Santri Salman Al Farisi Belajar Perjuangan dan Ukhuwah Lewat Siyahah

KARANGPANDAN (jurnalislam.com)– Pondok Pesantren Salman Al Farisi Karangpandan menggelar kegiatan Siyahah (jalan-jalan Islami) dan susur hutan yang diikuti seluruh santri pada Kamis (18/9/2025).

Rombongan berangkat pukul 07.00 WIB dari pondok menggunakan truk menuju Bumi Perkemahan Sekipan sebagai titik awal perjalanan. Dengan penuh semangat, para santri menempuh rute sepanjang 29 kilometer, melewati hutan Nglurah, Sedang, kawasan Jatiyoso Beruk, hingga singgah di PP Fityanul Qur’an Beruk. Perjalanan kemudian berlanjut melalui jalur Matesih dan berakhir di Rest Area Makutoromo Karangpandan sekitar pukul 20.00 WIB.

Dalam penutupan acara, Ustadz Nur Fajriansyah, atau yang akrab disapa Ustadz Fajri, menyampaikan pesan mendalam kepada para santri.

“Jangan menganggap sepele acara ini, karena ini adalah amalan yang sangat mulia. Kita bisa mencontoh perjuangan para sahabat Nabi dalam menempuh perjalanan penuh kesabaran dan kebersamaan,” ujarnya.

Salah satu santri kelas 4, Hikmatyar Risfan, juga mengungkapkan kesannya.

“Saya sangat senang dengan acara ini, karena selain bisa refreshing di sela-sela belajar, kami juga belajar bekerjasama, menjalin ukhuwah, dan saling membantu ketika dalam keadaan sulit,” tuturnya penuh antusias.

Kegiatan Siyahah tahun ini menjadi momen berharga bagi santri Salman Al Farisi, bukan hanya sebagai hiburan, tetapi juga sebagai sarana pembelajaran hidup tentang perjuangan, persaudaraan, dan rasa syukur.

Drone Houthi Hantam Hotel di Eilat, Israel Gagal Mencegat

EIKAT (jurnalislam.com)– Sebuah pesawat tanpa awak (drone) yang ditembakkan oleh kelompok Houthi Yaman menghantam pintu masuk sebuah hotel di kota pelabuhan Eilat, Kamis malam (18/9/2025). Serangan itu menimbulkan kerusakan namun tidak ada laporan korban luka.

Kepolisian Israel mengonfirmasi bahwa ledakan terjadi tepat di pintu masuk hotel. “Petugas telah mengamankan lokasi jatuhnya pesawat, dan para ahli penjinak bom kepolisian sedang bekerja untuk mengidentifikasi objek dan mengevakuasi sisa-sisanya,” demikian pernyataan resmi kepolisian.

Militer Israel (IDF) dalam pernyataan terpisah mengatakan tim penyelamat telah dikerahkan. “Tim pencarian dan penyelamatan sedang beroperasi di area di mana laporan mengenai jatuhnya pesawat tersebut diterima,” kata IDF, seraya menambahkan bahwa penyelidikan tengah dilakukan terkait kegagalan sistem pertahanan udara mencegat drone tersebut.

Sekitar satu jam kemudian, IDF mengumumkan berhasil mencegat drone kedua yang juga ditembakkan dari Yaman. “Tidak ada sirene yang dibunyikan, sesuai protokol,” ungkap militer.

Pada malam harinya, Houthi kembali menembakkan rudal balistik ke arah pusat Israel, memicu sirene di Tel Aviv, Herzliya, Petah Tikva, Rishon Lezion, Yerusalem, dan sejumlah kota lainnya. IDF menyebut rudal tersebut berhasil ditembak jatuh tanpa menimbulkan korban jiwa.

Kelompok Houthi mengaku bertanggung jawab atas serangan itu. “Kami telah meluncurkan rudal balistik ke target militer Israel yang sensitif di Tel Aviv, serta mengirimkan beberapa pesawat nirawak ke Eilat dan Beersheba,” demikian pernyataan resmi Houthi yang dirilis pada Kamis malam.

Sejak 18 Maret lalu, saat Israel kembali meningkatkan agresi militernya di Jalur Gaza, Houthi telah meluncurkan sedikitnya 87 rudal balistik dan 40 pesawat nirawak ke wilayah Israel. Eilat menjadi salah satu sasaran utama, termasuk serangan sebelumnya yang mengenai Bandara Ramon dan menyebabkan satu orang luka ringan.

Sebagai balasan, Angkatan Udara Israel terus menggempur infrastruktur Houthi di Yaman. Bulan lalu, serangan Israel di Sanaa bahkan menewaskan perdana menteri pemerintahan Houthi serta beberapa menterinya. Tel Aviv menyebut serangan itu “baru permulaan.” (Bahry)

Sumber: TOI

Dua Tentara Israel Tewas dalam Serangan di Perlintasan Allenby

TEPI BARAT (jurnalislam.com)– Dua tentara Israel tewas dalam serangan penembakan dan penusukan di dekat Perlintasan Allenby, jalur penghubung antara Tepi Barat dan Yordania, pada Kamis sore (18/9/2025).

Menurut laporan awal, pelaku yang merupakan warga negara Yordania datang dengan mengemudikan truk bantuan kemanusiaan untuk Gaza. Setibanya di lokasi sekitar pukul 15.00 waktu setempat, ia melepaskan tembakan ke arah tentara Israel. Ketika pistolnya macet, ia keluar dari kendaraan dan menikam dua tentara hingga tewas, sebelum akhirnya ditembak mati oleh pasukan penjaga perlintasan.

Kementerian Luar Negeri Israel dalam pernyataannya menuding Yordania ikut bertanggung jawab secara moral atas insiden tersebut.

“Israel memfasilitasi bantuan kemanusiaan ke Gaza, dan para teroris memanfaatkannya untuk membunuh warga Israel,” demikian bunyi pernyataan yang dirilis Kemenlu Israel.

“Ini adalah hasil lain dari hasutan keji di Yordania. Ini adalah gema dari kampanye kebohongan Hamas,” tambahnya dengan nada agresif.

Di sisi lain, pemerintah Yordania menegaskan sedang melakukan penyelidikan. “Yordania sedang memantau laporan insiden keamanan di Perlintasan Allenby,” kata juru bicara pemerintah, Mohammad al-Momani.

Kementerian Luar Negeri Yordania dalam pernyataan resminya menyebut, “Dinas keamanan negara telah meluncurkan penyelidikan atas insiden penembakan di sisi Israel dari perlintasan perbatasan.”

Pihaknya juga menegaskan menolak serangan itu, menyebutnya sebagai “pelanggaran hukum internasional, kepentingan Yordania, dan kemampuannya untuk mengirimkan bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza.”

Pelaku diidentifikasi sebagai Abd al-Mutalib al-Qaisi (57), sopir truk yang baru tiga bulan terakhir ditugaskan membawa bantuan ke Gaza. Hingga berita ini ditulis, belum ada kelompok yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Akibat insiden itu, militer Israel merekomendasikan penutupan sementara Perlintasan Allenby.

“Bantuan yang datang melalui perlintasan perbatasan harus dihentikan hingga investigasi selesai dan prosedur pemeriksaan diperbarui,” kata pernyataan militer Israel. (Bahry)

Sumber: TOI

Empat Tentara Israel Tewas dalam Serangan Bom Pinggir Jalan di Rafah

GAZA (jurnalislam.com)– Empat tentara pendudukan Israel (IDF) tewas dan tiga lainnya terluka akibat serangan bom pinggir jalan di Rafah, Gaza selatan, Kamis pagi (18/9/2025). Militer Israel baru mengumumkan kejadian itu beberapa jam kemudian.

Korban tewas diidentifikasi sebagai Mayor Omri Chai Ben Moshe (26), Letnan Eran Shelem (23), Letnan Eitan Avner Ben Itzhak (22), dan Letnan Ron Arieli (20). Insiden ini menambah jumlah korban militer Israel sejak invasi darat ke Jalur Gaza dan operasi di perbatasan menjadi 469 orang, termasuk beberapa anggota kepolisian dan kontraktor sipil.

Keempat tentara tersebut bertugas di Batalyon Dekel, sekolah perwira Bahad 1. Menurut keterangan IDF, Ben Moshe adalah komandan kompi, sementara tiga lainnya masih kadet dan diumumkan secara anumerta naik pangkat menjadi letnan.

Sebelum masuk kursus perwira, Ben Moshe pernah memimpin kompi di Brigade Paratroopers. Shelem sebelumnya tercatat di unit Sayeret Matkal, Ben Itzhak di Brigade Komando, dan Arieli di Brigade Golani.

𝗞𝗿𝗼𝗻𝗼𝗹𝗼𝗴𝗶 𝗜𝗻𝘀𝗶𝗱𝗲𝗻

Menurut penyelidikan awal, ledakan terjadi saat operasi di lingkungan Jenina, Rafah, sekitar pukul 09.30. Saat itu, sebuah buldoser lapis baja D9 sedang membuka jalur, diikuti dua kendaraan Humvee di belakangnya.

Salah satu Humvee bergerak ke sisi jalan dan langsung terkena bom rakitan. Ledakan menghancurkan kendaraan, menewaskan empat tentara, dan melukai tiga lainnya – satu dalam kondisi serius, dua luka sedang.

Militer Israel masih meneliti jenis bahan peledak, metode aktivasi, serta kapan bom ditanam. Foto-foto yang beredar di media sosial memperlihatkan kerusakan parah pada kendaraan militer tersebut.

𝗦𝗶𝘁𝘂𝗮𝘀𝗶 𝗱𝗶 𝗥𝗮𝗳𝗮𝗵

Meski Israel sebelumnya mengklaim telah “menguasai” Rafah, perlawanan masih berlangsung di sejumlah wilayah, termasuk Jenina. Beberapa jam sebelum serangan, pasukan Bahad 1 dilaporkan sempat terlibat kontak dengan pejuang Palestina.

Juru bicara militer Israel, Brigjen Effie Defrin, mengakui pihaknya masih menghadapi jaringan bawah tanah dan infrastruktur pertahanan Palestina di kawasan tersebut.

Empat korban yang diumumkan pada Kamis ini merupakan kematian pertama tentara Israel dalam 10 hari terakhir, sejak serangan sebelumnya yang menewaskan empat tentara di pinggiran Kota Gaza.

Agresi darat Israel di Jalur Gaza sendiri kembali ditingkatkan pekan ini, dengan sasaran utama Kota Gaza di bagian utara. Kepala Staf IDF, Letjen Eyal Zamir, menyatakan bahwa pihaknya akan terus memperluas operasi militer hingga mencapai apa yang ia sebut sebagai “kemenangan” atas Hamas.

Namun, klaim Israel tersebut dipandang banyak pihak tidak sejalan dengan realitas di lapangan, di mana perlawanan bersenjata Palestina masih mampu melancarkan serangan mematikan terhadap pasukan pendudukan. (Bahry)

Sumber: TOI

AS Veto Resolusi DK PBB Soal Gencatan Senjata di Gaza, Israel Perluas Serangan

NEW YORK (jurnalislam.com)– Amerika Serikat memveto resolusi penting Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) yang menuntut gencatan senjata segera di Gaza, sementara Israel terus memperluas serangan bumi hangusnya di Kota Gaza.

Resolusi tersebut, yang disetujui oleh 14 dari 15 anggota dewan pada Kamis (18/9/2025), menyerukan “gencatan senjata segera, tanpa syarat, dan permanen di Gaza yang dihormati oleh semua pihak”, pembebasan seluruh tawanan yang ditahan Hamas dan kelompok lain, serta pencabutan pembatasan bantuan kemanusiaan.

Draf ini disusun oleh 10 anggota terpilih DK PBB dan dinilai lebih tegas dibanding resolusi sebelumnya. Para diplomat menyoroti kondisi kemanusiaan “bencana” di Gaza setelah hampir dua tahun agresi Israel yang telah menewaskan sedikitnya 65.141 orang, menurut pejabat kesehatan Palestina.

Seperti diperkirakan, AS memveto resolusi tersebut. Morgan Ortagus, wakil utusan khusus AS untuk Timur Tengah, mengatakan resolusi gagal mengutuk Hamas dan mengabaikan “hak Israel untuk membela diri”.

“Resolusi ini secara keliru melegitimasi narasi palsu yang menguntungkan Hamas,” ujar Ortagus.

Ia juga menuding laporan resmi PBB soal kelaparan di Gaza menggunakan “metodologi cacat”, meski di sisi lain memuji operasi pusat distribusi GHF yang justru menjadi sasaran serangan Israel.

𝗞𝗲𝗰𝗮𝗺𝗮𝗻 𝗣𝗮𝗹𝗲𝘀𝘁𝗶𝗻𝗮 𝗱𝗮𝗻 𝗗𝘂𝗸𝘂𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗡𝗲𝗴𝗮𝗿𝗮-𝗡𝗲𝗴𝗮𝗿𝗮 𝗔𝗻𝗴𝗴𝗼𝘁𝗮

Duta Besar Palestina untuk PBB, Riyad Mansour, mengecam keras veto AS.

“Veto ini sangat disesalkan. Dewan Keamanan kembali gagal memainkan peran semestinya dalam menghadapi kekejaman dan melindungi warga sipil dari genosida,” tegas Mansour.

Ia menambahkan, penggunaan hak veto tidak seharusnya diizinkan dalam kasus kejahatan kemanusiaan berat.

Duta Besar Aljazair, Amar Bendjama, juga menyampaikan pernyataan emosional.

“Saudara-saudara Palestina, maafkan kami. Dunia berbicara tentang hak, namun mengingkarinya bagi Palestina. Upaya tulus kami hancur melawan tembok penolakan ini,” katanya.

Bendjama menegaskan perang Israel telah menewaskan lebih dari 18.000 anak-anak, 12.000 perempuan, 1.400 tenaga medis, dan lebih dari 250 jurnalis. Menurutnya, Israel “kebal” bukan karena hukum internasional, melainkan karena bias sistem global.

𝗦𝗶𝗸𝗮𝗽 𝗜𝘀𝗿𝗮𝗲𝗹 𝗱𝗮𝗻 𝗥𝗲𝘀𝗽𝗼𝗻𝘀 𝗗𝘂𝗻𝗶𝗮

Duta Besar Israel untuk PBB, Danny Danon, menolak resolusi tersebut.

“Israel tidak membutuhkan pembenaran atas perangnya di Gaza,” ujarnya, seraya berterima kasih kepada AS atas penggunaan hak veto.

Sementara itu, James Bays, editor diplomatik Al Jazeera, menilai pemungutan suara ini menjadi momen “suram” di peringatan 80 tahun PBB. Ia menyoroti bagaimana sikap AS merusak semangat diplomasi multilateral dan membuat PBB berada pada titik terendah sepanjang sejarahnya. (Bahry)

Sumber: Al-Jazeera

Israel Serang Area Rumah Sakit di Gaza, 83 Warga Palestina Gugur

GAZA (jurnalislam.com)– Pasukan Israel kembali melancarkan gelombang serangan baru di Jalur Gaza, menghantam kawasan padat penduduk termasuk di sekitar beberapa rumah sakit yang masih beroperasi. Serangan darat mereka di Kota Gaza menambah panjang daftar korban sipil.

Sedikitnya 83 warga Palestina gugur pada Kamis (18/9/2025), menurut pejabat medis yang dikutip Al Jazeera.

Rudal Israel menghantam area sekitar Rumah Sakit al-Shifa dan al-Ahli, yang menjadi salah satu jalur kehidupan terakhir bagi warga yang sakit, kelaparan, dan terluka. Setidaknya 15 orang syahid di luar al-Shifa, sementara empat lainnya tewas dalam serangan terpisah di dekat al-Ahli.

𝗗𝗶𝗸𝗲𝗰𝗮𝗺 𝘀𝗲𝗯𝗮𝗴𝗮𝗶 𝗞𝗲𝗷𝗮𝗵𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗣𝗲𝗿𝗮𝗻𝗴

Hamas mengutuk serangan itu sebagai “kejahatan perang sepenuhnya”, yang dilakukan hanya sehari setelah PBB merilis laporan baru tentang dugaan genosida Israel di Gaza. Menurut Hamas, serangan tersebut adalah “pesan terang-terangan penghinaan terhadap komunitas internasional.”

Menteri Timur Tengah Inggris, Hamish Falconer, menyatakan dirinya “ngeri” atas pemboman terhadap Rumah Sakit al-Rantisi, yang merawat anak-anak. “Bayi dalam inkubator dan anak-anak yang menjalani dialisis seharusnya tidak menjadi sasaran pemboman,” tulisnya di media sosial.

Kementerian Kesehatan Gaza menyebut rumah sakit anak itu diserang tiga kali, memaksa 40 pasien mengungsi, sementara 40 lainnya masih terjebak di dalam bersama staf.

“𝗠𝗲𝗱𝗶𝗰𝗶𝗰𝗶𝗱𝗲”: 𝗣𝗕𝗕 𝗦𝗲𝗯𝘂𝘁 𝗣𝗼𝗹𝗮 𝗦𝗶𝘀𝘁𝗲𝗺𝗮𝘁𝗶𝘀 𝗣𝗲𝗻𝗴𝗵𝗮𝗻𝗰𝘂𝗿𝗮𝗻 𝗞𝗲𝘀𝗲𝗵𝗮𝘁𝗮𝗻

Organisasi Dokter Lintas Batas (MSF) berduka atas gugurnya salah satu stafnya, Hussein Alnajjar, perawat dan ayah tiga anak, akibat pecahan peluru serangan Israel.

Pekan ini, PBB merilis laporan yang menyatakan bahwa tindakan Israel di Gaza masuk kategori genosida. Laporan itu juga menyoroti penghancuran pusat IVF Al Basma, yang memusnahkan 4.000 embrio serta 1.000 sampel sperma dan sel telur, disebut sebagai “upaya mencegah kelahiran di kalangan warga Palestina di Gaza.”

PBB menggambarkan pola serangan itu sebagai “medicicide” – pembunuhan tenaga medis dan penghancuran fasilitas kesehatan untuk menghapus layanan medis di Gaza.

𝗦𝗸𝗮𝗹𝗮 𝗣𝗲𝗺𝗯𝗼𝗺𝗮𝗻 𝗕𝗲𝗹𝘂𝗺 𝗣𝗲𝗿𝗻𝗮𝗵 𝗧𝗲𝗿𝗷𝗮𝗱𝗶

Warga menggambarkan pemboman berlangsung dalam skala belum pernah terjadi sebelumnya. Tank, jet, dan kapal perang Israel meratakan rumah-rumah di berbagai wilayah.

Awal pekan ini, Kantor HAM PBB mengecam penghancuran sewenang-wenang Israel, menyebutnya “setara dengan pembersihan etnis.”

Di antara korban tewas adalah seorang anak dan ibunya yang terbunuh ketika apartemen mereka di kamp pengungsi Shati dihantam bom.

“𝗭𝗼𝗻𝗮 𝗔𝗺𝗮𝗻” 𝗽𝘂𝗻 𝗝𝗮𝗱𝗶 𝗧𝗮𝗿𝗴𝗲𝘁

Meskipun Israel telah menetapkan al-Mawasi di Gaza selatan sebagai “zona aman”, wilayah tersebut tetap menjadi sasaran serangan. Pejabat kesehatan memperingatkan kondisi di sana sangat kritis dengan kekurangan air, makanan, dan layanan kesehatan.

Kementerian Kesehatan Gaza menegaskan, keluarga-keluarga menghadapi penargetan langsung, baik di dalam kamp maupun ketika berusaha menyelamatkan diri.

Ratusan ribu warga yang nekat kembali ke utara hanya mendapati rumah mereka telah menjadi puing-puing. Euro-Med Human Rights Monitor melaporkan pasukan Israel bahkan menjebak dan meledakkan 10 kendaraan lapis baja di Tal al-Hawa.

𝗞𝗿𝗶𝘀𝗶𝘀 𝗞𝗲𝗺𝗮𝗻𝘂𝘀𝗶𝗮𝗮𝗻 𝗠𝗮𝗸𝗶𝗻 𝗣𝗮𝗿𝗮𝗵

Kantor Kemanusiaan PBB (OCHA) memperingatkan bahwa kelaparan akut di Gaza utara kian memburuk, terutama setelah perlintasan bantuan di Zikim ditutup sejak 12 September.

Menurut data Kementerian Kesehatan Gaza, sejak Oktober 2023, agresi Israel telah menewaskan sedikitnya 65.062 warga Palestina dan melukai 165.697 orang. Ribuan lainnya diperkirakan masih tertimbun reruntuhan bangunan. (Bahry)

Sumber: Al-Jazeera

Akhiri Polemik, IHW Minta Pemerintah Stop Impor Nampan MBG Tercemar Minyak Babi

JAKARTA (jurnalislam.com)– Founder Indonesia Halal Watch (IHW) Ikhsan Abdullah mendesak pemerintah menghentikan impor nampan program Makan Bergizi Gratis (MBG) asal China yang dinilai bermasalah. Selain diduga tercemar minyak babi, nampan tersebut juga disebut menggunakan logo Standar Nasional Indonesia (SNI) dan label “Made in Indonesia” palsu.

Temuan ini bermula dari laporan Indonesia Business Post (IBP) yang melakukan investigasi di wilayah Chaoshan, timur Provinsi Guangdong, China. Dalam laporannya, IBP mengungkap keberadaan 30–40 pabrik yang memproduksi ompreng makanan untuk pasar global, termasuk salah satunya yang diduga digunakan dalam program MBG di Indonesia.

Laporan itu juga menyingkap dugaan pemalsuan label dan penggunaan bahan baku tipe 201 yang dikhawatirkan memiliki kandungan mangan tinggi serta tidak aman untuk makanan bersifat asam. Selain itu, investigasi mengindikasikan adanya penggunaan minyak babi atau lard dalam proses produksi, baik pada tipe 201 maupun 304.

Ikhsan, yang juga Wakil Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Katib Syuriyah PBNU, menegaskan menurut fatwa MUI, nampan tersebut sudah berstatus haram sejak proses akhir pembuatannya.

“Dalam kaidah fikih menurut fatwa MUI, bila tercampurnya zat haram pada barang atau zat yang halal, maka barang itu menjadi haram,” ujar Ikhsan dalam keterangannya, Kamis (18/9/2025).

Ia menilai persoalan ini bukan hanya menyangkut aspek halal-haram, tetapi juga keamanan konsumen serta kepatuhan terhadap standar nasional.

“Impor nampan makanan dari China jelas menimbulkan mudarat. Pemerintah harus segera menghentikannya agar masalah ini tidak berlarut-larut,” tegasnya.

Ulama dan Tokoh Umat Islam Surakarta Gelar Pertemuan di MTA, Persiapkan Silaturahmi Akbar di Balaikota

SURAKARTA (jurnalislam.com)- Ulama dan tokoh umat Islam yang tergabung dalam Forum Ulama dan Tokoh Umat Islam Surakarta menggelar pertemuan penting di Gedung Pusat Majelis Tafsir Al-Qur’an (MTA), Surakarta, Selasa, (16/9/2025).

Pertemuan ini menjadi bagian dari rangkaian persiapan menuju acara Silaturahmi Akbar yang akan dilaksanakan pada Kamis, 25 September 2025, mulai pukul 17.30 WIB hingga selesai di Pendopo Balaikota Surakarta.

Silaturahmi Akbar tersebut direncanakan akan menghadirkan Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. Nasaruddin Umar, MA, sebagai tamu kehormatan sekaligus pembicara utama.

Dalam pertemuan tersebut, para ulama dan tokoh masyarakat menegaskan pentingnya acara Silaturahmi Akbar sebagai momentum mempererat dan memperkuat ukhuwah Islamiyah sekaligus membangun kerjasama umat untuk kemajuan bangsa.

Forum Ulama dan Tokoh Umat Islam Surakarta mengajak kepada seluruh kaum Muslimin se-Soloraya untuk hadir dan berpartisipasi aktif. Kehadiran umat Islam secara berbondong-bondong diharapkan dapat menjadi simbol persatuan, kebersamaan, dan semangat mewujudkan Indonesia yang maju, bermartabat, dan penuh berkah.

Kasus Kuota Haji Makin Terbuka, MAKI: KPK Harus Segera Umumkan Tersangka!

JAKARTA (jurnalislam.com)– Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI) melayangkan ultimatum kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait penanganan kasus dugaan korupsi penyelenggaraan dan pembagian kuota haji di Kementerian Agama (Kemenag). Koordinator MAKI, Boyamin Saiman, memberi waktu satu minggu kepada KPK untuk menetapkan tersangka. Jika tidak, lembaga antirasuah itu akan digugat melalui praperadilan.

“Ya pokoknya minggu depan kalau enggak diumumkan tersangka, dua minggu lagi saya buat praperadilan,” tegas Boyamin di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Jumat (12/9/2025).

Boyamin menilai, KPK seharusnya tidak kesulitan menjerat pihak yang bertanggung jawab dalam perkara ini. Menurutnya, bukti yang ada sudah cukup kuat dan kasus ini tergolong sederhana.

“Ini keterlaluan, sebenarnya hanya pungli dasarnya, gampang pembuktiannya. Jadi jangan diulur-ulur lagi,” ujarnya.

MAKI juga mengingatkan KPK agar tidak sekadar menyebut sudah ada calon tersangka tanpa langkah konkret. Ia menegaskan, batas waktu maksimal pengumuman tersangka adalah Jumat (19/9/2025).

“Pokoknya saya beri batas waktu, minggu depan tidak ada umumkan tersangka, saya gugat praperadilan,” tandasnya.

Menanggapi ultimatum tersebut, Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menyampaikan apresiasi kepada MAKI. Menurutnya, dukungan publik menjadi bagian penting dalam upaya pemberantasan korupsi.

“KPK menyampaikan terima kasih dan apresiasi. Dukungan publik menjadi sesuatu yang positif dalam pemberantasan korupsi,” kata Budi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (16/9/2025).

Budi menambahkan, banyak perkara besar yang ditangani KPK berawal dari laporan masyarakat. Karena itu, ia menilai langkah MAKI memberi tenggat waktu merupakan bentuk pengawasan publik agar KPK tetap bekerja sesuai aturan.

“Publik tidak hanya menjadi objek, tapi juga subjek, yang turut serta mendorong penegakan hukum agar tidak melenceng,” ujarnya.

KPK memastikan akan terbuka soal perkembangan kasus dugaan korupsi haji ini. Begitu tersangka ditetapkan, identitasnya akan langsung diumumkan.

“KPK akan segera menyampaikan update penyidikan, termasuk pihak-pihak yang bertanggung jawab dan ditetapkan sebagai tersangka,” ucap Budi.

Kasus dugaan rasuah kuota haji ini bermula dari tambahan 20 ribu kuota yang diberikan pemerintah Arab Saudi kepada Indonesia. Sesuai regulasi dalam UU No. 8/2019, pembagian kuota haji adalah 92 persen untuk jamaah reguler dan 8 persen untuk khusus. Namun kenyataannya, kuota tambahan justru dibagi rata 50:50, yang diduga menjadi celah praktik korupsi.

Dalam proses penyidikan, KPK telah memeriksa sejumlah pejabat Kemenag serta pihak swasta penyelenggara perjalanan haji. Ustaz Khalid Basalamah turut dimintai keterangan sebagai saksi. Selain itu, mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas juga sudah dua kali dipanggil penyidik, yakni pada 7 Agustus 2025 dan 1 September 2025.

Mahfud MD: Tak Tepat Hanya Sebut PBNU, Ada Ormas Lain dalam Skandal Kuota Haji

JAKARTA (jurnalislam.com)– Mantan Menko Polhukam Mahfud MD menanggapi langkah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang tengah menelisik dugaan aliran dana korupsi kuota haji ke Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Hal itu ia sampaikan melalui kanal YouTube pribadinya, Mahfud MD Official, pada Selasa (16/9/2025).

Mahfud menilai kecil kemungkinan dana hasil korupsi masuk ke PBNU secara institusional. Menurutnya, jika memang ada keterlibatan, hal itu lebih mungkin dilakukan oleh oknum di lingkungan PBNU, bukan secara resmi melalui bendahara atau struktur organisasi.

“Agak susah sepertinya korupsi seperti itu mengalir kepada sebuah organisasi dalam nama organisasi. Yang mungkin terjadi menurut saya bukan PBNU, tapi oknum PBNU, dan itu tidak masuk ke keuangan resmi,” kata Mahfud.

Meski begitu, ia menegaskan bahwa KPK tidak mungkin sembarangan menyebut nama jika tidak memiliki indikasi awal. “Saya percaya kalau KPK sudah berbicara itu pasti indikasinya sudah ada. Tapi ini bisa ormas, bisa personal,” ujarnya.

Mahfud menjelaskan bahwa modus korupsi kuota haji biasanya terkait penjualan kuota tambahan. Kuota reguler yang seharusnya diberikan kepada jamaah biasa dialihkan menjadi kuota khusus dan kemudian dijual melalui biro travel dengan harga tinggi.

“Biaya resmi haji khusus sekitar Rp90 juta, tapi ketika dijual bisa menjadi Rp700 juta hingga Rp1 miliar. Kalau 8.600 orang dialihkan, hitung saja keuntungannya ratusan juta bahkan miliaran. Dari situlah biasanya muncul kick back, dan PPATK bisa menelusurinya,” papar Mahfud.

Ia juga menyinggung pola lain berupa pemberian jatah haji kepada individu tertentu yang dekat dengan organisasi. “Misalnya ada orang NU dikasih jatah haji, tapi itu tidak berarti masuk ke PBNU sebagai institusi. Jadi sangat mungkin ada oknum yang bermain,” jelasnya.

Lebih jauh, Mahfud mengutip data yang sempat diungkap Koordinator MAKI, Boyamin Saiman, terkait dugaan fasilitas haji gratis bagi istri pejabat, hingga adanya rangkap jabatan dalam penyelenggaraan haji.

“Misalnya ada amirul hajj yang juga menjabat menteri agama, sudah dapat honor sebagai amirul hajj, tapi juga menempatkan diri sebagai pengawas dengan honor terpisah. Sehari Rp8 juta, tinggal dikalikan berapa lama tinggal di Mekkah,” kata Mahfud.

Ia menekankan bahwa dugaan keterlibatan tidak hanya bisa diarahkan ke NU, melainkan juga ormas atau pihak lain. “Menyebut ormas hanya NU itu kurang tepat. Sejauh data yang saya punya, bukan hanya NU. Tapi kalau memang KPK sudah menyebut NU, biarkan proses hukum berjalan,” tandasnya.

Kontributor: Bahry