Maraknya Kasus HIV di Solo, Ansharu Syariah Jateng: Selamatkan Generasi Emas, Bersihkan LGBT dari Kehidupan Bangsa

SOLO (jurnalislam.com)– Menanggapi maraknya kasus HIV yang banyak menjangkiti remaja di Kota Solo, Amir Ansharu Syariah Jawa Tengah, Ustadz Agil Firmansyah, menyerukan agar seluruh elemen bangsa segera berbenah dan mengambil langkah serius.

Menurutnya, kabar banyaknya remaja yang terpapar HIV bukanlah hal baru, melainkan fenomena yang sudah lama terjadi. Yang memprihatinkan, mayoritas pengidap HIV adalah kalangan usia sekolah.

“Pertama, kita wajib memohon ampun kepada Allah, Astaghfirullahal ‘azhim. Rusaknya akhlak adalah penyebab utama. Jauhnya remaja dari nilai-nilai agama juga menjadi faktor penting mengapa kasus ini terus berulang,” ungkapnya pada Rabu, (1/10/2025).

Ia menegaskan bahwa persoalan ini merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah, orang tua, dan lingkungan sekolah. Menurutnya, membangun Indonesia Emas 2045 tidak cukup hanya sebatas jargon, melainkan harus dimulai dengan menyelamatkan generasi muda dari ancaman moral dan penyakit sosial.

“HIV lebih banyak disebarkan melalui kaum LGBT. Jika ingin generasi emas Indonesia selamat, maka bersihkan LGBT dari seluruh aspek kehidupan berbangsa dan bernegara: dari dunia pendidikan, lingkungan pemerintah, sekolah, hingga masyarakat,” tegasnya.

Ustadz Agil mengingatkan bahwa bangsa Indonesia memiliki nilai-nilai luhur yang harus dijunjung tinggi, yakni budaya, etika, dan sopan santun yang diwariskan para pendiri bangsa. Ia menyerukan sinergi semua pihak untuk mengembalikan akhlak bangsa.

“Semoga ke depan bangsa ini mampu berbenah. Semua unsur harus mampu saling bersinergi, agar Indonesia kembali menjadi bangsa yang berakhlak,” pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, data terbaru dari Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Solo mencatat sedikitnya 15 pelajar usia sekolah di Kota Solo telah terinfeksi HIV, sebagian di antaranya diketahui memiliki orientasi seksual sesama jenis.

Selain itu, kelompok usia 15–19 tahun tercatat sebagai penyumbang kasus baru terbanyak. Fakta ini menunjukkan bahwa ancaman HIV di Solo kian serius dan harus segera ditangani bersama agar tidak menggerogoti masa depan generasi penerus bangsa.

Suporter Galatasaray Bentangkan Spanduk Solidaritas untuk Palestina saat Lawan Liverpool

ISTANBUL (jurnalislam.com)– Para suporter klub Turki, Galatasaray, menunjukkan solidaritas mereka terhadap rakyat Palestina yang menderita akibat pengepungan di Gaza dan pendudukan di Tepi Barat dalam laga melawan raksasa Inggris, Liverpool, pada Selasa (30/9/2025).

Di tribun stadion, suporter membentangkan sejumlah spanduk bertuliskan: “𝘒𝘦𝘮𝘢𝘯𝘶𝘴𝘪𝘢𝘢𝘯 𝘵𝘦𝘭𝘢𝘩 𝘬𝘦𝘩𝘪𝘭𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘩𝘢𝘵𝘪 𝘯𝘶𝘳𝘢𝘯𝘪 𝘥𝘪 𝘎𝘢𝘻𝘢” dan tagar #𝘎𝘦𝘯𝘰𝘴𝘪𝘥𝘢𝘗𝘢𝘭𝘦𝘴𝘵𝘪𝘯𝘢. Spanduk lain bertuliskan “𝘉𝘦𝘣𝘢𝘴𝘬𝘢𝘯 𝘗𝘢𝘭𝘦𝘴𝘵𝘪𝘯𝘢” serta “𝘉𝘪𝘢𝘳𝘬𝘢𝘯 𝘉𝘢𝘺𝘪 𝘗𝘢𝘭𝘦𝘴𝘵𝘪𝘯𝘢 𝘏𝘪𝘥𝘶𝘱”.

Selain itu, sebelum pertandingan dimulai, para penggemar Galatasaray juga menyampaikan belasungkawa kepada mendiang penyerang Liverpool, Diogo Jota, yang meninggal dunia pada Juli lalu dalam kecelakaan mobil di Spanyol. Mereka membentangkan spanduk bertuliskan “Kami tidak akan pernah melupakanmu” yang menampilkan foto mendiang mantan pemain Galatasaray, Ahmet Calik, yang juga wafat dalam kecelakaan mobil beberapa tahun lalu.

Secara mengejutkan, Galatasaray berhasil menundukkan juara Liga Primer Inggris tersebut dengan skor tipis setelah penyerang anyar mereka, Victor Osimhen, mencetak gol melalui titik putih pada menit ke-16.

Dengan kemenangan ini, Galatasaray meraih tiga poin pertama mereka di ajang Liga Champions UEFA musim ini. (Bahry)

Sumber: TRT

Netanyahu Minta Maaf ke Qatar atas Serangan Israel, Janji Tak Akan Mengulanginya

WASHINGTON (jurnalislam.com)– Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, yang pada Senin (29/9) melakukan panggilan telepon kepada Perdana Menteri Qatar dari Gedung Putih, menyampaikan permintaan maaf atas serangan Israel terhadap Hamas di negara Teluk tersebut. Netanyahu juga berjanji serangan serupa tidak akan terulang, demikian pernyataan resmi Gedung Putih.

Netanyahu yang sebelumnya bersikap keras sejak memerintahkan serangan pada 9 September di Qatar, menyampaikan permintaan maaf itu saat bertemu Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk membahas proposal gencatan senjata di Gaza.

“Sebagai langkah awal, Perdana Menteri Netanyahu menyampaikan penyesalan mendalam atas serangan rudal Israel terhadap target Hamas di Qatar yang secara tidak sengaja menewaskan seorang prajurit Qatar,” bunyi pernyataan Gedung Putih.

“Ia juga menegaskan penyesalan karena menargetkan pimpinan Hamas di tengah negosiasi penyanderaan, sehingga melanggar kedaulatan Qatar. Netanyahu berkomitmen Israel tidak akan mengulangi serangan semacam itu di masa depan,” lanjut pernyataan tersebut.

Israel sendiri belum memberikan penjelasan resmi terkait seruan tersebut. Netanyahu diperkirakan akan menggelar konferensi pers bersama Trump dalam waktu dekat.

Gedung Putih menambahkan bahwa Netanyahu dan Perdana Menteri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman bin Jassim Al Thani menyepakati pembentukan kelompok tiga pihak guna “meningkatkan koordinasi, memperbaiki komunikasi, menyelesaikan keluhan bersama, serta memperkuat upaya kolektif untuk mencegah ancaman.”

Sebelumnya, Netanyahu kerap mencemooh Qatar karena menampung perwakilan Hamas. Padahal, keberadaan Hamas di Qatar selama ini berlangsung dengan persetujuan diam-diam Israel.

Namun, Netanyahu menyebut kalkulasi telah berubah sejak serangan Hamas pada 7 Oktober 2023. Israel dalam beberapa bulan terakhir juga memperluas serangan ke Iran, Suriah, Lebanon, hingga Yaman.

Trump, yang sebelumnya menyatakan ketidakpuasan atas serangan Israel di Qatar, disebut sempat mendapat tekanan dari pihak Doha. Bahkan, Qatar dilaporkan berusaha melobi Washington dengan memberikan hadiah berupa pesawat mewah.

Serangan Israel di Qatar sendiri terjadi bertepatan dengan pembahasan proposal gencatan senjata Gaza oleh para pemimpin Hamas. (Bahry)

Sumber: TNA

Ansharu Syariah Jember Apresiasi Langkah MUI dan Tokoh Masyarakat Ingatkan Pemerintah terkait Miras dan Sound Horeg

JEMBER (jurnalislam.com)- Jamaah Ansharu Syariah Jember melalui pimpinannya Abu Hamasah memberikan apresiasi atas upaya serius dari MUI dan Tokoh Masyarakat Jember untuk mengingatkan Pemerintah Jember terkait masih masifnya peredaran Miras dan Sound Horeg.

“Upaya ini perlu didukung semua pihak mengingat miras adalah biangnya kejahatan dan kriminalitas, apalagi Jember ini kota Santri dan pusat pendidikan yang saat ini dipimpin oleh Bupati dengan back ground Santri,” ungkap Abu Hamasah.

Upaya serius telah dilakukan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Jember dengan beraudiensi langsung kepada Bupati Jember Muhammad Fawaid, SE, M.Sc pada hari Senin, 29 September 2025.

Dalam kesempatan tersebut Ketua MUI Jember Dr. KH. Abdul Haris, M.Ag menyampaikan, “Standar para tokoh agama untuk kesuksesan pemkab sangat sederhana, antara lain yaitu apakah toko miras dan sound horeg sudah ditertibkan sesuai dengan Perda dan edaran gubernur atau tidak?”.

Bupati yang akrab dipanggil Gus Fawaid ini merespon aspirasi dari kunjungan MUI Jember dengan melakukan tindakan-tindakan serius perihal aduan tersebut.

Pada kesempatan yang sama, sejumlah Kyai dan Tokoh Masyarakat yang terhimpun dalam Lajnah Pembinaan Akhlak Islamiyah (LPAI) mendatangi Polres Jember dan diterima langsung oleh Kapolres Jember AKBP Bobby Adimas Condroputra, S.H., S.I.K., M.Si.

Pimpinan LPAI, KH Drs Hamid Hasbulloh mendesak Polres Jember sebagai aparat penegak hukum yang memiliki kewenangan resmi negara agar mengeluarkan surat perintah ke seluruh polsek di wilayah Kabupaten Jember untuk serius memberantas penjualan miras. Lanjutnya, termasuk pula pengendalian sound horeg.

Smesco Gandeng LPPOM Permudah UMKM Dapatkan Sertifikat Halal

JAKARTA (jurnalislam.com)– Upaya mempermudah akses sertifikat halal bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) terus dilakukan. Lembaga Layanan Pemasaran KUKM (Smesco Indonesia) resmi menjalin kerja sama strategis dengan Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Kosmetika (LPPOM) Jakarta.

Direktur Bisnis dan Pemasaran Smesco Indonesia, M. Rizki Firdaus, menegaskan pentingnya kolaborasi dengan lembaga yang memiliki kredibilitas dalam sertifikasi halal.

“Kami berpikir perlu ada kerja sama strategis dengan lembaga sertifikasi halal yang kredibel di Indonesia,” ujarnya usai penandatanganan MoU dengan LPPOM Jakarta, Selasa (30/9).

Rizki menjelaskan, fatwa halal produk tetap dikeluarkan Majelis Ulama Indonesia (MUI), sehingga keberadaan LPPOM menjadi mitra yang tepat untuk memperluas jangkauan layanan sertifikat halal. Dengan jaringan perwakilan di 34 provinsi, ia berharap para pelaku UMKM bisa memanfaatkan kesempatan ini guna mendukung pemasaran produk mereka.

“Dengan terbukanya akses ini, kami harap tidak ada lagi hambatan bagi UMKM dalam mendapatkan sertifikat halal,” tambahnya.

Lebih lanjut, Rizki menyoroti berbagai tantangan regulasi yang dihadapi UMKM, mulai dari HKI, PIRT, hingga sertifikasi halal. Ia menyebut sertifikat halal membutuhkan pendampingan, audit, verifikasi lapangan, dan penelusuran bahan baku yang cukup kompleks.

“Kami sangat fokus membantu UMKM agar produknya bersertifikat halal. Smesco juga menyediakan layanan konsultasi yang berkaitan dengan sertifikasi halal. Ke depan, Smesco akan menjadi kepanjangan tangan LPPOM untuk sosialisasi,” jelasnya.

Kerja sama ini tidak hanya mencakup sertifikasi, tetapi juga edukasi melalui berbagai program online maupun offline.

Di sisi lain, Direktur LPPOM Jakarta, Deden Edi Soetrisna, menegaskan proses sertifikasi halal dapat diselesaikan dalam waktu relatif singkat.

“Memang prosesnya cukup detail. Ada lima kriteria yang harus dipenuhi, yakni komitmen dan tanggung jawab pelaku usaha, bahan-bahan dasar yang diperiksa, proses produk halal (PPH), nama produk yang sesuai, serta pemantauan dan evaluasi,” ungkap Deden.

Ia menyebutkan bahwa pemerintah juga memberi insentif berupa sertifikat halal seumur hidup khusus UMKM.

“Sejak lama kami sudah aktif melakukan sosialisasi, agar pelaku usaha tahu bahwa proses ini bisa dilakukan lebih mudah jika langsung melalui LPPOM,” pungkasnya.

MUI DKI Jakarta dan UIA Gelar Seminar Internasional Bahas Islam dan Identitas Nasional

JAKARTA (jurnalislam.com)– Majelis Ulama Indonesia (MUI) DKI Jakarta bekerja sama dengan Universitas Islam As-Syafi’iyyah (UIA) menggelar seminar internasional bertema “Islam and National Identity: From Religious Affiliation to Social Responsibility” di Graha Alawiyah, Kampus UIA, Jakarta, Rabu (30/9).

Seminar ini bertujuan meneguhkan dasar akademis dan keagamaan bahwa Islam memiliki khazanah pemikiran klasik yang mendukung integrasi iman, kebangsaan, dan tanggung jawab sosial. Kegiatan tersebut juga diharapkan memperkuat kontribusi umat Islam dalam membangun kebangsaan yang konstruktif.

Rektor UIA Prof. Dr. Masduki Ahmad, SH., MM., dalam sambutannya menegaskan pentingnya dialog akademis untuk menjawab tantangan identitas kebangsaan di tengah arus globalisasi.

Ketua Umum MUI DKI Jakarta, KH. Muhammad Faiz, menyatakan bahwa Islam sangat menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, bahkan dalam kondisi peperangan. “Islam mewajibkan umatnya berlaku baik terhadap tawanan maupun masyarakat sipil,” ujarnya.

Sementara itu, Prof. Dr. Syeikh Muhammad Salim Abu ‘Ashi, M.A., Guru Besar Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir dari Universitas Al-Azhar, Kairo, menegaskan bahwa Islam tidak boleh dipahami berdasarkan tafsir pribadi tanpa landasan keilmuan. Menurutnya, peradaban, aturan, dan norma dalam Islam harus dipelajari dari ulama yang memiliki kapabilitas ilmiah dan kapasitas moral agar tidak menimbulkan kesalahpahaman. “Pemahaman Islam harus berangkat dari Al-Qur’an dan Hadits,” tegasnya.

Ia juga menyoroti pandangan tentang cinta tanah air yang kerap dianggap bertentangan dengan ukhuwah Islamiyah yang bersifat universal. Menurutnya, mencintai tanah tumpah darah merupakan bagian dari fitrah manusia dan tidak mungkin dipertentangkan dengan ajaran Islam. “Agama diturunkan Allah untuk kemaslahatan individu maupun kolektif. Karena itu, cinta tanah air justru mendapat wadah dan legitimasi dalam fikih serta kaidah ushul fikih,” ujarnya.

Lebih lanjut, Syeikh Abu ‘Ashi menekankan bahwa keberagaman bangsa, budaya, ras, dan agama merupakan kehendak Allah yang harus disikapi dengan semangat litaarafu atau saling mengenal. Ia menjelaskan bahwa ta’aruf mengandung makna i‘tiraf (pengakuan), bahwa manusia diciptakan berbeda-beda, dan dari pengakuan itu lahirlah ma‘rifah (pemahaman mendalam).

“Dengan kesadaran itu, umat manusia akan terdorong untuk ber-fastabiqul khairat, berlomba dalam kebaikan, serta bertebaran di muka bumi membawa manfaat. Inilah identitas muslim yang sejati, yang mampu memberi kontribusi positif bagi kebangsaan dan persaudaraan,” pungkasnya.

Seminar berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab bersama peserta. Turut hadir dalam acara tersebut Sekretaris Daerah DKI Jakarta Marullah Matali, Sekretaris Umum MUI DKI KH. Auzai Mahfuz, Lc., MA., Ketua Yayasan Perguruan Tinggi As-Syafi’iyyah Prof. Dr. H. Dailami Firdaus, SH., LL.M., pengurus MUI DKI, dosen, serta mahasiswa UIA dan PKU.

Raya: Fakta Buruknya Sistem Kesehatan dalam Kapitalisme

Oleh: Firdayanti Solihat (Founder Kristak Bening)

Kesehatan adalah bagian dari kebutuhan pokok masyarakat yang harus dipenuhi oleh negara. Sayangnya hari ini hal tersebut baru sebatas wacana. Kasus Raya adalah cerminan buruknya pelayanan kesehatan negara terhadap masyarakat.

Raya adalah balita asal Sukabumi yang lahir dari kedua orang tua yang memiliki gangguan kesehatan mental dan sakit-sakitan. Ia meninggal setelah mengalami infeksi berat yang menyebabkan cacing bersarang ditubuhnya. Infeksi tersebut diperparah dengan malnutrisi, stunting, dan meningitis tuberculosis. (kompas.id 26/7/2025).

Raya dibawa ke Rumah Sakit pada tanggal 13/7 oleh tim Rumah Teduh Sukabumi. Saat dibawa, dr. Irfan yang merupakan Humas sekaligus dokter IGD RSUD R. Syamsudin, SH mengatakan kondisinya tidak sadar. Akhirnya setelah berjuang dengan tubuh kecilnya, Raya meninggal dunia pada 22/7. (detik.com 25/8/2025). Berbagai upaya sudah dilakukan oleh pihak medis, namun kondisinya yang parah membuat upaya tersebut tidak mampu menyelamatkan nyawanya.

Sayangnya kasus Raya baru mendapat respon dari pemerintah dan pihak-pihak terkait setelah viral. Padahal kondisi Raya tidak terjadi begitu saja. Bahkan untuk pembuatan jaminan kesehatan saja pihak Rumah Teduh mengatakan tidak diberikan kemudahan oleh pihak terkait.

Hal ini menunjukan gagalnya negara memberikan jaminan kesehatan terhadap masyarakat, terutama anak-anak dan kaum rentan. Padahal dalam Islam kesehatan merupakan hak setiap individu yang wajib dijamin oleh negera.

Inilah buah penerapan sistem kapitalisme yang menjadikan fasilitas kesehatan hanya sebagai komoditas, bukan hak warga negara yang harus ditanggung negara. Akibatnya banyak kalangan yang tidak mendapatkan akses kesehatan dengan layak dan mudah. Ditambah dengan regulasi yang rumit, semakin mempersulit keadaan.

Kapitalisme juga membangun pola hubungan individu yang individualis. Sehingga rasa kepedulian, empati dan bahkan kemanusiaan perlahan terkikis hingga habis. Maka tidak heran jika kasus Raya terjadi. Bahkan Raya hanyalah satu dari sekian banyak anak yang menderita akibat dari kejahatan sistem ini.
Sementara itu Islam menjaga kondisi sosial masyarakat yang membuat rasa peduli antar sesama tumbuh dengan sendirinya. Ini lahir dari ketaqwaan yang menjadi pondasi. Maka saat melihat saudara ataupun tetangganya dalam kesulitan, ia akan cepat memberikan pertolongan.

Hal ini tentunya karena Islam merupakan sistem yang lahir dari Sang Pencipta, bukan akal manusia yang terbatas dan seringkali aturan yang lahir berbasis emosional, bahkan cenderung berpihak pada beberapa kalangan, layaknya kapitalisme. Namun Islam adalah aturan yang menjaga fitrah siapapun, dari kalangan manapun.

Dalam hal ini negara wajib memberikan fasilitas kesehatan terbaik bagi seluruh masyarakat dengan cuma-cuma dengan kemudahan yang bisa diakses oleh siapapun. Seperti yang pernah terjadi ketika masa peradaban Islam.

Pelayanan kesehatan pada masa peradaban Islam dibagi menjadi tiga aspek. Pertama, pembudayaan hidup sehat. Hal ini dilakukan dengan meneladani kebiasaan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sehari-hari. Seperti menjaga kebersihan, makan setelah lapar dan berhenti sebelum kenyang, lebih bayak makan buah, mengisi perut dengan sepertiga makanan, sepertiga air, dan sepertiga udara, puasa Senin-Kamis, mengonsumsi madu, susu kambing, dan lain sebagainya. Pada abad 800an masehi peradaban Islam sudah memiliki madrasah dimana-dimana. Maka otomatis banyak masyarakat yang paham bagaimana menjaga pola hidup sehat.

Kedua, pemajuan ilmu dan teknologi kesehatan. Melalui haditsnya, “Tidak ada penyakit yang Allah ciptakan, kecuali Dia juga menciptakan cara penyembuhannya” (HR. Bukhari), Rasulullah menjadi inspirator utama dalam kedokteran Islam. Banyak ilmuan muslim yang lahir dan berjasa besar pada masa ini. Beberapa diantaranya Jabir al-Hayan (721-815) yang menemukan teknologi destilasi, pemurnian alkohol untuk disinfektan, dan mendirikan apotik pertama di Baghdad.

Selanjutnya ada Muhammad ibn Zakariya ar-Razi (865-925 M) yang melakukan eksperimen terkontrol dan observasi klinis, serta menolak beberapa metode Galen dan Aristoteles yang pendapat-pendapatnya hanya berlandaskan filsafat, tidak dibangun dari eksperimennya yang dapat diverifikasi. Pada 1037 Ibnu Sina menemukan thermometer meski standarisasinya baru dilakukan oleh Celcius dan Fahrenheit berabad-abad kemudian.

Ibnu an-Nafis adalah Bapak Fisiologi peredaran darah yang merupakan perintis bedah manusia. Pada tahun 1242 ia sudah dapat menerangkan secara benar sirkulasi peredaran darah jantung-paru-paru. Di Barat baru tahun 1628 William Harvey menemukan hal yang sama. Dan masih banyak lagi ilmuan lainnya yang muncul dimasa peradaban Islam.

Ketiga, penyediaan infrastruktur dan fasilitas kesehatan. Dalam hal ini negara membangun rumah sakit di hampir semua kota di Daulah Islam. Di Cairo rumah sakit Qalaqun dalam menampung hingga 8000 pasien, bukan hanya sakit fisik tapi sakit jiwa. Selain itu rumah sakit ini juga sudah digunakan untuk pendidikan universitas dan riset. Ia juga dilengkapi dengan fasilitas-fasilitas yang memadai. Dan yang paling penting, seluruh masyarakat bisa menikmati fasilitas tersebut secara cuma-cuma.

Hal ini tentunya tidak akan kita temui dalam sistem kapitalisme yang menjadikan semua fasilitas umum sebagai barang mewah. Pada akhirnya sistem ini hanya menambah penderitaan masyarakat. Maka solusi terbaik dalam menuntaskan segala permasalahan yang ada, termasuk kasus Raya adalah dengan menerapkan kembali sistem Islam.

Wallahu a’lam Bisshowab

Jaga Stabilitas Perdamaian di Kawasan, PUI Dorong Pemilu Bebas dan Transparan di Bangsamoro

JAKARTA (jurnalislam.com)– Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Ummat Islam (DPP PUI), salah satu organisasi kemasyarakatan Islam terbesar di Indonesia, menyerukan pentingnya penyelenggaraan pemilihan parlemen pertama di Bangsamoro, Kawasan Otonomi di Mindanao, Filipina Selatan, yang berlangsung secara jujur, adil, dan transparan. Seruan ini disampaikan menyusul adanya dinamika dan perhatian internasional, termasuk rencana penundaan yang berpotensi mengganggu proses perdamaian.

Dalam pernyataan resminya, Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri DPP PUI, Dr. Adhe Nuansa Wibisono, menekankan bahwa langkah demokratis ini merupakan momen krusial bagi masa depan masyarakat Bangsamoro yang mayoritas Muslim.

“Pemilu yang berintegritas di Bangsamoro bukan sekadar urusan prosedural, tetapi merupakan upaya bersama untuk merajut keadilan, menumbuhkan kepercayaan sosial, dan membangun pondasi pembangunan inklusif pasca-konflik,” tegas Wibisono, pada Rabu (24/09/2025) di Jakarta.

Sebagai ormas Islam yang aktif dalam diplomasi publik dan isu-isu kemanusiaan di kawasan Asia Tenggara, PUI memandang stabilitas Mindanao memiliki implikasi langsung terhadap keamanan dan perdamaian regional. Posisi ini mempertegas peran strategis organisasi sipil keagamaan dalam mendorong dialog dan penyelesaian konflik secara damai, yang melampaui batas-batas nasional.

Dr. Wibisono, yang juga menjabat sebagai President South Asian Youth Organization (SAYO) Turkey, lebih lanjut menyoroti pentingnya kolaborasi semua pihak.

“Partisipasi penuh dari semua elemen, termasuk masyarakat sipil, pemerintah lokal dan pusat, tokoh adat, perempuan, pemuda, serta mantan kombatan yang telah berintegrasi, adalah kunci kesuksesan. Kami mendorong pemerintah Manila untuk mengedepankan empati dan dialog, karena pendekatan intervensi dan penundaan justru kontra-produktif dan dapat menjadi beban baru,” jelas ahli keamanan internasional lulusan Turkish National Police Academy tersebut.

Pernyataan solidaritas kuat juga disampaikan untuk masyarakat Bangsamoro. Wibisono menyatakan, “Generasi muda, tokoh perempuan, dan seluruh elemen masyarakat Bangsamoro harus yakin bahwa masa depan benar-benar ada dalam genggaman mereka. Keadilan adalah visi besar yang dapat diwujudkan. PUI berdiri bersama dalam semangat solidaritas keumatan.”

Terkait isu intervensi dan rencana penundaan pemilu yang mengundang kekhawatiran para pengamat, Wibisono mengingatkan bahwa mengedepankan proses yang fair dan mandiri justru merupakan solusi strategis. Langkah ini bukan hanya akan meredam potensi konflik di Mindanao, tetapi juga berkontribusi pada stabilitas nasional Filipina di tengah berbagai tantangan internal yang dihadapi Manila.

DPP PUI juga mendorong komunitas internasional, organisasi Islam global, dan jejaring masyarakat sipil untuk turut aktif mengawal dan mendukung proses pemilu ini agar bebas dari intimidasi dan manipulasi. Peran pengawasan independen dinilai crucial untuk memastikan terciptanya suasana saling percaya.

Pada akhirnya, PUI meyakini bahwa perdamaian dan kemakmuran Bangsamoro akan memberikan efek domino positif bagi Filipina dan kawasan. “Ketika Bangsamoro damai dan adil, bukan hanya Mindanao yang sejahtera, tetapi stabilitas yang ditimbulkannya akan menguntungkan Manila dan seluruh Filipina. Mewujudkan pemilu berintegritas adalah kontribusi nyata bagi perdamaian berkelanjutan di Asia Tenggara,” pungkas Dr. Wibisono penuh harap.

Trump Rilis 20 Poin Rencana Akhiri Perang Gaza, Israel Dukung, Hamas Skeptis

WASHINGTON (jurnalislam.com)– Gedung Putih merilis rencana Presiden Donald Trump untuk mengakhiri perang Israel di Jalur Gaza. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan mendukung proposal tersebut usai bertemu Trump di Gedung Putih, Senin (29/9).

Namun, Hamas menegaskan belum menerima proposal itu. Seorang pejabat kepada AFP mengatakan, “Kami akan mempelajarinya dan merespons setelah kami menerimanya.” Pejabat Hamas Mahmoud Mardawi kepada Al Jazeera menilai rencana tersebut “cenderung ke arah perspektif Israel.”

𝗜𝘀𝗶 𝗣𝗿𝗼𝗽𝗼𝘀𝗮𝗹 𝗧𝗿𝘂𝗺𝗽

Berikut 20 poin utama rencana yang dirilis Gedung Putih:

1. Gaza akan menjadi zona bebas teror yang dideradikalisasi.

2. Gaza dibangun kembali untuk kepentingan rakyatnya.

3. Jika disetujui, perang segera berakhir dan IDF mundur ke garis yang disepakati.

4. Dalam 72 jam setelah Israel menerima perjanjian, semua sandera (hidup maupun jenazah) dikembalikan.

5. Setelah pembebasan sandera, Israel akan membebaskan 250 tahanan seumur hidup dan 1.700 warga Gaza yang ditahan pasca 7 Oktober 2023.

6. Anggota Hamas yang mau berdamai dan menonaktifkan senjata diberi amnesti; yang ingin keluar Gaza mendapat perjalanan aman.

7. Bantuan penuh segera masuk ke Gaza, sesuai perjanjian 19 Januari 2025.

8. Distribusi bantuan dilakukan PBB, Bulan Sabit Merah, dan lembaga internasional. Perlintasan Rafah dibuka.

9. Gaza dipimpin pemerintahan transisi teknokrat Palestina dengan pengawasan badan internasional baru bernama “Dewan Perdamaian” yang diketuai Trump bersama tokoh internasional termasuk Tony Blair.

10. Panel pakar pembangunan Timur Tengah menyusun rencana rekonstruksi Gaza.

11. Dibentuk zona ekonomi khusus dengan akses istimewa ke negara peserta.

12. Tidak ada pemaksaan migrasi. Warga bebas tinggal, pergi, atau kembali.

13. Hamas dan faksi lain dilarang ikut pemerintahan Gaza. Semua infrastruktur militer dihancurkan, proses demiliterisasi diawasi pemantau independen.

14. Mitra regional menjamin Gaza Baru tidak jadi ancaman bagi negara tetangga.

15. Dibentuk Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF) untuk melatih polisi Palestina dan mengamankan perbatasan bersama Mesir dan Israel.

16. Israel tidak akan mencaplok Gaza. IDF secara bertahap menyerahkan wilayah ke ISF hingga penarikan penuh.

17. Jika Hamas menolak, bantuan tetap berjalan di wilayah bebas teror yang dikuasai ISF.

18. Dibangun dialog antaragama untuk mendorong toleransi Palestina-Israel.

19. Jika reformasi PA berjalan, akan muncul jalur menuju kenegaraan Palestina.

20. AS memfasilitasi dialog Israel-Palestina menuju koeksistensi damai.

Rencana ini menempatkan Gaza di bawah pemerintahan transisi internasional dengan Trump sendiri sebagai ketua Dewan Perdamaian. Proposal ini mengingatkan pada Deal of the Century yang diluncurkan Trump pada 2020, namun kini diperluas hingga rekonstruksi ekonomi, demiliterisasi, dan jalur menuju kenegaraan Palestina.

Sumber: TNA

Serangan Bertubi-tubi Brigade Al-Quds & Al-Qassam, Tentara Israel Tewas dan Luka Serius

GAZA (jurnalislam.com)– Sayap militer kelompok Perlawanan Palestina terus meningkatkan serangan terhadap pasukan pendudukan Israel di Jalur Gaza.

Brigade Al-Quds, sayap militer gerakan Jihad Islam, pada Senin (29/9/2025) mengumumkan para pejuangnya berhasil menembak seorang tentara Israel di sekitar Kamp Al-Shati, Kota Gaza.

“Para pejuang kami berhasil menembak seorang tentara Zionis di atas salah satu rumah di sekitar Kamp Al-Shati di Kota Gaza, dan langsung mengenainya,” kata Brigade tersebut dalam pernyataan resminya.

Dalam waktu yang hampir bersamaan, bentrokan hebat terjadi di lingkungan Nasr, sebelah barat Kota Gaza, di mana pejuang Perlawanan menembakkan rudal anti-tank ke arah pasukan Israel. Helikopter Israel dilaporkan dikerahkan untuk mengevakuasi korban. Brigade itu juga menyatakan berhasil menyita sebuah pesawat quadcopter milik militer Israel yang sedang menjalankan misi intelijen di Gaza tengah.

Dalam insiden sebelumnya pada Sabtu (27/9), Brigade Al-Quds mengaku terlibat bentrokan dengan unit pasukan khusus Israel di lingkungan Tel al-Hawa, selatan Kota Gaza. Mereka menyebut berhasil menghancurkan sebuah kendaraan militer Israel dengan rudal MK84 sisa pengeboman Israel di dekat Rumah Sakit Al-Quds, yang menimbulkan korban tewas dan luka di pihak Zionis.

Sementara itu, Brigade Al-Qassam, sayap militer Hamas, menyatakan bahwa mereka telah menargetkan pos komando dan kendali Israel di timur permukiman al-Tuffah, Kota Gaza, dengan tembakan mortir.

Militer Israel (IDF) sendiri mengakui adanya serangan besar terhadap pasukan mereka pada Senin sore (29/9). Menurut pengumuman IDF, lima tentara Israel, termasuk dua perwira, mengalami luka serius, sementara enam lainnya luka ringan setelah sebuah sel Hamas yang terdiri dari lima pejuang menyusup ke sebuah kamp militer di Kota Gaza dan meledakkan dua alat peledak terhadap tank dari Batalyon ke-82 Brigade Lapis Baja ke-7.

Dalam baku tembak berikutnya, IDF mengklaim dua anggota Hamas gugur, sementara tiga lainnya berhasil melarikan diri.

“Seorang petugas medis, seorang perwira tank, dan tiga prajurit kami mengalami luka serius. Semua korban telah dibawa ke rumah sakit,” demikian pernyataan militer Israel.

Beberapa jam sebelum serangan, dua roket diluncurkan dari Gaza utara menuju wilayah Nahal Oz. IDF mengatakan roket tersebut jatuh di dalam Gaza dan tidak menyeberang ke wilayah Israel.

Di Tepi Barat, seorang tentara Israel dari Brigade Pasukan Terjun Payung tewas dalam serangan serudukan pada Ahad (28/9), menurut laporan media Israel.

Serangkaian serangan ini menunjukkan bahwa perlawanan Palestina terus melancarkan operasi militer meski pasukan Zionis menggencarkan serangan besar-besaran untuk menghancurkan kelompok-kelompok perlawanan di Gaza.

Sumber: PC, TOI