Sabtu, 9 Dhul Qa'ada 1447 / 25 April 2026
Search for:
  • Beranda
  • Berita
    NasionalInternasionalFeature
  • Artikel
    AnalisaKolomOpini
  • Khazanah
    IslamasterIslamophobiaKomunitasMuallafPesantrenHikmah
  • Syariah
    AqidahEkonomiFiqhAkhlaqSiyasah
  • Jejak Islam
    Jejak Islam BangsaJejak Islam Dunia
  • Muslimah
  • Keluarga
  • Jurnalislam TV
  • InfoGrafik

Dukung Pernikahan Sejenis, CEO Starbucks Didesak Minta Maaf

08 Jul 2017 09:27:57
Dukung Pernikahan Sejenis, CEO Starbucks Didesak Minta Maaf

SOLO (Jurnalislam.com) – Sikap CEO Starbucks, Howard Schultz yang secara terang-terangan mendukung pernikahan sejenis, membuat umat islam di Indonesia menyerukan aksi #Boikot Starbucks.

Mulai dari Muhammadiyah, Menteri Agama hingga anggota DPR RI, pun ikut menyerukan sikap penolakan Dengan Pernikahan Sejenis, Lesbian, Gay, Biseksual dan transgender (LBGT). Mereka beralasan bahwa LGBT tidak sesuai dengan ajaran agama khususnya agama Islam maupun nilai-nilai Pancasila.

Sekjen The Islamic Study and Action Center (ISAC) Endro Sudarsono mendesak agar CEO Starbuck segera meminta maaf dan mencabut pernyataanya yang mendukung pernikahan sejenis secara terang-terangan.

“Ada baiknya pihak Starbucks segera meminta maaf dan mencabut atas dukungannya terhadap pernikahan sejenis,” kata Endro kepada Jurnalislam.com baru-baru ini.

ISAC, menurut Endro akan secara resmi menyurati Presiden Joko Widodo agar dapat menindiak tegas Starbuck yang nyata-nyata telah mengampanyekan hal yang bertentangan dengan ideologi bangsa.

“ISAC juga sedang siapkan surat untuk Starbucks dan Presiden RI agar aspirasi dari masyarakat segera ditindaklanjuti,” pungkasnya.

Kategori : Nasional

Tags : Boikot ceo starbucks howarrd schults lgbt pernikahan sejenis starbucks

ISAC Imbau Masyarakat Boikot Perusahaan Pro Pernikahan Sejenis dan LGBT

08 Jul 2017 09:20:20
ISAC Imbau Masyarakat Boikot Perusahaan Pro Pernikahan Sejenis dan LGBT

SOLO (Jurnalislam.com) – Sikap CEO Starbucks, Howard Schultz yang secara terang-terangan mendukung pernikahan sejenis, membuat emen umat Islam Indonesia menyerukan aksi #Boikot Starbucks.

Mulai dari Muhammadiyah, Menteri Agama hingga anggota DPR RI, pun ikut menyerukan sikap penolakan terhadap Pernikahan Sejenis, Lesbian, Gay, Biseksual dan transgender (LBGT). Mereka beralasan bahwa LGBT tidak sesuai dengan ajaran agama khususnya agama Islam maupun nilai-nilai Pancasila.

Menanggapi hal tersebut, Sekjen The Islamic Study and Action Center (ISAC) Endro Sudarsono meninta masyarakat agar tidak menggunakan produk yang mengampanyekan dukungan terhadap adanya pernikahan sejenis dan LGBT di Indonesia.

“Maka jika kemudian ada pihak yang membolehkan, mendukung, memberi kesempatan atau memberi bantuan dalam bentuk apapun terhadap pernikahan sejenis maka pada dasarnya adalah menyetujui adanya kerusakan moral dan perilaku warga Indonesia” kata Endro kepada Jurnalislam.com, Kamis (6/7/2017).

Endro juga meminta kepada pemerintah, agar bertindak cepat dalam menangani permasalahan tersebut. Ia khawatir, jika aspirasi masyarakat tidak segera ditanggapi oleh pemerintah, maka masyarakat akan membuat aksi penolakan di berbagai daerah.

“Kemudian jika pemerintah tidak berbuat, lamban, ataupun melakukan pembiaran maka sangat dikawatirkan hadirnya masyarakat yang melakukan penentangan terhadap pernikahan sejenis semakin meluas dan beraneka cara,” pungkasnya.

Kategori : Nasional

Tags : Boikot endro isac isca lgbt starbucks

Gelar Halal Bi Halal, Dandim 1608 Bima Ingatkan Kemerdekaan Indonesia Berkat Para Ulama

08 Jul 2017 08:42:28
Gelar Halal Bi Halal, Dandim 1608 Bima Ingatkan Kemerdekaan Indonesia Berkat Para Ulama

BIMA (Jurnalislam.com) – Komando Distrik Militer (Kodim) 1608 Bima menggelar acara halal bi halal dihadiri oleh perwakilah seluruh ormas islam se-Kota dan Kabupaten Bima bertempat di aula kantor Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Bima di Jalan Pendidikan, Kelurahan Lewi Rato Kecamatan Mpunda-Kota Bima, Rabu (5/7/2017)

Komandan Kodim 1608 Bima Letnan Kolonel Yudil Hendro dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada ormas Islam dalam rangka menjaga kondusifitas masyarakat dari penyakit masyarakat berkat dakwah.

Ia pun menepis tudingan terhadap umat Islam yang menyeruak baru-baru ini.

“Sekarang ada isu yang berkembang adanya upaya-upaya mengkerdilkan para ulama dan umat islam, serta ada kata-kata yang memojokkan islam, maka semua itu harus kita cegah, siapa yang akanj mencegahnya, tentunya kita semua, dan para ulama adalah yang paling terdepan,” kata Yudi Hendro.

Kata Yudi, justru Bineka Tunggal Ika bisa ada karena dibangun oleh kebangsaan, agama, beragam bahasa.

“Banyak pula, maka konsep kebangsaan inilah yang telah dibangun oleh para ulama. Jadi Indonesia itu terbentuk berkat jasa para ulama,” pungkasnya.

Kategori : Nasional

Tags : Bima dandim bima ulama

Masyarakat Desa Dukung Kaesang Dilaporkan Karena Ujaran Kebencian ‘Dasar Ndeso’

08 Jul 2017 08:32:25
Masyarakat Desa Dukung Kaesang Dilaporkan Karena Ujaran Kebencian ‘Dasar Ndeso’

MAGELANG (Jurnalislam.com) – Beredarnya video blog (Vlog) unggahan anak Presiden Jokowi Kaesang Pangarep, anak Presiden Jokowi yang selalu mengakhiri kalimat dengan kata-kata “Dasar Ndeso” ini menuai banyak kecaman dari Netizen khususnya warga Desa.

Ketua Front Aliansi Umat Islam Bersatu (FA – UIB) Jateng –DIY Anang Imamuddin mengatakan bahwa selama ini desa memiliki peranan penting untuk kemajuan bangsa. Karenanya dia sangat mendukung pihak yang melaporkan Kaesang yang dinilainya telah menghina martabat desa.

baca juga : Ucapan Kaesang ‘Dasar Ndeso’ Dinilai Warga Desa Ujaran Kebencian

“Kebutuhan orang kota disupport dari kami orang ndeso. Ndeso adalah simbol kedaulatan rakyat, simbol identitas rakyat Indonesia yang berbudi luhur, bersahaja, guyub rukun, adem ayem. Maka kami mendukung pihak-pihak yang melaporkan Kaesang ke polisi karena ungkapan dan ujaran kebencian. Siapa saja sama kedudukannya di mata hukum,” kata Anang kepada Jurnalislam.com baru-baru ini.

Lebih lanjut, Anang meminta kepada orang desa di seluruh Indonesia tidak berkecil hati dengan sebutan Kaesang. Sampai kapan pun orang desa tetap dibutuhkan orang kota.

“Kepada segenap “Orang Ndeso” di seluruh Nusantara mari berbanggalah kita sebagai orang ndeso yang penuh dengan nilai-nilai luhur dan sebagai soko guru bangsa Indonesia,” pungkasnya.

Kategori : Nasional

Tags : dasar ndeso desa Kaesang ndeso

FA-UIB : Ucapan ‘Dasar Ndeso’ Kaesang Tebar Kebencian Pada Warga Desa

08 Jul 2017 08:18:13
FA-UIB : Ucapan ‘Dasar Ndeso’ Kaesang Tebar Kebencian Pada Warga Desa

MAGELANG (Jurnalislam.com) – Beredarnya video blog (Vlog) unggahan anak Presiden Jokowi Kaesang Pangarep, anak Presiden Jokowi yang selalu mengakhiri kalimat dengan kata-kata “Dasar Ndeso” ini menuai banyak kecaman dari Netizen khususnya warga Desa.

Ketua Front Aliansi Umat Islam Bersatu (FA – UIB) Jateng –DIY Anang Imamuddin menyayangkan ucapan Kaesang khususnya pada Vlog yang berjudul #BapakMintaProyek itu diunggah pada 27 Mei 2017 karena dinilai menebar kebencian pada masyarakat desa.

“Kami FA-UIB JATENG-DIY yang notabene terdiri dari pemuda-pemuda desa, ormas-ormas pemuda desa dan laskar-laskar orang-orang desa tidak terima dan kecewa dengan kata-kata “Dasar Ndeso” oleh Kaesang. Seolah-olah “Ndeso” adalah simbol kebodohan, simbol keterbelakangan, simbol tidak berakhlak dan tidak bermoral,” katanya pada Jurnalislam.com, Rabu (5/7/2017) di Magelang.

Sebagai warga desa, Anang sangat mengatakan sejatinya Indonesia bisa berkembang karena peran besar dari pedesaan. Sangat disayangkan kalau ujaran kebencian justru disematkan kepada warga desa.

“Kepada segenap “Orang Ndeso” di seluruh Nusantara mari berbanggalah kita sebagai orang ndeso yang penuh dengan nilai-nilai luhur dan sebagai soko guru bangsa Indonesia,” pungkasnya.

Kategori : Nasional

Tags : jokowi Kaesang ndeso penistaan ujaran kebencian

Bertemu di KTT G 20, Rusia dan AS Sepakati Gencatan Senjata di Suriah

08 Jul 2017 04:27:50
Bertemu di KTT G 20, Rusia dan AS Sepakati Gencatan Senjata di Suriah

WASHINGTON (Jurnalislam.com) – AS dan Rusia pada hari Jumat (7/7/2017) mengumumkan sebuah gencatan senjata di Suriah setelah Donald Trump dan Vladimir Putin bertemu untuk pertama kalinya di KTT G20 di Jerman.

Kesepakatan itu dicapai bersama dengan Yordania, menurut Sekretaris Negara AS Rex Tillerson yang berbicara dalam sebuah konferensi pers di pertemuan puncak tersebut dan kesepakatan tersebut mencakup wilayah penting di Suriah yang mempengaruhi keamanan Yordania dan merupakan bagian yang sangat rumit dari medan perang Suriah, lansir Anadolu Agency.

“Daerah de-eskalasi ini telah disepakati. Ini adalah kesepakatan yang jelas – kesepakatan tentang siapa yang akan mengamankan daerah ini. Gencatan senjata telah ditandatangani, dan saya pikir ini adalah indikasi pertama AS dan Rusia untuk dapat bekerja sama di Suriah,” kata Tillerson.

Wilayah di mana tindakan agresi dilarang secara nominal akan mencakup Idlib dan bagian-bagian tertentu dari provinsi Latakia, Homs, Aleppo dan Hama, bersama dengan Damaskus, Ghouta Timur, Daraa dan Quneitra, sesuai kesepakatan.

Dalam pembicaraan terpisah di ibu kota Kazakhstan, Astana pada bulan Mei, Turki setuju dengan Rusia dan Iran mengenai sebuah rencana untuk membangun jaringan “zona de-eskalasi” di berbagai wilayah Suriah yang dilanda perang.

Diplomat Amerika optimis tentang keberhasilan kesepakatan tersebut karena berbeda dibandingkan kesepakatan gencatan senjata serupa di Suriah antara AS dan Rusia dalam hal tingkat komitmen di pihak Moskow, katanya.

“Saya kira Rusia memiliki ketertarikan yang sama dengan yang kita lakukan agar Suriah menjadi tempat yang stabil, sebuah tempat terpadu, namun pada akhirnya merupakan tempat di mana kita dapat memfasilitasi diskusi politik mengenai masa depan mereka, termasuk kepemimpinan masa depan Suriah,” kata Tillerson seraya menambahkan bahwa administrasi Trump tidak melihat peran jangka panjang untuk keluarga Presiden Suriah atau rezimnya.

Bagaimana Assad “pergi belum ditentukan”, katanya namun menegaskan akan ada transisi dari pemerintahan Assad.

“Kami tentu telah menjelaskan dalam diskusi kami dengan Rusia, bahwa kami tidak berpikir Suriah dapat mencapai pengakuan internasional di masa depan,” kata Tillerson.

“Bahkan jika mereka berhasil melalui proses politik yang sukses, masyarakat internasional tidak akan menerima Suriah yang dipimpin oleh rezim Assad lagi.”

Suriah telah terkunci dalam perang global sejak awal tahun 2011, ketika rezim syiah Nushairiyah Assad menindak para aksi unjuk rasa dengan keganasan militer tak terduga.

Lebih dari 400.000 korban telah terbunuh dan lebih dari 10 juta orang mengungsi, menurut PBB.

Kategori : Internasional

Tags : AS G 20 Konflik Suriah KTT Rusia

Taliban: 4 Tank Hancur dalam Serangan di Faryab

08 Jul 2017 03:47:33
Taliban: 4 Tank Hancur dalam Serangan di Faryab

FARYAB (Jurnalislam.com) – Pejabat mengatakan, tembakan senjata berat meletus melawan pasukan musuh di daerah Dasht Buz di distrik Juma Bazar Kamis malam, lansir Al Emarah News, Jumat (7/7/2017).

Pertempuran senjata berat dan ringan, mengakibatkan 4 tank musuh hancur, serta beberapa pasukan terbunuh atau terluka.

Koresponden mengatakan, 3 senapan mesin M16, 1 Kalashnikov, senapan mesin 1 PK, 1 senapan sniper, 1 peluncur RPG dengan 15 putaran dan alat perang lainnya telah disita selama operasi tersebut sementara Mujahidin tidak menderita korban jiwa.

Sementara itu, tembakan buta mortir musuh telah menewaskan 2 warga sipil di daerah Qara Sheikhi di distrik tersebut semalam, tambahnya.

Kategori : Internasional

Tags : Operasi Omari taliban

Ditargetkan Syiah Houthi, 21 Wartawan Terbunuh di Yaman dan 18 Lainnya Hilang

08 Jul 2017 03:40:49
Ditargetkan Syiah Houthi, 21 Wartawan Terbunuh di Yaman dan 18 Lainnya Hilang

YAMAN (Jurnalislam.com) – Kebebasan media mendapat serangan parah di Yaman setelah pemberontak Syiah Houthi berulang kali menargetkan personil media di negara tersebut.

Sebuah laporan oleh Jurnalis Syndicate di Yaman menunjukkan kenaikan 30 persen jumlah serangan terhadap pers selama paruh pertama tahun ini, Al Arabiya melaporkan, Jumat (7/7/2017).

Sebanyak 130 serangan telah dilaporkan dibandingkan dengan 100 pada periode yang sama tahun lalu. Sekitar 200 wartawan mengalami penyiksaan. Mereka juga menderita pelanggaran hak serta penculikan dan penahanan sewenang-wenang, dan bahkan pembunuhan.

Sebanyak 28 kasus penyerangan fisik dan penyiksaan dicatat dan ada persidangan ilegal, termasuk yang menjatuhkan hukuman mati terhadap wartawan Yahya al-Jubahei.

Sejak dimulainya kudeta oleh milisi Syiah Houthi di Yaman, 21 wartawan terbunuh sedangkan nasib 18 wartawan lainnya masih belum diketahui. Mereka dikatakan berada di penjara yang berbeda yang dikelola oleh pasukan Houthi.

Kategori : Internasional

Tags : jurnalis perang yaman syiah houthi wartawan

Setahun Gugurnya Burhan Wani, India Kirimkan Ribuan Pasukan Tambahan ke Kashmir

08 Jul 2017 03:32:29
Setahun Gugurnya Burhan Wani, India Kirimkan Ribuan Pasukan Tambahan ke Kashmir

SRINAGAR (Jurnalislam.com) – Sehari sebelum tahun pertama kematian komandan muda mujahidin Kashmir, Burhan Wani, pihak berwenang India pada hari Jumat (7/7/2017) meningkatkan kehadiran angkatan bersenjata dan memberlakukan pembatasan seperti jam malam di beberapa bagian wilayah yang disengketakan, lansir Anadolu Agency.

Akses internet diblokir pada Kamis malam dan jalan-jalan di seluruh wilayah dipatroli oleh angkatan bersenjata India. Menurut sumber di kepolisian, telepon akan terputus pada Jumat malam.

Peningkatan jumlah tentara, barikade dan pos pemeriksaan di jalanan juga terlihat hari Kamis.

Sekretaris Indian Home Rajiv Mehrishi mengatakan kepada wartawan di New Delhi pada hari Kamis bahwa ribuan tentara telah dikirim ke wilayah tersebut untuk peringatan tahun pertama tersebut.

Kelompok perlawanan Hurriyat telah meminta unjuk rasa untuk mengenang gugurnya mujahidin Burhan Wani.

Burhan Wani, seorang komandan jihad Kashmir berusia 22 tahun dengan Hizbul Mujahidin, Syahid tahun lalu pada 8 Juli dalam baku tembak dengan pasukan India.

Kematiannya memicu pemberontakan populer lainnya di kawasan ini dengan puluhan ribu orang turun ke jalan.

Komandan Muda Mujahidin Kashmir Gugur dalam Baku Tembak dengan Pasukan India

Pemberontakan berlangsung sekitar empat bulan dan India mengirim tentara tambahan untuk mengatasi aksi perlawanan tersebut. Sekitar 100 pemrotes sipil tewas dan, menurut catatan rumah sakit, sekitar 15.000 orang terluka; Beberapa di antaranya dibubarkan menderita luka permanen akibat senjata pelet yang digunakan oleh tentara India terhadap warga sipil Kashmir saat demonstrasi menentang kematian Wani.

Kashmir, sebuah wilayah Himalaya yang berpenduduk mayoritas Muslim, dikendalikan oleh India dan Pakistan di beberapa wilayah dan diklaim oleh keduanya secara penuh. Sepotong kecil wilayah Kashmir juga dipegang oleh China.

Kedua negara telah bertempur dalam tiga perang – pada tahun 1948, 1965 dan 1971 – sejak dipisahkan pada tahun 1947, dua di antaranya memperebutkan Kashmir. Kelompok perlawanan Kashmir di Jammu dan Kashmir telah berperang melawan pemerintah India untuk kemerdekaan, atau untuk penyatuan dengan negara tetangga Pakistan.

Lebih dari 70.000 orang dilaporkan terbunuh dalam konflik tersebut sejak tahun 1989. India menurunkan lebih dari setengah juta tentara di wilayah yang disengketakan tersebut.

Kategori : Internasional

Tags : india Jammu dan Kashmir Mujahidin Kashmir Muslim Kashmir

26 Tentara Mesir Tewas dalam Serangan di Pos Pemerikasaan

08 Jul 2017 03:15:07
26 Tentara Mesir Tewas dalam Serangan di Pos Pemerikasaan

MESIR (Jurnalislam.com) – Dua puluh enam tentara Mesir tewas atau terluka pada hari Jumat (7/7/2017) dalam serangan di pos pemeriksaan di Semenanjung Sinai tempat kelompok Islam melakukan pemberontakan, kata militer, lansir Middle East Eye.

Pejabat keamanan yang meminta namanya dirahasiakan mengatakan sedikitnya tujuh tentara tewas, namun tidak mungkin mendapatkan informasi jumlah korban tewas resmi.

Pihak militer mengatakan bahwa mereka membunuh 40 penyerang saat bentrok dengan ekstremis di Sinai Utara, fokus utama pada milisi Islamic State (IS).

Pejabat keamanan mengatakan ambulans berpacu ke lokasi serangan di selatan kota Rafah di perbatasan dengan Jalur Gaza.

Militan telah membunuh ratusan polisi dan tentara dalam serangan di Sinai Utara sejak militer menggulingkan presiden Islam Mohamed Morsi pada tahun 2013 dan melancarkan tindakan keras terhadap pendukungnya.

IS juga menyerang wisatawan, menewaskan seluruh 224 penumpang di dalam pesawat Rusia yang membawa turis pada tahun 2015, serta gereja-gereja Kristen di tempat lain di Mesir.

 

Kategori : Internasional

Tags : mesir pos pemeriksaan Semenanjung Sinai

Navigasi pos

Pos-pos lama
Pos-pos baru
Dukung Kami

Opini

Demiliterisasi Gaza Atas Nama Investasi

Demiliterisasi Gaza Atas Nama Investasi

19 Apr 2026 22:06:24
FH UI dan Hilangnya Mahkota Laki-laki: Self Control yang Tumbang

FH UI dan Hilangnya Mahkota Laki-laki: Self Control yang Tumbang

18 Apr 2026 06:08:07
Pelecehan di FH UI: Saat Perintah Menundukkan Pandangan Diabaikan

Pelecehan di FH UI: Saat Perintah Menundukkan Pandangan Diabaikan

18 Apr 2026 06:06:05
Pelajar Kok Jadi Pengedar?

Pelajar Kok Jadi Pengedar?

18 Apr 2026 06:01:56

Internasional

Netanyahu Tegas Tolak Palestina Urus Gaza, Israel Ingin Kuasai Pascaperang

Netanyahu Tegas Tolak Palestina Urus Gaza, Israel Ingin Kuasai Pascaperang

5 Feb 2026 12:38:35
Israel Ungkap AS Berpotensi Serang Iran dalam 2 Bulan Mendatang

Israel Ungkap AS Berpotensi Serang Iran dalam 2 Bulan Mendatang

5 Feb 2026 12:37:07
Israel Terus Bujuk AS agar Serang Iran, Turki Peringatkan Bahaya Perang Regional

Israel Terus Bujuk AS agar Serang Iran, Turki Peringatkan Bahaya Perang Regional

5 Feb 2026 12:35:37
Tekanan AS Meningkat, Iran Melunak soal Nuklir dan Buka Negosiasi

Tekanan AS Meningkat, Iran Melunak soal Nuklir dan Buka Negosiasi

5 Feb 2026 12:33:24

jurnalislam.com

  • Iklan
  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Dukung Kami

INFOGRAFIK

 
 
 
 

Alamat Redaksi

Boulevard Raya No 16 Blok A 1 No 16 Taman Cilegon Indah (TCI), Cilegon, Banten
+62 813-1029-0583

Info Iklan :
+62 821-2000-0527
marketing@jurnalislam.com

Kirim tulisan :
redaksi.jurnalislam@gmail.com
newsroom@jurnalislam.com

COPYRIGHT © 2026 JURNALISLAM.COM, ALL RIGHT RESERVED