Spirit Maulid, Sumpah Pemuda, dan Kepemimpinan

Oleh: Feisal Kertapermana

Di akhir bulan september 2020 kita mengalami dua peristiwa penting dalam tercatat dalam sejarah yang sarat makna serta pelajaran. Peristiwa penting yang pertama adalah lahirnya manusia mulia yang berbudi luhur, berperangai santun yang dihormati kawan maupun lawan. Adab nya yang begitu mulia sehingga namanya dengan begitu jelas dipuji dalam Al qur’an  “ Sesungguhnya engkau Muhammad benar benar berbudi pekerti yang luhur ( Alqolam : 4)

Dalam sejarah peradaban manusia nabi Muhammad merupakan manusia yangpaling berpengaruh, manusia yangpaling kuat, dalam buku “ 100 Tokoh paling berpengaruh di dunia yang ditulis oleh ilmuwan barat Michael H. Hart yang diterbitkan padatahun 1978. Buku ini menempatkan Nabi Muhammad SAW Di Ranking teratas dari 100 manusia paling berpengaruh di dunia.

Bernard Shaw dalam buku nya “Genuine Islam “ menyatakan “ Muhammad adalah manusia teragung yang pernah menginjakan kakinya di muka bumi ini, dia membawa agama, mendeklarasikan sebuah bangsa, meletakan dasar dasar moral, memulai sekian banyak pembaharuan sosial dan politik, mendirikan sebuah masyarakat yang kuatdan dinamis untuk melksanakan dan mewakili seluruh ajarannya, dan ia jugatelah merevolusi pemikiran serta prilaku manusia untuk seluruh masa yang akan datang “.

Di bulan yang sama selang satu hari dari peristiwa kelahiran nabi kita juga memperingati sumpah pemuda, peristiwapenting yang dipelopori olehgerakan pemuda yang mampu mempersatukan seluruh komponen masyarakat dari sabang sampai merauke yang menjadi tonggak awal tercapainya persatuan seluruh elemen bangsa dalam bingkai Negara kesatuan republik Indonesia.

Spirit Maulid Dan sumpah Pemuda    

Merayakan maulid bukan hanya sekedar terjebak pada simbol ritualistik, budaya yang bersifat ceremonial, lebih dari itu peringatan maulid nabi harus mampu menguatkan nilai nilai profetik yang terinternalisasikan tidak hanya dalam kehidupan personal kita sebagai muslim tetapi mampu mewujud dalam kehidupan berbangsa dan bernegara sehingga mampu melahirkan sebuah tatanan peradaban seperti halnya yang dibangun oleh nabi muhammad di madinah.

Salah satu dakwah kebangsaaan nabi yang begitu monumental tatkala nabi sampai di madinah adalah bagaimana nabi Muhammad mempertemukan serta merekonsiliasi 3 komponen besar Masyarakat Madinah, Yakni : Muslim, Yahudi dan Musyrikin. Kaum muslim terdiri dari muhajirin

( Pendatang dari makah ) dan Anshor yangmerupakan penduduk aslli  Madinah yaitu Suku Aus dan Khazraj , kaum yahudi terdiri dari Bani Qaynuka, Bani Nadhir dan Bani Quraizhah.

Penyatuan komponen Masyarakat ini kemudian menjadi sebuah dokumen penting dalam catatan sejarah yang hari ini kita mengenalnya dengan nama Piagam Madinah (Mitsaq Al- Madinah )   Piagam tersebut merupakan Dasar Tata Kelola Pemerintah yang sangat Demokratis, piagam Madinah juga merupakan Konstitusi yang menjadi dasar Hukum, Falsafah yang mengatur dan mengurus kehidupan masyarakat di madinah yang kondisi masayarakatnya sangat heterogen tetapi semuanya memiliki tanggung jawab untuk menjaga Keamanan, Perdamaian dan Persatuan sehingga  seluruh masyarakat Madinah  mendapatkan persamaan dalam hukum, kesejehtraan dan Keadlian, disinilah kehebatan Nabi Muhammad dia tidak hanya sebagai seoarang Rasul yang membawa risalah islam tetapi juga sebagai seorang Kepala Negara dan seorang Negrawan.

Sejarah Yang sama yang junga diperingati bulan ini khususnya untuk masyarakat Indonesia yakni sebuah peristiwa Kongres pemuda Indonesia ke II yang  diselenggrakan pada tanggal 27-28 Oktober 1928 di Batavia ( Jakarta ) peristiwa yang melahirkankomitmen Bersama seluruh anak Bangsa tentang penegasan akan citacita terwujudnya Tanah Air Indonesia, Bangsa Indonesia bahasa Indonesia, Penegesan komitmen ini yang kemudian disebut sebagai peristiwa sumpah Pemuda. Hasil dari sumpah Pemuda tentu saja menjadi energi baru untuk senantiasa bangkit agar menjadi bangsa yang berdaulat dan merdeka, kekuatan energi sumpah pemuda menjadi bagian penting sampainya negeri kita kedepan pintu gerbang kemerdekaan tepatnya pada 17 agustus 1945.

Pemimpin Berkemajuan

Esensi peristiwa Maulid dan sumpah Pemuda tentu saja menjadi bagian penting agar kita senantiasa mengambil pelajaran dan berusaha mengaktualisasikan dalam kehidupan. Kisah Kepemimpinan Nabi Muhammad serta heroiknya perjuangan para Pemuda yang memilki cita cita besar agar negerinya merdeka memberikan Pelajaran bagi kita agar proses Kepemimpinan yang dibangun harus berorientasi pada nilai nilai berkemajuan.

Indikator Berkemejauan itu terlihat dari selarasnya antara janji dengan bukti, perilaku dan ucapan dan yang paling terpenting bagaimana pemimpin mampu memberikan Mata air keteladanan bagi rakyat yang dipimpinnya dan sanggup menderita untuk Rakyatnya Karena hakikat pemimpin Menurut ‘ Haji Agus Salim adalah ( Leiden is leidjen  pemimpin adalah menderita’ ) inilah kepemimpinan Profetik yang dicontohkan Rasulullah.

Semoga momentum Maulid dan Sumpah pemuda semakin Membumikan kembali nilai nilai Profetik agar harapan kita untuk memiliki pemimpin berkemajuan itu tidak hanya sekedar wacana tetapi mampu terealisasikan  agar  negeri yang kita cintai ini kembali kepada Khitah yang digariskan oleh para pendiri Bangsa, menjadi negeri yang berdaulat serta diberkahi oleh yang maha kuasa.

Waspada Kenaikan Angka Covid-19 Pasca Libur Panjang

JAKARTA(Jurnalislam.com) –  Liburan panjang akhir pekan kemarin dimanfaatkan banyak warga untuk berpergian ke luar kota. Selain berlibur ke kampung halaman, banyak warga yang mengunjungi berbagai destinasi wisata.

PT Jasa Marga (Persero) Tbk mencatat, 655.365 kendaraan meninggalkan Jakarta selama 27-30 Oktober 2020. Angka tersebut merupakan jumlah kendaraan keluar Jakarta dari beberapa gerbang tol (GT) barrier/utama. Mulai GT Cikampek Utama dan GT Kalihurip Utama (arah Timur), GT Cikupa (arah Barat) dan GT Ciawi (arah Selatan).

Rata-rata kenaikan jumlah kendaraan mencapai 28% dibandingkan dengan hari-hari biasa di masa new normal. Libur panjang akhir pekan kemarin juga mengairahkan sektor wisata dan perhotelan. Dari catatan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) saat libur panjang di akhir pekan ini, okupansi hotel yang berlokasi dekat dengan destinasi wisata mulai tumbuh.

Dalam dua hari terakhir, rata-rata okupansi hotel bisa mencapai 40%. Fakta ini di satu sisi patut disyukuri karena menjadi salah satu indikator kembali bergeraknya sektor ekonomi yang tiarap selama musim pandemic Covid-19.

Kendati demikian harus diantisipasi adanya lonjakan kasus Covid-19 karena banyaknya kerumunan warga di tempat-tempat umum. Jika hal tersebut terjadi maka selain mengancam sektor kesehatan, juga akan mengancam lajur pertumbuhan ekonomi jangka menengah dan panjang.

“Jika kasus penularan Covid-19 kembali naik, tentu akan mempengaruhi perekonomiandan kondisi sosial di Tanah Air. Akibatnya, pemerintah harus kembali melakukan rem darurat,” ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani, dalam wembinar, kemarin.

Sumber: sindonews.com

Serukan Aksi, Habib Rizieq: Jangan Pernah Diam Kalau Nabi Dihina!

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab menyerukan umat Islam ikut aksi memprotes Presiden Prancis Emmanuel Macron yang dinilainya telah melecehkan Nabi Muhammad SAW.

Seruan itu disampaikan Habib Rizieq Shihab dari Mekkah Arab Saudi melalui rekaman video yang ditayangkan di chanel Youtube Front TV, Minggu 1 November 2020.

“Tunjukkan rasa cinta kita, tunjukkan pembelaan kita kepada nabi yang tercinta, Nabi yang mulia, Sayuddina Muhammad SAW,” kata Rizieq.

Dia menyerukan untuk pecinta Nabi Muhammad SAW untuk mengikuti aksi 2 November 2020 (211) di Jakarta dan 4 November 2020 (411) di Kota Bandung, Jawa Barat.

“Saya serukan kepada semuanya ikut aksi 211 di Jakarta dan 411 di Kota Bandung untuk membela Nabi Muhammad SAW yng telah dihinakan, dilecehkan oleh Presiden Prancis, yang dihinakan, dilecehkan oleh sebagian masyarakat Prancis, media-media Prancis,” tegas Rizieq.

Dia meminta umat Islam tidak diam menyikapi penghinaan tersebut. Jangan kasih ruang bagi siapa pun merendahkan Nabi Muhammad SAW.

“Jangan pernah kita diam kalau Nabi kita dihina, tunjukan kecintaan dan pembelaan kita kepada Nabi Muhammad SAW. Sekali lagi, jangan pernah diam, jangan kasih ruang sekecil siapa pun yang ingin merendahkan nabi kita,” katanya.

Sumber: sindonews.com

Swalayan di Jawa Timur Kosongkan Produk Prancis

BANGIL(Jurnalsilam.com)– Seruan untuk memboikot produk-produk Prancis terus menggema hingga saat ini. Bahkan ada swalayan di Jawa Timur yang turut dalam gerakan boikot  produk negara yang memiliki jargon kebebasan itu.

Swalayan tersebut adalah Dalwa Mart yang dikelola Pondok Pesantren Darullughoh Wad Dakwah Raci, Bangil, Pasuruan, Jawa Timur.

Dalwa Mart mengosongkan etalase mereka dari produk-produk Prancis. Hal itu diketahui dari berbagai unggahan di media sosial. Dalam unggahan itu terlihat ada pramuniaga yang tengah mengambil produk-produk Prancis dari etalase.

Kabar pemboikotan produk Prancis oleh Dalwa Mart pun sudah sampai ke berbagai pesan singkat WhatsApp. Sederet produk mulai dari makanan, minuman, susu formula, hingga produk kecantikan yang biasa dipasang di etalase pun sudah mulai diturunkan oleh para pramuniaga.

Aksi boikot terhadap produk asal Prancis itu memang sudah banyak dilakukan di beberapa negara di dunia. Aksi itu dilakukan lantaran ucapan Presiden Prancis Emmanuel Macron yang dianggap melakukan penghinaan terhadap Islam dalam kasus yang terkait ditampilkannya karikatur Nabi Muhammad di Prancis. Berbagai negara di belahan dunia juga melontarkan kecaman atas pernyataan Presiden Macron yang sangat menyakiti hati umat muslim di dunia.

Dalwa Mart sendiri merupakan bagian dari pemberdayaan ekonomi umat yang diinisiasi dan dikelola oleh Pesantren Darul Lughah Wadda’wah. Selain Dalwa Mart, ponpes yang berada di Pasuruan itu juga memiliki banyak jenis usaha lain.

Sedikitnya ada sembilan bidang usaha yang dijalankan Ponpes Dalwa, yaitu hotel, minimarket, pembuatan roti, air minum kemasan, furniture, fashion, percetakan, travel haji dan umrah, serta katering. Pengembangan usaha untuk pemberdayaan ekonomi umat itu pun sebelumnya mendapatkan banyak apresiasi.

Sumber: malangtimes

Kedubes Prancis Didemo, Ruas Jalan Protokol Ditutup

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Sejumlah elemen masyarakat akan menggelar aksi unjuk rasa di di depan kantor Kedutaan Besar (Kedubes) Prancis, Jalan MH Thamrin, Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (2/11/2020) ini.

Aksi demi terkait pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron yang dianggap menghina agama Islam.

Untuk itu, Polsek Menteng telah menyiapkan rekayasa lalu lintas saat aksi demo di depan Kedubes Perancis berlangsung.

“Ruas jalan yang ditutup selama aksi unjuk rasa berlangsung, antara lain Jalan MH Thamrin, Jalan Sunda, dan Jalan Timor,” ujar Kapolsek Metro Menteng, AKBP Guntur M Tariq, saat dihubungi.

Meski demikian, penutupan ketiga ruas jalan berlaku situasional. Selagi masih bisa dilalui, ketiga ruas jalan itu dibiarkan dibuka.

“Penutupan dilakukan apabila situasi pengunjuk rasa sudah cukup banyak, harap pengguna jalan memaklumi,” kata Guntur.

Guntur juga mengimbau kepada para peserta aksi agar mematuhi protokol kesehatan, serta secara tertib menyampaikan aspirasi.

Sumber: sindonews.com

MUI: Boikot Berlaku Hingga Macron Minta Maaf dan Setop Menghina Rasulullah

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyampaikan, setelah mencermati dan memperhatikan sikap Presiden Prancis Emmanuel Macron yang tidak menghiraukan dan menggubris sedikit pun peringatan umat Islam sedunia.

Bahkan Macron tetap saja angkuh dan sombong dengan memuji sikap mereka yang menjunjung tinggi kebebasan berekspresi yang sangat egoistik.

Padahal Komisi Hak Asasi Manusia (HAM) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan penghinaan kepada Nabi Muhammad SAW bukan sebuah kebebasan berekspresi.

Dengan demikian Presiden Macron hanya memperhatikan kepentingannya saja dan tidak peduli kepada kepentingan dan keyakinan masyarakat dunia lainnya terutama umat Islam yang jumlahnya lebih dari 1,9 miliar di bumi ini.

“Oleh karena itu MUI menyatakan sikap dan mengimbau kepada umat Islam Indonesia dan dunia untuk memboikot semua produk yang berasal dari Prancis,” kata MUI dalam surat Nomor: Kep-1823/DP-MUI/X/2020 yang ditandatangani Wakil Ketua Umum MUI KH Muhyiddin Junaidi dan Sekretaris Jenderal MUI Buya Anwar Abbas pada Jumat (30/10).

KH Muhyiddin dalam surat resmi MUI itu menyampaikan, mendesak pemerintah Indonesia melakukan tekanan dan peringatan keras kepada pemerintah Prancis. MUI juga mendesak pemerintah Indonesia untuk menarik sementara waktu Duta Besar Indonesia di Paris. Hingga Presiden Macron mencabut ucapannya dan meminta maaf kepada umat Islam se-Dunia.

Ia menegaskan, umat Islam Indonesia tidak ingin mencari musuh, umat Islam hanya ingin hidup berdampingan secara damai dan harmonis. Namun jika kepala negara Prancis tidak menginginkannya dan tidak mau mengembangkan sikap toleransi serta saling hormat menghormati. Maka umat Islam terutama umat Islam Indonesia juga punya harga diri serta martabat.

“Umat Islam siap membalas sikap dan tindakan (Presiden Prancis) dengan memboikot semua produk yang datang dari Prancis hingga Presiden Macron mencabut ucapannya dan meminta maaf kepada umat Islam,” ujarnya.

sumber: republika.co.id

 

Jokowi Ajak Warga Teladani Rasulullah: Beliau Role Model dan Uswatun Hasanah

JAKARTA(Jurnalislam.com)— Maulid Nabi Muhammad Saw. tahun ini diperingati di tengah pandemi Covid-19 yang melanda dunia. Pandemi berdampak pada seluruh dimensi kehidupan, sekaligus menguji kesabaran insan beriman.

Presiden Joko Widodo mengajak umat Islam untuk mengambil pelajaran dan teladan dari sosok Nabi Muhammad. Pesan ini disampaikan Presiden dalam sambutannya secara virtual di Peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw. tingkat Kenegaraan 1442H/2020M.

“Allah Swt. mengutus Nabi Muhammad Saw. sebagai uswatun hasanah, role model, atau suri teladan dengan akhlakul karimah, berakhlak mulia, yang wajib kita ikuti,” ujarnya di Jakarta, Kamis (29/10).

Menurut Presiden, salah satu akhlak terbaik Rasulullah yang patut diteladani dan sangat relevan dalam situasi saat ini ialah peduli terhadap lingkungan sekitar. Pandemi saat ini tidak bisa dihadapi secara individual, tetapi memerlukan ikhtiar bersama untuk dapat menanganinya.

“Beliau bersabda, siapa yang melepaskan kesusahan saudaranya maka Allah akan melepaskan kesusahannya nanti pada hari kiamat. Semangat kepedulian terhadap sesama sebagaimana dicontohkan dan diperintahkan Nabi harus menjadi semangat kita sebagai bangsa di masa pandemi seperti sekarang ini,” ucap Presiden.

Kepala Negara menyampaikan rasa syukurnya bahwa selama hampir delapan bulan masa pandemi ini, bisa disaksikan bagaimana masyarakat dengan tulus saling membantu dan ikhlas membagikan sebagian rezekinya untuk meringankan beban saudara-saudara yang mengalami kesusahan.

Selain itu, Presiden Joko Widodo juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh masyarakat dan organisasi keummatan serta kemasyarakatan, Majelis Ulama Indonesia, Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, dan lain-lainnya yang turut bahu-membahu memberikan uluran tangan dan berperan bersama pemerintah dalam penanganan Covid-19 di Tanah Air.

“Kita juga patut bersyukur dan berterima kasih kepada seluruh masyarakat, organisasi keummatan dan kemasyarakatan MUI, NU, Muhammadiyah, dan lain-lainnya yang ikut bahu-membahu memberikan tenaga, relawan, bantuan sosial, dan menyediakan fasilitas kesehatan untuk penanganan Covid untuk bergerak bersama melakukan kegiatan-kegiatan kemanusiaan, bersinergi dengan pemerintah tanpa memandang perbedaan,” tuturnya.

Meski bangsa Indonesia kini tengah berjuang untuk pulih dari pandemi dan segala dampak yang ditimbulkannya, Kepala Negara mengajak umat Islam untuk dapat mengambil hikmah dari setiap kejadian dengan tetap terus menerus memanjatkan doa kepada Allah Swt agar memberikan pertolongan dan jalan keluar dari situasi sulit ini.

Sebagaimana dahulu Nabi Muhammad saw. yang dilahirkan dalam keadaan yatim, namun Allah berikan perlindungan dan kasih sayang-Nya. Kisah tersebut memberi pelajaran penting kepada bahwa bagaimanapun beratnya ujian yang sedang dihadapi saat ini, Allah pasti akan melindungi dan menyelamatkan.

“Saya mengajak umat Islam di seluruh Tanah Air untuk bermunajat, memohon pertolongan Allah Swt., memohon jalan keluar dari kesulitan serta memberi kekuatan kepada bangsa kita agar segera pulih dan bangkit dari pandemi,” tandasnya.

 

Kelahiran Rasulullah, Peristiwa yang Mengubah Peradaban  

JAKARTA(Jurnalislam.com)— Menteri Agama Fachrul Razi menyampaikan bahwa spirit kelahiran Nabi Muhammad SAW merupakan nilai yang tak terhingga bagi peradaban. Hal ini diungkapkan Menag saat menyampaikan sambutan dalam Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW Tingkat Kenegaraan 1442H/2020M.

Menag menyampaikan, Nabi Muhammad SAW Lahir di tengah runtuhnya nilai-nilai kemanusiaan bangsa Arab saat itu. “Putra Abdullah ini sangat ditunggu, sebagaimana telah dijanjikan dalam kitab-kitab terdahulu,” kata Menag, Kamis (29/10).

Kelahiran Nabi Muhammad SAW, lanjut Menag, menjadi penanda langit tentang datangnya sosok nabi agung yang kemudian memimpin dunia menuju peradaban yang penuh kasih sayang dan menjunjung tinggi hak asasi.

“Inilah nabi akhir zaman yang kelahirannya telah dinantikan dan disambut oleh segenap manusia beriman,” kata Menag dalam peringatan yang mengusung tema Spirit Maulid Nabi Muhammad SAW Dalam Menjunjung Tinggi Nilai-Nilai Kemanusiaan.

Presiden RI Joko Widodo ikut menyampaikan amanatnya dalam gelaran Maulid Nabi Muhammad SAW yang disiarkan secara langsung oleh TVRI, RRI dan Medsos Kemenag RI dari Auditorium HM Rasjidi Kantor Kementerian Agama Jalan MH Thamrin Jakarta.

Hadir juga mengikuti rangkaian kegiatan Maulid, Wapres Ma’ruf Amin, sejumlah menteri Kabinet Indonesia Maju dan Duta besar negara sahabat, Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid, Dirjen Bimas Islam dan para pejabat Kementerian Agama lainnya.

Mengubah Peradaban Manusia

Menag menambahkan ada banyak kebaikan yang lahir bersamaan dengan lahirnya nabi akhir zaman ini. Ada semangat yang tumbuh dalam diri masyarakat arab saat itu, bahwa sang bayi yang lahir ini akan membawa mereka dan juga umat manusia ke arah kebaikan yang dinanti.

“Spirit yang paling mendasar yang disebarkannya dalam mengubah peradaban manusia adalah mengajak manusia beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT serta membangun toleransi dan saling menghargai antar sesama,” kata Menag.

Dalam dakwahnya, lanjut Menag Nabi SAW adalah sosok yang memberi perhatian besar terhadap kedamaian, sekaligus meletakkan dasar-dasar penghormatan atas perbedaan. hal ini terlihat dari kesuksesannya saat menyatukan dua kelompok sahabat, Anshar dan Muhajirin di Madinah.

Disampaikan Menag heterogenitas masyarakat adalah keniscayaan. Karenanya baginda Nabi SAW memberikan contoh bagaimana heterogenitas tersebut dikelola secara baik dengan menerapkan prinsip persamaan hak dan saling memuliakan.

Inilah yang pada akhirnya membawa negeri madinah menjadi negeri yang dirindukan oleh bangsa- bangsa lain untuk hadir dan merasakan sentuhan lembut sang nabi akhir zaman ini.

“Hari ini jarak kita sudah sangat jauh dengan periode nubuwwah. Namun spirit itu masih nyata hadir dalam nadi kita, dalam setiap langkah kaki kita, dan dalam hati sanubari kita,” ujar Menag.

“Ajaran dan nilai-nilainya begitu nyata memberi warna. Pada naluri keagamaan kita, bahwa islam itu membawa rahmat bagi alam semesta, bila membawa kerusakan pastilah bukan ajaran islam,” tegas Menag

Di akhir sambutannya Menag menegaskan Indonesia diwarisi berbagai keragaman dan perbedaan.

Hingga kini Indonesia masih bersatu dengan kokoh kuat karena mencontoh teladan akhlak mulianya dan menaati ajaran sang rasul Allah itu.

“Tugas kita adalah menjabarkan spirit nubuwwah untuk mengikat setiap kita dalam satu visi yang sama. Spirit nubuwwah inilah yang akan menjaga

kita dari perpecahan. Meski kita berbeda dalam banyak hal, namun sebagai umat baginda Nabi Muhammad SAW, kita sangat menghargai perbedaan itu,” tutup Menag.

 

Wakaf Lintas Negara Jadi Tradisi Muslim Nusantara

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Wakaf Lintas Negara dan Wilayah atau Cross Border Waqf bukanlah hal baru di kalangan masyarakat muslim Indonesia. Wakaf lintas negara sudah berjalan lebih dari seabad.

Hal ini disampaikan Muhammad Fuad Nasar dalam Welcoming Speech pembukaan Cross-Border Waqf Seminar Bank Indonesia, Jumat (30/10). Sesi pembukaan webinar dengan tema “Cross Border Waqf on New Normal Era: Potentials, Benefit and Challenges” ini dihadiri Deputi Gubernur Bank Indonesia, Doni Primanto Joewono yang memberikan keynote speech.

Fuad mencontohkan praktif wakaf  Baitul Asyi oleh Habib Abdurrahman bin Alwi atau yang dikenal sebagai Habib Bugak untuk jemaah haji asal Aceh. Pada era 1800-an Habib Bugak yang tinggal di Aceh mempunyai gagasan untuk mengumpulkan dana guna membeli tanah di Makkah untuk diwakafkan buat keperluan jemaah haji. Di luar dana yang dimilikinya sendiri, Habib Bugak menjadi inisiator pengumpulan dana wakaf dari masyarakat Aceh saat itu.

“Habib Bugak membeli tanah yang lokasinya kala itu di samping Masjidil Haram,” jelas Fuad.

Dalam perkembangan selanjutnya, tanah wakaf tersebut bergeser ke kawasan Aziziyah dengan luas 800 meter. Di atas tanah wakaf tersebut, awalnya dibangun pemondokan jamaah haji yang dapat menampung 750 jemaah dan bangunan seluas 900 meter. “Sekarang di atas tanah wakaf itu berdiri Hotel Elaf Mashaer dengan kapasitas 650 kamar dan Hotel Ramada. Hotel berkapasitas 1.800 kamar di wilayah Ajiyad Mushafi itu berjarak lebih kurang 300 meter dari Masjidil Haram,” tuturnya.

“Hasil keuntungan pengelolaan wakafnya dibagikan kepada jemaah haji asal Aceh minimal 1.200 riyal per jemaah setiap musim haji. Juga manfaat wakafnya untuk mahasiswa asal Aceh dan warga keturunan Aceh di Mekkah,” lanjutnya.

Mantan Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf itu mengatakan, wakaf sebagai instrumen filantropi yang bersumber dari syariat Islam membuktikan besarnya perhatian Islam terhadap kesejahteraan, keadilan, dan kebahagiaan umat manusia. Sesuai skema wakaf uang dan CWLS (Cash Waqf Linked Sukuk), terbuka juga peluang bagi wakaf lintas negara.

Fuad Nasar menggambarkan, wakaf bukan sekadar sebuah kelembagaan religius yang hanya terbatas menyangkut dimensi keagamaan semata. Wakaf, jika dioptimalkan, dapat bertransformasi menjadi kelembagaan sosio-ekonomi yang menaungi kepentingan seluruh umat manusia. Untuk itu para stakeholder perwakafan perlu melakukan langkah kolaboratif agar pengelolaan wakaf semakin maju dan berkontribusi untuk kepentingan  agama, bangsa dan kemanusiaan.

Dalam suasana memperingati Maulid, Sesditjen Bimas Islam mengajak umat Islam Indonesia untuk menggali pesan risalah Nabi Muhammad SAW yang membawa misi mensejahterakan seluruh umat manusia. “Kita perlu menyadari bahwa salah satu misi risalah kenabian adalah membebaskan umat manusia dari penderitaan lahir maupun batin,” ujarnya.

“Bicara wakaf tidak sekadar bicara aset dan nilai uang, tetapi bicara pilar-pilar kesejahteraan umat dan bangsa yang harus diperkuat di tengah kondisi di dunia hari ini. Hemat saya, modalitas keyakinan agama, modalitas sosial dan peran dunia pendidikan sangat penting dalam upaya memperkokoh sinergi gerakan wakaf menuju kemakmuran bangsa,” sambungnya.

Kementerian Agama mengapresiasi penyelenggaraan Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) tahun 2020 oleh Bank Indonesia. Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, even ini selalu mengangkat tema dan isu zakat dan wakaf. Pengembangan wakaf menjadi salah satu isu penting sebagai buffer (penyangga) ekonomi yang menghadapi resesi.

Mewakili Dirjen Bimas Islam Kamaruddin Amin, Fuad Nasar menegaskan bahwa pemerintah melalui Kementerian Agama menjalankan peran strategis sebagai regulator dan dinamisator pengelolaan wakaf sesuai perundang-undangan. Pemberdayaan wakaf saat ini diharapkan mewarnai pertumbuhan ekonomi dan keuangan syariah di tanah air.

“Pertumbuhan  ekonomi dan keuangan syariah dengan dukungan instrumen wakaf haruslah ditempatkan dalam konteks memakmurkan bangsa. Untuk itu sinergi dan interkoneksi kebijakan lintas-otoritas para pemangku kepentingan yang telah berjalan selama ini harus lebih diperkuat dan dioptimalkan,” jelasnya.

Produk terbaru wakaf uang yaitu Cash Waqf Linked Sukuk (CWLS) dan CWLS Ritel yang didukung oleh lintas institusi Kementerian Keuangan, Bank Indonesia (BI), Kementerian  Agama dan Badan Wakaf Indonesia (BWI) menjadi bukti nyata betapa manfaat kemitraan strategis menghasilkan suatu inovasi yang bermanfaat. “Selain itu, diperlukan Cetak Biru (Blueprint) sebagai rencana induk pengembangan wakaf dalam jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang,” tuturnya.

Seminar wakaf sebagai salah satu agenda ISEF kali ini mengundang sebagai pembicara, Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kemenag RI Tarmizi Tohor, MA, Secretary General New Zeeland Waqf Husein Benyounis, Member of Board of Directors Pergas Investment Holdings Singapore Dr.  Shamsiah Abdul Karim, dan Advisory Board of ICAST Universitas Darussalam Gontor Dr. Khoirul Umam, M.Ec. Seminar dipandu moderator Imam Nur Azis, anggota Badan Wakaf Indonesia.

 

Seruang Boikot Produk Prancis Menggema di Banyuwangi

BANYUWANGI(Jurnalislam.com) – Sejumlah organisasi masyarakat (Ormas) yang tergabung dalam Majelis Silaturahmi Aktivis Islam (MSAI) Banyuwangi mengecam Presiden Prancis Macron yang membiarkan penghinaan atas Nabi Muhammad SAW, Jum’at (30/10/2020) di Masjid Al Hilal, Lingkungan Mojopanggung, Kecamatan Giri, Kabupaten Banyuwangi.

“Pemerintah Perancis telah melakukan penghinaan kepada umat Islam dengan menampilkan karikatur-karikatur yang diterbitkan Charlie Hebdo,” terang korlap aksi ustaz Muhammad Gufron Amrullah Lc kepada Jurnalislam.com.

Lebih lanjut ustaz Amrullah menyerukan agar umat islam melakukan boikot terhadap produk-produk asal Prancis,

“Dan ini adalah agenda yang menjadi suara hati umat islam sedunia, bukan sekedar yang ada di Banyuwangi. Bentuknya adalah Seruan kepada umat Islam untuk memboikot produk-produk Prancis. Juga seruan kepada umat Islam agar senantiasa bersatu melawan segala kezaliman”, katanya.

“Mudah-mudahan dengan aksi ini umat Islam Banyuwangi akan sadar bahwa masih ada orang-orang yang senantiasa berfikir picik, islamophobia, ketakutan terhadap perkembangan Islam baik yang ada di Prancis maupun bahkan di negeri ini”. pungkasnya.

Sebagaimana diketahui sejumlah ormas islam yang tergabung MSAI Banyuwangi seperti Front Pembela Islam (FPI), Jama’ah Ansharu Syariah (JAS), Pembela Islam (FPI), Dakwah Islam Indonesia (DDII) dan lintas ormas lainnya.

Kontributor : Siswanto