Evakusi Korban Gempa, PMI Kerahkan Relawan ke Sulbar

JAKARTA(Jurnalislam.com)–Ketua Umum Palang Merah Indonesia Jusuf Kalla menyampaikan duka cita mendalam atas bencana gempa bumi yang mengguncang Kabupaten Mamuju, Majene dan Polman Sulawesi Barat, Jumat (15/1). JK memastikan, tim dari PMI dan relawan dikerahkan untuk membangun penanganan darurat, pencarian hingga evakuasi korban.

“PMI beserta relawannya akan menyerahkan kemampuan terbaiknya untuk membantu melakukan penanganan darurat, serta pencarian dan evakuasi korban,” kata JK melalui akun instagram resminya @jusufkalla, Jumat (15/1).

JK meminta tim dari PMI dan relawan mengedepankan semangat kemanusiaan untuk membantu korban gempa dan banjir. Tak lupa, JK juga mengingatkan relawan untuk tetap menjaga protokol kesehatan.

“Duka Cita yang mendalam atas bencana gempa bumi dengan kekuatan 6,2 SR yang menimpa saudara saudara kita di Kabupaten Mamuju, Majene dan Polman Sulawesi Barat,” ungkapnya.

Hingga saat ini, tercatat sebanyak tiga orang meninggal dunia akibat gempa magnitudo 6,2 di Majene, Sulawesi Barat, Jumat (15/1) dini hari. Badan Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut, gempa terjadi sekitar pukul 01.28 WIB.

Dalam rilis resminya, BNPB mengabarkan, sejauh ini ada 24 orang yang dilaporkan mengalami luka-luka dan kemungkinan datanya masih bisa bertambah. Sekitar 2.000 orang juga harus mengungsi akibat bencana alam ini.

Sementara itu, jaringan listrik warga Majene padam dan Kantor Gubernur Sulbar mengalami rusak berat. Kerugian materiil terkait rumah warga yang rusak akibat gempa masih dalam pendataan.

Sumber: republika.co.id

Polisi Periksa Saksi Terkait Pesta yang Dihadiri Ahok hingga Raffi Ahmad

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Petugas Polsek Mampang, Jakarta Selatan telah meminta keterangan sejumlah orang terkait kerumunan yang terjadi dalam pesta ulang tahun di rumah pengusaha Ricardo Gelael , Jalan Prapanca Dalam, Mampang, Jakarta Selatan dan menjadi viral itu. Sebanyak enam orang telah dimintai keterangan terkait pesta tersebut.

Adapun dalam pesta itu dihadiri sejumlah artis, seperti Raffi Ahmad , Nagita Slavina, Anya Geraldine, Gading Marten, Fachri Albar, Once, hingga Komisaris Utama Pertamina, Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok .

Kapolsek Mampang, Kompol Sujarwo mengatakan, polisi mengecek lokasi terkait informasi adanya pesta di rumah pribadi salah satu pengusaha itu. Sejauh informasi yang didapatkan polisi, disitu memang ada kegiatan yang dilakukan secara pribadi, tidak dilakukan secara terbuka.

“Ada enam orang kami mintai keterangan di lokasi, seperti satpam dan tetangga rumahnya. Dari pengakuannya mereka tetangga tidak mengetahui adanya pesta,” ujarnya saat dikonfirmasi, Jumat (15/1/2021).

Menurutnya, sejauh ini, diketahui kalau kegiatan itu merupakan acara keluarga yang tak mengundang siapa pun, yang mana kegiatannya dilakukan pada Rabu, 13 Januari 2021 malam. Saat ini, polisi bakal miminta keterangan di si pembuat acara tersebut, termasuk ada tidaknya pidana dalam kegiatan itu.

“Makanya kita telusuri dahulu termasuk kategori itu atau tidak, kami juga akan melakukan klarifikiasi pihak terkait dengan yang punya acara,” ucapnya.

Sumber: sindonews.com

Menag: Indonesia Kehilangan Besar atas Wafatnya Syekh Ali Jaber

LAMPUNG(Jurnalislam.com) — Syekh Ali Jaber wafat hari ini, 14 Januari 2021. Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas yang sedang melakukan kunjungan kerja di Lampung menyampaikan belasungkawa atas wafatnya muballigh yang terus bersemangat dalam dakwah Islam rahmatan lil ‘alamin.

“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Kita sangat berduka atas wafatnya Syekh Ali Jaber. Jasa almarhum sangat besar dalam dakwah di Indonesia. Semoga almarhum senantiasa mendapat rahmat dan  tempat terbaik di sisi Allah,” tutur Menag menyampaikan rasa duka citanya dari Lampung, Kamis (14/01).

“Wafatnya ulama menjadi kehilangan besar buat Indonesia. Mereka adalah panutan umat, tempat masyarakat belajar agama. Selama ini, almarhum juga terus mengedukasi umat tentang pencegahan Covid-19,” lanjutnya.

Syekh Ali Saleh Mohammed Ali Jaber atau yang lebih dikenal dengan Syekh Ali Jaber adalah ulama kelahiran Madinah Al-Munawwarah. Almarhum saat ini sudah berkewarganegaraan Indonesia.

Syekh Ali Jaber adalah seorang ulama dan pendakwah. Almarhum juga aktif sebagai juri dalam kompetisi hafalan Al-Quran di Indonesia dan menjadi da’i di beberapa stasiun televisi nasional.

 

Raffi Ahmad dan Ahok Berpesta Tanpa Prokes, Polisi Diminta Bertindak Adil

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Kuasa hukum pendiri Front Pembela Islam Habib Rizieq Shihab (HRS), Aziz Yanuar meminta kepolisian dan penegak hukum berlaku adil dalam menyikapi pelanggaran protokol kesehatan (prokes) Covid-19.

Menurut dia, kasus kerumunan HRS di Petamburan, Jakarta Pusat pada 14 Desember 2020, dan pesta yang diikuti artis Raffi Ahmad hingga Komisaris Utama Pertamina Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Rabu (13/1) malam WIB, sama-sama tak menegakkan prokes.

Menurut dia, kalau aparat adil, kedua perisriwa itu tak memiliki banyak perbedaan. “Apa beda mereka dengan HRS di mata hukum?” kata Azis, Kamis (14/1).

Azis juga mempertanyakan pelaksana acara tersebut yang disebut diadakan di rumah Ricardo Gelael yang dihadiri sejumlah artis dan selebgram, hingga eks vokalis Dewa 19, Elfonda Mekel atau Once. Menurut dia, ada yang berkilah datang ke acara atas undangan dan mengeklaim di dalam ruangan menerapkan prokes, hal itu tetap salah.

Azis menuding pihak pelaksana acara tetap melanggar aturan yang berlaku di tengah penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) ketat di Jakarta. Apalagi pemerintah pusat mengeluarkan kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Jawa-Bali mulai 11 hingga 25 Januari 2021.

“Yang mengundang kena 160 KUHP kah (pasal yang digunakan polisi menjerat HRS)?” kata Azis bertanya/

Ketika disinggung pernyataan kepolisian yang menyebut acara kumpul-kumpul tersebut dihadiri tak lebih dari 30 orang, Azis menyangkalnya. Menurut dia, tak ada aturan tertulis dalam penegakan prokes Covid-19, yang menyebut kerumunan tak boleh lebih dari 30 orang. Terlebih mereka hadir tanpa mengenakan masker, berdempetan atau tak menjaga jarak, dan berpesta di ruang tertutup pada malam hari.

Padahal aturan PSBB ketat melarang itu semua, dan malah dilanggar. Pihaknya menegaskan, penegak hukum harus berlaku adil dan tanpa diskriminatif. Azis meminta agar pihak pelaksana dan tamu undangan tersebut dihukum serupa karena tindakan tersebut.

Sumber: republika.co.id

MUI Serukan Shalat Ghaib Serentak untuk Syekh Ali Jaber

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Ketua MUI Bidang Fatwa, Asrorun Niam Sholeh mengajak seluruh masyarakat untuk menunaikan Sholat Gaib untuk mendiang Syekh Ali Jaber.

Khususnya laki-laki agar bisa sempatkan diri untuk sholat gaib usai Jumatan atau Sholat Jumat.

“MUI mengimbau kepada seluruh umat Islam, khususnya para Imam Sholat Jumat, untuk melaksanakan Sholat Gaib untuk almarhum dan mendoakan agar yang bersangkutan diampuni segala kesalahan, pahala kebaikannya dilipatgandakan dan jaid ahlul jannah, serta kita semua diberi kekuatan untuk melanjutkan perjuangannya,” ujar Asrorun Niam dalam keterangan tertulisnya, Jumat (15/1/2021).

Selian itu, ia pun berharap ada penerus Syekh Ali Jaber, yakni ulama yang sabar, ikhlas, dan tak kenal lelah dalam menebar kebaikan, untuk kemaslahatan umat dan bangsa.

“Kita semua kehilangan dengan wafatnya Syeikh Ali Jaber. Beliau sosok dai yang megajak, membimbing dan mendampingi, dengan penuh hikmah dan kebijaksanaan,” ujarnya

Sumber: okezone.com

Satgas: Efikasi Vaksin Sinovac 63,5 %, Rekomendasi WHO di Atas 50 %

JAKARTA(Jurnalislam.com)—Satgas penanganan Covid-19 meyakinkan masyarakat dunia bahwa vaksin Sinovac aman, berkhasiat, dan halal. Saat ini vaksin tersebut sedang disuntikkan kepada masyarakat Indonesia dalam program vaksinasi.

Meski demikian, masih banyak masyarakat dunia yang mempertanyakan keampuhan vaksin tersebut. Pasalnya, vaksin Sinovac memiliki efikasi sebesar 63,5% di Indonesia, dibandingkan sejumlah vaksin sejenis dari produsen berbeda yang dilakukan uji klinis negara lain.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof. Wiku Adisasmito mengatakan kepada masyarakat dunia bahwa vaksin adalah upaya negara dalam melindungi masyarakatnya dari ancaman pandemi Covid-19 dan demi tercapainya kekebalan komunitas atau herd immunity.

“Kami telah menerima rekomendasi dari WHO (World Health Organization), bahwa nilai efikasi di atas 50% dapat diterima. Dan kita tahu, jika angka lebih rendah, tentunya orang yang akan divaksinasi akan lebih banyak jumlahnya. Dan itu saya kira adalah tantangan untuk berbagai negara di dunia termasuk Indonesia,” kata dia dalam keterangan tertulisnya, Jumat (15/1/2021).

Sumber: sindonews.com

BNPB: Sementara 2000 Orang Mengungsi, 24 Terluka dalam Gempa Majene

MAJENE(Jurnalislam.com) — Sebanyak tiga orang meninggal dunia akibat gempa magnitudo 6,2 di Majene, Sulawesi Barat, Jumat (15/1) dini hari. Badan Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut, gempa terjadi sekitar pukul 01.28 WIB.

Dalam rilis resminya, BNPB mengabarkan, sejauh ini ada 24 orang yang dilaporkan mengalami luka-luka dan kemungkinan datanya masih bisa bertambah. Sekitar 2.000 orang juga harus mengungsi akibat bencana alam ini.

Sementara itu, jaringan listrik warga Majene padam dan Kantor Gubernur Sulbar mengalami rusak berat. Kerugian materiil terkait rumah warga yang rusak akibat gempa masih dalam pendataan.

Sumber: republika.co.id

MUI Kecam Kremasi Jenazah Muslim Korban Covid-19

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyampaikan keberatan atas aturan kremasi jenazah seluruh warga Srilanka korban Covid-19, termasuk warga muslim. Ketua Komisi Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional (HLNKI) MUI menegaskan, ketentuan itu bertentangan dengan keyakinan agama Islam dan hukum HAM internasional.

 

“Deklarasi Universal HAM PBB pasal 18 menjamin hak setiap orang untuk menganut agama dan melaksanakan ajaran agamanya,” kata Ketua Komisi HKLNI Bunyan Saptomo di Jakarta, Kamis (14/01).

 

Dikatakannya, Kovenan Hak Sipil dan Politik pasal 18 (1) juga menjamin hak setiap orang untuk menganut agama dan melaksanakan ajaran agamanya.

 

Diakui bahwa setiap negara mempunyai hak untuk membuat peraturan, termasuk peraturan yang terkait pengurusan jenazah korban wabah Covid-19 yang sedang melanda seluruh dunia saat ini.

 

“Namun, semua negara, termasuk Srilanka, haruslah membuat peraturan pengurusan jenasah korban Covid-19 dengan tetap menghormati hak kelompok agama, termasuk kelompok Muslim,” tambahnya.

 

Menurut Bunyan, keberatan itu disampaikan oleh MUI dalam rangka melaksanakan peran himayatul ummah (melindungi Ummat). MUI sebagai wakil umat Islam menyampaikan protes kepada Pemerintah Srilanka yang telah mengeluarkan peraturan tanpa mengindahkan hak asasi manusia (HAM) kelompok agama minoritas, termasuk kelompok muslim.

 

Komisi HKLNI MUI menyampaikan, pemerintah Indonesia sendiri telah membuat peraturan tentang pengurusan korban covid-19 sesuai dengan agama yang diyakini dan dipeluk oleh warga negara. MUI juga telah menerbitkan fatwa khusus terkait dengan pengurusan jenazah Covid19  ini.

 

“MUI mendesak agar pemerintah Srilanka membatalkan peraturan yang melanggar HAM tersebut  dan mengganti peraturan yang menghormati  hak kelompok agama minoritas, termasuk Muslim,” demikian Ketua Komisi HKLNI Bunyan Saptomo.

 

Pihaknya mendesak kepada Pemerintah Srilanka agar melakukan konsultasi kepada kelompok agama minoritas, termasuk Muslim.

 

“MUI meminta pemerintah RI melalui Kementerian Luar Negeri untuk melanjutkan protes MUI yang  mewakili  concern Umat Islam seluruh Indonesia ini kepada pemerintah Srilanka,” pungkasnya

Apa Risiko Jika Menolak Vaksin?

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Ketua Umum Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (Papdi) dr Sally Aman Nasution SpPD KKV FINASIM FACP, mengimbau masyarakat untuk mau divaksin Covid-19.

Sebab jika masyarakat tak divaksin, maka pandemi tak akan selesai karena virus masih bisa menginfeksi masyarakat.

“Sebetulnya, akan jadi masalah kalau orang tidak ingin divaksin, kalau dilihat dari kesehatan masyarakat. Karena ini pandemi,” ungkap Sally, belum lama ini.

Sally mengatakan, pada kondisi pandemi yang sudah berlangsung lama, yang dibutuhkan adalah imunitas masyarakat (herd immunity). Virus tidak bisa menginfeksi lagi kalau masyarakat sudah memiliki imunitas.

Imunitas masyarakat, menurut Sally, bisa jadi baru bisa didapatkan setelah jangka waktu yang lama jika terjadi secara alami. Apalagi, syarat untuk mengalahkan virus adalah 70 persen penduduk terinfeksi penyakit untuk menciptakan imunitas secara alami.

Sally menyebut, tak mungkin untuk mengorbankan sebanyak 70 persen penduduk terinfeksi penyakit pandemi. Terlebih, saat ini sudah banyak tenaga kesehatan yang berguguran saat pemerintah berupaya terus mengendalikan pandemi ini.

“Vaksin itu secara pasif memberikan imunitas. Oleh karena itu orang yang divaksin harus banyak. Harus mencapai 70 persen hingga 80 persen supaya imunitas secara massal bisa terbentuk,” ungkap Sally yang merupakan dokter spesialis penyakit dalam dan konsultan kardiovaskular ini.

Sumber: republika.co.id

Longsor Sumedang: 27 Orang Hilang, 900 Petugas Disiapkan

SUMEDANG(Jurnalislam.com)- Sebanyak 900 orang dari berbagai unsur dilibatkan dalam proses pencarian di hari ketiga korban longsor di Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.

Petugas gabungan itu diperlukan karena proses pencarian cukup mengalami kesulitan karena material longsoran yang masih tebal.

“Kalau petugas gabungan sekitar 900. Mudah-mudah dengan tim gabungan, sinergitas dan kerja sama yang baik semua korban bisa ditemukan,” kata Kepala Kantor Pencarian dan Penyelamatan (SAR) Bandung Deden Ridwansyah di lokasi longsor, Senin (11/1).

Ia memastikan proses pencarian dilakukan dengan menerapkan keselamatan dalam bekerja. Mengingat lokasi kejadian masih ada potensi longsor susulan.

“Kami sudah menempatkan enam hingga sepuluh orang sebagai safety officer untuk memantau situasi pergerakan tanah di atas,” katanya. Tim SAR menyatakan hingga saat ini sebanyak 27 orang masih dinyatakan hilang dan diduga tertimbun longsor, berdasarkan aduan dari masyarakat.
sumber: jpnn.com