Legenda Bola Maradona dan Kepeduliannya terhadap Palestina

ARGENTINA – (Jurnalislam.com)–Dunia sepakbola berduka, Diego Armando Maradona Franco The Golden Boy legendaris pesepakbola asal Argentina, meninggal dunia Rabu lalu (25/11/2020) di Tigre Argentina.

Duka bukan hanya dialami oleh dunia sepakbola, dunia Muslim khususnya Palestina pun turut berduka atas kematian The Golden Boy ini. Pasalnya, meskipun Maradona bukanlah seorang muslim, beliau sangat peduli dan mencintai Palestina.

Hal ini seperti dilansir oleh Aljazeera pada 2012, Maradona menyebut dirinya sebagai penggemar nomor satu Palestina “Saya menghormati mereka dan bersimpati dengan mereka. Saya mendukung Palestina tanpa rasa takut,” katanya saat itu.

Saat militer Israel menyerang Gaza pada 2014 yang menewaskan 3 ribu warga Palestina, Maradona mengungkapkan kemarahannya dengan meluncurkan kritikan terbuka kepada Israel, “Apa yang dilakukan Israel terhadap Palestina sangat memalukan,” kritiknya.

Pada 2015 beredar kabar bahwa Maradona melakukan negoisasi dengan Asosiasi Sepak Bola Palestina untuk melatih tim nasional mereka selama Piala Asia AFC 2015.

Kemudian pada Juli 2018, Maradona mengadakan pertemuan dengan Presiden Palestina Mahmoud Abbas di Moskow, dan kembali menegaskan rasa cintanya kepada Palestina. “Dalam hati saya, saya orang Palestina,” kata beliau kepada Abbas sambil memeluknya.

Ucapan bela sungkawa atas kematian Maradona Sang Legendaris yang membawa Argentina memenangi Piala Dunia 1986 ini mengalir dari berbagai negara dan kalangan. Hamas sebuah organisasi pergerakan Palestina pun mengirim ucapan bela sungkawa melalui Juru bicaranya Sami Abu Zuhri. “Kami sangat sedih atas kematian salah satu pesepakbola terhebat, ‘Maradona’, yang dikenal atas dukungannya pada perjuangan #Palestine,” tulisnya lewat akun Twitter, Kamis, 26 November 2020.

Rekan sejawat Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo yang sama-sama mendukung Palestina pun menyampaikan penghormatan terakhir kepada Maradona. “Hari yang menyedihkan bagi seluruh warga Argentina dan dunia sepak bola. Ia meninggalkan kita semua tetapi tidak pernah betul-betul pergi, sebab Diego kekal,” tulis Messi dalam akun instagram pribadinya @leomessi.

“Saya mengingat momen-momen menyenangkan yang saya lewati bersamanya dan saya turut mengirimkan bela sungkawa untuk keluarga dan kerabatnya. Beristirahatlah dalam damai,” tulis Messi dengan menyematkan dua foto saat ia bersama Maradona.

Sementara itu Cristiano Ronaldo mengungkapkan rasa kagum sekaligus kehilangan Maradona, ia menyebut Maradona sebagai seorang jenius yang abadi dan warisannya di dunia sepak bola tidak akan pernah tergantikan oleh siapapun.

“Hari ini saya mengucapkan selamat jalan kepada seorang teman dan dunia berpisah dengan sosok jenius yang abadi,” tulis Ronaldo dalam instagram pribadinya @cristiano.

“Salah satu pemain terbaik sepanjang masa. Penyihir tiada tanding. Ia pergi begitu cepat, meninggalkan warisan tanpa batas dan sebuah lubang yang tak akan bisa diisi siapapun. Berisitrahatlah, jagoan. Engkau tak akan pernah dilupakan,” lanjutnya pada unggahan yang sama.

Maradona menghembuskan napas terakhir pada usia 60 tahun karena serangan jantung. Kematiannya terjadi dua pekan setelah keluar dari rumah sakit Buenos Aires setelah menjalani operasi otak. (dbs)

Reporter : Jumi Yanti Sutisna

Kiai Ma’ruf Apresiasi Sekjen MUI Anwar Abbas Majukan MUI

JAKARTA(Jurnalislam.com)— Rapat Pleno I Munas X MUI dengan agenda pembacaan laporan pertanggunggjawaban pengurus MUI Pusat periode 2015-2020 dipungkasi dengan menerima secara bulat LPJ tersebut oleh peserta.

Dalam sidang yang dipimpin Ketua Panitia Pengarah Munas X MUI, KH Abdullah Jaidi itu, juga dinyatakan bahwa keseluruhan pengurus MUI Pusat periode 2015-2020 telah demisioner. Ini berarati bahwa Prof KH  Ma’ruf Amin tak lagi menjabat sebagai ketua umum MUI.

Sementara itu, saat membacakan LPJ, Kiai Ma’ruf men  menjelaskan pencapaian terbaik MUI lima tahun selama di bawah kepemimpinannya. Dia menjelaskan pencapaian terbaik MUI adalah menjadikan standard ISO sebagai standard MUI.

Menurut Kiai Ma’ruf, bukanlah perjalanan yang mudah untuk bisa diterima ISO, beberapa syarat harus terpenuhi termasuk syarat transparansi.

“Hanya MUI yang punya ISO. Bisa diterima ISO itu ada macam-macam. Tidak mungkin didapat kalau kita tidak memenuhi itu. Kita di bawah kendali Sekjen Buya Anwar Abbas tiga tahun ini sudah tamkinul ma’rifah (paham betul) dalam urusan ISO. Ini sesuatu yang tidak mudah,” kata Wakil Presiden RI ini di arena Munas X MUI, Hotel Sultan, Jakarta, Kamis (26/11/2020).

Sementara itu, terkait  program Islam wasathiyah, dia menjelaskan bahwa hal itu merupakan ruh dalam agenda kepemimpinanya. Aktivitas MUI selama lima tahun kepengurusannya berfokus pada pengarusutamaan Islam wasathiyyah. Sosialisasi dan edukasi terkait Islam wasathiyyah terus dilakukan melalui Komisi Dakwah.

5 Fatwa Dibahas di Munas MUI: Dana Talangan Haji hingga Corona

JAKARTA(Jurnalislam.com)—  Musyawarah Nasional X Majelis Ulama Indonesia (MUI) menjadi momentum Komisi Fatwa untuk menggelar sidang fatwa. Terdapat empat fatwa bahasan sekaligus tentang haji dan satu fatwa terkait human deploit cell.

Empat fatwa ini merupakan pertanyaan yang diajukan (istifta’) Badan Pengelolaan Keuangan Haji (BPKH) dan Kementerian Kesehatan.

Pimpinan Sidang Komisi C Munas X MUI 2020, KH Sholahuddin Al Aiyub, menjelaskan empat fatwa terkait haji itu terdiri dari Fatwa Masker Bagi yang sedang Ihram, Fatwa Pendaftaran Haji saat Usia Dini, Fatwa Pembayaran Setoran Awal Haji dengan Utang dan Pembiayaan, serta Fatwa Penundaan Pendaftaran Haji bagi yang Sudah Mampu.

“Ada 4 fatwa sekaligus yang terkait dengan haji,” kata dia dalam Sidang Pleno Agenda Komisi di arena Munas X MUI,  di Hotel Century, Jakarta, Kamis (26/11).

Dia menjelaskan, tata cara manasik haji di kondisi Covid-19 ini menimbulkan pertanyaan. Ketika Haji terjadi kerumunan, maka bagaimana tetap menjaga protokol kesehatan perlu dipastikan seperti penggunaan masker. Padahal dalam kondisi sedang berihram, hukum menutup wajah tidak diperbolehkan.

“Begitu juga untuk perempuan, dia itu syaratnya harus membuka penutup mukanya, dalam konteks seperti ini (pandemi Covid-19),  dalam hal pelaksanaan aturan terkait manasik,” ujarnya dia.

Sementara itu, kata dia, fatwa tentang haji kedua adalah terkait rencana pendaftaran haji oleh haji muda. Idenya bagaimana agar dengan antrean haji yang semakin lama bisa diantisipasi dengan pendaftaran di usia dini. Sehingga meskipun antrean lama, seorang Muslim masih berkesempatan menjalankan ibadah haji.

“Mungkin ketika masih muda belum memiliki istithaah (kemampuan), sedangkan ketika mereka sudah mampu, umurnya sudah agak uzur. Ditambah lagi dengan problem semakin panjangnya antrean sehingga waktu berangkat kondisinya sudah sepuh. Bagaimana agar pendaftarannya dimulai sejak usia kecil?,”  kata wakil sekjen bidang fatwa MUI periode 2015-2020 ini.

Dia menjelaskan, fatwa ketiga terkait Pembayaran Setoran Awal Haji dengan Utang dan Pembiayaan muncul karena banyaknya umat yang tidak memiliki dana likuid berlebih. Dana likuid itu dibutuhkan untuk pendaftaran haji.  Sementara masyarakat umumnya cenderung memiliki aset dalam bentuk tanah maupun sejenisnya.

“Boleh atau tidak menggunakan dana talangan haji. Ini diungkit kembali dana talangan haji. Kebijakan Kementerian Agama dalam hal ini tidak membolehkan, ini mustafti (pemohon pertanyaan fatwa) nya adalah BPKH,” ujar dia.

Kiai Aiyub menyampaikan, pada awalnya, Komisi Fatwa mendaftar sembilan masalah. Namun kemudian mengerucut menjadi lima setelah melalui diskusi dan pembobotan.  “Ada proses yang kemudian direspons, kemudian disaring, kemudian dlihat bobot masalahnya. Saat ini setidaknya ada lima masalah sebagaimana saya sebutkan tadi,” ujarnya.

Munas X MUI berlangsung di Hotel Sultan Jakarta, 25-27 November 2020. Munas digelar secara luring dan daring. Peserta luring adalah pengurus MUI Pusat dan perwakilan daerah, sementara peserta daring adalah para pengurus daerah.

Munas X MUI mengangkat tema “Meluruskan Arah Bangsa dengan Wasathiyatul Islam, Pancasila, dan UUD NRI 1945, secara Murni, dan Konsekuen.” Munas X MUI akan membahas sejumlah agenda penting antara lain fatwa, rekomendasi, dan pergantian kepengurusan dan puncak pimpinan MUI untuk periode 2020-2025.

Ini Daftar Lengkap Dewan Pimpinan Harian MUI 2020-2025

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Sidang formatur tujuh belas orang yang berlangsung Jumat (27/11) pukul 00.00 sampai 01.30 di Hotel Sultan, Jakarta menetapkan Pimpinan Harian MUI periode 2020-2025.

Ketua umum MUI demisioner sekaligus Ketua Tim Formatur KH. Ma’ruf Amin memimpin jalannya rapat dengan menerima masukan dari banyak pihak. Pimpinan harian MUI 2020-2025 memang diisi beberapa kalangan muda yang sudah lama aktif di MUI. Beberapa nama baru juga muncul karena aspek kualifikasi dan keterwakilan ormas.

Sekretaris Tim Formatur sekaligus sekjen MUI demisioner Buya Anwar Abbas menyampaikan, pemilihan pengurus MUI memang melibatkan banyak aspek. MUI sebagai tenda besar umat Islam, sidang formatur memprioritaskan tiga hal utama yaitu keterwakilan, integritas, dan kompetensi.

Berikut ini daftar lengkap Dewan Pimpinan Harian MUI periode 2020-2025.

Dewan Pimpinan Harian MUI Pusat
Ketua Umum MUI : KH. Miftachul Akhyar
Wakil Ketua Umum MUI 1 : Dr. Anwar Abbas
Wakil Ketua Umum MUI 2 : KH. Marsudi Syuhud
Wakil Ketua Umum MUI 3 : Drs. H. Basri Bermanda, MBA.

Ketua MUI KH. Masduki Bidlowi
Ketua MUI Dr. Yusnar Yusuf Rangkuti
Ketua MUI Prof. Noor Achmad
Ketua MUI KH. Abdullah Jaidi
Ketua MUI KH. Afifuddin Muhajir
Ketua MUI KH. Dr. Sodikun
Ketua MUI Dr. Lukmanul Hakim
Ketua MUI KH. Sholahuddin Al Aiyubi
Ketua MUI Prof. Amany Lubis
Ketua MUI KH. Cholil Nafis
Ketua MUI Dr. Jeje Zainuddin
Ketua MUI Dr. Asrorun Niam Sholeh
Ketua MUI Dr. Sudarnoto Abdul Hakim
Ketua MUI Prof. Dr. Utang Ranuwijaya

Sekretaris Jenderal : Dr. Amirsyah Tambunan

Wakil Sekretaris Jenderal:
KH. Abdul Manan Ghani
Habib Hasan Bahar
Rofiqul Umam Ahmad
Azrul Tanjung
Asrori S. Karni
Ikhsan Abdullah
Arif Fahrudin
M. Ziyad
Isfah Abidal Aziz
Dr. Badriyah Fayumi
Drs. H. Pasni Rusli
Dr. Abdul Ghaffar Rozin
Prof. Dr. Valina Sinka Subekti

Bendahara Umum
Misbahul Ulum

Wakil Bendahara

KH. Eman Suryaman
Dr. Rahmat Hidayat
Jojo Sutisna
Trisna Ningsih Julianti
Erni Juliana

Kiai Ma’ruf Gantikan Din Syamsuddin Terpilih Pimpin Dewan Pertimbangan MUI

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Tujuh belas anggota tim formatur secara resmi menunjuk Prof. Dr. KH. Ma’ruf Amin, menggantikan Prof. Dr. KH Din Syamsuddin sebagai Ketua Dewan Pertimbangan MUI periode 2020-2025. Penunjukkan itu berlangsung secara tertutup dalam sidang formatur di Hotel Sultan, Jakarta, Jumat (27/11) dini hari.

Di Wantim, Kiai Ma’ruf memboyong beberapa pengurus harian MUI periode 2015-2020. Dua Wakil Ketua Umum MUI periode 2015-2020 yaitu Buya Zainut Tauhid Sa’adi dan KH. Muhyiddin Junaidi menjadi Wakil Ketua Dewan Pertimbangan 2020-2025.

Selain dua orang tersebut, Kiai Ma’ruf juga membawa dua pimpinan harian MUI periode 2015-2020 lain ke Wantim sebagai Wakil Sekretaris. Mereka adalah Prof. Maman Abdurrahman yang sebelumnya Ketua Bidang Penelitian dan Kajian serta KH. Zaitun Rasmin yang sebelumnya wakil sekretaris MUI bidang ukhuwah Islamiah dan hubungan luar negeri.

Anggota Wantim MUI terdiri dari Ketua Umum Ormas Islam yang tidak tercantum sebagai Wakil Ketua maupun perseorangan. Seperti halnya wantim sebelum ini.

Berikut ini daftar lengkap Pengurus Wantim MUI 2020-2025.
Ketua Wantim MUI : Prof. Dr. KH. Ma’ruf Amin.
Sekretaris Wantim : Prof. Dr. Dadang Kahmad

Wakil Ketua Wantim:

Drs. Zainut Tauhid Sa’adi
Prof. didin Hafidhuddin
Prof. Dr. Hamdan Zoelva
KH. Anwar Iskandar
Habib Zein Umar bin Smith
Prof. Jimly Asshiddiqi
KH. Ahmad Sadeli Karim
KH. Masdar Farid Mas’udi
KH. Abun Bunyamin
Dr. Ahmad Herayawan, Lc
Prof. Dr. Masykuri Abdillah
KH. Muhyiddin Junaidi

Wakil Sekretaris

KH. Zulfa Mustofa
Prof. Dr. Mukhtar Latif
Prof. Dr. Maman Abdurrahman
KH. Zaitun Rasmin

KH Miftahul Achyar Gantikan Maruf Amin Jadi Ketum MUI

JAKARTA(Jurnalislam.com)— KH Miftachul Akhyar, Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, sebagai Ketua Umum MUI periode 2020-2025 menggantikan Prof KH Ma’ruf Amin. Sementara Dr Amirsyah ditetapkan sebagai Sekretaris Jenderal menggantikan Buya Anwar Abbas.

Sedangkan Ketua Dewan Pertimbangan, Prof KH Ma’ruf Amin. Munas juga menetapkan sejumlah nama untuk menduduki posisi wakil ketua umum yaitu Buya Anwar Abbas, KH Marsyudi Suhud, dan Buya Basri Bermanda.

Penetapan tersebut dihasilkan secara mufakat tim formatur Musyawarah Nasional (Munas) X Majelis Ulama Indonesia (MUI). Pemilihan tersebut melalui rapat tertutup 17 tim formatur dengan mengikuti protokol kesehatan dan menjalani rapid test.

“Suasananya sangat cair, tidak alot, sehingga alhamdulillah pertemuaan hasilkan keputusan Dewan Pengurus Harian dan Dewan Pertimbangan. Hasilnya tidak boleh diganggu gugat,” kata Kiai Ma’ruf yang didaulat sebagai ketua tim formatur, di arena Munas X MUI, Jakarta, Jumat (27/11).

Ketujuh belas tim formatur tersebut yaitu Prof Dr KH Ma’ruf Amin (unsur ketua umum), Dr Anwar Abbas (unsur sekjen), Prof Didin Hafidhuddin (unsur wantim), KH Bambang Maryono (unsur MUI Kepri), Dr KH Khaeruddin Tahmid (unsur MUI Lampung), KH Rahmat Syafei (unsur MUI Jawa Barat), KH Maman Supratman (unsur MUI Bali), Khairil Anwar (unsur MUI Kalteng), Drs KH Ryhamadi (unsur MUI Sultra), Dr Abdullah Latuapo (unsur MUI Maluku) KH Masduki Baidhlowi (unsur NU), Dr Amirsyah Tambunan (unsur Muhammadiyah), Buya Basri Barmanda (unsur Perti), KH Amad Sodikun (unsur Syarikat Islam), Dr Jeje Zainuddin (unsur Persatuan Islam), Prof Amany Lubis (unsur perguruan tinggi), KH Abdul Gofar Rozin (unsur pesantren) .

Selain menetapkan formasi kepengurusan baru, Munas X MUI menghasilkan sejumlah keputusan antara lain di bidang fatwa, Munas memutuskan empat fatwa soal haji dan satu fatwa soal human deploit cell.

Sementara itu untuk rekomendasi, Munas X MUI mengeluarkan Taujihat Jakarta merespons berbagai problematika dan dinamika mutakhir di tingkat nasional dan internasional.

Siswi Muhamamdiyah Nurul Fitria, Juara Satu Lomba Media Pembelajaran Se-Surakarta

SURAKARTA(Jurnalislam.com)–Kabar gembira bagi civitas akademika SMP Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta, pasalnya Ustazah Nurul Fitria, guru Fisika meraih juara satu dalam lomba pembuatan media pembelajaran dalam rangkah HGN dan HUT PGRI ke-75 tingkat Kota Surakarta tahun 2020.

Muhdiyatmoko selaku Kepala Sekolah menyambut gembira atas prestasi tersebut dan berharap bisa menjadi motivasi bagi guru-guru lain untuk berprestasi.

“Secara kelembagaan, saya menyampaikan selamat kepada Ustazah Nurul Fitria atas prestasinya. Ke depan media pembelajaran yang dibuat bisa memperkaya variasi media pembelajaran di sekolah guna meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan,” ungkapnya kepada media.

Nurul Fitria merasa bahagia saat mengikuti kegiatan penyerahan hadiah di halaman kantor Dinas Pendidikan Kota Surakarta pada Rabu, 25 November 2020 kemarin.

Alhamdulillah merasa bersyukur atas hasil terbaik menjadi juara satu lomba media pembelajaran tingkat Kota Surakarta dengan nilai 91,48,” ungkapnya.

Guru muslimah yang lahir 17 Mei 1988 tersebut juga merupakan pengajar ekstrakurikuler karya ilmiah remaja tersebut menambahkan media pembelajaran yang dibuat menggunakan articulate storyline. Penggunaan media tersebut kedepan sangat bermanfaat sekali. Hal itu karena aplikasi tersebut lebih lengkap dari power point dan guru bisa mengatur timeline dan beragam kuis interaktif.

Kemenangan tersebut menambahkan pundi-pundi prestasi yang telah diraihnya sebelumnya. Seperti medali emas Kompetisi Sains Nasional IPA, medali perak Kompetisi Nasional Astronomi, medali perak Kompetisi Hardiknas Fisika Nasional, Honorable Mention Olimpiade Matematika Guru, medali perunggu IPA POSI Propinsi, medali perunggu Try out Online IPA, medali Perunggu Kompetisi Kebumian Tingkat Umum, dan Juara 3 Tilawah Online.

Perlombaan dalam rangka memperingati HGN (Hari Guru Nasional) dan HUT PGRI ke-75 Kota Surakarta digelar oleh Dinas Kota Surakarta dengan rangkaian kegiatan. Awalnya peserta lomba mengikuti diklat pembuatan media pembelajaran articulate storyline, SAC dan flippbook. Kemudian, peserta mendaftarkan karya kepada panitia perlombaan. Dari ratusan karya tersebut kemudian diambil sepuluh besar untuk presentasi. Penentuan pemenang lima besar berdasarkan penilaian dengan indikator multimedia interaktif 70 persen dan presentasi 30 persen.

Nurul pun berharap guru dapat melek teknologi dan media articulate storyline bisa dikenal dikalangan guru untuk diterapkan dalam praktik kegiatan pembelajaran di kelas.

 

 Inspiratif, Pasangan Pengantin Ini Sumbangkan Seluruh Uang Buwuhan Untuk Bantu Warga Bangun Sumur Bor

SURABAYA(Jurnalislam.com)–Pasangan pengantin di Surabaya, Sarah Jeihan Indra Putri dan Mohammad Iqbal punya cara tersendiri untuk berbagi kebahagiaan di momen pernikahannya. Pasangan tersebut menyumbangkan seluruh uang hasil buwuhan dari keluarga, teman & tamu yang datang untuk disedekahkan melalui Lembaga Filantropi Baitul Maal Hidayatullah (BMH) untuk membantu pembangunan sumur bor di daerah rawan kekeringan dan krisis air bersih.

Pernikahan yang berlangsung di Gedung Graha YKP Jalan Medokan Asri Utara No.39, Kec. Rungkut, Kota Surabaya, pada ahad pagi berjalan dengan lancar dan sesuai protokol kesehatan. (15/11/2020).

Laznas Baitul Maal Hidayatullah (BMH) sendiri sebagai lembaga kemanusiaan yang saat ini sedang gencar dalam program kemanusiaan membantu warga yang kesulitan air bersih melalui pembangunan sumur bor mendapat kepercayaan menerima amanah buwuhan manten tersebut.

“Kami sangat berterima kasih kepada pasangan pengantin yang telah ikut membantu warga melalui kesempatan hajatan ini. Semoga bantuan ini menjadi pahala jariyah dan salah satu sarana keberkahan bagi kedua mempelai dalam menjalani kehidupan rumah tangga, amin,” tutur Imam Muslim selaku Kepala Divisi Prodaya Laznas BMH perwakilan Jatim.

Niat untuk menyerahkan hasil buwuhan ini memang sudah sejak lama serta sudah menjadi kesepakatan keluarga bersama, dengan harapan bisa meringankan beban masyarakat yang mengalami krisis air bersih di berbagai daerah. Seperti dituturkan Ibu Yuliani, Ibu dari mempelai perempuan Sarah Jeihan Indra Putri.

“Kita tahu dimusim kemarau, banyak warga yang kesulitan mendapatkan air bersih, lalu saya menawarkan kepada keluarga untuk menyumbangkan uang buwuhan nanti untuk membantu pembangunan Sumur Bor dan Alhamdulillah semua keluarga saya dan keluarga besan saya kompak setuju, lalu kami langsung konsultasikan kepada petugas BMH, dan ditawarkan kepada kami untuk pembangunan sumur bor karena pahala jariyahnnya,” tutur Ibu Yuliana.

Banyak tamu undangan yang mengapresiasi kegiatan terpuji & inspiratif pasangan pengantin ini. Bahkan beberapa kolega juga memberikan dukungan kepada keduanya meskipun saat menyumbang buwuhan tidak mengetahui bakal disumbangkan untuk bantuan pembanguanan sumur bor daerah kekeringan dan rawan air bersih.

Dompet Dhuafa Resmikan Sekolah Dai Pemberdaya

BOGOR(Jurnalislam.com)-  Sekolah Dai Pemberdaya Dompet Dhuafa angkatan ke 2 diresmikan oleh Direktur Dakwah Budaya dan Pelayanan Masyarakat Dompet Dhuafa KH. Ahmad Sonhaji di aula Masjid Harakatul Jannah Pesantren Internasional Islamic Boarding School, Ciawi Bogor, baru-baru ini.

 

Dengan ada nya sekolah dai angkatan ke dua ini merupakan sebuah jawaban dari corps dai dompet dhuafa atas antusiasme masyarakat Indonesia khususnya di daerah pelosok nusantara yang menginginkan hadirnya seorang dai yang bisa membina kampung atau daerah nya.

 

Selama sebulan kedepan para dai yang berjumlah 25 orang ini (yang telah diseleksi dari 33 provinsi) akan digembleng oleh para pemateri yang mumpuni di bidang nya, baik dalam bidang agama, ekonomi, social, pemberdayaan masyarakat dan lain sebagainya.

 

Senior Officer Dakwah Dompet Dhuafa Ust. Ahmad Pranggono mengatakan, Pelajar Sekolah Dai juga disebut Mahasantri yang akan menempuh pendidikan selama satu bulan, untuk memadukan antara teori dakwah dan pemberdayaan ekonomi, “kami berharap Sekolah Dai menggembleng para Dai, tidak hanya handal retorika di atas mimbar, tapi juga handal untuk memberikan solusi terhadap hal-hal yang akan ditemukan di tengah-tengah masyarakat, karena para Dai yang dibina oleh Sekolah Dai Dompet Dhuafa disiapkan untuk berdakwah di pedalaman sebagai pemberdaya masyarakat”.

 

Para Mahasantri lulusan Sekolah Dai ini nantinya akan ditugaskan untuk berdakwah satu tahun masa pengabdian di daerah 3T (tertinggal, terdepan dan terpencil). “Upaya mendirikan program Sekolah Da’i ini bertujuan untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya mereka yang berada di kawasan yang luput dari perhatian” pungkasnya.

 

Pada sambutan pembukaan Sekolah Dai Indonesian Direktur Dakwah, Budaya dan Pemberdayaan Masyarakat KH. Ahmad Shonhaji menyampaikan, bahwa dalam dakwah era sekarang diperlukan transformasi, “dimana dakwah bukan hanya diatas podium tetapi juga dakwah dalam bentuk pemberdayaan masyarakat. Sekolah Dai Pemberdaya didirikan untuk merespon dakwah sesuai kebutuhan masyarakat seperti pemberdayaan pendidikan, kesehatan serta ekonomi, dan beliaupun menyebutkan bahwa salah satu moto dari sekolah dai ini adalah -Dai ku Datang Kampungku Terang- “.

 

Pimpinan Pesantren Algebra IIBS KH. Khariri Makmun menyatakan harapannya, kerjasama antara Dompet Dhuafa dengan Pesantren Algebra merupakan kerjasama strategis antar dua lembaga, “kerjasama ini akan dikembangkan untuk merespon kebutuhan dakwah dimasa mendatang, diharapkan program sekolah Dai Pemberdaya akan menjadi trend pengembangan dakwah di masa kini, mengingat problem yang dihadapi umat semakin komplek dan multidimensional, kita membutuhkan Dai yang responsif dan memahami kebutuhan masyarakat”.

 

Ini Tantangan MUI Pasca Kepemimpinan Kiai Ma’ruf

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Ada dua ide besar MUI untuk menjaga umat yang kini sudah disahkan secara nasional. Dua ide besar adalah sertifikasi halal dan ekonomi syariah yang sudah menjadi sistem nasional.

Ini merupakan pencapaian yang besar dari ide besar, apalagi dengan status Indonesia yang sedari awal disepakati bukan negara agama. Itu menunjukkan ide besar MUI tersebut diterima, meski tidak semua, oleh banyak pihak. Itulah yang disampaikan Kiai Ma’ruf saat sesi ramah tamah dengan pimpinan harian MUI Pusat dan ketua umum MUI Provinsi se-Indonesia, Rabu (25/11) di Hotel Sultan, Jakarta.

 

Kiai Ma’ruf menyampaikan, bagaimana ide-ide besar baru seperti itu bisa diterima menjadi tantangan MUI mendatang. Pascaacara Pembukaan Munas MUI 2020 itu, Kiai Ma’ruf menyampaikan, MUI memang sudah harus merancang ide besar lain yang dituangkan dalam rekomendasi, tausiah, maupun program. Dia berharap pengurus yang akan datang bisa menjalankan ide-ide besar hasil keputusan bersama tersebut dan mengusahakan diterima banyak kalangan.

 

Menurut Kiai Ma’ruf, kiat supaya ide besar itu bisa diterima bahkan sampai melembaga seperti sertifikasi halal maupun ekonomi syariah, perlu ada kesadaran untuk berkomunikasi yang baik dan strategis.

 

“Mari kita membiasakan, bukan sebuah keinginan kita bicarakan sendiri lalu kita gaungkan sendiri, tapi kita diskusikan, wasyaawirhum fil amri, kalu sudah musyawarah menjadi suatu keputusan, faida azamta fatawakkal ‘ala Allah, kita terus perjuangkan bagaimana supaya kita berhasil,” paparnya.

 

Dalam konteks Indonesia, Kiai Ma’ruf melanjutkan, sistem yang berlaku adalah kesepakatan nasional. Maka MUI harus berjalan di atas kesepakatan itu supaya ide-ide besarnya terlaksana.

 

“Maka saya sering mengatakan, kita Muslim Indonesia itu, kita Muslim kaaffah ma’al mitsaq. Kita Muslim yang kafah di ibadah, muamalah dan akhlak, itu namanya kafah. Namun kita ada kesepakatan nasional yang harus kita jalani. Di sinilah spesifikasi khususnya kehidupan kita umat Islam di Indonesia,” ungkapnya.

 

“Prinsip seperti itu yang terus kita bangun dan itu merupakan al baqiyatus sholihat, jadi itu dalam rangka bagaimana syariat bisa diterapkan dalam suatu kehidupan melalui suatu upaya dan bagaimana orang bisa menerima dengan baik, artinya orang mentafadholkan, apa yang kita gerakkan, mereka memberikan welcome,” paparnya