PBNU: Sutopo Sosok Inspiratif dan Selalu Menebar Kebaikan

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Kabar meninggalnya Kepala Pusat Data dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, menyisakan duka di hati banyak pihak. Tidak terkecuali Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

 

Ketua Harian PBNU, Robikin Emhas mengatakan, almarhum Sutopo adalah orang yang baik. “Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun. Saya bersaksi Pak Sutopo Purwo Nugroho (1969-2019) adalah orang baik,” katanya melalui siaran pers yang diterima redaksi Ahad (07/07/2019).

 

Dia menuturkan, almarhum semasa hidupnya dikenal sebagai sosok yang inspiratif dan selalu menebar kebaikan kapan pun.

“Ujar beliau pada suatu kesempatan, ‘hidup itu bukan soal panjang pendeknya usia, tapi seberapa kita dapat membantu orang lain’,” tuturnya.

 

Robikin berdoa agar semua salah dan khilaf Sutopo diampuni oleh Allah . Amal ibadahnya diterima dan segenap keluarga yang ditinggalkan tabah. “Serta kita dapat meneladani dedikasi dan kejuangannya. ‘Lahu al-Fatihah”,” ujarnya.

 

Kepala Pusat Data dan Humas BNPB Sutopo meninggal dunia saat sedang menjalani pengobatan kanker di Guangzhou, Cina, dini hari waktu setempat. Kabar duka tersebut tersiar dari akun Twitter resmi milik Direktorat Pengurangan Risiko Bencana BNPB sekitar pukul 03.00 WIB.

 

“Telah meninggal dunia Bapak @Sutopo_PN , Minggu, 07 July 2019, sekitar pukul 02.00 waktu Guangzhou/pukul 01.00 WIB. Mohon doanya untuk beliau.”

Bahas Potensi Zakat, Madani Islamic Forum Hadirkan Dosen University Malaysia Terengganu

MAKASSAR (Jurnalislam.com)–Madani Institute (Center For Islamic Studies) mengadakan Madani Islamic Forum (MIF) dengan pembahasan Potensi Zakat dan Wakaf Sebagai Penopang Ekonomi Umat, bertempat di Aula Lantai 3 Rabbani Boleuvard Makassar. Sabtu (6/7/19).

Hadir sebagai pembicara Dr. Bayu Taufiq Posuumah seorang peneliti di Institute of Islamic Economic and Thought Centre Malaysia.

Ia mengatakan bahwa potensi zakat memiliki manfaat yang besar apalagi untuk hal-hal produktif.

“Di Indonesia orang-orang masih banyak yang tidak mengeluarkan zakat, padahal potensi zakat sangat besar apalagi jika digunakan untuk hal-hal produktif,” ungkapnya

Bahkan potensi zakat dapat digunakan untuk memberikan beasiswa kepada siswa atau sarjana yang berprestasi.

“Sebagai contoh untuk memberikan beasiswa kepada sarjana-sarjana berprestasi. sehingga paradigma lama bahwa zakat itu diberikan lalu habis sebagai bahan habis pakai saja menjadi kurang produktif, walaupun tetap boleh,” imbuhnya

Hal yang lebih besar adalah pemanfaatan dana waqaf. Dosen University Malaysia Terengganu mendorong agar waqaf berbasis Mesjid dapat digunakan untuk hal-hal produktif.

“Waqaf berbasis mesjid dasarnya adalah dengan mengambil sekian persen dari saldo mesjid yang rata-rata hanya menumpuk sebagai kas mesjid, lalu digunakan untuk membuat hal-hal produktif lainnya sehingga kas mesjid tidak hanya habis dalam untuk pembangunan infrastruktur mesjid yang hari ini orang berlomba-lomba untuk membuat mesjidnya megah akan tetapi sepi dari aktivitas,” tutupnya

Reporter: Muhammad Akbar

Warga Bima Gelar Aksi Desak Polisi Tindak Pembawa Anjing ke Masjid

BIMA(Jurnalislam.com )– Umat islam Bima melakukan Aksi Damai di depan Kapolres Bima Kota.

Merekam pelecehan terhadap masjid Sentul Citi Bogor Jawa Barat Oleh seorang wanita Katolik yang membawa Ajing di dalam masjid, Jumat (05/07/2019)

Penanggung jawab aksi, Ustadz Asikin mengatakan bahwa warga Bima mengutuk keras tindakan wanita mengaku Katolik, tidak menutup aurat, bersepatu membawa Anjing ke dalam Masjid.

“Kami ingin para imam dan takmir masjid, agar selalu waspada Dan melakukan penjagaan dari orang gila, penista dan pengacau di Dalam lingkungan masjid,”katanya.

Ia juga mengingatkan para dokter yang memeriksa pelaku, agar takut kepada azab Allah.

“Kami juga meminta aparat penegak hukum, menegakkan hukum kepada pelaku penodaan masjid dengan seadil – adilnya,”katanya.

Terakhir perwakilan Polres, M. Yamin menyampaikan kepada para aksi damai, bahwa tuntutan akan disampaikan ke pusat.

MUI Tolak Tegas Gagasan Penghapusan Pendidikan Agama di Sekolah

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Wasekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI), Amirsyah Tambunan mengatakan, ide menghapus pendidikan agama di sekolah bertentangan dengan konstitusi. Ia menegaskan, Indonesia sebagai negara Pancasila memberikan penegasan secara konstitusional bahwa Ketuhanan Yang Maha Esa merupakan asas bernegara dengan posisi agama pada posisi yang sangat kuat.

“Bangsa ini membutuhkan penguatan moral spiritual dimana terjadi pemrosotan moral etika, dan agama punya peran yg sangat sentral dalam konteks ini,” katanya kepada Jurnalislam.com di Hotel Westin, Kuningan, Jaksel, Jumat (5/7/2019).

Amirsyah juga membantah tudingan anggapan tentang orang belajar agama akan menjadi radikal, koruptor, tidak bermoral. Menurutnya, yang keliru adalah cara belajarnya dan pemahaman agamanya yang belum benar.

“Makanya kalau belajar agama pada ahlinya; ulama, tokoh agama, dan harus belajar pada tempatnya. Supaya tidak kontraproduktif, jangan kemudian malah menghapus pendidikan agama,” pungkasnya.

Seperti diketahui, seorang praktisi pendidikan Setyono Djuandi Darmono mengatakan, pendidikan agama tidak perlu diajarkan di sekolah. Agama cukup diajarkan orangtua masing-masing atau lewat guru agama di luar sekolah

ICMI: Pilpres 2019 Sebagai Pelajaran Menuju Bangsa yang Lebih Kuat

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), Jimly Asshiddiqie menyatakan masyarakat harus kembali bersatu usai Pilpres 2019. Menurutnya, persoalan dalam pilpres harus menjadi pelajaran berharga untuk menjadikan bangsa yang kuat.

“Masalah 01 dan 02 sudah selesai. Kini saatnya 00 dan 03. Melupakan yang terjadi saat pilpres dan kembali bersatu,” katanya saat sambutan dalam halal bihalal ICMI di Hotel Westin, Kuningan, Jaksel, Jumat (5/7/2019).

“ICMI juga menyerukan untuk semangat kerukunan dan rasa persaudaraan sesama anak bangsa, sehingga para pemimpin yang sudah dipercayakan rakyat untuk memimpin bangsa ini 5 tahun kedepan, betul-betul amanah dalam mengemban tugasnya,” tuturnya.

Pasalnya Pemilu 2019 terutama kontestasi Pilpres yang cukup memakan waktu berbulan-bulan tersebut, juga banyak menimbulkan berbagai fitnah, ujaran kebencian, saling beradu emosi, hingga penyebaran berita bohong alias hoaks.

“Negara kita yang tercinta ini, negara dengan salah satu sistem demokrasi terbaik dunia, telah menyelenggarakan pemilu serentak 2019 dengan baik meski ada berbagai macam dinamika yang terjadi, tapi kita patut bersyukur karena kita telah melewati itu semua,” katanya.

Posting Berita Terkait Anjing Masuk Masjid, BA Ditangkap Polisi

PONTIANAK (Jurnalislam.com) — Ditreskrimsus Polda Kalbar menangkap seorang pria diduga pelaku penyebar hoaks berinisial S alias BA (40). Pelaku menyebarkan hoaks tentang ‘Anjing masuk masjid’.

“Pelaku penyebar hoaks tersebut diamankan oleh Subdit Siber Crime Polda Kalbar, hari ini di kawasan Jalan Raya Desa Kapur, Kabupaten Kubu Raya,” kata Direktur Reskrimsus Polda Kalbar, Kombes (Pol) Mahyudi Nazriansyah, di Pontianak, Kamis (4/7).

Ia menjelaskan, pelaku diamankan saat Tim Siber Polda Kalbar melakukan patroli di dunia maya dan menemukan akun media sosial pelaku pada Rabu (3/7).

Pelaku mengunggah berita yang diduga terkait Polri dengan judul “Ada wanita membawa anjing masuk masjid, Polri: itu hal biasa jangan dibesar-besarkan, anjing juga ciptaan Allah” dengan ditambah caption yang dibuat pelaku sendiri.

“Dari hasil temuan terkait unggahan hoaks tersebut, tim siber melakukan penyelidikan terhadap keberadaan pemilik akun Facebook atas nama S. Dan didapati alamat di Jalan Raya Desa Kapur, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya,” ungkapnya.

Ia menambahkan, pelaku diamankan tanpa perlawanan, tim siber juga mengamankan handphone pelaku yang digunakan untuk mengunggah berita bohong tersebut.

“Dari hasil interogasi terhadap pelaku, bahwa motif pelaku iseng meneruskan berita bohong dan menambahkan caption tersebut,” ujarnya.

Karena perbuatan isengnya tersebut, pelaku terancam dikenakan pasal 45A ayat (1), jo pasal 28 ayat (1) UU No.19/2016 tentang perubahan UU No. 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Ditreskrimsus Polda Kalbar, menambahkan, pihaknya juga akan melakukan langkah untuk berkoordinasi dengan saksi ahli Bahasa Indonesia dalam menangani kasus dugaan ITE tersebut.

sumber: republika.co.id

 

Kontribusi Keuangan Syariah Tumbuhkan Ekonomi Indonesia

JAKARTA  (Jurnalislam.com)– Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat aset keuangan syariah per April 2019 mencapai 8,73 persen dari total keuangan nasional Tanah Air. Kepala Departemen Perbankan Syariah OJK, Soekro Tratmono menyampaikan total aset tersebut sejumlah Rp 1.341,1 triliun.

Nilai tersebut merupakan sumbangan dari perbankan syariah yang asetnya mencapai Rp 488 triliun, tumbuh 12,26 persen secara tahunan (year on year).

Selanjutnya, industri keuangan non-bank tumbuh 2,28 persen menjadi Rp 101,3 triliun pada periode yang sama.

“Kita inginkan bahwa industri keuangan syariah tidak hanya jadi mesin utama penggerak ekonomi nasional tapi juga pemain utama,” kata dia dalam acara Halal Bihalal Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN MUI), Rabu (3/7).

Selanjutnya, industri pasar modal syariah menyumbang kontribusi terbesar sejumlah Rp 751,2 triliun.

Staf Ahli Bidang Pengeluaran Negara Kementerian Keuangan, Suminto juga menyampaikan pada 2018, Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) berkontribusi hingga 30 persen pada kebutuhan pembiayaan APBN.

Jumlah tersebut akan terus ditingkatkan untuk memperbesar pangsa pasar keuangan syariah.

Sukuk selama ini telah menjadi kontributor terbesar. Kementerian Keuangan juga berkomitmen dengan meningkatkan frekuensi penerbitan sukuk, pembayaran payroll dari bank syariah, hingga pengelolaan sukuk yang dilakukan di bank syariah.

Deputi Gubernur Bank Indonesia Dody Budi Waluyo menambahkan selama ini DSN menjadi salah satu mitra BI dalam berinovasi. Sesuai kebutuhan industri, BI mengembangkan layanan syariah yang mendapat izin dari DSN. Seperti layanan REPO syariah, hedging atau lindung nilai, pengembangan sistem pembayaran syariah, kartu pembiayaan, uang elektronik dan lain-lain.

Soekro menyampaikan meski secara umum masih tumbuh positif, masih banyak hal yang harus dilakukan untuk memaksimalkan potensi dari mayoritas penduduk Muslim. Dody menyebut berbagai kajian harus berlanjut agar produk keuangan syariah yang menarik dan kompetitif bisa terus lahir.

sumber: republika.co.id

 

Muhammadiyah Minta Parpol Islam Perjuangkan Kedaulatan Ekonomi

JAKARTA (Jurnalislam.com) — Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah bidang ekonomi Anwar Abbas menyampaikan harapannya kepada politikus dari parpol Islam untuk bisa memperjuangkan tegaknya keadilan ekonomi yang proporsional.

Umat Islam yang jumlahnya hampir 90 persen itu harus berkontribusi pada usaha besar dengan persentase yang sama pula.

“Agar ekonomi negeri ini bisa semakin bertambah kuat dan maju. Kita tidak meminta para politisi tersebut untuk mengecilkan usaha-usaha yang sudah besar itu tetapi bagaimana caranya supaya usaha-usaha yang masih kecil ini bisa menjadi besar,” kata dia, Kamis (4/7).

Untuk itu, menurut Anwar, diperlukan dukungan politik yang menunjukkan keberpihakannya kepada pelaku UMKM.

Dia juga menjelaskan, umat Islam di Indonesia mayoritas. Secara persentase, jumlahnya 87,2 persen tetapi dalam bidang ekonomi terutama di kelompok usaha besar peran dan kontribusi umat Islam masih kecil.

“Yaitu hanya sekitar 10 persen. Bahkan dari sisi pelaku pun kita lihat dari 10 orang terkaya di negeri ini hanya satu orang yang beragama islam,” tutur dia.

Anwar juga menambahkan, sementara umat dari non-Islam yang jumlahnya sekitar 10 persen, dari 10 orang terkaya itu punya 9 orang wakilnya di kelompok itu.

Kondisi ini menurut dia dipengaruhi juga oleh perilaku dan kebijakan ekonomi negara. “Ini jelas sangat memprihatinkan kita umat Islam dan ini tentu ada kaitannya dengan perilaku dan kebijakan ekonomi yang ada,” ungkapnya.

sumber: republika.co.id

 

Tingkatkan Kompetensi, SDIT Taqiyya Rosyida Gelar Pelatihan Guru

SUKOHARJO (Jurnalislam.com)- SD IT Taqiyya Rosyida menggelar pelatihan untuk mengasah keterampilan para guru pengajar dalam meningkatkan kompetensi guru, Rabu, (3/7/2019).

Bertemakan “Menjadi Guru yang Beradab untuk membangun generasi bermartabat” para guru diajak untuk lebih kreatif dalam mengembangkan kopetensi dalam membangun generasi bermartabat dalam membangun bangsa Indonesia.

Hari pertama, Ustadz Isnandariawan selaku Kepala Sekolah dalam sambutannya berpesan
“Sebagai guru kita wajib mengembangkan 3 kopetensi utama kita menjadi guru dari kompetensi profesional, moral dan sosial,” katanya.

“Melalui pelatihan ini kita tingkatkan kopetensi kita terutama dalam ranah profesional, moral dan sosial agar dapat menjadi guru yang beradab dalam membangun generasi yang bermartabat,” imbuhnya.

Hari Pertama, dipandu oleh Ustadz Muhammad Ikhsan Fauzi, S.Si. M.M. dari Yayasan Nur Hidayah dalam materinya menyampaikan “Guru adalah profesi yang sangat mulia, mendidik anak kecil menjadi generasi yang bermartabat. Jadi kita harus bangga dan ikhlas menjadi seorang guru. Dengan begitu berkah hidup dari Allah akan datang,” ujarnya.

Setelah materi pertama pelatihan dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama bagi guru Mata Pelajaran mendapatkan pelatihan K13 oleh Ustadzah Muslikah, S.Pd. para guru mendapatkan materi “Aplikasi dan Penilaian K13”.

Dalam materi tersebut para guru mempraktikkan secara langsung bagaimana aplikasi pembelajaran K13. Hari kedua dilanjutkan materi tentang penilain K13.
Kelompok kedua bagi guru Al-Qur’an dan Tahfidz mendapatkan materi dari Bapak Roziqin, S.Pd.I dan Ibu Inna Ina M., M.Pd. dari SDIT Az-Zahra Sragen.

Selama dua hari guru AQT SDIT Taqiyya Rosyida mendapatkan materi tentang Cara Pembelajaran Membaca Al-Qur’an dengan Metode WAFA dan bagaimana cara mengelola kelas dalam pembelajaran WAFA.

Selama dua hari berturut-turut dalam pelatihan para Guru SDIT Taqiyya Rosyida berlangsung dengan lancar. Semoga ilmu yang dipelajari selama dua hari dapat berkah dan bermanfaat.

Amnesty Internasional Desak Jokowi Tuntaskan Pelanggaran HAM 22 Mei

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Amnesty Internasional mendesak agar Presiden Jokowi menuntaskan kasus pelanggaran HAM dalam Tragedi 21-22 Mei di Jakarta dan menyelesaikan kasus pelanggaran HAM di sisa masa jabatan periode pertama pemerintahannya yang belum tuntas.

 

Hal tersebut dikatakan Direktur Amnesty International Indonesia, Usman Hamid karena Joko Widodo dan Ma’ruf Amin terpilih sebagai presiden dan wapres periode 2019-2024.

 

Direktur Amnesty International Indonesia, Usman Hamid menyatakan, lembaganya mengirimkan surat terbuka kepada Jokowi agar pemerintah dan parlemen terpilih nanti semakin memperkuat akuntabilitas aparat keamanan.

Ini merupakan wujud komitmen presiden dalam menjaga hak asasi manusia.

 

“Kami tetap memantau proses pertanggungjawaban ini (Tragedi 21-22 Mei) dan berharap hasilnya bisa memuaskan tuntutan korban atau keluarganya, dan juga hak publik untuk tahu. Semoga ini menjadi langkah maju bagi impian kita akan Polri makin profesional dan akuntabel,” kata Usman, Kamis (04/07/2019).

 

Dia menuturkan, ada beberapa komitmen yang dikemukakan pihaknya untuk mendorong pemerintah dan parlemen periode mendatang menjaga HAM.

Yang pertama, menjunjung tinggi hak atas kebebasan berekspresi dan melindungi para pembela HAM. Kedua, menghormati dan melindungi hak atas kebebasan berpikir, berkeyakinan, beragama, dan berkepercayaan.

 

“Ketiga, memastikan akuntabilitas atas pelanggaran HAM oleh aparat keamanan,” ujarnya.

 

Keempat, menetapkan pertanggungjawaban atas pelanggaran HAM berat masa lalu. Kelima, menjunjung tinggi hak-hak perempuan dan anak perempuan.

 

Keenam, menghormati hak asasi manusia di Papua. Ketujuh, memastikan akuntabilitas untuk pelanggaran HAM di sektor bisnis kelapa sawit. Yang kedelapan, menghapus hukuman mati untuk semua kejahatan.

 

“Dan kesembilan mengakhiri pelecehan, intimidasi, serangan dan diskriminasi terhadap minoritas seksual,” katanya.