Al Emarah Studio Rilis Video Serangan Mujahidin di Helmand

AFGHANISTAN (Jurnalislam.com)Al Emarah Studio, bagian dari cabang multimedia komisi budaya Imarah Islam Afghanistan, Senin (17/10/2016) menyajikan laporan sebuah serangan yang berhasil terhadap konvoi militer dan logistik besar di wilayah Basharan di Lashkargah, ibukota Helmand.

Video menunjukkan serangan Mujahidin pada konvoi pasukan sewaan yang sedang menuju ibukota Lashkargah untuk melanggar pengepungan ibukota. Dalam laporan, korban di pihak musuh dan peralatan yang disita oleh Mujahidin dapat dilihat.

Dalam satu bagian,awak media Al Emarah Studio mewawancarai seorang komandan Mujahidin tentang korban di pihak musuh diikuti oleh adegan musuh ditawan oleh Mujahidin.

Laporan ini dapat dilihat dan diunduh dari link berikut:

HD

https://archive.org/details/Helmand-bushran-HQ

Ponsel

https://archive.org/details/Helmand-bushran-MQ

 

Mengapa Operasi Mosul Dilakukan?

IRAK (Jurnalislam.com) – Operasi Mosul yang sudah lama ditunggu-tunggu, dimulai dengan pernyataan dari Perdana Menteri Irak Haidar al-Ibad yang mengumumkan dimulainya operasi untuk membebaskan Mosul dari kelompok Islamic State (IS).

Serangan itu sangat diharapkan menjadi saat yang menentukan dalam pertempuran melawan IS, yang menjadikan Mosul ibukota de facto mereka di Irak setelah merebutnya pada tahun 2014.

Sejak itu, sebagian besar pasukan koalisi yang hadir di Irak mengarahkan pelatihan bagi 35.000 pasukan Irak dan 12 brigade tentara Irak dan Peshmerga Kurdi untuk melawan IS.

Pasukan Turki yang terlatih juga berpartisipasi dalam operasi militer untuk merebut kembali kota Mosul di utara Irak dari kelompok IS, mantan gubernur Mosul mengatakan pada hari Senin.

Atheel Nujaifi, yang juga komandan Pengawal Niniwe, yang dilatih oleh Turki di kamp Bashiqa, mengatakan sekitar 2.000 pejuang Sunni telah bergabung dalam serangan dan mereka bergerak bersama kekuatan Peshmerga Kurdi.

Mengapa Mosul penting?

Mosul adalah kota terbesar kedua Irak dan terletak di tepi Sungai Tigris di utara Provinsi Niniwe.

Kota ini merupakan pusat transportasi penting antara Suriah dan Irak, yang memiliki ladang minyak besar di utara dan pipa minyak utama ke Turki.

IS merebut Mosul pada Juni 2014 setelah ratusan pasukan Irak melarikan diri.

Mereka meninggalkan US$ 500 juta dalam bentuk tunai di Bank Sentral Mosul dan sejumlah besar peralatan dan perlengkapan militer – yang digunakan IS untuk mempekerjakan karyawan baru dan mempersenjatai sekutu mereka di Suriah.

Pengambilalihan Mosul itu adalah propaganda bagi IS, yang menggunakannya untuk menunjukkan kekuatan militer mereka dan sebagai dasar untuk membangun kekhalifahan sepihak ala ISIS.

Namun, setelah menderita kerugian besar di Manbij dan Ramadi, Mosul sekarang menjadi kubu terakhir IS yang tersisa di Irak.

Lokasi kota Mosul sangat berarti karena memudahkan IS mengirim pasukannya ke dalam dan keluar dari Raqqa – ibukota de facto kelompok di Suriah.

Diharapkan kemenangan melawan IS oleh pemerintah Irak karena akan memotong pasokan itu sekaligus mengakhiri kekuatan IS di Irak.

 

Wartawan Anadolu Agency Diserang Bom Mobil IS di Timur Kota Mosul

MOSUL (Jurnalislam.com) – Sebuah tim berita Anadolu Agency yang meliput operasi militer Irak untuk membersihkan Mosul dari Islamic State (IS) – yang dimulai Senin pagi – diselamatkan dari serangan bom IS ketika pasukan Peshmerga menghancurkan sebuah mobil bermuatan bahan peledak sebelum mobil itu mendekati mereka.

Tim, yang bermaksud meliput peristiwa di timur kota, ditargetkan oleh bom mobil saat bergerak dari desa Tarjala ke desa Sheikh Amir bersama wartawan lokal dan pasukan Peshmerga.

Namun Pasukan Peshmerga menghancurkan kendaraan sebelum mencapai kelompok wartawan, termasuk wartawan foto Anadolu Agency Hamit Huseyin dan juru kamera Ferhat Jahan Panah.

Setelah ledakan terjadi, pasukan Peshmerga memperketat keamanan di daerah dan membersihkan desa Sheikh Amir dari semua elemen IS.

Pada pertengahan 2014, IS merebut Mosul, ibukota provinsi Nineveh di utara Irak, sebelum menduduki sejumlah besar wilayah di utara dan barat negara itu.

Beberapa bulan terakhir tentara Irak – yang didukung oleh sekutu lokalnya di darat dan koalisi udara yang dipimpin oleh AS – merebut kembali banyak wilayah.

Dalam beberapa pekan terakhir, tentara dan sekutu-sekutunya telah maju secara bertahap di kota, yang para pejabat di Baghdad telah bersumpah untuk “membebaskannya” pada akhir tahun ini.

Komandan Senior Jabhat Fath al Syam Umumkan Pengunduran Diri

SURIAH (Jurnalislam.com) – Seorang pejabat Jabhat Fath al Syam (JFS) senior “Mustafa Muhammad” dikenal sebagai Abu Sulaiman al-Ustorali, asal Australia, mengumumkan pengunduran dirinya dari JFS mengatakan bahwa langkah tersebut akan memungkinkan dia mengeksploitasi keterampilannya untuk melayani rakyat Suriah lebih jauh, ElDorar AlShamia melaporkan, Senin (17/10/2016).

Kebangsaan Australia tersebut dalam pengumuman pengunduran diri, yang diterbitkan dalam bahasa Inggris dan dilkutip oleh jaringan ElDorar serta diterjemahkan menyatakan:

“Pada tanggal 1 Oktober 2016 dan setelah melalui banyak pertimbangan saya resmi mengundurkan diri dari Jabhat Fath al Syam, dan saya berencana mengejar proyek independen melayani rakyat Suriah, dan saya ingin benar-benar menjelaskan pengunduran diri saya itu bukan hasil disosiasi JFS dari Al-Qaeda yang saya percaya bahwa itu tidak hanya untuk kepentingan terbaik JFS tetapi juga untuk kepentingan terbaik bagi Rakyat Suriah, dan saya berharap bahwa JFS akan mengikuti keputusan ini bersama dengan pilihan lain yang sama bijaknya di masa depan.”

Mustafa Muhammad berasal dari Mesir dan memiliki kewarganegaraan Australia. ia menjabat sebagai anggota Komite Ilmiah Tetap (the Standing Scientific Committee dari Jabhah Nusrah sebelumnya), dan Jabhat Fath al Syam. Saat ini, ia adalah seorang pengkhotbah aktif dalam jajarannya dan merupakan perwakilan Dewan Islam untuk mengelola daerah yang telah dibebaskan, dan penandatangan utama fatwa ulama Syariah untuk melawan kelompok IS beberapa tahun yang lalu.

Surat Pengumuman Pengunduran;

lstrl

Pesawat Pembom Rusia Hancurkan 4 Bunker Pelindung Warga Aleppo, Puluhan Tewas

ALEPPO (Jurnalislam.com) – Pesawat Rusia pada hari Senin (17/10/2016) menghancurkan seluruh wilayah yang dihuni oleh warga sipil di pedesaan barat Aleppo setelah menjadi sasaran empat Bunker Busters yang menjatuhkan puluhan korban sipil.

Koresponden ElDorar AlShamia melaporkan bahwa pesawat perang Rusia menjatuhkan rudal di desa “Owijel” merenggut nyawa 32 orang dan melukai enam puluh orang lainnya, saat seluruh daerah pemukiman yang mengandung sekitar selusin bangunan hancur.

Pesawat-pesawat tempur Rusia juga melakukan serangan udara pada desa “al-Za’rorah” dekat kota “Owijel” di barat Aleppo menewaskan sedikitnya lima warga sipil.

Pesawat tempur Rusia menewaskan 14 warga sipil pagi ini, di lingkungan Marjah di bagian kota Aleppo yang terkepung, sehari setelah pembantaian serupa merenggut nyawa 13 warga sipil.

 

Faksi Perlawanan Suriah Tangkap Pejabat Penting Militer IS di Daara

SURIAH (Jurnalislam.com) – Faksi Perlawanan Suriah (Syrian Resistance) menangkap, “Mohamed Ibrahim al-Halki” yang dijuluki “al-Bes,” yaitu kepala keamanan untuk Islamic State (IS) di wilayah selatan Suriah, dalam operasi keamanan di pedesaan Daraa, ElDorar AlShamia melaporkan, Senin (17/10/2016).

Koresponden ElDorar menegaskan bahwa setelah proses pemantauan yang hati-hati “al-Muhajrin & al-Ansar” bisa menangkap “al-Bes” di dekat kota Ebtaa setelah serangkaian serangan terhadap faksi militer dan warga sipil dan pembunuhan terhadap para pemimpin revolusioner .

mmswkKoresponden menunjukkan bahwa “al-Bes” sebelumnya melakukan perjalanan ke kubu IS di provinsi Raqqa dan berjanji setia kepada organisasi serta bertemu dengan pemimpin, “Abu Ayyub al-Irak” yang menugaskan “al-Bes” untuk melakukan tugas keamanan di selatan Suriah.

“Al-Halki” dianggap dalang pengeboman target markas Jaysh al-Ababil, yang merenggut nyawa sejumlah pasukan selain penghancuran dua tank dan artileri, karena ia adalah tersangka pertama yang meledakkan bom mobil di dalam Ankhel City, di mana sejumlah warga sipil tewas.

Pasukan Peshmerga Rebut 8 Desa Dekat Mosul dari IS

ERBIL (Junalislam.com) – Pasukan Peshmerga Kurdi dari Pemerintah Daerah Kurdi (the Kurdish Regional Government-KRG) pada hari Senin (17/10/2016) menguasai delapan desa sebelah timur Mosul dari militan Islamic State (IS), menurut seorang petugas Peshmerga.

Berbicara kepada Anadolu Agency, Mayor Mustafa Sarhank mengatakan daerah yang dibebaskan meliputi desa-desa Basakhra, Bazgirtan, Tarjala dan Sheikh Amir di al-Khazir di jalan yang menghubungkan Mosul dengan Erbil.

Operasi itu berlangsung dengan dukungan dari pesawat tempur koalisi pimpinan AS, katanya.

“Operasi militer di timur Mosul [Khazir] sedang berlangsung sesuai dengan rencana dari perintah militer tertinggi,” kata Sarhank.

Pasukan Irak mulai maju pada Ahad tengah malam di Mosul, benteng terakhir Daesh di Irak utara.

Dalam pernyataan di televisi, Perdana Menteri Irak Haider al-Abadi mengatakan hanya pasukan tentara dan polisi Irak yang akan berada di kota.

KRG juga mengatakan operasi simultan telah dimulai terhadap IS dengan partisipasi pasukan Peshmerga.

Pasukan Turki yang terlatih juga berpartisipasi dalam serangan untuk merebut kembali kota, yang dikuasai oleh militan IS pada tahun 2014 bersama dengan sejumlah wilayah di utara dan barat Irak.

Ustadz Abu Rusydan: Umat Islam Harus Bersatu Melawa Propaganda Musuh

BIMA (Jurnalislam.com) – Orang-orang sekuler liberal terus berupaya untuk melemahkan semangat jihad umat Islam. Salah satunya adalah dengan melontarkan syubhat-syubhat. Pernyataan itu ditegaskan pengamat jihad global, Ustadz Abu Rusydan dalam Tabligh Akbar di Masjid Al-Muwahhidin Jalan Soekarno-Hatta Kota Bima, Ahad (16/10/2016).

“Pada hari ini kita disuguhkan dengan syubhat-syubhat yang dilontarkan oleh orang liberal dan sekuler yaitu dengan menyatakan bahwa Islam itu agama damai, padahal hari ini umat Islam sedang dibantai, agama Islam sedang diolok-olok. Maka umat Islam yang ada mereka hanya duduk-duduk saja tanpa melakukan pembelaan dan perlawanan,” katanya.

Abu Rusydan melanjutkan, syubhat yang lainnya adalah pernyataan yang mengatakan semua agama itu sama. Syubhat ini, kata dia, juga digencarkan oleh orang-orang sekuler liberal maupun orang kafir untuk menggembosi semangat perlawanan dari kaum muslimin.

“Padahal pernyataan ini sangat bertentangan sekali dengan banyak ayat yang terkandung di dalam Al-Quran,” ujarnya.

Oleh karena itu, Abu Rusydan mengimbau umat Islam untuk bersatu melawan propaganda dan syubhat-syubhat musuh-musuh Islam itu.

“Kita jadikan Islam ini menjadi satu-satunya agama yang akan berjaya, tentunya tidak bisa dengan santai-santai saja tetapi ada upaya konkrit yang bisa kita lakukan serta bersikap tegas kepada musuh-musuh Allah dan tidak berpecah belah dalam upaya untuk menegakkan Islam dan syariatnya,” tegasnya.

Ribuan Umat Islam Madura dan Wilayah Tapal Kuda Tuntut Kapolri Tangkap dan Adili Ahok

SURABAYA (Jurnalislam.com) — Ribuan umat Islam yang terdiri dari santri, ulama dan habaib Madura dan Wilayah Tapal Kuda (Probolinggo, Lumajang, Jember, Situbondo, Bondowoso, Banyuwangi dan Malang -red) menggelar aksi long march dan untuk rasa yang dilanjutkan audiensi dengan Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur, Senin (17/10/2016) siang. Masa mendesak Kapolri memeriksa Basuki Cahaya Purnama alias Ahok, karena dinilai telah menistakan agama Islam.

Gabungan masa dengan nama Aliansi Ulama Madura dan Tapal Kuda (AUTADA) itu melakukan aksi unjuk rasa dengan berjalan kaki dimulai dari Masjid al-Akbar Surabaya menuju Polda Jawa Timur untuk menuntut penuntasan proses hukum atas dugaan penistaan agama oleh petahana Ahok.

Sesampainya di Polda Jatim, perwakilan ulama diterima untuk beraudiensi dengan Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jawa Timur, Irjen Pol Anton Setiadji.

Dalam pertemuan itu, Habib Abdurrahman Baghlega Assegaf yang juga dikenal tokoh NU Pasuruan mengatakan, dirinya dan umat Islam tidak terima agama dipermainkan dan diplintir.

“Ini al-Qur’an dimainkan, diplintir-plintir,” ujar Habib Abdurrahman di depan Irjen Anton Setiadji dan jajaran Kapolda Jatim.

Dalam audiensi itu, perwakilan ulama menyampaikan surat pernyataan untuk disampaikan kepada Kapolri agar Ahok yang telah menistakan Al-Quran ditangkap dan diadili.

Mereka mendesak, jika penegak hukum membiarkan dengan tidak memproses Ahok dengan hukum yang berlaku, para santri dan ulama Madura akan turun ke Jakarta.

Dalam pertemuan itu, Kapolda Jatim mengaku siap meneruskan apirasi kaum muslimin Jatim pada Kapolri.

“Insyaallah besok Selasa (18/10/2016) Kapolda Jatim akan menghadap Kapolri,” pungkas KH Ma’sum menirukan jawaban Kapolda Jatim.

Sebagaimana diketahui, umat muslim Indonesia dibuat ramai dan gaduh oleh petahana Ahok. Ahok dinilai menistakan agama Islam dengan ucapannya di Kepulauan Seribu beberapa waktu lalu.Jawa Timur, Senin (17/10/2016) siang.

Masa mendesak Kapolri memeriksa Basuki Cahaya Purnama alias Ahok, karena dinilai telah menistakan agama Islam.

whatsapp-image-2016-10-17-at-18-39-58

Gabungan masa dengan nama Aliansi Ulama Madura dan Tapal Kuda (AUTADA) itu melakukan aksi unjuk rasa dengan berjalan kaki dimulai dari Masjid al-Akbar Surabaya menuju Polda Jawa Timur untuk menuntut penuntasan proses hukum atas dugaan penistaan agama oleh petahana Ahok.

Sesampainya di Polda Jatim, perwakilan ulama diterima untuk beraudiensi dengan Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jawa Timur, Irjen Pol Anton Setiadji.

Dalam pertemuan itu, Habib Abdurrahman Baghlega Assegaf yang juga dikenal tokoh NU Pasuruan mengatakan, dirinya dan umat Islam tidak terima agama dipermainkan dan diplintir.

“Ini al-Qur’an dimainkan, diplintir-plintir,” ujar Habib Abdurrahman di depan Irjen Anton Setiadji dan jajaran Kapolda Jatim.

Dalam audiensi itu, AUTADA menyampaikan surat pernyataan untuk disampaikan kepada Kapolri agar Ahok yang telah menistakan Al-Quran ditangkap dan diadili.

Mereka mendesak, jika penegak hukum membiarkan dengan tidak memproses Ahok dengan hukum yang berlaku, para santri dan ulama Madura akan turun ke Jakarta.

Dalam pertemuan itu, Kapolda Jatim mengaku siap meneruskan apirasi kaum muslimin Jatim pada Kapolri.

“Insyaallah besok Selasa (18/10/2016) Kapolda Jatim akan menghadap Kapolri,” pungkas KH Ma’sum menirukan jawaban Kapolda Jatim.

Sebagaimana diketahui, umat muslim Indonesia dibuat ramai dan gaduh oleh petahana Ahok. Ahok dinilai menistakan agama Islam dengan ucapannya di Kepulauan Seribu beberapa waktu lalu.

Reporter: Ahmad

Ormas Islam Datangi Polres Kota Bima Desak Polri Segera Proses Ahok

BIMA (jurnalislam.com) – Forum Umat Islam (FUI) bersama Jamaah Ansharusy Syariah (JAS) mendatangi kantor Polres Kota Bima di Jalan Soekarno – Hatta, Kota Bima, Jumat (14/10/2016). Mereka mendesak kepolisian agar segera memproses laporan terhadap Ahok atas penistaan kasus Al-Quran.

“Kami datang untuk menyampaikan keberatan dalam bentuk protes ataupun gugatan terkait dengan kasus Ahok yang telah menistakan Al-Quran dan agama islam agar segera disampaikan ke atas,” kata Amir Ansharusyariah Bima, Ustadz Abdul Hakim.

Kedatangan mereka juga sebagai bentuk dukunga terhadap MUI Pusat yang menegaskan bahwa saudara Ahok telah melecehkan dan melakukan penistaan terhadap Islam. Menurutnya,
umat Islam Indonesia sangat tersinggu atas pernyataan Ahok itu sehingga mendorong reaksi di sejumlah daerah di Indonesia.

“Apalagi ini adalah masalah besar, masalah yang menyangkut aqidah dari umat Islam. Maka oleh karena itu kami meminta kepada Kapolres Kota Bima agar segera mendesak Kapolri agar kasus pelecehan yang dilakulan oleh Ahok ini segera ditangani,” tegasnya.

“Kami juga menuntut supaya proses hukum terhadap kasus Ahok ini tetap dijalankan. Jangan sampai polri juga terkesan tidak mau merespon kasus ini sehingga dikhawatirkan akan menimbulkan bias yang lebih besar sehingga terjadi tindakan diluar aturan yang berlaku,” tambahnya.

Sementara itu Kapolres Kota Bima AKBP Ahmad Nurman Islmail S.IK menyatakan akan menyampaikan desakan Umat islam Bima kepada Kapolri.

“Kami akan menyampaikan apa yang menjadi keberatan, gugatan, maupun protes dari umat islam yang ada di Bima terkait dengan kasus penistaan yang dlakukan oleh saudara Ahok ini,” ujarnya.

Nurman berharap umat Islam Bima bisa menjaga kondusifitas untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

Kita juga akan melihat proses lebih lanjut yang akan dilakulan oleh pihak kepolisian dalam menangani kasus ini. Dan kami juga berharap supaya kita semua bisa menjaga kondusifitas sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan,’ kata Nurman.