Menghina Rasulullah, Dosen di Mesir Diskors

KAIRO(Jurnalislam.com) – Kementerian Pendidikan Tinggi dan Riset Ilmiah Mesir menangguhkan atau menskorsing seorang dosen di sebuah universitas atas tuduhan menghina Nabi Muhammad SAW dan Islam. Dosen yang bergelar profesor itu juga diadukan ke komite disiplin.

Mohammed Mahmoud Mahdali, profesor di Higher Institute of Social Service di Alexandria, muncul dalam dua video klip yang di-posting di platform media sosial beberapa hari yang lalu, saat dia memberikan ceramah kepada para mahasiswa.

Dalam ceramahnya, dia sengaja berbicara tentang Islam dan menghina Nabi Muhammad SAW secara kasar, sambil membela posisi Prancis setelah penerbitan karikatur yang menghina Nabi Muhammad SAW.

Di video pertama, dia berbicara tentang pernikahan Nabi Muhammad SAW dengan cara yang kasar, dan kemudian muncul di video lain yang menghina Al-Qur’an. Profesor yang kasar itu meminta para mahasiswa yang menolak komentarnya untuk meninggalkan ruang kuliah.

Mahdali juga menolak seruan untuk memboikot produk Prancis, dengan mengatakan Presiden Prancis Emmanuel Macron mengambil keputusan yang tepat untuk melindungi hak kebebasan berekspresi di negaranya.

Video-video kasar tersebut memicu kemarahan di antara mahasiswa yang mengajukan pengaduan terhadapnya. Para mahasiswa menuduhnya telah menghina Islam dan memfitnah Nabi.

Sumber: sindonews

Dibimbing PCNU, Ratusan Warga Sampang Deklarasi Tobat dari Syiah

SAMPANG(Jurnalislam.com) — Sebanyak 287 warga Syiah Sampang, Jawa Timur yang selama ini mengungsi di Rumah Susun Sewa Sederhana (Rusunawa) Puspa Agro, Kabupaten Sidoarjo, berikrar untuk kembali ke paham Sunni atau ahlussunah wal jamaah di Pendopo Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang, Kamis (5/11).

“Kami kembali ke ahlussunah atas kesadaran kami sendiri dan tanpa paksaan dari siapa pun,” kata pimpinan Syiah, Tajul Muluk di Sampang.

Salah satu tokoh Sunni yang memimpin langsung pembacaan ikrar warga Syiah, itui adalah Wakil Ketua Tanfidziyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sampang H Ahmad Nuruddin JZ.

Pembacaan ikrar dilaksanakan dengan cara membagi dalam beberapa kelompok. Setiap kelompok berisi dua sampai empat peserta. Mereka membaca sumpah dengan teks bermeterai. Di masing-masing kelompok tersebut, ada pendamping yang menuntun peserta untuk berikrar.

“Jadi, intinya mereka ini berikrar, yang salah satunya isinya wajib mengakui Alquran yang ada sekarang, karena mereka dulu menganggap tidak asli, serta harus mengikuti paham Islam ahlussunnah wal jamaah,” kata Ahmad Nuruddin.

sumber: republika.co.id

Azerbaijan: Tentara Armenia Mengaku Kalah

BAKU(Jurnalislam.com) Azerbaijan berada di atas angin dalam konflik senjata dengan Armenia. Presiden Azerbaijan pun menyatakan keunggulan mereka atas Armenia.

Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev mengklaim bahwa tentara Armenia telah mengaku kalah dalam konflik di wilayah Nagorno-Karabakh. Dengan demikian, Azerbaijan memenangkan pertempuran.

“Kami memiliki persenjataan modern dan semangat juang yang tinggi. Kami menunjukkan siapa yang dan membuktikan bahwa ‘tentara tak terkalahkan’ Armenia adalah mitos. Mereka telah mengakui kekalahan. Ini adalah pengakuan atas kekalahan militer mereka dan kemenangan kami,” kata Aliyev melalui akun Twitter pribadinya pada Rabu (4/11), dikutip laman Anadolu Agency.

Dia mengatakan dengan menyerang warga sipil di berbagai bagian negaranya, Armenia bermaksud menyebarkan kekacauan dan kepanikan di Azerbaijan. “Tapi mereka salah memperhitungkan semangat rakyat Azerbaijan. Terlepas dari  kehilangan kami, ia gagal mematahkan kemauan kami. Sebaliknya justru membuat kami lebih kuat,” ujarnya.

Azerbaijan telah merilis kerugian yang disebabkan oleh konflik dengan Armenia. Hingga Rabu, setidaknya 90 warga sipil telah dilaporkan tewas, termasuk 11 anak-anak. Sebanyak 405 lainnya mengalami luka-luka. Sekitar 2.700 rumah dan 98 bangunan hunian multi-apartemen telah hancur dan 500 fasilitas sipil juga rusak.

Namun, Azerbaijan telah merebut lebih dari 200 desa dan permukiman yang sebelumnya diduduki militer Armenia. Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia (HAM) Michelle Bachelet telah memperingatkan tentang potensi terjadinya kejahatan perang dalam konflik Armenia dengan Azerbaijan di wilayah Nagorno-Karabakh. Hal itu karena terdapat serangan yang turut menghancurkan permukiman sipil.

“Pihak-pihak dalam konflik berkewajiban untuk secara efektif, segera, menyeluruh, dan tidak memihak menyelidiki pelanggaran tersebut dan untuk menuntut mereka yang diduga telah melakukannya,” kata Bachelet pada Senin (2/11).

Bachelet mengatakan serangan yang dilakukan tanpa pandang bulu terhadap daerah padat penduduk di dalam dan sekitar zona konflik Nagorno-Karabakh bertentangan dengan hukum humaniter internasional. “Hukum humaniter internasional tidak bisa lebih jelas lagi,” ucapnya.

Pertempuran antara Armenia dan Azerbaijan di Nagorno-Karabakh telah berlangsung sejak 27 September lalu. Konflik kedua negara di wilayah itu sebenarnya telah berlangsung sejak awal dekade 1990-an. Persengketaan wilayah mulai muncul setelah Uni Soviet runtuh. Dari 1991-1994, pertempuran kedua negara diperkirakan menyebabkan 30 ribu orang tewas.

Pada 1992, The Organization for Security and Co-operation in Europe (OSCE) membentuk  Minsk Group yang diketuai bersama oleh Rusia, Amerika Serikat (AS), dan Prancis. Tugas mereka adalah memediasi dan menemukan solusi untuk menyelesaikan konflik Armenia-Azerbaijan di Nagorno-Karabakh. Namun, belum ada hasil signifikan yang dapat mengakhiri peperangan antara kedua negara tersebut.

sumber:republika.co.id

Masa Pandemi, 77.5 Persen Rumah Tangga Lakukan Penghematan Pangan

BOGOR(Jurnalislam.com) — Pandemi Covid-19 mendorong pemerintah dan masyarakat Indonesia untuk menyesuaikan diri agar dapat bertahan dari dampak virus tersebut.

Perubahan besar yang dirasakan masyarakat adalah adanya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang membatasi aktivitas bekerja serta mencari nafkah bagi banyak keluarga.

Konsekuensi yang terjadi adalah terjadinya penurunan fungsi instrumental yaitu perolehan sumberdaya ekonomi keluarga yang berdampak terhadap pemenuhan kebutuhan pokok, terutama pangan.

Menanggapi hal tersebut, Prof Dr Euis Sunarti, dosen IPB University dari Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen, Fakultas Ekologi Manusia (IKK-Fema) melakukan survei daring mengenai ketahanan keluarga saat pandemi Covid-19 pada periode April dan Juni 2020.

“Tujuan survei ini adalah untuk mengelaborasi strategi pangan yang dilakukan keluarga. Strategi coping pangan merupakan upaya yang dilakukan seseorang dalam mengatasi keadaan yang tidak menguntungkan dalam mempertahankan tujuan keluarga, baik itu dalam pemenuhan konsumsi pangan, maupun mata pencaharian, ” ucap Guru Besar bidang Ketahanan dan Pemberdayaan Keluarga, Rabu (4/11).

Hasil survei tersebut menunjukkan bahwa status pendidikan responden sebagian besar berpendidikan tinggi (Diploma, S1, S2, S3), yaitu 83 persen pada survei pertama dan 74 persen pada survei kedua.

Perolehan data strategi coping pangan yang dilakukan oleh responden pada bulan pertama dan kedua mengungkapkan bahwa sebagian besar responden, tepatnya sebesar 77,5 persen, memilih untuk menghemat pengeluaran untuk pangan keluarga. Dan 59,7 persen memilih untuk membeli pangan yang harganya lebih murah.

“Di samping itu, sebesar 79,6 persen keluarga tidak mengurangi porsi makan, 76,6 persen tidak mencari informasi bantuan pangan serta pada presentase yang hampir imbang yaitu sebesar 50,6 persen tidak mengurangi jenis lauk yang dikonsumsi,” ujarnya.

Sumber: republika.co.id

BNPB Apresiasi Pemprov DKI Soal Siaga Bencana

JAKARTA(Jurnalislam.com)– mendukung penuh upaya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam menghadapi dan mengantisipasi potensi bencana alam dari dampak musim hujan dan fenomena La Nina, yang diimplementasikan melalui kegiatan “Apel Kesiapsiagaan Menghadapi Musim Hujan Tingkat Provinsi Jakarta” di Tanjung Priok, Jakarta Utara, kemarin.

Kepala BNPB Doni Monardo telah menyerukan kepada seluruh jajaran pemerintah di daerah agar segera mengambil tindakan yang dianggap perlu terkait pengurangan risiko bencana dalam menghadapi musim hujan dan mengantisipasi dampak fenomena La Nina.

Pemangku kebijakan tiap-tiap wilayah harus segera menyiapkan tim patroli gabungan, baik untuk antisipasi dan penanganan bencana maupun terkait keamanan lingkungan.

“Bagi yang di bantaran sungai ikuti info. Bila meluap agar mengungsi sementara. Siapkan tim patroli gabungan, hansip, dan pam lokal untuk antisipasi pencurian bila rumah ditinggal sementara,” kata Doni

Doni juga meminta agar pesan tersebut dapat diteruskan ke seluruh jajaran pemerintah daerah hingga tingkat RT/RW. “Infokan ke semua kepala pelaksana (kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Minta mereka teruskan sampai tingkat RT dan RW,” ucap Doni.

Doni yang turut hadir dalam apel kesiapsiagaan di Jakarta kemarin juga memberikan bantuan secara simbolis untuk Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berupa perahu karet multifungsi sebanyak 13 buah. Ke depan bantuan perahu karet tersebut dapat digunakan untuk peninjauan, evakuasi, dan distribusi logistik.

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang bertindak sebagai pemimpin apel meminta kepada jajarannya agar dapat bekerja lebih maksimal guna mengantisipasi dampak bencana.

Sumber: sindonews.com

Asosiasi Pengusaha: Boikot Hak Konsumen

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Asosiasi Pengusaha Ritel seluruh Indonesia (Aprindo) angkat bicara soal seruan boikot produk Prancis yang ada di Indonesia. Aprindo berharap mekanisme perdagangan tetap dapat berjalan wajar dan normal.

“Menyoal produk asal Perancis yang ada, kami menghormati keputusan konsumen, apakah akan membeli atau tidak atas produk dari Prancis yang dijual di gerai ritel modern. Karena merupakan hak pilihan dan keputusan konsumen atau individu yang menentukan dalam berbelanja. Jadi biarlah perdagangan berjalan seperti biasanya dan normal,” kata Ketua Umum Aprindo Roy N Mandey.

Aprindo juga meminta ketegasan dari pihak berwenang agar tidak terjadi aksi yang merugikan masyarakat dan pelaku usaha atas hal yang dilakukan oleh pihak-pihak tertentu yang memprovokasi dan cenderung anarkis.

“Aksi ini tidak memberikan suatu manfaat apapun, justru makin membebani perekenomian khususnya sektor perdagangan, yang saat ini sedang diupayakan Pemerintah agar dapat terjadi peningkatan dan kestabilan Konsumsi Rumah Tangga sebagai point kontributor sebesar 57,6% dari Produk Domestik Bruto (PDB), di tengah lesunya demand dan market akibat pelemahan daya beli atau menahan konsumsi, di masa pandemi ini,” jelas Roy.

Sumber: sindonews.com

 

 

MUI: Kalau Habib Rizieq Mau Pulang, Tak Boleh Dihalangi

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI), Anwar Abbas ikut berkomentar terkait isu kepulangan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab ke Tanah Air.

Menurutnya, merupakan hak semua orang untuk pulang ke kampung halaman. Begitu pula Habib Rizieq yang masih berstatus sebagai warga negara Indonesia.

“Jadi kalau beliau mau pulang ke Indonesia, ke Tanah Air-nya, maka tidak boleh ada yang menghalangi,” kata Anwar saat, Kamis (5/11/2020).

Anwar mengakui memang banyak pihak yang berspekulasi tentang kepulangan Habib Rizieq.

Pro-kontra pun muncul di ruang publik. Namun, ia melihat kepulangan itu hal yang biasa dirasakan setiap warga negara. Ia melihat, mungkin Habib Rizieq lebih mencintai tanah airnya dibanding harus tinggal di negeri orang.

“Apalagi kalau bagi saya pepatah yang menyatakan hujan emas di negeri orang hujan batu di negeri kita, lebih indah bagi saya di negeri saya. Dan saya yakin Habib Rizieq juga merasakan hal demikian,” ujar Ketua PP Muhammadiyah ini.

Habib Rizieq direncanakan akan kembali ke Indonesia pada 10 November 2020 ini.

Isu kepulangan ulama ‘penggerak’ aksi 212 dan 411 sebenarnya sudah lama disuarakan para pentolan FPI dan para pendukungnya. Namun, isu tersebut tampak maju-mundur.

Sumber: sindonews.com

Resesi Ekonomi Indonesia Diprediksi Minus 3 Persen

JAKARTA(Jurnalislamcom)—Ekonomi Indonesia kuartal III 2020 diperkirakan minus 3,13 persen (year on year/yoy) dibanding kuartal sebelumnya yang tercatat minus 5,32 persen yoy. Dengan perkiraan tersebut, Indonesia masuk resesi karena ekonomi selama dua kuartal negatif.

Ekonom Bank Permata Josua Pardede menyatakan, penyebab utama ekonomi minus, yaitu konsumsi rumah tangga yang diperkirakan minus 3,54 persen yoy.

Pada kuartal sebelumnya konsumsi rumah tangga minus 5,51 persen yoy.

“Hal ini dipengaruhi oleh kebijakan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) transisi di berbagai daerah di Indonesia yang mendorong peningkatan pada pergerakan masyarakat, meskipun situasinya belum kembali ke level normal,” kata Josua saat dihubungi MNC Portal di Jakarta, Kamis (5/11/2020).

Dia menuturkan, konsumsi rumah tangga menunjukkan perbaikan yang terbatas sepanjang kuartal III tahun 2020. Laju penjualan ritel pada periode Juli-September 2020 minus 7,3 persen yoy dibandingkan laju penjualan ritel pada kuartal 2019 yang tercatat 0,7 persen yoy.

sumber: inews

Aprindo Khawatir Gerakan Boikot Produk Prancis Meluas

 JAKARTA(Jurnalislam.com) – Belakangan ini jagad dunia media sosial kian ramai menyerukan pemboikotan pembelian barang asal Prancis.

Hal tersebut menyusul adanya pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron yang dinilai telah menghina umat Islam.

Menanggapi hal itu, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel seluruh Indonesia (APRINDO) Roy N Mandey mengaku khawatir bila gerakan itu kian masif, karena akan mengganggu pertumbuhan ekonomi Tanah Air. Pasalnya, banyak produk asal Prancis itu termasuk ke sektor ritel.

“Ya, saat ini memang belum memengaruhi, tapi mestinya jangan diperbesar, sehingga kalau jadi besar, maka akan memengaruhi,” kata Roy, Kamis (5/11/2020).

Apabila salah satu produk ritel ada yang diboikot, maka nantinya akan memen

garuhi tingkat konsumsi rumah tangga. Padahal, kini akibat pandemi Covid-19, nilainya pun sudah minus.

“Sekarang saatnya lagi pandemi, ketika konsumsi kita rendah dan bahkan masih minus, jangan ditambah dengan hal-hal seperti ini,” ujarnya.

Sumber: sindonews.com

 

Survei: Pandemi, 69 Persen Konsumen Tunda Beli Properti

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Hasil survei yang dilakukan Inventure menunjukkan bahwa 69,4% responden menjawab adanya pandemi membuat mereka menunda membeli rumahdan cenderung mementingkan alokasi anggaran dana darurat.

Managing Partner Inventure Yuswohady mengatakan, konsumen masih menahan pengeluaran mahal sehingga membeli rumah bukan menjadi prioritas setidaknya sampai kondisi ekonomi mulai stabil. Pasca pandemi diperkirakan bisnis properti masih mengalami kelesuan.

“Di masa pandemi, prioritas konsumen bergeser back to the bottom of the pyramid, yaitu mengutamakan kebutuhan-kebutuhan esensial seperti groceries, makanan-minuman, dan produk kesehatan, dan menunda pembelian produk-produk non-esensial dan bernilai besar termasuk rumah,” ujarnya pada Indonesia Industry Outlook #IIO2021 secara virtual, Rabu (4/11/2020).

Sementara itu, hunian yang mengunggulkan fasilitas TOD (Transit Oriented Development) masih lebih diminati. Berdasarkan hasil riset yang dilakukan oleh Inventure, hanya 46,3% responden yang setuju jika akses hunian dengan transportasi umum menjadi tidak begitu penting. Sementara itu, 61% responden juga tidak setuju jika pengembang properti tidak mempertimbangkan akses transportasi umum.

Presiden Direktur PT Summarecon Agung Tbk Adrianto P Adhi mengatakan, tantangan bisnis properti ke depan masih bergantung pada lamanya pandemi Covid-19 ini akan berakhir. Menurut dia, kesehatan dan ekonomi harus berjalan beriringan.

“Kami sangat khawatir ketika disiplin protokol kesehatan kurang. Untuk itu, kita juga harus jadi agen untuk memberikan kesadaran masyarakat supaya mereka disiplin sehingga ekonomi bisa berjalan,” tuturnya.

Sumber: sindonews.com