Waspada Lonjakan Covid-19 Libur Akhir Tahun

BANDUNG(Jurnalislam.com)–Kasus positif COVID-19 di Jawa Barat (Jabar) pascalibur panjang berpotensi naik. Oleh karena itu, menurut Gubernur Jabar Ridwan Kamil, untuk mengantisipasi libur Natal dan Tahun Baru akhir Desember, ia meminta pemkab/pemkot di Jabar mengantisipasi dengan merancang sistem pencegahan terintegrasi di tempat-tempat wisata dan pintu masuk daerah.

“Hati-hati dan perbaiki (protokol kesehatan dan pembatasan pengunjung wisata), karena libur panjang akan hadir di bulan Desember,” ujar Ridwan Kamil yang akrab disapa Emil usai rapat bersama Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi RI Luhur Binsar Pandjaitan melalui konferensi video dari Gedung Pakuan, Kota Bandung, Kamis malam (12/11).

Emil mengatakan, pada liburan Maulid Nabi Muhammad SAW 28 Oktober hingga 1 November 2020 mengalami kenaikan tapi tidak setinggi liburan panjang Agustus 2020. “Ini menandakan protokol kesehatan 3M dan pembatasan di destinasi wisata itu dilakukan dengan baik,” katanya.

Menurut Emil, kenaikan kasus setelah libur logis sebagai konsekuensi aktivitas warga. Tapi, yang patut disyukuri penting terjadi penurunan tren.

Emil mengatakan, provinsi dengan banyak destinasi wisata seperti Jabar memang berisiko ada kenaikan kasus Covid-19 terutama di masa libur panjang. “Dan memang risiko tinggi ada di kita karena penerbangan orang jarang. Sekarang orang berwisata naik sepeda motor atau mobil, dan orang Jakarta mayoritas larinya ke Jabar,” katanya.

Menko Bidang Maritim dan Investasi Luhut Pandjaitan membenarkan, pascalibur panjang memang terjadi kenaikan kasus terkonfirmasi Covid-19, namun tidak setinggi libur panjang sebelumnya.

Berdasarkan data Kementerian Koordinator Bidang Marves per 11 November 2020, kontribusi provinsi pada mortalitas nasional dua minggu pascalibur panjang Oktober di delapan dan lima provinsi mengalami penurunan, apabila dibandingkan dua minggu pasca-libur panjang Agustus.

Per 9-15 September kontribusi nasional terhadap penambahan kasus di delapan provinsi mencapai 77,8 persen, dan lima provinsi 13,4 persen. Sementara hampir dua minggu setelah libur panjang akhir Oktober penambahan kasus di delapan provinsi mencapai 63,4 persen dan lima provinsi 14,4 persen.

“Kalau kita lihat per 11 November total kasus terjadi kenaikan cukup banyak juga, tapi tidak sebanyak pada libur panjang bulan Agustus. Saya kira cukup berhasil juga teman-teman sekalian melakukan penanganan ini, karena sudah mau dua minggu (pascalibur panjang),” papar Luhut.

Menjadi catatan Luhut, jumlah laporan operasi yustisi 3M di Jabar menurun 16 persen dari asalnya 160,9 ribu menjadi 135 ribu. Sehingga wajar ada peningkatan kasus positif hingga 41 persen. Jabar menempati urutan kedua peningkatan kasus positif pascalibur panjang di bawah Jateng (49 persen), di atas DKI Jakarta (14 persen), dan Jatim (5 persen).

Namun, hingga hari ini tingkat keterisian tempat tidur rumah sakit di keempat provinsi tersebut cukup terkendali yakni di bawah 65 persen. Mengingat masih ada potensi peningkatan jumlah kasus dalam beberapa minggu mendatang, Luhut meminta para kepala daerah memastikan ketersediaan ruang ICU dan tempat isolasi terpusat. “Dirjen Yankes, Dirjen Farmalkes (Kementerian Kesehatan RI) mohon pastikan ketersediaan obat dan alat di rumah sakit rujukan agar angka kematian dapat ditekan,” katanya.

Selain itu, untuk menekan terjadinya penularan di dalam rumah, Pemerintah Daerah (pemda) juga perlu terus mendorong penggunaan fasilitas isolasi terpusat bagi pasien bergejala ringan atau tidak bergejala. Luhut meminta Kementerian Kesehatan menyusun pedoman tertulis tentang isolasi terpusat yang dapat diikuti oleh pemda. “Perlu dilakukan testing dan tracing yang tepat sasaran berdasarkan analisis kluster untuk secepatnya memutus mata rantai penularan Covid-19,” katanya.

Sumber: republika.co.id

Azerbaijan Akan Hidupkan Kembali Wilayah Bekas Jajahan Armenia

KARABAKH (Jurnalislam.com) – Presiden Azerbaijan pada Rabu (11/11) mengatakan bahwa wilayah Karabakh Atas, yang telah diduduki Armenia selama hampir tiga dekade dan baru-baru ini dibebaskan oleh Azerbaijan, akan dihidupkan kembali.

“Persatuan rakyat kami akan memungkinkan kami untuk menghidupkan kembali wilayah yang dibebaskan. Karabakh akan terlahir kembali. Itu akan dihidupkan kembali dan akan menjadi surga yang nyata,” kata Presiden Ilham Aliyev di Twitter.

Azerbaijan dan Armenia menandatangani perjanjian yang ditengahi oleh Rusia pada 10 November untuk mengakhiri pertempuran dan bekerja menuju solusi yang komprehensif. Presiden Aliyev memuji kesepakatan itu sebagai kemenangan bagi negaranya dan kekalahan bagi Armenia, dengan mengatakan keberhasilan militernya memungkinkan negara itu mengakhiri pendudukan selama tiga dekade.

“Ini adalah saat-saat paling membahagiakan dalam hidup kita masing-masing. Perang Karabakh kedua akan dicatat dalam sejarah sebagai kemenangan gemilang Azerbaijan. Semua rakyat kami menunjukkan persatuan dan solidaritas dalam memastikan kemenangan ini,” ujar dia.

Dia menyebut kemenangan itu berkat dari “profesionalisme dan keberanian” para prajurit. Kemenangan di medan perang adalah hasil kemenangan di bidang politik.

“Kami akan semakin memperkuat kemenangan bersejarah kami di ranah hukum dan politik,” ujarnya.

Menekankan bahwa masalah keamanan dan infrastruktur harus diprioritaskan untuk pemulangan para pengungsi, Aliyev mengatakan daerah memerlukan penambangan dan Baku akan melibatkan organisasi internasional dalam prosesnya. Dia menekankan pemerintahnya akan membangun kembali rumah yang hancur selama perang.

Hubungan antara bekas republik Soviet menjadi tegang sejak 1991 setelah militer Armenia menduduki Nagorno-Karabakh, wilayah yang diakui sebagai bagian dari Azerbaijan, dan tujuh wilayah yang berdekatan.

Bentrokan baru meletus 27 September, dan tentara Armenia melanjutkan serangannya terhadap warga sipil dan pasukan Azerbaijan, bahkan melanggar tiga perjanjian gencatan senjata kemanusiaan, selama 44 hari. Baku membebaskan beberapa kota dan hampir 300 pemukiman dan desa dari pendudukan Armenia.

Turki menyambut gencatan senjata sebagai “kemenangan besar” bagi Azerbaijan. Sebelum perang Karabakh yang kedua, sekitar 20 persen wilayah Azerbaijan berada di bawah pendudukan Armenia secara ilegal selama hampir tiga dekade.

Sumber: republika.co.id

Turki Minta AS Berkaca tentang Islampohobia dan Kebebasan

TURKI(Jurnalislam.com)- Turki pada Rabu mengecam Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) karena menyampaikan kekhawatiran “atas masalah agama” menjelang kunjungan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo ke Istanbul.

Pernyataan dari Departemen Luar Negeri pada Selasa mengungkapkan Setelah dari Paris, Menteri Luar Negeri Pompeo akan bertolak ke Istanbul, Turki untuk bertemu dengan Uskup Agung Konstantinopel Bartolomeus I, dan membahas masalah-masalah agama di Turki dan wilayah tersebut.

Otoritas AS menyatakan pihaknya juga akan mempromosikan pendiriannya tentang kebebasan beragama di seluruh dunia.

Menyoroti kemajuan Turki di bidang kebebasan beragama selama 20 tahun terakhir, juru bicara Kementerian Luar Negeri Turki Hami Aksoy dalam sebuah pernyataan mengatakan “bahasa yang digunakan dalam pernyataan pers soal kunjungan Menlu Pompeo sama sekali tidak relevan”.

“Akan lebih cocok bagi AS untuk pertama kali melihat ke cermin dan menunjukkan kepekaan yang diperlukan terhadap pelanggaran hak asasi manusia di negara itu seperti rasisme, Islamofobia, dan kejahatan rasial,” tambah Aksoy.

Dalam pernyataannya, Aksoy juga menggarisbawahi bahwa Turki “tidak keberatan jika tamu resmi asing bertemu dengan perwakilan komunitas agama di negara yang mereka kunjungi” dan mengingat catatan sejarah Turki tentang keanekaragamannya dan menampung berbagai agama selama berabad-abad.

“Sedangkan agama minoritas di seluruh dunia, dan terutama Muslim, dipaksa untuk melakukan ibadah mereka dalam kondisi yang tidak baik dan terus-menerus mendapatkan ancaman, warga Turki non-Muslim mendapatkan kebebasan untuk menjalankan ritual keagamaan mereka,” tutur dia.

Aksoy melanjutkan bahwa kebebasan beribadah bagi warga Turki dari berbagai agama dilindungi. Aksoy menyarankan AS harus fokus pada peningkatan kerja sama antara negara-negara terkait masalah regional dan global.

Sumber: republika.co.id

 

8 Anggota Baznas Diharap Bisa Optimalkan Penghimpunan Zakat

JAKARTA(Jurnalislam.com)— Pengurus Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) 2020-2025 sudah terpilih. Kepengurusan periode ini ditetapkan melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 110/P Tahun 2020.

Menag Fachrul Razi berpesan agar kepengurusan yang baru ini dapat melanjutkan upaya mengoptimalkan pengumpulan zakat di Indonesia.

“Hal itu sesuai dengan rencana strategis Kementerian Agama 2020-2025 dalam meningkatkan optimalisasi potensi zakat, infak, sedekah dan dana sosial keagamaan lainnya,” katanya dalam acara Konsultasi Kemenag dan Baznas via zoom, Rabu (11/11).

Untuk mewujudkan pengelolaan zakat yang lebih baik, Menag berharap ada koordinasi dengan Baznas untuk membahas regulasi, akuntabilitas tata kelola, dan tantangan pengelolaan zakat di era 4.0.

“Demi sinergi yang lebih baik, maka harus tercipta alur koordinasi yang harmonis antara Kementerian Agama sebagai regulator dan Baznas sebagai badan yang membantu dalam mewujudkan optimalisasi pengelolaan dana zakat secara nasional,” ujarnya.

Menag berharap sinergi dengan Baznas terus berjalan sesuai arah rencana strategis Kementerian Agama. “Tantangan pengelolaan zakat akan semakin ringan jika sinergi dijalin secara baik,” tuturnya.

Delapan anggota Baznas yang beru terdiri dari unsur masyarakat seperti ulama, tokoh masyarakat, perwakilan organisasi masyarakat, dan kalangan profesional. Berikut daftar nama Pengurus Baznas 2020 – 2025:

  1. Noor Achmad (Sekretaris Dewan Pertimbangan MUI Pusat),
  2. Muhammad Nadratuzzaman Hosen (anggota MUI Pusat),
  3. Mokhammad Makhdum (mantan Direktur Lembaga Pengelola Dana Pendidikan/LPDP),
  4. Zainulbahar Noor (Wakil Ketua Baznas 2015-2020),
  5. Saidah Sakwan (mantan anggota DPR),
  6. Rizaludin Kurniawan (Direktur Perhimpunan Lembaga Amil Zakat Infaq dan Sedekah Muhammadiyah/LazisMu),
  7. Nur Chamdani (anggota Tentara Nasional Indonesia), dan
  8. Achmad Sudrajat (Ketua Lembaga Amil Zakat Infaq dan Sedekah Nahdlatul Ulama/LazisNU)

 

Mahasiswa Indonesia Bantu Korban Gempa Turki

IZMIR(Jurnalislam.com) – PCIM Turki menyerahkan bantuan kemanusiaan untuk korbanbencana gempa kepada Pemerintah Daerah Bornova, Izmir. Rombongan PCIM Turki disambut langsung oleh Mustafa İduğ selaku Pimpinan Pemerintah Daerah Bornova.

Dalam agenda pertemuan yang diadakan oleh Pemda Bornova, mereka menyampaikan terima kasih atas kepedulian yang telah ditunjukkan oleh rakyat Indonesia kepada Turki.

“Indonesia dan Turki merupakan negara yang memiliki tingkat kerawanan yang sama dalam hal bencana gempa, kita harus bersama-sama saling membantu dalam antisipasi kebencanaan. Kami sangat berterima kasih dan menyambut baik bantuan tersebut,” tegas Mustafa.

Bantuan tersebut diproyeksikan untuk program penunjang pendidikan kepada pengungsi gempa dan tsunami di Izmir, Turki, khususnya anak-anak yang terdampak. Hal ini dilakukan guna mendukung program bantuan pemberian tablet untuk pembelajaran daring kepada 500 anak yang ada di pengungsian.

Wachid Ridwan, ketua  Muhammadiyah Aid, mengatakan bantuan ini bukti kepedulian dan kecintaan warga Muhammadiyah kepada Turki yang diterpa musibah, juga demi kemanusiaan dan ikatan persahabatan kedua bangsa.

Gempa berkekuatan 6,6 magnitude atau sekitar 7.0 skala Richter melanda provinsi Izmir dan menyebabkan tsunami kecil di pesisir barat Turki pada hari Jumat, 30 Oktober 2020, 14:51 waktu setempat. Pusat Seismologi Eropa-Mediterania mengatakan gempa tersebut memiliki pusat di 13 km timur laut pulau Samos, Yunani.

Gempa tersebut dirasakan juga di provinsi lain seperti Istanbul, Bodrum, Muğla, Bursa dan Manisa serta di negara Yunani dan Bulgaria.  Segera setelah gempa awal, Provinsi Izmir diguncang lebih lanjut oleh 389 gempa susulan, dengan 33 di antaranya lebih kuat dari skala 4.0 sehingga mengakibatkan kerusakan parah pada struktur dan infrastruktur di berbagai wilayah seperti Bornova, Bayraklı, Seferihisar dan lainnya.  Setidaknya, ada 8 bangunan yang rubuh total dan 172 yang dikosongkan karena rusak parah.

Otoritas Badan Penanggulangan Bencana (AFAD) mengumumkan hingga Rabu (4/11/2020) siang hari ketika operasi SAR telah dihentikan, gempa telah merenggut nyawa 115 orang dan menyebabkan hampir 1000 orang luka-luka.Tidak ada korban jiwa maupun luka dari Warga Negara Indonesia, namun dampak kerugiannya puluhan juta Turki Lira. Hingga saat initelah tercatat sebanyak 220 orang dalam perawatan medislanjutan di rumahsakitEge Üniversite yang dikhawatirkan menjadi new disabled person.

Taner Baykal, salah satu kepala pemadam kebakaran yang mengirimkan personelnya ke Izmir juga mengatakan bahwa, “Dari seluruh 8500 anggota tim SAR, sekitar 3.000 orang pemadam kebakaran dikirimkan untuk melakukan upaya penyelamatan dan negara memberikan pertolongan kepada para pengungsi, namun ada juga yang tidak terjangkau oleh bantuan negara, kami berupaya untuk menjangkau orang-orang tersebut insya Allah.”

Program Muhammadiyah Aid dilaksanakan oleh PCIM Turki berkolaborasi dengan Perhimpunan Pelajar Indonesia wilayah Bursa dan Izmir, turun langsung ke Aşık Veysel Park, tempat pengungsian terbesar untuk mengamati dan memberikan dukungan moril serta bantuan dana kepada korban terdampakgempa. Selama 3 hari sejak Senin, 2 November hingga Rabu, 4 November 2020 sebanyak 20 pemuda Indonesia hadir membersamai para korban, bahkan sebagian turut menyaksikan proses penyelamatan korban di reruntuhan gedung pasca gempa, di daerah Bayraklı.

Sumber: republika.co.id

 

Masyarakat Bogor Sambut Habib Rizieq, Lalin Puncak Direkayasa

BOGOR(Jurnalislam.com) — Setelah tiba di Megamendung, Kabupaten Bogor, Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab langsung berangkat menuju Markaz Syariah melalui Jalan Pasir Muncang. Rekayasa lalu lintas yang dibuat pihak Polres Bogor berhasil dilaksanakan.

“Hari ini ramai, tapi alhamdulillah bisa tertib. Jadi barusan Habib Rizieq lewat dan sudah memasuki ke arah Markaz Syariah. Kami menunggu situasi ke depan,” ujar Kapolres Bogor, AKBP Roland Ronaldy di Megamendung, Kabupaten Bogor, Jumat (13/11).

Dalam pantauan Roland, kepadatan massa simpatisan Habib Rizieq hanya ada di sekitaran Jalan Pasir Angin, Gadog.

Enggak ada (di tempat lain), hanya di sini saja. Sekitaran Pasir Angin,” tuturnya.

Sejak Kamis (12/11) malam, sekitar 600 hingga 700 personel gabungan Polri, TNI, Satpol PP, Dishub dan Brimob disiagakan untuk pengamanan arus lalu lintas menuju Markaz Syariah.

Di lokasi yang sama, Kasat Lantas Polres Bogor, Iptu Dicky Anggi Pranata mengatakan pihaknya akan melakukan kegiatan pengamanan dari sebelum hingga setelah kegiatan Habib Rizieq dan jamaahnya berlangsung.

“Jadi kegiatan pengamanan itu dari sebelum, saat, sampai setelah kegiatan,” ujar Dicky.

Sumber: republika.co.id

 

Pasca Libur Panjang, Kasus Covid-19 Jabar Melonjak

BANDUNG(Jurnalislam.com) — Kasus positif Covid-19 di Jawa Barat dua minggu usai libur panjang Maulid Nabi SAW pada 28 Oktober hingga 1 November 2020 mengalami kenaikan tapi tidak setinggi liburan panjang Agustus 2020.

“Ini menandakan protokol kesehatan 3M dan pembatasan di destinasi wisata itu dilakukan dengan baik,” ujar Gubernur Jabar M Ridwan Kamil atau Kang Emil, Jumat (13/11).

Evaluasi tersebut, kata dia, juga disampaikan oleh pihaknya ke Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi RI Luhur Binsar Pandjaitan melalui konferensi video dari Gedung Pakuan. Menurut Kang Emil kenaikan kasus setelah libur logis sebagai konsekuensi aktivitas warga. Tapi, menurutnya, yang patut disyukuri penting terjadi penurunan tren.

Provinsi dengan banyak destinasi wisata seperti Jabar memang berisiko ada kenaikan kasus Covid-19 terutama di masa libur panjang. “Dan memang risiko tinggi ada di kita karena penerbangan orang jarang. Sekarang orang berwisata naik sepeda motor atau mobil, dan orang Jakarta mayoritas larinya ke Jabar,” katanya.

Mengantisipasi libur Natal dan Tahun Baru akhir Desember, Kang Emil meminta pemkab/pemkot di Jabar mengantisipasi dengan merancang sistem pencegahan terintegrasi di tempat-tempat wisata dan pintu masuk daerah.

“Hati-hati dan perbaiki (protokol kesehatan dan pembatasan pengunjung wisata), karena libur panjang akan hadir di bulan Desember,” katanya.

Menko Bidang Maritim dan Investasi Luhut Pandjaitan membenarkan, usai libur panjang memang terjadi kenaikan kasus terkonfirmasi Covid-19, tetapi tidak setinggi libur panjang sebelumnya. Berdasarkan data Kementerian Koordinator Bidang Marves per 11 November 2020, kontribusi provinsi pada mortalitas nasional dua minggu usai libur panjang Oktober di delapan dan lima provinsi mengalami penurunan, apabila dibandingkan dua minggu usai-libur panjang Agustus.

Per 9-15 September kontribusi nasional terhadap penambahan kasus di delapan provinsi mencapai 77,8 persen, dan lima provinsi 13,4 persen. Sementara hampir dua minggu setelah libur panjang akhir Oktober penambahan kasus di delapan provinsi mencapai 63,4 persen dan lima provinsi 14,4 persen.

“Kalau kita lihat per 11 November total kasus terjadi kenaikan cukup banyak juga, tapi tidak sebanyak pada libur panjang bulan Agustus. Saya kira cukup berhasil juga teman-teman sekalian melakukan penanganan ini, karena sudah mau dua minggu (usai libur panjang),” jelas Luhut dalam rapat tersebut.

Menjadi catatan Luhut, jumlah laporan operasi yustisi 3M di Jabar menurun 16 persen dari asalnya 160,9 ribu menjadi 135 ribu, sehingga wajar ada peningkatan kasus positif hingga 41 persen. Jabar menempati urutan kedua peningkatan kasus positif usai libur panjang di bawah Jateng (49 persen), di atas DKI Jakarta (14 persen), dan Jatim (lima persen).

Namun, hingga hari ini tingkat keterisian tempat tidur rumah sakit di keempat provinsi tersebut cukup terkendali yakni di bawah 65 persen. Untuk itu, mengingat masih ada potensi peningkatan jumlah kasus dalam beberapa minggu mendatang, Luhut meminta para kepala daerah memastikan ketersediaan ruang ICU dan tempat isolasi terpusat.

“Dirjen Yankes, Dirjen Farmalkes (Kementerian Kesehatan RI) mohon pastikan ketersediaan obat dan alat di rumah sakit rujukan agar angka kematian dapat ditekan,” katanya.

Selain itu, untuk menekan terjadinya penularan di dalam rumah, Pemerintah Daerah (pemda) juga perlu terus mendorong penggunaan fasilitas isolasi terpusat bagi pasien bergejala ringan atau tidak bergejala. Luhut meminta Kementerian Kesehatan menyusun pedoman tertulis tentang isolasi terpusat yang dapat diikuti oleh pemda.

“Perlu dilakukan testing dan tracing yang tepat sasaran berdasarkan analisis kluster untuk secepatnya memutus mata rantai penularan Covid-19,” katanya.

Sumber: republika.co.id

PMI Siap Distribusikan Vaksin Covid-19

MAKASSAR(Jurnalislam.com) — Ketua Umum Palang Merah Indonesia M. Jusuf Kalla (JK) mengatakan PMI siap membantu pendistribusian vaksinasi Covid-19 ke seluruh pelosok Indonesia saat vaksin tersebut tiba di Tanah Air.

“PMI telah menyiapkan sekitar 230 unit donor darah (UDD) yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia yang berfungsi sebagai pos pemberian vaksin disertai ribuan tenaga vaksin,” ujar JK di sela kehadirannya meresmikan arenatorium di Makassar, Kamis (12/11).

Sementara itu, menindaklanjuti arahan dari Ketua Umum PMI, pimpinan Humas PMI Sulsel Syahrul Rustam mengemukakan berdasarkan laporan yang diperoleh, sebanyak 200-an UDD sudah siap membantu pendistribusian vaksin di lapangan.

“Karena itu, sesuai instruksi Pak JK, dari 200-an UDD itu salah satunya di Sulsel dari 200-an UDD yang dipastikan ada dua UDD di Sulsel yang telah beroperasi salah satunya di Makassar sementara UDD lainnya yang tersebar di 24 kabupaten/kota,” katanya.

Seluruh relawan akan dilibatkan penuh dalam proses pendistribusian vaksin. Namun, khusus Sulsel akan difokuskan di Kota Makassar melalui UDD setempat.

“Pak JK sudah instruksikan peran relawan agar dimaksimalkan utamanya pada saat pendistribusian vaksin di setiap daerah,” ujarnya.

Mengenai kesiapan tersebut, Ketua UDD PMI Makassar Syamsu Rizal mengatakan jajarannya siap melaksanakan tugas sesuai instruksi PMI pusat. Apalagi tugas ini merupakan tugas mulia untuk menekan dan mencegah penyebaran kasus Covid-19.

Sumber: republika.co.id

 

 

Maulid Nabi Ulama Asia Tenggara Diapresiasi

JAKARTA(Jurnalislam.com)— Menteri Agama RI Fachrul Razi mengajak semua umat muslim agar terus memperkokoh silaturahim dan ukhuwah atau persaudaraan antar bangsa.

Ajakan ini disampaikan Menag pada Peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw tahun 2020 yang digelar secara daring oleh Masjid Istiqlal dan masjid utama negara Asia Tenggara serumpun.

Peringatan ini diikuti oleh para tokoh dari tujuh negara. Selain Indonesia, ikut bergabung peserta dari Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Filipina, Thailand, dan Timor Leste. Hadir juga, Imam Besar Masjid Istiqlal Prof. Dr. KH Nasaruddin Umar, Ahli Tafsir Indonesia Prof. Dr. KH Quraish Shihab sekaligus sebagai penceramah, dan Kepala Bidang Penyelenggaran Peribadatan Masjid Istiqlal KH Bukhori Sail Attahiri, MA.

Gelaran maulid Nabi ini mengusung tema “Memperkokoh Silaturahmi dan Ukhuwah Islamiyah antar Bangsa”.

“Selaku Menteri Agama Republik Indonesia dan ketua badan pengelola masjid Istiqlal, saya menyambut baik dan memberikan apresiasi atas inisiatif penyelenggaraan maulid Nabi Muhammad Saw dalam upaya memperkokoh silaturrahim dan ukhuwah Islamiyah antar bangsa, khususnya melalui masjid utama negara Asia Tenggara serumpun,” kata Menag, di Jakarta, Kamis (12/11).

Disampaikan Menag, kawasan Asia Tenggara dengan wilayah dan populasi penduduk muslim yang besar harus dapat memberikan kontribusi nyata bagi kebangkitan peradaban Islam dan kemanusiaan. Model keberislaman di Asia Tenggara, yang diawali dengan masuknya Islam secara damai di kawasan nusantara, dapat menjadi model bagi kehidupan keagamaan yang damai, toleran, dan menghargai keragaman.

“Di sini, relasi agama dan budaya lokal terjalin dengan baik, tanpa pertentangan apapun,” kata Menag.

 

Indonesia Tambah Utang Rp 15,37 Triliun dari Australia

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Pemerintah Australia memberikan pinjaman kepada Indonesia senilai 1,5 miliar dolar Australia atau sekitar Rp 15,37 triliun (kurs 1 dolar Australia=Rp 10.247). Pinjaman yang harus dibayarkan kembali selama 15 tahun ini mendukung program Active Response dan Expenditure Support Program yang dipimpin oleh Bank Pembangunan Asia (ADB).

Bendahara Pemerintah Australia Josh Frydenberg menjelaskan, pandemi Covid-19 telah berdampak terhadap dunia usaha, mata pencaharian dan lapangan pekerjaan. Di masa penuh tantangan ini, kekuatan hubungan antara Australia dengan Indonesia menjadi lebih penting dari sebelumnya.

“Dalam semangat kemitraan inilah, kami hari ini mengumumkan pinjaman bilateral 1,5 miliar dolar Australia dari Pemerintah Australia kepada Pemerintah Indonesia,” tuturnya dalam Press Statement secara virtual, Kamis (12/11).

Frydenberg menambahkan, kedua pemerintahan yang dipimpin Perdana Menteri Australia Scott Morrison dan Presiden Indonesia Joko Widodo berfokus pada melindungi warga negara dari dampak terburuk pandemi. Kedua negara, mengembangkan berbagai program untuk memberikan dukungan fiskal dan moneter yang penting bagi kehidupan dan mata pencaharian.

Frydenberg mengatakan, pinjaman yang diberikan Australia mencerminkan momentum luar biasa yang harus dihadapi bersama. Langkah ini juga, disebutnya sebagai pengakuan terhadap catatan pengelolaan fiskal Indonesia yang baik. “Pemulihan yang kuat dan cepat di Indonesia sangat penting tidak hanya untuk Indonesia, juga untuk Australia dan wilayah kami,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani menuturkan, pinjaman dari Australia merupakan salah satu jenis dukungan yang sangat dihargai Pemerintah Indonesia. Ia berharap, kedua negara dan dunia segera pulih dari pandemi, sehingga dapat beraktivitas seperti biasa.

Pinjaman tersebut akan digunakan untuk mendukung pembiayaan anggaran Indonesia tahun ini yang difokuskan pada pengelolaan krisis Covid-19 dan program pemulihan ekonomi. “Tidak hanya membantu masyarakat, komunitas bisnis, usaha kecil dan menengah, terpenting juga menjaga keberlanjutan fiskal kami,” ucap Sri, dalam kesempatan yang sama.

Dalam situasi saat ini, Sri menekankan, kolaborasi antarnegara menjadi sangat penting, meskipun sekadar berbagi pengalaman dan situasi. Upaya ini menjadi gambaran bahwa Indonesia tidak bergerak sendiri-sendiri.

Sumber: republika.co.id