Gedung Kementerian Pertahanan Rusia di Moskow Dilahap Jago Merah

MOSKOW (Jurnalislam.com) – Api mengoyak bangunan Kementerian Pertahanan Rusia di pusat Moskow, hari Ahad (03/04/2016), menimbulkan gumpalan asap tebal di atas ibukota Rusia saat pemadam kebakaran berusaha memadamkan kobaran api, Al Arabiya News Channel melaporkan, Ahad.

Sekitar 50 orang dilaporkan telah dievakuasi dari gedung administrasi, bangunan yang berasal dari akhir abad kedelapan belas. Tidak ada yang dilaporkan terluka.

Foto dari tempat kejadian menunjukkan pemadam kebakaran menggunakan tangga untuk mengakses lantai atas bangunan melalui selang dengan mesin pompa air yang ditempatkan di lantai dasar. Lalu lintas melalui pusat kota Moskow dialihkan.

Mayor Jenderal Igor Konashenkov, di tempat kejadian, mengatakan kepada kantor berita Interfax bahwa api telah dipadamkan, namun pekerjaan masih terus berlangsung untuk memadamkan bagian bangunan yang masih menghasilkan asap dan api membara.

Sebuah sumber mengatakan kepada Interfax bahwa api kemungkinan terjadi akibat hubungan pendek yang melibatkan kabel listrik tua. Kementerian Situasi Darurat (The Emergency Situations Ministry) mengatakan kebakaran itu menghanguskan area seluas minimal 50 meter persegi.

Deddy | Alarabiya | Jurnalislam

 

Tentara Yaman Rebut Basis Militer Syiah Houthi di Al-Jawf

YAMAN (Jurnalislam.com) – Pasukan pro-pemerintah dan tentara nasional Yaman telah merebut kembali sebuah basis militer yang sebelumnya dikuasai oleh pemberontak Syiah Houthi di provinsi Al-Jawf Yaman dekat perbatasan Saudi, sumber pro-pemerintah mengatakan kepada Anadolu Agency pada hari Ahad (03/04/2016).

Berbicara melalui telepon, sumber tersebut mengatakan bahwa tentara Yaman dan pasukan perlawanan rakyat pro-pemerintah telah berhasil menguasai situs Al-Zallaq di Al-Jawf menyusul pertempuran sengit dengan pemberontak Houthi.

"Tentara dan pasukan juga telah menyebar ke arah situs lain di wilayah Al-Hadaba," sumber itu, bersikeras untuk tidak memberitahu namanya, menambahkan tanpa merinci.

Abdullah al-Ashraf, juru bicara pasukan perlawanan pro-pemerintah di Al-Jawf, mengatakan kepada Anadolu Agency pekan lalu bahwa sekitar 80 persen dari provinsi itu sekarang berada di bawah kendali pasukan pro-pemerintah.

Dalam beberapa bulan terakhir, telah terjadi pertempuran sengit di Al-Jawf antara pasukan yang setia kepada Presiden Yaman Abd Rabbuh Mansour Hadi di satu sisi dan milisi Syiah Houthi bersama sekutu mereka di sisi lain, di mana pasukan yang setia kepada Presiden Yaman Abd Rabbuh Mansour Hadi dilaporkan berhasil merebut kembali sejumlah posisi strategis dari Houthi dan sekutunya – termasuk ibukota provinsi, Al-Hazm.

Yaman tetap berada dalam peperangan sejak September 2014, ketika pemberontak Houthi dan sekutu mereka menyerbu ibukota Sanaa dan bagian lain Yaman, memaksa Hadi dan pemerintahannya untuk sementara mengungsi ke Arab Saudi.

Pada bulan Maret 2015, Riyadh dan sekutu Arabnya memulai operasi militer yang luas – yang melibatkan pasukan darat dan kekuatan udara – ditujukan untuk membalikkan kemenangan Houthi di Yaman dan memulihkan pemerintah Hadi yang diperangi.

Menurut PBB, lebih dari 6.000 orang telah tewas di Yaman akibat peperangan – sekitar setengah dari mereka adalah warga sipil – sejak satu tahun yang lalu.

 

Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam

Azerbaijan Ancam Akan Serang Kembali Armenia

KARABAKH (Jurnalislam.com) – Azerbaijan pada hari Ahad (03/04/2016) mengumumkan gencatan senjata sepihak menyusul pertempuran sengit dengan pasukan Armenia di wilayah Nagorno-Karabakh yang direbutkan, tetapi mengancam akan menyerang kembali jika pasukannya diserang, World Bulletin melaporkan, Ahad.

"Azerbaijan, menunjukkan niat baik mereka, telah memutuskan untuk secara sepihak menghentikan penyerangan", kata kementerian pertahanan Azerbaijan dalam sebuah pernyataan, memperingatkan bahwa mereka akan "membebaskan semua wilayah pendudukan (Armenia) jika pasukan Armenia tidak menghentikan provokasi."

Tapi juru bicara kepresidenan separatis Armenia yang didukung di Karabakh, David Babayan, mengatakan kepada AFP bahwa pertempuran belum pernah dihentikan di sepanjang garis depan.

"Pertempuran masih berlangsung pada sektor tenggara dan timur laut dari garis depan Karabakh," katanya.

Sebelumnya pada hari Ahad, pasukan Karabakh mengklaim mereka merebut kembali bukit strategis Lala-Tepe di Karabakh yang dikuasai oleh pasukan Azeri, Sabtu.

Baku membantah laporan itu, mengatakan bahwa bukit tersebut tetap berada di bawah kendali mereka dan bahwa pasukan pemberontak Armenia menderita korban jiwa serius yang berkelanjutan.

Pada hari Sabtu, pertempuran sengit menewaskan sedikitnya 18 pasukan Armenia dan 12 tentara Azerbaijan dan dilaporkan merenggut nyawa dua warga sipil. Kedua belah pihak menuduh saling melakukan penyerangan dengan persenjataan berat di garis depan pertempuran.

Rusia sebagai pendukung separatis Armenia dan Barat mengimbau semua pihak untuk menahan diri.

Etnis separatis Armenia yang didukung oleh Yerevan menguasai wilayah pegunungan Nagorno-Karabakh dalam perang tahun 1990-an yang menewaskan sekitar 30.000 jiwa dan musuh tidak pernah menandatangani kesepakatan damai meskipun terdapat gencatan senjata tahun 1994.

Daerah ini secara internasional masih diakui sebagai bagian dari wilayah Azerbaijan dan kedua belah pihak sering melakukan serangan, tapi serangan episode terbaru tersebut menandai gelombang perang baru dan memicu meningkatnya himbauan perdamaian dari kekuatan internasional.

Azerbaijan yang kaya akan kekuatan, memiliki kekuatan militer melebihi seluruh anggaran negara Armenia, telah berulang kali mengancam untuk mengambil kembali wilayahnya dengan operasi militer jika perundingan gagal menemui hasil.

Armenia yang didukung Moskow mengatakan bahwa mereka bisa menghancurkan serangan apapun.

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

 

Forensik Polda Jateng: Ada Tanda Kekerasan pada Jasad Siyono

KLATEN (Jurnalislam.com) – Dokter forensik dari Polda Jawa Tengah dr. Astri Sp.f menyatakan ada beberapa tanda bekas kekerasan di bagian tubuh almarhum Siyono.

“Kita masih menunggu hasil lab dengan mengambil sampel dari kulit dan otot. Itu juga nanti menjelaskan apakah (luka) itu sebelum dia meninggal atau sesudah dia meninggal,” ujar Astri saat konferensi pers di kediaman Siyono pada Ahad, (3/4/2016).

Seperti diketahui, Muhammadiyah menunjuk sembilan dokter forensik dari sejumlah universitas. Muhammadiyah pun meminta Polda Jateng untuk mengirimkan dokter forensik untuk menyaksikan jalannya proses autopsi.   

Ketua Majelis Hukum dan HAM PP Muhammadiyah Buysro Muqoddas menambahkan, pihaknya sangat merasakan sinergi dan keterbukaan dari petinggi Mabes Polri, khususnya Kapolri Badroddin Haiti.

“Sekitar pukul 08.00, kami memberitahu pak Kapolri bahwa autopsi akan dilakukan. Kami dari muhammadiyah tinggal menunggu hasil mikroskopik,” ujar Busyro.

Sementara itu, Komisioner Komnas HAM Prof. Hafidz Abbas menyatakan pihak Komnas HAM sangat berterimakasih kepada pengurus pusat Muhammadiyah atas kelancaran proses autopsi.

“Kami di Komnas HAM sangat berterima kaish kepada Pengurus Pusat muhamadiyah, sehingga bisa dilaksanakan otopsi, juga kepada semua pihak yang telah mendukung terlaksananya otopsi dengan baik.

Komnas HAM juga menyatakan spekulasi-spekulasi yang beredar di kalangan masyarakat bahwa ada penolakan ternyata tidak benar adanya. “Masyarakat di sini sangat baik, akur, sangat lembut dan betul-betul menyerahkan semuanya kepada kami,” jelas Hafidz.

Reporter: Tommy Abdullah/JITU | Editor: Ally Muhammad Abduh | Jurnalislam

Otopsi Berlangung Lancar, Muhammadiyah Sampaikan Terimakasih untuk Warga Pogung

KLATEN (Jurnalislam.com) – Proses otopsi jenazah Siyono berlangsung lancar. Selama 3,5 jam proses otopsi dilakukan oleh 9 Dokter Ahli Forensik Muhammadiyah dan 1 Dokter Forensik yang didatangkan Polri.

“Alhamdullilah proses otopsi telah selesai dilaksanakan. Otopsi berlangsung lancar dengan dukungan penuh Kokam Pemuda Muhammadiyah bersama warga sekitar,” kata Ketua PP Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak dalam keterangan persnya, Ahad (3/4/2016).

Penolakan warga yang sebelumnya santer dalam pemberitaan, ternyata tak terlihat dalam kenyataannya. Warga justru berbaur bersama KOKAM dan membantu beberapa kebutuhan dan Tim forensik.

“Saya atas nama Pemuda Muhammadiyah yang ditegaskan oleh PP Muhammadiyah mengucapkan terimakasih kepada semua pihak termasuk publik Indonesia yang Mendukung penuh proses otopsi yang dilakukan Muhammadiyah,” ujar Dahnil.

Dahnil berharap, semoga dakwah Muhammadiyah ini bisa menyampaikan pesan bahwa dakwah adalah merangkul bukan menendang.

“Dakwah adalah membangun jembatan bukan tembok. Meski Bu Suratmi bukan warga Muhammadiyah, tapi kami diajarkan selalu membela mereka yang tertindas. Maka, tidak peduli apapun agamanya apapun latarbelakangnya Muhammadiyah wajib membantu,” pungkasnya.

Menurut penuturan Dahnil, hasil otopsi akan diumumkan beberapa hari ke depan di Gedung Muhammadiyah 62 Menteng, Jakarta Pusat. Namun, ada dua hal yang disampaikan tim dokter forensik setelah otopsi. Pertama, diduga belum pernah dilakukan otopsi terhadap jenazah Siyono sebelumnya. Kedua, ditemukan luka di beberapa bagian tubuh akibat benturan keras alat tumpul.

Reporter: Dyo | Editor: Ally Muhammad Abduh | Jurnaislam

Jabhah Nusrah Rebut Talat Al Iss dari Milisi Syiah dan Rezim Assad

SURIAH (Jurnalislam.com) – Jabhah Nusrah dan faksi jihad lainnya melancarkan serangan di pedesaan selatan kota Aleppo pada 1 April kemarin. Pertempuran itu dimulai ketika tiga pembom Jabhah Nusrah menyerang posisi yang diduduki oleh milisi Syiah dan pasukan rezim Suriah di dekat bukit Talat al-'Iss, The Long War Journal melaporkan, Ahad (03/04/2016).

Pemboman membuka jalan bagi pejuang lainnya untuk masuk ke dalam. Pada salah satu akun resmi Twitter-nya, Jabhah Nusrah  merilis serangkaian gambar mendokumentasikan ledakan yang dilakukan oleh trio istisyhad. Menurut jihadis di media sosial, salah satu "martir" adalah penduduk asli Albania.

Jabhah Nusrah, yang merupakan cabang resmi al Qaeda di Suriah, mengatakan bahwa operasi itu sukses dan para mujahidin telah menguasai Talat al-'Iss, serta sebuah desa kecil di dekatnya.

Menggunakan pesawat tak berawak kecil untuk merekam cuplikan video dari udara, Jabhah Nusrah memproduksi sebuah video singkat yang menunjukkan daerah tersebut setelah "pembebasan." Para muajhidin juga telah merilis serangkaian gambar mendokumentasikan persiapan mereka untuk pertempuran dan rampasan perang yang direbut, termasuk senjata dan kendaraan. Beberapa foto disertakan dibawah.

Sebuah sumber rezim Suriah menjelaskan kepada Reuters tentang pentingnya nilai strategis lokasi yang jarang penduduknya tersebut. "Ini adalah garis pemisah, posisi tentara Suriah di pedesaan di selatan (Aleppo)," kata seorang sumber militer Suriah. "Di Aleppo selatan, faksi-faksi jihad berkoordinasi dengan Jabhah Nusrah menyerang beberapa posisi militer … ke arah Talat al-'Iss dan daerah sekitarnya."

Jabhah Nusrah tidak termasuk dalam gencatan senjata yang disepakati bersama oleh rezim Nushairiyah Assad yang dibentuk oleh Moskow dan Washington lalu diikuti oleh sejumlah kelompok oposisi moderat awal tahun ini.

Syeikh Abdullah Muhammad al Muhaysini, seorang ulama yang berafiliasi al Qaeda, mensyukuri  keberhasilan mujahidin di Talat al-'Iss dengan memberikan ceramah di sebuah Masjid lokal yang pernah dikuasai oleh milisi Syiah.

Syeikh Muhaysini memposting gambar di sebelah kanan pada pakan Twitter pribadi-nya. Foto atas menunjukkan dia berbicara dari mimbar. Dan gambar di bawah menunjukkan seorang komandan Syiah menyampaikan ceramah dari tempat yang sama ketika teroris Syiah Hizbullah dan sekutu milisi Syiah lainnya mengendalikan daerah tersebut.

Serangan di Talat al-'Iss merupakan bagian dari upaya Jabhah Nusrah untuk mendapatkan kembali inisiatif dalam perang Suriah.

Dengan bantuan intervensi Rusia musim gugur yang lalu, rezim Syiah Bashar al Assad terhalang kemajuannya akibat koalisi Jaysh al Fath (Army of Conquest), yang merebut provinsi barat laut Idlib pada awal tahun.

Jaysh al Fath, termasuk sejumlah koalisi faksi-faksi jihad Suriah, didirikan oleh Jabhah Nusrah dan faksi jihad al-Qaeda lain, yaitu Ahrar al Sham.

Pada awal Februari, pasukan Nushairiyyah Assad, yang didukung oleh serangan udara Rusia, milisi Syiah Iran dan Syiah Libanon, Hizbullah, melancarkan serangan besar di provinsi Aleppo. Tujuan mereka adalah untuk merebut kembali beberapa kota dan desa yang jatuh ke tangan mujahidin dan berusaha mematahkan pengepungan di kota-kota mayoritas Syiah di bagian utara Aleppo yang dikuasai mujahidin. Rezim Syiah Suriah dan sekutunya mengklaim memperoleh beberapa keberhasilan. Namun Jabhah Nusrah kembali menugaskan ratusan mujahidin ke Aleppo untuk berperang dan mampu memperkuat barisannya disana.

 

Deddy | TLWJ | Jurnalislam

Siyono Alami Kekerasan Sebelum Meninggal, Diduga Akibat Pukulan Benda Tumpul

KLATEN (Jurnalislam.com)  – Ketua tim autopsi dari dokter PP Muhammadiyah dr. Gatot S.Pf melaporkan ditemukan tanda-tanda kekerasan akibat pukulan benda tumpul dan patah tulang pada jenazah Siyono.

"Autopsi telah dilakukan terhadap jenazah Siyono dan ditemukan luka akibat pukulan benda tumpul dan patah tulang pada bagian dada," kata Gatot saat konferensi pers di kediaman Almarhum Siyono pada Ahad, (03/04).

Gatot mengaku, temuan tersebut belum bisa dipastikan sebagai penyebab meninggalnya Siyono.

Ada dua catatan penting temuan sementara Dokter Forensik Muhammadiyah yang disampaikan oleh dr Gatot kepada media.

Pertama, diduga Jenazah Siyono belum pernah dilakukan otopsi oleh siapapun. Kedua, ditemukan Luka di beberapa bagian tubuh akibat benturan Keras alat tumpul.

Untuk hasil final akan diumumkan kepada publik pada beberapa hari kedepan di Gedung Dakwah Muhammadiyah Menteng No 62, Jakarta Pusat.

"Nanti hasil autopsi akan diumumkan selama 7-10 hari ke depan untuk menemukan penyebab pasti meninggal Siyono," tutupnya.

Menurut Ketua Umum PP Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak, proses autopsi telah selesai dilaksanakan dengan lancar. Pengawalan autopsi dilakukan oleh ratusan anggota Kokam Muhammadiyah dan kawalan Brimob Polda Jateng.

“Proses otopsi yang berlangsung selama 3,5 jam yang dilakukan oleh 9 Dokter Ahli Forensik Muhammadiyah plus 1 Dokter Forensik yg didatangkan Polri,” kata dia.

Otopsi berlangsung lancar dengan dukungan penuh Kokam Pemuda Muhammadiyah bersama warga sekitar yg sebelumnya di klaim oleh Kepala Desa menolak, faktanya justru warga yang menyediakan beberapa kebutuhan Kokam Pemuda Muhammadiyah dan tim forensik.

Reporter: Tommy Abdullah | Editor: Jurnalislam.com | Jurnalislam

Diotopsi, Jenazah Siyono Masih Utuh dan Wangi

KLATEN (Jurnalislam.com) – Proses autopsi terhadap jenazah Siyono pada Ahad (03/4/2016) pukul 06:00 pagi akhirnya dimulai. Autopsi dilakukan oleh sembilan dokter forensik dari PP Muhammadiyah.

Seorang relawan Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM) yang mengikuti proses , pengangkatan serta penguburan kembali Siyono (34 tahun) memberikan pengakuan.

"Jenazahnya masih utuh mas. Tidak bau. Hanya bau tanah dan berkurangnya rambut," kata pria yang tidak mau disebutkan namanya.

Selain itu, dokter spesialis forensik Polri dr. Sigit Harjanto mengatakan dari jenazah almarhum tercium aroma wangi. "Jenazah almarhum wangi, sampai setelah saya cuci tangan, wanginya masih tertinggal," kata Suratmi, istri Siyono menirukan laporan yang didengarnya dari dr. Sigit.

Usai autopsi dilakukan perwakilan dokter forensik didampingi Busyro Muqoddas dan Dahnil Anzar Simanjuntak dari PP Muhammadiyah serta Komisioner Komnas HAM Siane Indriani dan Prof. DR. Dr. Hafidz Abbas memberikan laporan hasil sementara autopsi kepada istri almarhum Siyono.

Hal serupa juga diperoleh anggota Jurnalis Islam Bersatu (JITU) saat menanyakan kepada relawan lain yang mengikutinya. Sekretaris Islamic Study and Action Center (ISAC) Endro Sudarsono turut mengkonfirmasi kebenaran tentang keutuhan jasad Almarhum Siyono.

Endro yang turut menyaksikan proses autopsi jenazah sempat berbincang dengan Prof. Dr. drg. Sudibyo, SU., Sp. Perio (70 tahun) yang memimpin proses autopsi. Menurut Prof. Dibyo, kondisi tanah lempung yang basah di sekitar makam sangat membantu awetnya kondisi jenazah.

"Proses autopsi yang dilakukan terhadap Siyono bukanlah autopsi untuk identifikasi namun penentuan tempat luka/trauma pada jasad Siyono,” ujar Prof. Dibyo seperti dituturkan Endro.

Pakar odontologi forensik ini melanjutkan, biasanya dalam rentang waktu dua puluh hari kondisi perut jenazah pada umumnya sudah dalam keadaan terburai. Namun, hal itu tidak terjadi pada jenazah Almarhum Siyono.

"Dokter-dokter forensiknya juga banyak yang gak pakai masker. Karena tidak berbau,” sebut Endro.

Reporter: Tommy Abdullah | Editor: Jurnalislam.com | Jurnalislam

Angkatan Laut Israel Gempur Kapal Nelayan Palestina dengan Peluncur Granat

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Sebuah perahu nelayan Palestina terbakar dan tenggelam di lepas pantai Rafah City di selatan Jalur Gaza Sabtu pagi setelah menjadi sasaran serangan pasukan angkatan laut Zionis, menurut laporan Ma'an News Agency, Sabtu (02/04/2016).

Kepala serikat nelayan Nizar Ayyash mengatakan kepada Ma'an bahwa "kapal perang Israel menargetkan kapal dengan beberapa peluncur granat, hingga terbakar dan menyebabkan kapal itu tenggelam."

Ayyash mengatakan kondisi mereka yang berada di atas kapal belum diketahui.

Menanggapi kejadian tersebut, seorang juru bicara militer Israel mengatakan kepada Ma'an bahwa sebuah kapal dari Mesir menyusup ke wilayah laut dari Jalur Gaza di bawah blokade militer Israel dengan tuduhan " upaya penyelundupan."

Pasukan angkatan laut Israel terus menembaki kapal dengan alasan penyelundupan kargo mencurigakan hingga kapal itu terbakar lalu tenggelam, kata juru bicara itu.

Nelayan Palestina umumnya diserang oleh pasukan Israel di dalam atau di dekat "zona penyangga" militer yang diberlakukan di darat dan laut. Walaupun batas zona yang tepat seringkali tidak jelas, zionis menjaganya dengan melepaskan tembakan semaunya.

Kebijakan Israel ini justru menghancurkan banyak sektor pertanian dan perikanan dari wilayah Palestina yang telah berada di bawah blokade Israel sejak 2007.

 

Deddy | Ma'an News Agency | Jurnalislam

Taliban: 44 Pasukan Gabungan Tewas dan 26 Lainnya Terluka dalam Operasi Kapisa

KAPISA (Jurnalislam.com) – Sebanyak 44 tentara gabungan dari ANA (Afghanistan National Army), polisi dan pasukan Arbaki telah tewas dan lebih dari 26 lainnya cedera akibat pertempuran sengit dengan Mujahidin di provinsi Kapisa timur, menurut laporan Al-Emarah News, Jumat (01/04/2016).

Musuh, didukung oleh kekuatan darat dan udara, dikerahkan di distrik Nijrab provinsi Kapisa sekitar 21 hari lalu.

Telah terjadi pertempuran antara musuh dan Mujahidin sejak itu.

Operasi musuh yang mereka gelar berakhir kemarin dan mereka mundur dengan kekalahan yang fatal hari Kamis.

Laporan dusta musuh yang mengklaim bahwa 30 pejuang Mujahidin telah syahid dalam operasi itu adalah palsu dan tidak berdasar.

Menurut sumber yang dapat dipercaya sedikitnya dua pejuang Mujahidin telah memeluk kesyahidan dan tiga orang lainnya menderita luka-luka saat musuh meluncurkan operasi sejak 21 hari lalu.

 

Deddy | Alemarah | Jurnalislam