Hutan Wakaf Dibogor Dinilai Inovasi Perbaikan Ekonomi dan Lingkungan

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Kementerian Agama (Kemenag) menyalurkan bantuan dana wakaf produktif sekaligus peresmian lokasi Hutan Wakaf III di wilayah Desa Cibunian, Kec. Pamijahan, Kab. Bogor, Sabtu (09/01).

Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kemenag Tarmizi Tohor menyatakan penyaluran dana bantuan ini merupakan bentuk dukungan Kemenag terhadap pemberdayaan ekonomi dan pembangunan berkelanjutan duafa berbasis hutan wakaf.

Ia pun mengapresiasi Nazhir Khalifah Ali yang telah membuat inovasi hutan wakaf.  “Apalagi hutan wakaf ini dikelola secara produktif sehingga dapat memberikan manfaat seperti instrumen dalam mendukung kelestarian lingkungan hidup sekaligus sebagai pencegah banjir dan longsor,” tutur Tarmizi usai menanam pohon secara simbolis sebagai tanda peresmian Hutan Wakaf III.

“Hutan Wakaf Desa Cibunian ini memiliki program ekowisata yaitu pemberdayaan lebah hutan yang dapat menghasilkan madu, saya berharap masyarakat desa bisa ikut andil dan bekerja sama sehingga kebermanfaatannya jauh lebih besar. Sehingga hutan wakaf bisa menjadi program inovasi dan brand secara nasional dan internasional,” ujar Tarmizi Tohor.

Sementara Khalifah Ali selaku nazhir mengungkapkan rasa terima kasih kepada Kemenag atas dukungan yang diberikan. Mulai dari pengurusan akta ikrar wakaf di hutan tanah wakaf melalui Kantor Urusan Agama Kec. Pamijahan Bogor hingga pemberian bantuan wakaf produktif.

“Nantinya program pembudidaya lebah hutan ini dapat menjadi lokasi ekowisata budidaya dikarenakan termasuk jenis lebah tanpa sengat. Sehingga nantinya dapat membuka lapangan kerja di sektor informal,” kata Ali yang juga berprofesi sebagai Dosen  di IPB.

“Pembukaan lapangan kerja ini tidak hanya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, tapi juga meningkatkan kualitas lingkungan di Desa Cibunian, karena budidaya ini tidak dapat dilepaskan dengan kegiatan penanaman berbagai jenis tanaman. Semakin banyak kegiatan budidaya yang dilakukan, maka semakin luas aktivitas penghijauan di sebuah tempat,”imbuh Ali.

 

Film Nussa Dituding Buzzer, KPAI: Tak Ada Mengarah pada Radikalisme

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Retno Listyarti turut buka suara perihal film animasi Nussa, yang sempat mengalami tudingan oleh buzzer memuat konten radikal dan intoleran. Menurut Retno, dalam cuplikan trailer Film Nussa tidak ada hal seperti yang dituduhkan.

“Kalau melihat trailernya sih tidak ada ucapan atau kata-kata dalam dialog yang mengarah pada mengajarkan radikalisasi maupun anti keberagaman,” kata Retno, Selasa (12/1).

Barangkali ujarnya, isu keberagaman yang dinilai pihak kontra dari segi pakaian pemeran utamanya yang menggunakan gamis dan adiknya yang mengenakan jilbab. Serta teman sekolah dan ibu Nussa yang juga menggunakan kerudung.

“Mungkin perlu didalami ke produser dan penulis skrip, apakah film ini memang segmen yang disasar adalah yang beragama Islam atau bagaimana. Karena kalau pesan moral film ini bagus untuk anak dan memunculkan karakter positif, maka seharusnya segmennya semua anak Indonesia, tanpa melihat agamanya,” terang Retno.

“Semoga di film utuhnya ada pemeran lain yang berbeda agama dan mereka saling menghormati. Kalau lihat Ipin Upin kan penuh dengan warna keberagaman ya, bahkan ada yang Chinese, India, meski pemeran utama Ipin Upin dalam film dikisahkan beragama Islam. Film layar lebar untuk anak patut diapresiasi karena sudah jarang,” tambah Retno.

Sumber: republika.co.id

MUI Harap Kapolri Baru Tak Doyan Buat Kesan Kriminalisasi Ulama

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas turun memberikan pesan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait penunjukkan Kapolri yang akan menggantikan Idham Azis.

 

Ia menekankan, menunjuk dan mengangkat Kapolri adalah hak Presiden. Namun demikian dalam menunjuk calon orang nomor satu di Korps Bhayangkara tidak hanya didasarkan karena kedekatan saja.

“Tapi meskipun demikian presiden hendaknya kalau akan mencalonkan dan menunjuk seseorang menjadi kapolri pertimbangannya tentu tidak cukup hanya didasarkan kepada kedekatan , loyalitas dan profesionalitas saja tapi harus lebih luas dari itu yaitu mana yang lebih besar maslahat dan manfaatnya bagi bangsa dan negara,” kata Anwar dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (13/1/2021).

Anwar melanjutkan, akhir-akhir ini seperti diketahui bersama hubungan antara pemerintah dan umat islam agak terganggu. Dikarenakan ada sebagian umat islam yang melihat bahwa di negeri ini sekarang telah terjadi kriminalisasi terhadap ulama.

“Meskipun pemerintah katanya tidak melakukan itu tapi sikap dan pandangan ini tentu tidak boleh dianggap enteng oleh pemerintah karena dia bisa menjadi seperti api di dalam sekam. Apalagi kalau seandainya sebagian besar umat islam merasa terus menerus disakiti dan dikecewakan,” tutur dia.

“Ditambah lagi dengan persoalan krisis kesehatan karena Covid-19 yang tidak jelas kapan berakhirnya dan juga krisis ekonomi yang cukup berat yang sedang dihadapi oleh bangsa dan negara ini. Maka tentu tidak mustahil berbagai kemungkinan yang tidak kita inginkan akan bisa terjadi .Oleh karena itu sebagai anak bangsa saya khawatir penunjukan kapolri baru bila salah pilih akan melahirkan reaksi yang tidak baik bagi perkembangan kehidupan bangsa kedepannya,” imbuh dia.

Oleh sebab itu, Anwar menginginkan kearifan Presiden Jokowi dalam menunjuk dan menetapkan seoarang Kapolri selanjutnya. Diharapkan sosok tersebut bisa diterima secara kuas oleh masyarakat.

“Untuk itu saya berharap dalam penunjukan dan penetapan seorang kapolri di tengah-tengah situasi seperti ini tentu saja presiden sangat diharapkan dan dituntut kearifannya untuk bisa memilih sosok seorang kapolri yang bisa diterima oleh masyarakat secara luas,” tukasnya.

Sumber: okezone

Saudi Kecam Pembangunan 800 Pemukiman Ilegal Israel di Palestina

RIYADH(Jurnalislam.com) – Kementerian Luar Negeri Arab Saudi mengutuk keras keputusan Israel untuk membangun 800 unit permukiman di Tepi Barat. Pembangunan pemukiman buru-buru dilakukan sebelum Presiden AS Joe Biden resmi dilantik.

“Kementerian memperbarui penolakan kategorisnya atas langkah ini sebagai pelanggaran baru terhadap keputusan legitimasi internasional, ancaman bagi perdamaian dan merusak upaya solusi dua negara,” kata pernyataan itu dilansir dari Arab News, Rabu (13/1).

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, memerintahkan rencana konstruksi dimajukan pada Senin untuk sekitar 800 rumah pemukim Yahudi di Tepi Barat yang diduduki, menambatkan proyek-proyek tersebut pada hari-hari terakhir pemerintahan Trump yang pro-penyelesaian.

Warga Palestina mengutuk pembangunan semacam itu sebagai ilegal dan sebagian besar negara memandang permukiman Israel sebagai pelanggaran hukum internasional.

Manurut kantor Netanyahu, perumahan akan dibangun di permukiman Beit El dan Givat Zeev, utara Yerusalem, dan di Tal Menashe, Rehelim, Shavei Shomron, Barkan, dan Karnei Shomron di Tepi Barat utara. Tidak ada tanggal mulai konstruksi.

Palestina berusaha mendirikan negara di Tepi Barat dan Jalur Gaza, dengan Yerusalem Timur sebagai ibukotanya, semua tanah direbut oleh Israel dalam perang tahun 1967.

Sumber: republika.co.id

 

Gus Abbas: Seharusnya Pemerintah Edukasi Masyarakat, Jangan Memaksakan Vaksin

JATENG(Jurnalislam.com)–Berbagai pendapat, rujukan dan buah pikir dari pakar kesehatan dan agama bermunculan tentang penerapan Vaksin. Menyikapi kerisauan umat soal vaksinasi COVID-19, Salah satu Ulama Jawa Tengah,  Gus Abbas Shobri, angkat bicara.

 

Gus Abbas mengatakan beliau sependapat dan mempertegas pernyataan Sekjen MUI pusat mengenai pemerintah harusnya tidak memaksa masyarakat yang tidak mau divaksin karena vaksinasi itu seyogyanya adalah edukasi, Bukan malah mengancam dengan pidana maupun denda di saat situasi ekonomi Rakyat yang serba sulit saat ini ditenga pandemi.

 

 

Menurut Gus Abbas, hasil rapat komisi fatwa yang menyimpulkan bahwa vaksin buatan Sinovac adalah “bersih dari unsur najis” (maaf, saya tidak mempergunakan istilah “suci”), tidaklah otomatis menjadikan vaksin ini boleh digunakan sebelum final kajian tentang keamanan dan efektifitas vaksin tersebut.

 

Kalaupun alasan kedharuratan dijadikan sebagai pertimbangan untuk membolehkan, perlu diperjelas dahulu tiga hal penting terkait kedharuratan tersebut, yaitu:

 

 

  1. حجم الضرر (ukuran kemudharatan)

 

  1. قدر الضرورة (qadar kedharuratan)

 

  1. فعالية مزيلة الضرر (efektifitas penghilang kedharuratan)

 

 

Lebih jauh Gus Abbas menyampaikan Tanpa kejelasan tiga hal tersebut, maka penerapan Qa’idah kedharuratan sangatlah lemah.

 

Allah Ta’ala berfirman

 

فَمَنِ اضْطُرَّ غَيْرَ بَاغٍ وَلَا عَادٍ فَلَا إِثْمَ عَلَيْهِ

 

“Tetapi barangsiapa dalam keadaan terpaksa (memakannya) sedang dia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya.” (QS. Al Baqarah: 173).

 

“Di samping itu, karena ini terkait dengan jiwa/nyawa maka tentu pilihan tetap harus ada di tangan ummat dan pemaksaan dengan alasan ketundukan kepada ulil amri, tidak mutlak bisa dipergunakan dalam kasus ini,” tegasnya.

 

 

Sebelumnya, Dikutip dari media, Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) pusat, Ust. Dr.Amirsyah Tambunan M.A meminta pemerintah untuk tidak melakukan cara “memaksa” masyakarat yang enggan disuntik vaksin Covid-19.

 

 

Diketahui, masyarakat Indonesia terhadap vaksinasi Covid-19 tak semuanya sepakat. Dalam hal itu tokoh Muhammadiyah itu berpendapat edukasi adalah solusi terbaik dalam menerapkan vaksinasi itu dengan baik.

Hari Ini, Jokowi, Nakes dan Tokoh Agama Divaksin

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan menjalani suntik vaksinasi Covid-19 pada Rabu (13/1) pagi. Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono menyampaikan, vaksinasi Presiden Jokowi ini akan dilakukan bersama dengan perwakilan unsur masyarakat, seperti perawat, tokoh agama, dan pedagang. Sedangkan Ibu Negara Iriana Jokowi tak akan menerima suntik vaksin pada hari ini.

“Pak Presiden saja dengan berbagai lapisan unsur masyarakat, ada perawat, ada perwakilan tokoh agama, ada perwakilan pengusaha, dan tentu masyarakat pedagang,” kata Heru saar dikonfirmasi, Rabu (13/1).

Sementara itu, vaksinasi terhadap para menteri Kabinet Indonesia Maju akan dilakukan di hari yang berbeda bersama para pejabat eselon di masing-masing kementeriannya. Menurut dia, Kementerian Kesehatan saat ini tengah menyiapkan pelaksanaan suntik vaksin kepada para menteri.

“Para menteri di hari lain sedang dipersiapkan oleh Kemenkes karena menteri-menteri akan bersama eselon satunya masing-masing dan ada jadwalnya, namun secepatnya,” ungkapnya.

Rencananya, Presiden Jokowi akan disuntik vaksin Covid-19 oleh dokter kepresidenan pada pagi hari ini. Vaksinasi perdana ini akan digelar di Istana Kepresidenan Jakarta dan disiarkan secara langsung melalui kanal Youtube Sekretariat Presiden.

Presiden Jokowi sendiri berulang kali menyampaikan, suntik vaksinasi pertama kali akan dilakukan olehnya untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap efektivitas vaksin Covid-19. Vaksin yang akan disuntikkan pertama kalinya merupakan vaksin Sinovac yang berasal dari Cina.

BPOM pun juga telah mengeluarkan izin penggunaan darurat atau Emergency Use Authorization (EUA) terhadap vaksin Sinovac. Selain itu, vaksin ini juga telah mendapatkan fatwa halal dari MUI.

Sumber: republika.co.id

Epidemiolog: Pemerintah Harus Jelaskan Terbukan Soal Vaksin Covid

JAKARTA(Jurnalislam.com) Program vaksinasi covid-19 segera dijalankan Pemerintah Indonesia. Vaksin Sinovac atau Coronavac pun sudah didistribusikan ke daerah-daerah. Sementara Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) juga telah memberikan izin penggunaan darurat atau Emergency Use Authorization (EUA).

 

Terkait program ini, Ketua Departemen Epidemiologi Universitas Indonesia Tri Yunis Miko mengatakan bahwa pemerintah perlu memberikan penjelasan lagi secara terbuka kepada masyarakat mengenai manfaat dari pemberian vaksin covid-19.

 

Menurut dia, penjelasan dari pemerintah ini akan sangat berdampak untuk mengurangi rasa khawatir atau ragu di tengah masyarakat mengenai vaksin covid-19.

“Harus dijelaskan kepada masyarakat apa yang dikhawatirkan. Misalnya, apa yang dikhawatirkan masyarakat, efek samping tidak ada, kemudian efek sampingnya ringan,” kata Tri Yunis Miko, seperti dikutip dari Antara, Selasa (12/1/2021).

“Makanya Presiden disuntik (vaksin) pertama. Itu untuk meyakinkan masyarakat bahwa enggak ada efek samping,” sambung dia.

Lebih lanjut Tri Yunis Miko mengatakan bahwa pemberian vaksin akan membawa dampak dalam penanganan pandemi covid-19 yang ada di Tanah Air.

Ia menjelaskan bahwa pemberian vaksin untuk penanganan pandemi covid-19 membawa dua efek, yaitu efek terhadap individu dan efek terhadap masyarakat.

“Efek individu ini akan memberikan kekebalan pada individu yang divaksin. Efek masyarakat kalau cakupannya sudah 80 persen itu baru menimbulkan kekebalan pada masyarakat. Kalau enggak mencapai 80 persen, hanya efek individu yang tercapai,” ujar Tri Yunis Miko.

Sumber: sindonews.com

Tetap Patuhi Protokol Kesehatan Walau Vaksinasi Berjalan

JAKARTA(Jurnalislam.com) Sejumlah negara di dunia mulai menjalankan program vaksinasi covid-19. Sementara di Indonesia, pemberian vaksin covid-19 segera dilakukan setelah kemarin Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memberikan izin penggunaan darurat atau Emergency Use Authorization (EUA) untuk Vaksin Sinovac yang sudah didistribusikan ke daerah-daerah.

 

Vaksinasi covid-19 di Tanah Air akan dilakukan secara bertahap. Pada tahap pertama ini ditujukan bagi tenaga kesehatan. Mereka sebelumnya akan dikirimi pesan singkat (SMS) dari Kementerian Kesehatan. Adapun sasaran penerima SMS adalah mereka yang namanya telah terdaftar dalam Sistem Informasi Satu Data Vaksinasi Corona Virus Disease 2019.

 

Pelaksanaan vaksinasi dilakukan secara bertahap dengan menerapkan prinsip kehati-hatian. Namun, para ahli telah memperingatkan bahwa saat vaksinasi dimulai, tindakan pencegahan covid-19 berupa 3M (mencuci tangan, menjaga jarak, dan memakai masker) tidak boleh dihentikan dengan cepat. Masyarakat harus menerapkan protokol kesehatan ini dan akan bertahan lebih lama.

Dikutip dari Times Now News, Selasa (12/1/2021), para ahli juga menyarankan bahwa meskipun orang yang divaksinasi tidak sakit parah karena virus, kemungkinan besar mereka masih dapat menyebarkannya, dan menyebabkan infeksi pada orang yang belum divaksinasi. Oleh karena itu, penting untuk tetap menerapkan protokol kesehatan seperti memakai masker dan menjaga jarak.

Sumber:okezone.com

Empat Orang dalam Satu Keluarga di Tulungagung Meninggal Dunia Akibat Covid-19

TULUNGAGUNG(Jurnalislam.com)–Empat orang dalam satu keluarga di Kecamatan Pagerwojo, Tulungagung meninggal secara beruntun. Mereka semua terpapar covid-19

Wakil Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Tulungagung Galih Nusantoro mengatakan, empat orang tersebut terdiri dari seorang suami, istri dan dua anak mereka.

“Yang terakhir meninggal Sabtu (9/1) kemarin lusa. Keempat korban itu meninggal dalam kurun waktu sembilan hari,” kata Galih, Senin (11/1/2021).

Ia menjelaskan, peristiwa itu bermula dari ibu yang dinyatakan terpapar virus Corona. Kebetulan yang bersangkutan juga memiliki riwayat penyakit kanker. Akibatnya, kondisi kesehatan yang bersangkutan terus mengalami penurunan.

Pada saat itu anak ibu tersebut juga dinyatakan terpapar covid-19. Kondisi ibu dan anaknya tersebut akhirnya memburuk dan meninggal dunia pada 2 Januari. “Ibunya meninggal pagi dan anaknya sore,” terangnya.

Berapa hari kemudian, suami dari ibu tersebut juga meninggal dunia dan terkonfirmasi positif Corona. Terakhir, anak dari pasangan suami istri itu juga meninggal dunia pada 9 Januari.

“Sehingga dalam satu keluarga itu ada empat orang yang meninggal dunia,” jelasnya.

Sumber: detik.com

 

Ini Rekomendasi Vitamin untuk Pasien Covid-19

JAKARTA(Jurnalislam.com)–Vitamin adalah salah satu faktor penting dalam kesembuhan pasien covid-19, selain obat-obat. Berikut daftar vitamin yang direkomendasikan untuk pasien Covid-19.

Vitamin berfungsi untuk untuk meningkatkan kekebalan tubuh yang sangat dibutuhkan dalam melawan infeksi virus corona. Selain itu, vitamin juga mengandung antioksidan yang dapat menyembuhkan dan mencegah peradangan.

Terdapat sejumlah vitamin yang direkomendasikan untuk pasien Covid-19. Daftar vitamin ini terdapat dalam Pedoman Tatalaksana Covid-19 Edisi 3 yang disusun oleh gabungan perhimpunan dokter Indonesia.

Berbeda dengan obat-obatan, vitamin ini boleh dibeli oleh masyarakat secara bebas.

“Yang boleh (dibeli) vitamin saja, yang lain (obat) harus resep dokter,” kata Ketua Perhimpunan Dokter Paru Indonesia Agus Dwi Susanto, Senin (11/1).

Berikut daftar rekomendasi vitamin untuk Covid-19

  1. Vitamin untuk Covid-19 tanpa gejala

Vitamin C, dengan pilihan:
– Tablet vitamin C non acidic 500mg/6-8 jam oral (untuk 14 hari)
– Tablet isap vitamin C 500 mg/12 jam oral (selama 30 hari)
– Multivitamin yang mengandung Vitamin C 1-2 tablet/24 jam (selama 30 hari)
– Dianjurkan multivitamin yang mengandung vitamin C, B, E, Zink

Vitamin D
– Suplemen: 400 IU-1000 IU/hari (tersedia dalam bentuk tablet, kapsul, tablet effervescent, tablet kunyah, tablet hisap, kapsul lunak, serbuk, sirup)
– Obat 1000-5000 IU/hari (tersedia dalam bentuk tablet 1000 IU dan tablet kunya 5000 IU.

2. Vitamin untuk Covid-19 derajat ringan

Vitamin C, dengan pilihan:
– Tablet vitamin C non acidic 500mg/6-8 jam oral (untuk 14 hari)
– Tablet isap vitamin C 500 mg/12 jam oral (selama 30 hari)
– Multivitamin yang mengandung Vitamin C 1-2 tablet/24 jam (selama 30 hari)
– Dianjurkan multivitamin yang mengandung vitamin C, B, E, Zink

Vitamin D
– Suplemen: 400 IU-1000 IU/hari (tersedia dalam bentuk tablet, kapsul, tablet effervescent, tablet kunyah, tablet hisap, kapsul lunak, serbuk, sirup)
– Obat 1000-5000 IU/hari (tersedia dalam bentuk tablet 1000 IU dan tablet kunya 5000 IU.

3. Vitamin untuk Covid-19 derajat sedang

Pada pasien Covid-19 derajat sedang pemberian vitamin dilakukan melalui intravena karena pasien derajat sedang umumnya sudah memiliki pneumonia dan dirawat di rumah sakit.

4. Vitamin untuk Covid-19 derajat berat atau kritis

Pada pasien Covid-19 derajat berat atau kritis berarti sudah membutuhkan perawatan di rumah sakit. Pemberian vitamin dilakukan melalui intravena sesuai dengan resep dokter.

Selain mengonsumsi vitamin, minum juga obat-obatan yang sudah diresepkan oleh dokter. Dokter akan meresepkan obat-obatan sesuai dengan Pedoman Tatalaksana Covid-19 yang sudah disebarkan kepada para dokter di seluruh Indonesia.

Sumber:cnnindonesia