, yang berisi fatwa-fatwa dan jawaban Imam Malik atas berbagai persoalan.

Imam Malik tak hanya meninggalkan warisan buku. Ia juga mewariskan mazhab fikih di kalangan Islam Sunni, yang disebut sebagai Mazhab Maliki. Selain fatwa-fatwa Imam Malik dan Al Muwatta’, kitab-kitab seperti Al Mudawwanah al Kubra, Bidayatul Mujtahid wa Nihaayatul Muqtashid (karya Ibnu Rusyd), Matan ar Risalah fi al Fiqh al Maliki (karya Abu Muhammad Abdullah bin Zaid), Asl al Madarik Syarh Irsyad al Masalik fi Fiqh al Imam Malik (karya Shihabuddin al Baghdadi), dan Bulgah as Salik li Aqrab al Masalik (karya Syeikh Ahmad as Sawi), menjadi rujukan utama mazhab Maliki.

Di samping sangat konsisten memegang teguh hadits, mazhab ini juga dikenal amat mengedepankan aspek kemaslahatan dalam menetapkan hukum. Secara berurutan, sumber hukum yang dikembangkan dalam Mazhab Maliki adalah Al-Qur’an, Sunnah Rasulullah SAW, amalan sahabat, tradisi masyarakat Madinah (amal ahli al Madinah), qiyas (analogi), dan al maslahah al mursalah (kemaslahatan yang tidak didukung atau dilarang oleh dalil tertentu).

Mazhab Maliki pernah menjadi mazhab resmi di Mekah, Madinah, Irak, Mesir, Aljazair, Tunisia, Andalusia (kini Spanyol), Marokko, dan Sudan. Kecuali di tiga negara yang disebut terakhir, jumlah pengikut mazhab Maliki kini menyusut. Mayoritas penduduk Mekah dan Madinah saat ini mengikuti Mazhab Hanbali. Di Iran dan Mesir, jumlah pengikut Mazhab Maliki juga tidak banyak. Hanya Marokko saat ini satu-satunya negara yang secara resmi menganut Mazhab Maliki.

 

 

 

 

 

 

Serikat Buruh Ancam Mogok Jika RUU Omnibus Law Dilanjut

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) berencana melakukan aksi besar besaran untuk menolak Omnibus Law RUU Cipta Kerja. Aksi ini disiapkan apabila DPR RI sampai mengubah atau mengurangi pasal-pasal dalam UU nomor 13 tahun 2003 Ketenagakerjaan dengan RUU Ciptaker.

Presiden KSPI Said Iqbal mengungkapkan aksi melibatkan ratusan ribu. “Aksi ini akan dilakukan secara begelombang setiap hari di DPR RI dan DPRD di seluruh Indonesia. KSPI bersama 32 konfederasi dan federasi yang lain sedang mempertimbangkan untuk melakukan mogok nasional sesuai mekanisme konstitusi,” kata Iqbal saat dikonfirmasi Ahad (27/9).

Iqbal mengklaim, berbagai elemen juga masyarakat akan bergabung dengan aksi buruh. Berbagai elemen juga siap untuk melakukan aksi bersama adalah mahasiswa, petani, nelayan, masyarakat sipil, masyarakat adat, penggiat lingkungan hidup, penggiat HAM, dan lain-lain.

Bahkan, Iqbal menambahkan KSPI bersama 32 konfederasi dan federasi yang lain sedang mempertimbangkan untuk melakukan mogok nasional sesuai mekanisme konstitusi. Iqbal menyoroti DPR yang sejak Jumat kemarin (25/9), hungga Sabtu (26/9), melakukan pembahasan omnibus law RUU Cipta Kerja untuk klaster ketenagakerjaan pasal demi pasal.

Ia menyebutkan dua alasan buruh akan melakukan aksi besar-besaran dan mengancam mogok. Pertama, jika dalam beberapa hari ke depan KSPI, KSPSI AGN, dan 32 federasi lain melihat pembahasan pasal demi pasal tidak mengakomodir kepentingan kaum buruh.

Kedua, jika pembahasan dilakukan dengan sistem kejar tayang untuk memenuhi tenggat waktu 8 Oktober 2020. Karena itu, KSPI mendesak DPR RI untuk segera menghentikan pembahasan klaster ketenagakerjaan dan tidak mempunyai target waktu atau kejar tayang dalam melakukan pembahasan omnibus law RUU Cipta Kerja.

Sumber: republika.co.id

 

Menuju Kemandirian Ekonomi Bangsa dengan Membangun Karakter

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Hingga kini ekonomi bangsa masih tertinggal bahkan dilampaui oleh sejumlah negara Asean. Pada 1958, pemerintah pernah menerbitkan UU Nomor 86 tentang nasionalisasi perusahaan asing di Indonesia namun sayangnya hal itu tetap tak membuahkan hasil signifikan.

President of Indonesian Islamic Business Forum (IIBF) Happy Trenggono melihat pembangunan ekonomi seharusnya dimulai dari pembangunan karakter atau mentalitas manusianya. Adapun nasionalisasi aset, menurutnya, justru hanya membuat kita melakukan pengulangan sejarah.

“Berbicara pembangunan ekonomi, kalau dugaan saya, jika terjadi nasionalisasi, hari ini kekayaan itu akan kembali kepada titik ketika pertama kali kita nasionalisasi,” kata Heppy pada Webinar Series 03 – Pra Munas V Hidayatullah bertajuk “Mencetak 10.000 Wirausahawan Mandiri dan Berdaya Guna” seperti dilansir kanal Youtube Hidayatullah ID, Sabtu (27/9/2020).

Membangun ekonomi anak bangsa, menurut Heppy, tidak dengan menasionalisasi aset tapi dengan melakukan pembelaan yang kuat dan terang terangan (affirmative action) terhadap kedaulatan ekonomi kita.

Dia juga memperhatikan bagaimana Malaysia membangun ekonomi yang dimana mereka sangat berani melakukan affirmative action.

“Affirmative action ini adalah sesuatu yang luar biasa, yang, menurut saya, juga lazim digunakan di manapun. Kita tahu, Cina juga afirmatif. Amerika, Jepang apalagi,” imbuhnya.

Akan tetapi affirmative action pun dinilai Heppy sebetulnya tidak sempurna kalau hanya datangnya dari satu arah dari kebijakan pemerintah. Karena itu, menurut dia, kita harus kembali kepada teori dasar dalam membangun ekonomi.

“Jadi konsep dasar membangun ekonomi, membangun kesejahteraan, membangun kekayaan, itu sebetulnya yang dibangun pertama kali adalah mentalitas atau karakter,” terangnya.

Bos United Balimuda ini mengatakan sering menyampaikan masalah ini tetapi sangat sulit sekali dipahami karena kita tidak menganut pembangunan yang disebut dengan pembangunan karakter ini.

Menurut Heppy, pembangunan mentalitas ini selaras dengan sinyalir dari Rasulullah yang mengatakan, tidaklah orang itu disebut orang kaya karena hartanya. Orang itu disebut kaya karena jiwanya.

Heppy menyebut masalah ini sangat sederhana. Makanya, kata dia, kalau seandainya kekayaan itu dikumpulkan dan dibagi rata oleh seluruh penduduk Indonesia, maka dalam kurun waktu 10-20 tahun itu keadaannya akan kembali seperti ini.

“Yang miskin tetap miskin, yang ngumpulin duit banyak semakin banyak. Kenapa? Karena tidak terjadi pembangunan karakter itu, Dan, repotnya, karakter itu tidak terbangun di pusat kekuasaan. Kita hari ini semakin jauh dari logika pembangunan karakter ini,” ujarnya.

Ia lantas mengutarakan di mana negara lain juga memiliki karakter pembelaan itu yang kemudian menjadi karakter ideologi ekonomi mereka seperti Jepang.

Happy mengamati bagaimana Jepang membangun luar biasa dan begitu bangganya menggunakan produknya sendiri.

“Saya pernah di sana di salah satu hotel, saya menemukan tulisan “beras yang kami gunakan kami jamin adalah beras produksi Jepang”. Artinya, dia merasa akan diadili orang kalau dia menggunakan beras dari tempat lain,” katanya.

Ia juga punya kisah lain soal kebanggaan kepada produk sendiri ini. Happy bercerita pernah ke Amerika dan mendatangi satu komplek bernama Beverly Wilshire bersama istri. Mereka jalan jalan ingin membeli jajanan. Mereka kemudian masuk ke salah satu minimarket cukup besar, ketika sampai di kasir, istrinya mengingatkan bahwa ternyata barang yang mereka beli produksi Israel. Akhirnya, mereka coba cari lagi yang lain.

“Rupanya satu tokoh itu produk Israel semua. Saya baru menyadari bahwa yang datang ke situ adalah orang orang Yahudi. Dulu, saya pernah diceritain, kalau orang Yahudi naik taksi, kalau pengemudinya bukan dari kalangan mereka, dia gak akan naik. Saya pikir itu cerita,” ungkapnya.

Kemudian ada cerita juga, jika ada anak bayi nangis itu, kalau belum ketemu susu produk Israel, tidak dikasih susu walaupun nangis.

“Itu saya pikir hanya cerita. Tapi dengan melihat begitu, saya baru tahu,” imbuhnya.

Heppy mengungkapkan, kisah itu adalah salah satu yang mendorong dirinya menginisiasi sebuah gerakan bernama Beli Indonesia sebagai upaya sedemikian rupa membangun kekuatan ekonomi bangsa menjadi gerakan seluruh anak Indonesia dalam rangka mewujudkan dan membangun kesadaran masyarakat mencintai produk lokal.

“Jadi intinya, bagaimana kita membangun karakter. Nah, membangun karakter ini tidak diartikan dalam konteks yang sangat rumit. Tetapi dalam hari hari kita, bentuk pembelaan ini harus kita bangun,” pungkasnya.

Waspada, Marak Investasi Bodong di Tengah Pandemi

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Satgas Waspada Investasi mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap berbagai tawaran investasi dari entitas yang tidak memiliki izin sesuai usahanya. Sebab masih banyak pihak-pihak yang memanfaatkan kesulitan ekonomi di tengah pandemi Covid-19 untuk menawarkan investasi bodong.

Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam Lumban Tobing mengatakan pihaknya telah menghentikan 32 entitas yang diduga melakukan kegiatan usaha tanpa izin oleh otoritas yang berwenang dan berpotensi merugikan masyarakat.

Hal ini karena melakukan penipuan dengan menawarkan pemberian imbal hasil yang sangat tinggi dan tidak wajar.

Selain itu banyak juga kegiatan yang menduplikasi website entitas yang memiliki izin, sehingga seolah-olah website tersebut resmi milik entitas yang berizin,” ujarnya dalam keterangan tulis, Ahad (27/9).

Menurutnya dari 32 entitas tersebut di antaranya melakukan kegiatan sebagai Perdagangan Berjangka/Forex Ilegal sebanyak dua entitas, tiga melakukan Penjualan Langsung (Direct Selling) Ilegal, dua Investasi Cryptocurrency Ilegal, dan 25 lainnya.

Salah satu entitas yang diminta ditutup adalah aplikasi Alimama Indonesia (almm.qdhtml.net) yang belakangan ramai diberitakan karena diduga melakukan penipuan dengan modus penghimpunan dana untuk mendapatkan bonus belanja.

Ke depan Satgas Waspada Investasi mengimbau kepada masyarakat agar sebelum melakukan investasi untuk memastikan pihak yang menawarkan investasi tersebut memiliki perizinan dari otoritas yang berwenang sesuai dengan kegiatan usaha yang dijalankan.

“Masyarakat juga harus memastikan pihak yang menawarkan produk investasi, memiliki izin dalam menawarkan produk investasi atau tercatat sebagai mitra pemasar,” ucapnya.

Sumber: republika.co.id

Wapres Harap Pesantren Jadi Pusat Inovasi

SERANG(Jurnalislam.com)— Wapres KH Ma’ruf Amin berharap pesantren menjadi markazul ishlah. Yaitu, pusat perubahan dan perbaikan, serta pusat inovasi.

“Dulu pesantren sebagai pusat perlawanan melawan penjajah. Sekarang selain menyiapkan orang paham agama, pesantren juga menjadi pusat pengembangan, perubahan, perbaikan, dan inovasi, termasuk pusat pemberdayaan masyarakat,” terang Wapres saat mengikuti secara daring wisuda S1 Sekolah Tinggi Ilmu Fiqih (STIF) Syeikh Nawawi Tanara, di Serang, Sabtu (26/09).

Sehubungan itu, Pesantren Syeikh Nawawi kata Wapres dibangun dengan misi menyiapkan orang paham agama untuk melanjutkan tugas ulama (kaderisasi), serta pusat perbaikan, perubahan, dan inovasi.

“STIF menyediakan orang-orang yang berjiwa inovatif. Pesantren dijadikan pusat pengembangan inovasi, sekaligus menyiapkan tokoh-tokoh perubahannya,” tegas Wapres.

Karenanya, selain kegiatan akademik, STIF juga dilengkapi Bank Wakaf Mikro dan BMT. Keduanya menjadi laboratorium perkuliahan sekaligus media melakukan pengembangan kepada masyarakat. “Sehingga, pesantren menjadi tempat perubahan pengembangan ekonomi, baik di sektor keuangan, retail, dan pengembangan lainnya,” terangnya.

“STIF menyediakan orang-orang yang berjiwa inovatif. Pesantren dijadikan pusat pengembangan inovasi, sekaligus menyiapkan tokoh-tokoh perubahannya,” lanjutnya.

Sebelumnya, Ketua Yayasan STIF Syentra Siti Ma’rifah melaporkan bahwa ada 31 wisudawan S1 angkatan pertama. Dia berharap mereka nantinya dapat ikut mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah demi kemasalahatan umat di Indonesia.

Menurut Ma’rifah, STIF Syentra adalah satu-satunya perguruan tinggi keagamaan Islam dengan prodi ilmu Fiqih di Indonesia. Izin operasional terbit pada 2016, STIF kini sudah terakreditasi BAN PT.

 

Tiga Kunci Bisa Tetap Tegak Meski Dimasa Krisis dan Pandemi

JAKARTA(Jurnalislam.com) – President of Indonesian Islamic Business Forum (IIBF) Happy Trenggono mengatakan kita sebenarnya memiliki modal cukup untuk bisa tetap tegak meski sedang dalam kondisi krisis apalagi masa pandemi Covid-19 seperti saat sekarang ini.

Dia mengatakan, kalau kita mulai bertanya dari mana kita memulai mencetak 10.000 pengusaha, sebetulnya kata dia pertanyaan besarnya juga bagaimana kita membuat tumbuhnya ekonomi.

Menurutnya, ada 3 hal yang prinsip yang bisa menjadi modal untuk tetap survive di tengah krisis. Pertama, menggunakan kekuatan konsumsi.

“Kita bisa membangun ekonomi di tengah tengah krisis hari ini sebetulnya, apalagi kalau tidak krisis. Dengan apa? Dengan menggunakan kekuatan konsumsi sebagai modal utama membangun ekonomi,” katanya ketika menjadi narasumber dalam Webinar Series 03 – Pra Munas V Hidayatullah bertajuk “Mencetak 10.000 Wirausahawan Mandiri dan Berdaya Guna” seperti dilansir kanal Youtube Hidayatullah ID, Sabtu (27/9/2020).

Jadi, dia menjelaskan, kalau kapitalis, menggunakan kekuatan kapitalnya menguasai semua. Nah, hari ini, kita menggunakan kekuatan konsumsi. Kenapa?

“Ada satu konsep yang sangat sederhana yang jarang dipahami bahwa pengeluaran seseorang adalah pendapatan bagi orang lain, total pengeluaran berpengaruh pada ekonomi dan total pendapatan akan menuju pada pertumbuhan ekonomi,” kata pendiri gerakan Beli Indonesia ini.

“Sebenarnya, ketika kita itu mengeluarkan, di sebelah kita ada pendapatan. Nah, bayangin, kalau kita setiap hari beli beras, kita tidak peduli saudara kita jualan beras, kita malah belinya ke tempat lain. Sebetulnya kezaliman ini kita ciptakan sendiri. Membeli di luar keluarga kita sementara keluarga kita ada, itu adalah kedzaliman karena kita sedang memboikot mereka untuk tidak mendapatkan pendapatan,” terangnya.

Prinsip yang kedua, membangun ekonomi berbasis komunitas. Heppy menjelaskan, ketika ekonomi melemah dan negara melemah, maka ada satu yang menguat yaitu komunitas.

“Anda kalau lihat ada bencana alam, ketika negara belum melihat dan hadir di situ, yang namanya komunitas sudah masuk lebih dulu. Apalagi di Indonesia. Urusan politik pun diselesaikan oleh komunitas,” katanya.

Heppy mengatakan ekonomi komunitas ini termasuk yang tidak pernah kita bahas. Maka, bagi Hidayatullah, menurut Heppy, membangun ekonomi berbasis komunitas ini adalah sebuah peluang karena di dalamnya solid dengan kesatuan pandangan yang sama dan diikat dalam satu keluarga yang sama.

“Di sana ada konsumsi yang bisa dikendalikan,” katanya.

Prinsip yang ketiga, memanfaatkan revolusi digital untuk menyalip di tikungan. Heppy menerangkan, hari ini kita diuntungkan dengan apa yang disebut dengan revolusi digital. Biasanya dalam pemerintahan menggunakan istilah revolusi industri. Industri 4.0 adalah hasil revolusi digital.

Dia membeberkan, revolusi pertama ditandai dengan temuan mesin uap, revolusi kedua ditemukannya production line (produksi massal), revolusi ketiga adalah otomasi dan revolusi keempat ini adalah digital. Ciri ciri revolusi, kalau memanfaatkannya, maka akan meningkat produktifitas berlipat lipat luar biasa.

“Nah hari ini, dengan revolusi digital, bisnis itu tidak serumit zaman dulu. Dulu kalau ingin punya pabrik dan jualan seluruh Indonesia, anda harus punya pabrik sendiri, armada sendiri, yang kekuatan modalnya luar biasa. Tapi, Anda lihat, dengan revolusi digital, membuat bisnis tidak serumit dulu dan bisa disambung sambung dengan kekuatan yang lain,” pungkasnya.

Webinar Series 03 – Pra Munas V Hidayatullah bertajuk “Mencetak 10.000 Wirausahawan Mandiri dan Berdaya Guna” ini juga menghadirkan narasumber Dewan Penasehat Aosiasi Pengusaha Hidayatullah (APHIDA) Asih Subagyo dan dipandu oleh Musliadi Raja yang juga pengusaha katering brand Ayya Catering.

Anggota Parlemen Desak Inggris Akui Kemerdekaan Palestina

LONDON(Jurnalislam.com) — Berbicara dalam debat House of Commons tentang permukiman dan aneksasi, anggota parlemen Inggris meminta pemerintah segera mengakui Negara Palestina berdasarkan perbatasan 1967, dengan Yerusalem sebagai ibu kota bersama.

Menteri Negara Timur Tengah dan Afrika Utara James Cleverly mengatakan di parlemen mereka menginginkan solusi dua negara yang stabil, aman, dan damai.

“Israel yang berkembang di sebelah Palestina  berdasarkan perbatasan 1967 dengan pertukaran tanah yang disepakati, Yerusalem sebagai ibu kota bersama kedua negara, dengan pemukiman yang adil, disepakati dan realistis untuk pengungsi. Kami terus percaya solusi dua negara satu-satunya solusi jangka panjang yang layak untuk area tersebut. Kami mendorong Otoritas Palestina terlibat dengan Israel dan AS, dengan tetangga dan teman Arabnya, dengan Inggris untuk mengajukan penawaran,” katanya, dilansir di Middle East Monitor, Jumat (25/9).

Anggota Parlemen Buruh Stephen Kinnock mengatakan Pemerintah Inggris harus memboikot barang-barang yang diproduksi oleh pemukim Israel di Tepi Barat yang diduduki.

“Pemerintah harus melarang semua produk yang berasal dari permukiman Israel di wilayah pendudukan. Untung dari produk ini sama saja dengan mengambil untung dari hasil kejahatan dan itu harus dihentikan,” katanya.

Kinnock juga mengkritik Israel yang terus-menerus mencemooh resolusi PBB dan konvensi Jenewa keempat yang telah merusak tatanan berbasis aturan selama beberapa dekade. Menurutnya, komunitas internasional tidak bisa lagi hanya melihat ke arah lain.

Duta Besar Palestina untuk Inggris Husam Zomlot mengatakan kepada kantor berita Wafa dia menganggap sesi parlemen sebagai pesan yang jelas bahwa opini publik di Inggris mendukung pertanyaan Palestina dan mengadvokasi hak-hak rakyat Palestina sejalan dengan hukum internasional. Menteri Tory David Jones mengatakan Inggris harus mengakui Palestina sebagai entitas berdaulat untuk memajukan pembicaraan solusi dua negara.

“Dewan ini telah memberikan suara pada 2014 untuk mengakui kenegaraan Palestina dan saya akan menyarankan sekarang adalah waktu bagi Pemerintah Inggris untuk mengonfirmasi pengakuan itu,” katanya kepada anggota parlemen.

Sumber: republika.co.id