SITE Intelijen: IS Klaim atas Serangan di Universitas Ohio, AS

OHIO (Jurnalislam.com) – Seorang tentara dari kelompok Islamic State (IS) melakukan serangan mobil dan pisau di sebuah kampus Ohio yang mengakibatkan 11 orang terluka, sebuah kantor berita terkait IS mengatakan Selasa (29/11/2016), lansir World Bulletin.

“Eksekutor serangan di Ohio Amerika adalah seorang anggota IS dan ia melakukan operasi dalam menanggapi panggilan untuk menargetkan warga negara koalisi internasional,” kata kantor berita Amaq mengutip sumber orang dalam rilisannya, sesuai dengan terjemahan oleh kelompok pemantauan SITE intelijen.

Penyerang diidentifikasi sebagai seorang mahasiswa Somalia di universitas tersebut yang bernama Abdul Razak Ali Artan, dan telah ditembak mati oleh polisi beberapa saat setelah serangan pada hari Senin.

Bukan Aksi Demo, tapi Inkonsistensi Kebijakan Pemerintah yang Ditakuti Pengusaha

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Ketua Kamar dan Industri Indonesia (KADIN), Rosan P. Roeslani mengatakan, aksi besar-besaran menuntut penegakan hukum yang adil terhadap tersangka penistaan agama, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, 4 November lalu tidak mengganggu iklim investasi di Indonesia.

Hal itu, kata dia, merupakan jawaban dari para pihak perusahaan dan kedutaan negara sahabat di Indonesia pasca aksi yang dikenal dengan istilah Aksi Damai 411 itu.

“Karena mereka percaya dengan fundamental pertumbuhan Indonesia ke depan. Dengan 2-3 kejadian demo menurutnya tidak membuat anjlok (perekonomian),” ujar Rosan saat konferensi pers di Menara KADIN, Jl HR Rasuna Said, Jakarta, Selasa (29/11/2016).

Rosan menjelaskan, sebagian besar perusahaan sudah menanam bisnis di Indonesia sejak 30 tahun lalu. Dan kebanyakan pabrik atau tempat produksinya tidak berada di Jakarta.

“Kita investasi jangka panjang. Bukan untuk 1-5 tahun,” ungkapnya.

Menurutnya, justru yang ditakutkan oleh para pengusaha di Indonesia adalah kebijakan pemerintah yang tidak konsisten.

“Yang itu bisa mereduksi kemampuan dari produksi. Itu yang mereka takutkan,” tandas Rosan.

Reporter: Yahya G. Nasrullah/INA

Peserta Aksi Jalan Kaki Berusia 56 Tahun ini Bulat untuk Finish di Jakarta

TASIKMALAYA (Jurnalislam.com) – Peserta aksi jalan kaki dari Kabupaten Ciamis menuju Jakarta untuk mengikuti Aksi Bela Islam III 2 Desember mendatang diikuti oleh ratusan umat Islam yang terdiri dari anak-anak hingga orang tua.

Salah satunya adalah Bapak H. Dede Iin Solihin. Pria 56 tahun ini sudah membulatkan tekadnya untuk mengikuti aksi jalan kaki meskipun larangan angkutan telah dicabut. Ia mengaku telah berwasiat kepada keluarganya untuk melanjutkan aksinya hingga finish di Jakarta.

“Niat saya sudah bulat, saya sudah nitip wasiat kepada anak, kepada keluarga, saya akan tetap berjalan apapun yang terjadi,” tuturnya kepada JITU Islamic News Agency (INA) saat beristirahat di Ponpes Miftahul Huda, Rajapolah, Kabupaten Tasikmalaya, Senin (28/11/2016).

Pria asal Kawali, Kabupaten Ciamis ini merasa tergugah untuk mengikuti Aksi Bela Islam III 2 Desember mendatang. Tuntutannya sama, yaitu untuk meminta keadilan kepada pemerintah terkait kasus penistaan agama oleh Gubernur DKI Jakarta non-aktif, Basuk Tjahaja Purnama alias Ahok.

“Karena saya muslim saya merasa tergugah untuk mengikuti aksi ini. Saya mengajak kepada seluruh umat Islam di Kabupaten Ciamis umumnya di seluruh Indonesia utnuk datang ke Jakarta meminta keadilan terkait penistaan agama oleh Ahok,” ujarnya.

Haji Dede bersama ratusan umat Islam Ciamis lainnya mempunyai tekad yang sama. Dalam pantauan kami, saat ini peserta aksi jalan kaki telah memasuki wilayah Malangbong, Kabupaten Garut.

Reporter: Aryo Jipang, Ally Muhammad Abduh/INA

Peserta Aksi Jalan Kaki dari Ciamis Telah Tiba di Bandung

BANDUNG (Jurnalislam.com) – Ratusan peserta aksi jalan kaki dari Ciamis pada Rabu (30/11/2016) dini hari telah masuk di wilayah Bandung, lapor Islamic News Agency (INA).

Rombongan yang terdiri dari para santri, pelajar, akttivis Islam, guru ngaji, yang dikawal ulama dan habaib tiba di Rest Area Kampung Nagreg, Jl.Raya Nagreg KM 34, Nagrog, Cicalengka, Bandung, Jawa Barat pada pukul 23.00 dini hari. Mereka beristirahat setelah berjalan selama 17 jam.

“Kami start jam 06.00 pagi dari perbatasan Tasik-Ciamis dan baru sampai di Kampung Nagreg pukul 23.00,” ujar Ketua FPI Kabupaten Ciamis, Haji Titing saat ditemui Islamic News Agency di Rest Area Kampung Nagreg pada Rabu.

Menurutnya, sebagian santriwati dan peserta jalan kaki dari kaum wanita sudah dipulangkan terlebih dahulu ke rumah masing-masing.

Pada hari kedua, rombongan aksi jalan kaki ini mendapat sambutan meriah dari warga sepanjang jalur lintasan menuju Jakarta. Sambutan paling meriah terjadi di wilayah Malangbong, Garut.

“Kami tadi sempat beristirahat sekitar satu jam di Malangbong. Di sana sambutannya sangat meriah. Warga turun ke jalan membagikan air dan makanan. Di sepanjang jalan orang menyambut kita,” ujar Haji Titing kepada kantor berita yang diinisiasi Jurnalis Islam Bersatu (JITU) ini.

Rencananya, peserta aksi jalan kaki akan melanjutkan perjalanan ke Jakarta via Bandung.

“Kabarnya, Gubernur Aher (Ahmad Heryawan) juga akan menyambut di Masjid Pusdai. Tapi lihat saja besok,” tukas dia.

 

Reporter: Fajar Shadiq

Aksi Super Damai 212, GIN Siap Bantu Dinas Kebersihan DKI

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Gerakan Ibu Negeri (GIN) menyatakan siap turun dalam Aksi Super Damai Bela Islam III tanggal 2 Desember 2016. Ketum GIN Neno Warisman menjelaskan mereka (GIN, -red) turun untuk mendukung Dinas Kebersihan DKI.

“Kami beserta anggota GIN yang tersebar di kawasan Jabodetabek, akan bekerja membantu petugas kebersihan dalam membersihkan sampah sesudah aksi,” katanya saat ditemui Islamic News Agency (INA) di Cilandak, Jakarta, Selasa (29/11/2016).

Dalam membantu petugas kebersihan, lanjutnya, ibu-ibu telah dibekali plastik-plastik besar untuk menampung sampah agar aksi damai nanti tetap bersih.

Neno berujar alasannya turun membantu petugas kebersihan untuk menjaga pemberitaan negatif dari orang-orang yang tidak suka dengan Aksi Super Damai Bela Islam III.

“Dengan ciri khas kaum ibu yang penuh kelembutan dan suka dengan kebersihan maka gerakan Jum’at nanti kami sebut GIN-Clean,” pungkasnya.*

Reporter: Tommy/INA

Doa dan Bantuan Warga Sepanjang Jalan, Membuat Peserta Aksi Jalan Kaki Ciamis-Jakarta Terharu

JAWA BARAT (Jurnalislam.com) – Aksi jalan kaki warga Ciamis Jawa Barat (Barat) menuju Jakarta untuk ikut ambik bagian dalam Aksi Bela Islam III melahirkan banyak simpati dan perhatian masyarakat sepanjang rute yang dilewati.

Salah satu warga Ciamis yang juga Kordinator Aksi Jalan Kaki Ciamis Jakarta, Ustadz Ahmad merasa terharu dengan do’a sekaligus bantuan dari pelbagai masyarakat atas aksi mereka sepanjang jalan yang mereka lalui.

“Ada ibu-ibu yang nangis, yang mendo’akan keselamatan kita. Banyak yang menawarkan bantuan, baik berupa makanan atau uang. Yang menawarkan kita tempat istirahat juga banyak,” kata Ahmad, kepada Islamic News Agency (INA), Selasa (29/11/2016).

“Subhanallah, ini menunjukkan makna ukhuwah. Ini bukan rekayasa, kami melakukan ini semata karena dorongan iman kami,” lanjutnya.

Ahmad menjelaskan sebelum Dhuhur massa sudah sampai di daerah Ciawi dan akan bertolak ke titik pemberhentian selanjutnya, yaitu di Malangbong Garut.

Menurut Ahmad, terkait rencana tempat istirahat menunggu keputusan pimpinan rombongan, mengingat banyaknya tawaran bantuan tempat beristirahat, agar perjalanannya efektif.

Ahmad mengakui memang ada banyak tawaran dan penjemputan massa namun sisanya tetap bergerak ke Jakarta.

“Kabar penjemputan itu benar, tapi itu untuk mengangkut ibu-ibu dan peserta yang tidak kuat. Sementara sisanya akan lanjut melakukan perjalanan ke Jakarta pada Kamis beberapa hari ke depan dengan menggunakan bus,” lanjut Ahmad.

Baginya, aksi yang mereka lakukan hanya karena ini menunjukkan keseriusan agar para petinggi negara melihat dan mendengar aspirasinya dalam menegakkan hukum dan segera menangkap Sang Penista agama (Ahok).

“Ini bentuk keseriusan kami untuk menuntut keadilan. Ciamis – Jakarta itu dekat dan belum seberapa. Tidak sebanding dengan apa yang telah Rasul dan para sahabatnya alami,” pungkasnya.

Reporter: pn/mr/ina

Aksi Jalan Kaki Warga Ciamis Juga sebagai Wujud Solidaritas untuk Muslim Rohingya

TASIKMALAYA (Jurnalislam.com) – Meskipun larangan angkutan untuk membawa peserta Aksi Bela Islam III telah dicabut, namun ratusan peserta aksi jalan kaki dari Ciamis menuju Jakarta tetap melanjutkan aksinya.

“Kami akan tetap melanjutkan ini namun tentu kami mengecek kesiapan para peserta. Kami akan estafetkan, yang anak-anak yang sudah kelelahan akan diistirahatkan dulu dan akan digantikan oleh kaum muslimin dari Tasikmalaya,” kata koordinator aksi, Ecep Saepul Ruhiyat di Pondok Pesantren Miftahul Huda, Rajapolah, Tasikmalaya, Senin (28/11/2016).

Ecep menjelaskan, alasan aksi jalan kaki itu tidak hanya disebabkan oleh pelarangan angkutan, akan tetapi untuk menunjukkan bahwa umat Islam akan melakukan apapun untuk membela agamanya.

“Ketika permasalahan hukum yang menyangkut dengan penistaan agama, penistaan Al Quran, penistaan Rasulullah dan penistaan Allah SWT, maka kami siap membela dengan segala kekuatan yang kami miliki,” tegasnya.

“Siapa pun yang berani menistakan agama Islam maka akan berhadapan dengan seluruh umat Islam,” sambungnya.

Ecep menambahkan, aksi jalan kaki juga sebagai wujud solidaritas kaum Muslimin Rohingya di Myanmar, Palestina, Suriah dan lain-lain.

“Gerakan ini juga sebagai wujud solidaritas kami atas saudara kami di Myanmar, Palestina, Suriah dll. Kita akan mewakafkan diri kita untuk membela agama ini,” pungkasnya.

Saat ini peserta aksi jalan kaki telah melanjutkan perjalanannya setelah semalam beristirahat di Pos 1 Pondok Pesantren Miftahul Huda. Dan akan beristirahat lagi di pos 3 Malangbong, Garut.

Sepanjang perjalanan, peserta mendapat sambutan baik dari masyarakat.

Reporter: Dadang Mustofa/INA

Wartawan MetroTV dan Kompas Minta Dilindungi Polisi, Ini Jawaban Kapolri

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Muhammad Tito Karnavian, menganjurkan kepada para wartawan dan media massa untuk berlaku objektif dalam pemberitaan aksi bela Islam 3 yang akan digelar Jum’at (2/12/2016) nanti.

Ia menambahkan, hal itu perlu dilakukan jika tidak ingin mendapatkan penolakan peliputan dari masyarakat, khususnya umat Islam.

“Membaur dengan masyarakat, baik-baik. Tidak over acting. Syukur-syukur kalau ikut zikir juga. Insya Allah tidak akan ganggu,” ujar Tito saat konferensi pers terkait aksi bela islam 3, di gedung MUI. Menteng, Jakarta Pusat. Senin (28/11/2016)

Hal itu disampaikan Tito setelah salah satu wartawan yang mengaku mewakili rekan-rekannya yang bekerja di Kompas Tv, Metro Tv, dan Berita Satu, meminta perlindungan polisi saat aksi bela Islam nanti.

Karena menurut dia, para rekan wartawan yang bekerja di tiga media telivisi itu kerap merasa terancam saat meliput.

“Karena kami penyampai berita juga seperti Rasul, pak!” ujar salah satu wartawan kepada Tito.

Tito sendiri mengaku, polisi siap mengamankan siapa saja. Termasuk para pewarta dan media massa. “Kita akan amankan, tapi yang paling utama adalah dari Allah,” kata dia.

Seperti diketahui sebelumnya, ketiga media massa tersebut, pernah mengalami pengusiran oleh masyarakat saat meliput beberapa kegiatan terkait umat Islam.

Kompas TV, Metro TV dan BeritaSatu dianggap selalu melakukan kejahatan informasi, seperti menyebarkan kebohongan, memojokkan umat Islam, menyampaikan berita yang memihak dan lain sebagainya.

Reporter: Nizar Malisy/INA

Tokoh Militer Indonesia Ini Sebut Nama-nama Besar Penyokong Ahok

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Mayjen TNI (Purn) Kivlan Zen menyebutkan tokoh besar di balik kekuatan Ahok yang secara terang-terangan memberikan dukungan adalah para taipan.

“Para taipan itu tokoh besar dibalik Ahok, yang buat pulau reklamasi kan itu dirancang untuk orang-orang China. Apartemen itu nanti aksesnya hanya untuk orang China daratan,” kata Kivlan kepada Islamic News Agency usai diskusi di Markas HMI, Jakarta, Senin (28/11).

Bukan hanya itu, Kivlan menyebutkan nama-nama serta perusahaan-perusahaan swasta yang berdiri di belakang Ahok.

“James Riyadi, Tommy Winata, Grup Astra, Grup Podomoro,” kata tokoh militer Indonesia ini kepada kantor berita yang dikelola Jurnalis Islam Bersatu (JITU).

Melihat hal itu, ia menilai bahwa para taipan akan menjadikan Indonesia sebagai Chinaisasi yang diawali dengan merampas hak-hak rakyat Indonesia terlebih dahulu melalui reklamasi.

“Pemerintah harus segera sadar akan hal ini, Ahok ini harus ditumbangkan kalau tidak 2019 nanti akan merubah Republik China-Indonesia,” terang Kivlan.

Oleh sebab itu, dia mendukung aksi untuk mendesak agar Ahok segera dipenjara. Lewat aksi 212 nanti, Kivlan berharap Ahok bisa dihukum atas perbuatannya.

“Jika Ahok tumbang, saya pastikan tokoh-tokoh kuat di belakangnya akan runtuh, dan Indonesia akan selamat,”tutupnya.

Reporter: Haikal/INA

Kivlan Zen Sebut Aksi Super Damai Upaya Tegakkan Keadilan

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Aksi bela Islam III yang akan belangsung pada tanggal 2 Desember 2016 disebut-sebut sebagai aksi makar untuk menggulingkan pemerintah. Terkait hal itu, turut angkat bicara Mayjen TNI (Purn) Kivlan Zen yang menyebutkan bahwa tidak ada aksi makar yang dilakukan oleh umat Islam.

“Perlu diketahui yang dilakukan oleh umat Islam adalah aksi super damai tegakkan keadilan, jadi kalau disebut makar, justru oknum tersebut yang akan melakukan makar. Tidak ada tuh aksi makar, umat Islam tidak anarkis,”jelas Kivlan kepada Islamic News Agency (INA), di Kantor HMI usai diskusi publik, Senin (28/11/2016).

Dituduh adanya makar, Kivlan menanggapinya sebagai sebuah candaan yang diarahkan kepada umat Islam.

“Tidak usah serius anggap saja itu sebagai lelucon, kita bisa lihat dari mana datangnya makar, orang ketua panitianya adalah FPI, leadernya adalah habib Riziq, ini kan aksi super damai. Saya kenal para habaib kok,” terangnya seperti dilansir dari kantor berita milik Jurnalis Islam Bersatu (JITU) ini.

Perlu diketahui, aksi super damai III pada 2 Desember nanti, sesuai penjelasan Ketua FPI, akan duduk dan berzikir di jalan Thamrin hingga Sudirman, dari pagi hingga sore dan peserta aksi akan diminta duduk dan tidak berdiri.

Kegiatan digelar mulai jam 08.00 WIB hingga pukul 13.00 WIB. Aksi akan diwarnai dengan kegiatan zikir, tausyiah dan salat Jum’at bersama.

Reporter: Haikal/INA