Syeikh Abdurrahman Al-Ausy Imami Shalat Tarawih di Kota Serang, Jamaah Penuhi Masjid Agung Ats Tsauroh

SERANG (jurnalislam.com)- Imam besar Masjidil Al-Haram, Syeikh Abdurrahman Al-Ausy melakukan lawatan Ramadhan ke Indonesia dengan tema Roadshow Imam Shalat di Indonesia. Salah satu kota yang dikunjungi kali ini adalah kota Serang, Banten. Ia menjadi Imam Shalat Isya dan Taraweh di Masjid Agung Ats Tsauroh Kota Serang, Banten pada Jumat (07/03/2025).

Terlihat jamaah antusias menyambut kedatangan Syeikh Abdurrahman Al-Ausy karena biasanya hanya mendengarkan murrotalnya, kali ini bisa mendengarkan secara langsung.

“Saya senang sekali ketika Syeikh Abdurrahman datang ke kota serang, karena saya merupakan salah satu pengikut beliau selain suaranya yang merdu, dia juga merupakan Imam yang memiliki bacaan Al-Quran yang sangat khas. Dan malam ini saya bisa mendengarkan langsung ayat-ayat Al-Quran yang dilantunkan oleh beliau,” ucap Umar salah satu jamaah Masjid Agung Ats Tsauroh Kota Serang.

Lawatan Ramadhan Syeikh Abdurahman Al-Ausy juga dihadiri dan disambut oleh Gubernur Banten Andra Soni S.M M.AP, Wali Kota Serang Budi Rustandi SE. Wakil Wali kota Serang Nur Agis Aulia S.sos dan KH Embay Mulya Syarief sebagai pembina Masjid Agung Ats Tsauroh Kota Serang.

Setelah shalat Taraweh KH Embay Mulya Syarief memberikan sedikit tausiyah kepada para jamaah untuk bisa memanfaatkan bulan Ramadhan dengan sebaik mungkin.

“Islam Allah beri keistimewaan. karena dari semua ibadah yang kita lakukan dapat membentuk karakter pada diri kita. Apalagi ketika memasuki bulan Ramadhan ini dimana bulan tarbiyah karena setiap hal yang kita lakukan harus dipaksa kearah positif,” ucapnya.

Selain menjadi Imam Shalat, Syeikh Abdurrahman Al-Ausy juga memberikan tausiah singkat dalam bahasa arab untuk mengajak umat Islam bersatu jangan terpecah belah, dan mendoakan agar umat Islam di Indonesia ini mendapatkan kemudahan dalam beribadah, dijauhkan dari segala musibah. Dan semoga Indonesia menjadi negara yang aman dan tentram bagi para warganya.

Sebelumnya Syeikh Abdurrahman Al-Ausy juga menjadi Imam Shalat Jumat di Masjid Raya al-Bantani Pusat Pemerintahan Provinsi Banten pada Jumat (07/03/2025).

Reporter: Dian

Lanjutkan Misi Kemanusiaan di Gaza, MER-C Kirim Tim Medis ke-8

JAKARTA (jurnalislam.com)– Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) kembali mengirimkan tim medis yang tergabung dalam Emergency Medical Team (EMT) ke-8 untuk bertugas di Jalur Gaza, Palestina.

Tim ini diberangkatkan pada Sabtu (1/3/2025) sebagai bagian dari misi kemanusiaan pascagencatan senjata.

Sebelumnya, MER-C telah mengirimkan EMT ke-7, yang terdiri dari empat relawan, sejak 23 Januari 2025. Hingga kini, mereka masih bertugas di wilayah tersebut.

Tim EMT ke-8 terdiri dari lima relawan, yaitu dua dokter umum dr. Tonggo Meaty Fransisca dan dr. Miftahul Masruri, satu dokter spesialis anestesiologi dr. Wahyu Bimantoro, Sp.An-TI., satu perawat Ade Andrian, S.Kep., Ns., M.Kep., serta satu bidan Indah Meliya Sari, Amd.Keb.

Ketua EMT MER-C ke-8, dr. Meaty, menyampaikan bahwa selain memberikan layanan medis, timnya juga akan fokus pada rencana rekonstruksi Rumah Sakit Indonesia di Gaza Utara.

“Mudah-mudahan semua dipermudah. Semoga gencatan senjata ini bersifat permanen sehingga kami bisa fokus mengaktifkan kembali layanan RS Indonesia di Gaza. Selain itu, kami juga dapat meningkatkan pelayanan medis di wilayah lain, seperti klinik spesialis yang kami dukung di Khan Younis,” ujar dr. Meaty.

Ia juga berharap agar misi kemanusiaan ini dapat berjalan dengan lancar.

“Semoga semua berjalan dengan baik. Kami mohon doa dan dukungan dari masyarakat Indonesia,” tuturnya.

Sejak serangan 7 Oktober 2023 di Jalur Gaza, MER-C telah mengirimkan puluhan tim medis yang terdiri dari dokter umum dan spesialis, perawat serta bidan.

MER-C juga telah menyalurkan berbagai bantuan, termasuk makanan siap saji, sembako, air bersih, obat-obatan, peralatan medis serta kebutuhan pokok lainnya.

Jelang Ramadhan, H. Heri Sucitro, S.Pd. Dikukuhkan Sebagai Ketua Yayasan Nur Hidayah Surakarta 2025-2030

SOLO (jurnalislam.com)- Menjelang datangnya bulan Ramadhan 1446 H., Yayasan Nur Hidayah Surakarta menggelar acara pelantikan Dewan Pengurus dan Pengurus Harian masa bakti 2025-2030, Jum’at (28/2/2025). Bapak H. Heri Sucitro, S.Pd. dikukuhkan sebagai Ketua Yayasan menggantikan Bapak Dr. H. Kasori Mujahid, M.Ag.

Dalam acara yang berlangsung di Aula NHCC Kantor Pusat Yayasan Nur Hidayah Surakarta itu, Ketua Dewan Pembina Bapak Dr. H. Wiranto, M.Kom, M.Cs. Surakarta melantik Dewan Pengurus: Ketua, Sekretaris, dan Bendahara. Sementara pengurus harian dilantik oleh Ketua Yayasan yang baru.

Dalam sambutan perdananya, Bapak Heri menyampaikan pentingnya meningkatkan layanan.

“Yayasan kita adalah lembaga yang berkhidmat pada umat dengan pelayanan-pelayanan kebaikan. Maka pelayanan ini perlu dioptimalkan lagi dan diperluas kemanfaatannya di masyarakat,” terangnya.

Adapun Ketua Dewan Pembina Dr. Wiranto dalam arahannya menyebut beberapa hal yang mendasari perlunya perubahan struktur di Yayasan Nur Hidayah Surakarta.

“Prinsip kita sejak dulu, structure follow function. Artinya, struktur akan mengikuti fungsi, jika memang fungsi sudah berjalan maka struktur perlu dibuat untuk semakin menguatkan fungsi tersebut,” katanya.

Di antara perubahan struktur yang signifikan yakni dihapuskannya nama Bidang 1, 2, dan 3 dan diganti dengan nama Direktorat SIT, Direktorat LKSA (panti asuhan), Direktorat LAZ, Direktorat Ponpes, serta Direktorat Al-Qur’an dan BPI. Juga terdapat Dewan Masyayikh yang menaungi Ponpes Nur Hidayah. Dewan Masyayikh ini dipimpin oleh Bapak Dr. H. Kasori Mujahid, M.Ag.

Sediakan Tenant Babi di Pakuwon Mall Solo Baru, Forum Grogol Audiensi ke DPRD Sukoharjo

SUKOHARJO (jurnalislam.com)- Terkait event jelang Ramadhan 1446 H di Pakuwon Mall Solo Baru, Grogol, Sukoharjo yang sediakan 3 Tenant Babi, Forum Warga Grogol melakukan audiensi di kantor DPRD Sukoharjo pada hari Kamis, (27/2/2025) sore.

Acara yang bertema “Magical Night Market Spesial Show Aladdin and the Magic Lamp” tersebut diselenggarakan pada tanggal 21 Februari 2025 hingga 16 Maret 2025 dilantai P2 mendapatkan penolakan dari Forum Warga Grogol.

Menurut Sekretaris Forum Warga Grogol Endro Sudarsono bahwa pada hari Senin, 24 Februari 2025 perwakilan Forum Warga Grogol sudah melakukan pertemuan dengan Cahyo perwakilan Pakuwon untuk mengklasifikasi iklan di media sosial tentang penjualan babi di acara tersebut.

Menurut Cahyo, penjualan kuliner babi pada acara ini, dan terdapat 3 Tenant asal Surabaya.

Karena dirasa belum ada keputusan dan kepastian terkait aspirasi Forum Warga Grogol, maka Forum Warga Grogol meminta mediasi di DPRD Sukoharjo.

Menurut Nurjayanto Ketua DPRD saat memimpin audiensi berpendapat bahwa penjualan babi sebaiknya tidak ditempat publik, mestinya ditempat terbatas.

Sementara itu Rohman dan Cahyo perwakilan Pakuwon menyatakan meminta maaf atas ketidaknyamanan warga dan berjanji tidak akan mengulangi peristiwa yang sama dimasa yang akan datang, dipastikan paska pertemuan antara Pakuwon dan Forum Grogol Senin, 24 Februari 2024 pukul 14.30 malamnya sekitar pukul 20.00 tenan yang menjual babi sudah ditutup dan tanggal 25 Februari 2025 penjual babi sudah kembali ke Surabaya

Perwakilan Forum Grogol dihadiri tokoh agama dan tokoh masyarakat Grogol diantaranya Ust. Shobarin Syakur, Ahmad Sigid, Ranu Muda, Ust. Warso, Dimas, Teguh dan Pambudi.

Sementara itu dari DPRD hadir dari perwakilan Komisi 1 dan Komisi 2, dari Pemerintah Kabupaten hadir dari Dinas Koperasi, UMKM dan Perdagangan, Dinas Kepemudaan, Olah raga dan pariwisata, Bagian Hukum, satpol PP dan Polres Sukoharjo

Menjelang Maghrib acara ditutup Ketua DPRD Sukoharjo dilanjutkan foto bersama.

Milad ke-33 Yayasan Nur Hidayah Surakarta Tumpah Ruah di Lapangan Jajar

SOLO (jurnalislam.com)- Langit cerah Rabu pagi (26/2/2025) mengantar ribuan siswa sekolah Islam Terpadu (SIT) Nur Hidayah datang ke Lapangan Jajar, Surakarta. Sebagian orang tua yang mengantar turut tinggal dan mengikuti acara Puncak Milad ke-33 Yayasan Nur Hidayah Surakarta.

Puncak Milad ini diikuti oleh seluruh unit Paudit Nur Hidayah Sdit Nur Hidayah Smpit Nur Hidayah Surakarta Smait Nur Hidayah Ponpes Nur Hidayah Panti Asuhan Nur Hidayah, LAZ Nur Hidayah juga BPPU Nur Hidayah dengan total peserta mencapai 3000 orang.

Acara dimulai dengan senam bersama yang dipimpin oleh siswa SMAIT Nur Hidayah. Koreografi atau gerakan senam yg digunakan merupakan hasil kreasi para siswa sendiri. Mereka adalah 3 kelompok terbaik putra tingkat sekolah.

Selain senam, acara puncak Milad kali ini dimeriahkan dengan tarhib Ramadhan 1446H, NH Expo, pentas seni, bazar UMKM, Pembagian doorprize, pemeriksaan kesehatan gratis, dan penggalangan dana kemanusiaan untuk Palestina.

Kepala Dinas Pendidikan diwakili oleh Kasi SD Bapak Tarno, S.Pd. M.Pd. hadir dan memberikan sambutan pertama. Dan Plt. Kepala Dinas Sosial Kota Surakarta Drs. Heri Mulyono, M.M. menyampaikan sambutan kedua. Keduanya menyampaikan apresiasi dan harapan agar Yayasan Nur Hidayah Surakarta semakin maju, kuat, dan mandiri.

Sebelumnya Ketua Umum Yayasan Nur Hidayah Surakarta Bapak Dr. H. Kasori Mujahid, M.Ag. dalam sambutannya mengajak untuk terus mensyukuri karunia Allah dan tidak lupa mendoakan para pendiri dan pendahulu yang sudah merintis Yayasan Nur Hidayah Surakarta dari nol.

Peserta disuguhi hiburan lengkap dengan gerak dan lagu dari PAUD IT dan SDIT Nur Hidayah, perkusi dari SMPIT Nur Hidayah, dan tari saman dari SMAIT Nur Hidayah. Berbagai doorprize untuk siswa maupun pegawai semakin menambah meriah acara. Panitia menyediakan doorprize utama mesin cuci, sepeda gunung, dan smartTV.

Silaturahmi ke Ponpes Gontor, Ini Pesan Ustadz Abu Bakar Ba’asyir

MADIUN (jurnalislam.com)- Ustadz Abu Bakar Ba’asyir tiba di RSUD Madiun dalam rangka kontrol kesehatan kaki bagian lutut. Setelah cek kesehatan, Ustadz Abu Bakar Ba’asyir melakukan kunjungan ke Pesantren Darussalam Gontor untuk tujuan bersilaturrahmi pada Selasa, (25/2/2025).

Ustadz Abu Bakar Ba’asyir mengajak kepada pimpinan pondok pesantren Darussalam Gontor, Ust. K.H. Hasan Sahal untuk bersama sama komitmen dan konsisten dalam pengembangan dan kemajuan dakwah di bumi Indonesia melalui pesantren.

Mengingat Kemerdekaan Indonesia adalah warisan dan perjuangan para ulama dan santri. Ustadz K.H Abu Bakar Ba’asyir menuturkan bahwa Pancasila pada sila pertama berbunyi “Ketuhanan yang maha Esa”.

“Artinya bahwa kalimat tersebut mengajak bertauhid kepada Allah yang satu, sebagaimana tersebut di dalam Q.S. Al Ikhlas,” katanya.

Sementara KH. Sahal Hasan juga setuju dengan apa yang disampaikan oleh Ustadz Abu tersebut.

“Santri saya ini jadi saksi, apa yang di sampaikan Ustadz Abu, sama seperti yang saya pesankan kepada para santri, bahkan dalam setiap do’a do’a kami agar negara kami dalam lindungan dan Ridho dari Allah Subhanahu wa Ta’ala,” ungkapnya.

Selanjutnya Ustadz Abu dan KH. Sahal bercerita tentang masa lalu saat berada di pesantren Gontor, K.H Hasan Sahal masuk di unit KMI setingkat SMP, sementara K.H. Abu Bakar Ba’asyir masuk di unit TKs, lanjutan dari setingkat SMP.

Ustadz Abu Bakar Ba’asyir didampingi oleh Majelis Kyai Pondok Ngruki Ustadz Muzayyin Marzuki dan Humas Pondok Ngruki Ustadz Aziz Ikhwani.

Diakhir pertemuan Ustadz Abu melanjutkan sholat Ashar di Masjid Pusaka pondok Darussalam Gontor Ponorogo.

Mantap, Siswa SMP Muhammadiyah PK Ikuti Program Edutrip Internasional ke Singapura dan Malaysia

SOLO (jurnalislam.com)- SMP Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Surakarta kembali menggelar program edutrip internasional ke luar negeri bagi 119 siswa kelas 9. Para siswa tersebut belajar tentang kemajuan dan inovasi di Singapura dan Malaysia selama 4 hari 3 malam, pada Senin sampai Kamis (17-20/2/2025).

Sesuai dengan tujuan kegiatan untuk meningkatkan wawasan dan daya saing global internasional, Kepala SMP Muhammadiyah PK Kottabarat, Muhdiyatmoko, M.Pd. mengatakan program edutrip internasional sudah kesembilan kali dilakukan oleh sekolah.

Program ini menjadi program wajib untuk siswa kelas 9 guna memberikan pengetahuan dan pengalaman internasional.

“Sebelumnya di kelas 7 para siswa kami ajak untuk memahami kearifan lokal di pedesaan, kini di kelas 9 para siswa tersebut membuka wawasan global internasional untuk memperkuat karakter para calon pemimpin bangsa,” jelasnya.

Ratusan siswa berangkat dari sekolah menuju ke Bandara Juanda, Surabaya. Kemudian, para siswa naik pesawat Garuda Indonesia menuju ke Bandara Changi Singapura. Selama dua hari, para siswa mengeksplorasi negara dengan julukan negeri singa tersebut. Kunjungan pertama menikmati Jewel di Changi. Di sana mereka mengabadikan momen dengan air terjun yang terbesar di dalam gedung.

Para siswa juga belajar pengelolaan air dan limbah di Marina Barrage. Malam harinya, para siswa menyaksikan Rhapsody of Rhytim di Garden By the Bay. Hari kedua, para siswa mengunjungi ikon Singapura yaitu Merlion Park. Setelah itu, mereka menikmati wahana permainan terbesar, Universitas Studio Singapore (USS).

Salah satu peserta edutrip, Muhammad Radithya Nararya, mengaku senang dan mendapatkan manfaat saat berkunjung di Marina Barrage. Ia mendapatkan penjelasan tentang proses penjernihan air laut menjadi air tawar agar siap minum. Menurutnya, kunjungan ini mampu membuka wawasan tentang inovasi pengolahan air.

“Saya menjadi tahu bagaimana proses pengolahan air di Singapura. Gedung ini juga dilengkapi Solar Park yang memanfaatkan tenaga listrik sinar matahari. Di atas gedung juga terdapat tanaman rumput luas,” jelasnya.

Kunjungan berikutnya di negeri jiran Malaysia, para siswa mendapatkan kesempatan belajar di Universitas Sains Islam Malaysia (USIM). Selain itu, mereka juga ke mengabadikan momen di ikon negara Malaysia, yaitu Petronas. Para siswa juga menikmati wisata di Genting Highland Cable Car dan Chocolate Kingdom.

Naura Kayana Hanania, salah satu siswa mengaku belajar banyak hal selama berkunjung di USIM. Menurutnya ilmu pengetahuan di USIM perpaduan antara materi Islam dan sains. Pengalaman tersebut sangat berharga dan menjadi salah satu pengalaman terbaik.

“Edutrip kali ini membuat memori yang lebih memorable. Saya mendapatkan pengetahuan tentang program internasional dan bahasa Arab juga. Tertarik insyallah belajar di luar negeri salah satunya USIM,” jelasnya.

1.606 Peserta Ikuti Olimpiade Sains 2025 JSIT Indonesia Wilayah Jawa Tengah

SOLO (jurnalislam.com)- Sejumlah 1.606 peserta mengikuti kegiatan Olimpiade Sains 2025 yang diselenggarakan oleh Bidang Pembinaan Prestasi Siswa, Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Indonesia Wilayah Jawa Tengah, Senin (24/02/2025) pagi.

Kegiatan dilaksanakan secara online dalam jaringan (daring). Peserta mengikuti dari sekolah masing-masing dibersamai oleh guru pendamping masing-masing.

Ketua JSIT Indonesia Wilayah Jawa Tengah, Zainal Abidin, S.Pd., M.Pd.Gr. dalam sambutannya menyampaikan bahwa daya kompetisi para perlu ditumbuhkan untuk murid-murid semua jenjang. Olimpiade Sains bagian dari latihan kesungguhan dan kejujuran.

“Kemampuan literasi dan numerasi siswa perlu terus diasah. Diberikan ruang untuk mereka berkompetisi, supaya memacu mereka lebih giat berliterasi dan bernumerasi,” ungkap Zainal.

“Olimpiade Sains ini merupakan ajang silaturahmi dan berkompetisi di antara mereka. Ada baiknya memang dilaksanakan secara kontinyu. Melatih kesungguhan dan kejujuran. Supaya atmosfer kompetisi berprestasi semakin menyala di lingkungan JSIT Wilayah Jawa Tengah,” pungkas Zainal.

Sementara itu, Ketua Bidang Pembinaan Siswa JSIT Indonesia Wilayah Jawa Tengah, Hendro Gunawan, M.Pd. menyampaikan antusiasme murid-murid Sekolah Islam Terpadu (SIT) dalam mengikuti kegiatan ini.

“Animo peserta Olimpiade Sains 2025 cukup besar. Ada 1.606 peserta dari jenjang SD, SMP, SMA/K/MA. Kami bersyukur dan mengapresiasinya. Sebagai ajang persiapan siswa SIT dalam menghadapi Olimpiade Sains Nasional yang diselenggarakan oleh Pusprenas Kemendikbud. Pelaksanaan Olimpiade Sains 2025 JSIT Jawa Tengah, diadakan sesuai dengan standar peraturan pelaksanaan OSN dari Pusprenas. Lomba juga berjalan cukup efektif dan efisien, karena dilakukan secara daring online,” terang Hendro.

“Supaya Pembinaan Prestasi Siswa jauh lebih merata untuk semua mata pelajaran. Insya Allah kita akan mengagendakan Olimpiade Mata Pelajaran dan Seni Islami untuk jenjang SD, SMP, SMA/K/MA,” pungkas Hendro.

Bantu Warga Gaza Hadapi Musim Dingin, Laznas Dewan Dakwah Bantu Tenda Darurat

MESIR (jurnalislam.com)- Laznas Dewan Dakwah menyalurkan 50 paket tenda darurat kepada warga Gaza yang membutuhkan tempat tinggal sementara setelah gencatan senjata. Pelepasan ini langsung dilakukan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Kairo, Mesir.

Untuk memastikan kualitas dan daya tahan tenda darurat, tim Laznas melakukan pengecekan langsung di tempat pembuatan di wilayah Ismailiyah, Mesir.

Dalam uji kekuatan tenda, tim Laznas bahkan mencoba bergelantungan di kerangka baja tenda. Hasilnya, tenda darurat tersebut terbukti mampu menahan beban dengan baik.

“Ternyata tendanya tetap kokoh, padahal beban saya lebih dari 85 kilogram,” ujar Duta Kemanusiaan Dewan Dakwah Pizaro Gozali Idrus saat mengecek ke pabrik pembuatan.

Tenda ini dibuat menggunakan bahan terpal tiga lapis yang dirancang khusus untuk menghadapi cuaca dingin dan mampu menghalau api jika terjadi kebakaran.

“Ketika terbakar, api hanya akan berputar di lapisan luar tenda,” ujar Duta Kemanusiaan Dewan Dakwah Pizaro Gozali Idrus.

Shelter darurat ini juga dilengkapi dengan empat jendela yang memastikan ventilasi udara tetap lancar.

“Setiap jendela dan pintu masuk diberi jaring kokoh untuk mencegah masuknya serangga dan hewan berbahaya,” ungkap Pizaro.

Dengan tinggi tenda mencapai 2,7 meter, tenda ini dirancang agar tidak terasa pengap dan memberikan kenyamanan sementara di tengah situasi yang penuh tantangan. Lebar tenda juga cukup luas sekitar 5×5 meter, yang bisa menampung satu keluarga Gaza.

“Saat musim dingin dan mereka kehilangan rumah, tenda-tenda darurat ini bisa menjadi tempat warga Gaza berkumpul dalam kehangatan di tengah musim dingin,” ujar Pizaro

Pizaro mengatakan satu tenda darurat ini seharga 500 USD atau sekitar Rp8 juta. Ia pun mengajak masyarakat Indonesia untuk ikut berkontribusi mengirimkan tenda-tenda darurat.

“Di bulan Suci Ramadhan, mari kita perbanyak infaq dan donasi bagi warga Gaza, semoga Allah melipatgandakan pahala kita dan memberkahi kita semua,” pungkasnya.

Abdul Aziz Ceritakan Bawa Truk Kemanusiaan Masuk Gaza, Bersyukur Bawa Bantuan Indonesia

MESIR (jurnalislam.com)- Abdul Aziz, seorang supir yang telah berpengalaman melakukan perjalanan menuju Gaza, berbagi cerita mengenai perjalanan dan proses pemeriksaan yang harus dilalui.

Dalam wawancara bersama tim Lembaga Amil Zakat Nasional Dewan Dakwah, ia menjelaskan tentang tantangan dan prosedur yang harus dijalani saat memasuki wilayah Gaza.

Aziz menjelaskan bahwa perjalanan menuju Gaza biasanya memakan waktu sekitar 3 hingga 4 hari.

“Kami memulai perjalanan dari Kairo, kemudian lanjut ke Suez, melalui Arish, dan akhirnya sampai di Rafah,” kata Aziz di Kairo, Mesir, pada Senin (24/2/2025).

Di Rafah, lanjut Aziz, ada gerbang yang harus dilalui. Setiap kendaraan dan barang yang dibawa akan diperiksa secara ketat, termasuk oleh penjajah Israel.

“Ada tiga kali pemeriksaan, dan setiap kali kami melewati pemeriksaan, ada kamera yang memantau kami,” ujar Aziz.

Aziz juga menyampaikan bahwa meskipun ada banyak kesulitan dalam perjalanan, ia merasa bersyukur bantuan dapat mencapai warga Gaza.

“Tidak ada kesulitan yang berarti selain dari pemeriksaan yang berulang. Bila ada senjata atau barang terlarang, itu pasti dilarang masuk. Namun, alhamdulillah semuanya berjalan lancar,” tambahnya.

Pemeriksaan ketat yang dilakukan gerbang Rafah mencakup pengecekan barang-barang serta tubuh setiap orang yang masuk.

“Semua kendaraan diperiksa, termasuk pemeriksaan tubuh dengan tangan,” ujar dia.

Mengenai bantuan kemanusiaan, Aziz mengungkapkan bahwa meskipun ada kesulitan, paket bantuan berhasil ia bawa masuk ke Gaza.

“Banyak tantangan, tapi saya bersyukur bisa membawa bantuan pertama kali dari Indonesia menuju Gaza,” ujarnya dengan semangat.

Ini adalah pertama kalinya Abdul Aziz membawa bantuan kemanusiaan Indonesia ke Gaza. Sebelumnya, ia telah melakukan perjalanan ke wilayah tersebut sebanyak empat kali, namun tidak membawa bantuan dari Indonesia.

Aziz berharap perjalanan dan bantuan yang dibawa dapat memberikan manfaat besar bagi warga Gaza yang membutuhkan.