Munarman : Syiah Melanggar UU PNPS No. 1/1965

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Direktur An-Nashr Insitute, Munarman, SH mengungkapkan kelompok Syiah di Indonesia telah melanggar Undang-Undang No. 1/PNPS/1965. Menurutnya, Syiah telah melakukan penafsiran agama yang menyimpang dari pokok-pokok ajaran Islam.

Munarman menjelaskan, ada perbedaan rukun Iman dalam ajaran Islam dan ajaran Syiah. Salah satu rukun iman Syiah adalah Al Wilayah, dan itu jelas tidak ada dalam rukun iman menurut Islam.

"Al wilayah itu maksudnya bahwa Syiah itu harus punya wilayah, harus memimpin dan menguasai satu negara," jelasnya saat berorasi dalam acara deklarasi dan pelantikan pengurus Aliansi Nasional Anti Syiah (ANNAS) DKI Jakarta di Masjid Al Barkah, Jl. Balimatraman, Tebet, Jakarta Selatan, Minggu (25/10/2015).

Penyimpangan penafsiran tersebut dinilai Munarman sebagai bentuk pelanggaran kelompok Syiah terhadap hukum di Indonesia.

"Di Indonesia itu ada undang-undang yang namanya UU No. 1 PNPS tahun 65. Undang-undang itu menyebutkan melarang siapapun juga, instansi apapun juga yang melakukan penafsiran agama yang menyimpang dari pokok-pokok ajaran," terangnya. 

Munarman mengkritik aparat keamanan yang kerap menghalang-halangi acara-acara anti Syiah dan malah mengawal acara-acara kelompok Syiah. Munarman menilai aparat keamanan tidak bisa membedakan mana yang benar dan mana yang menyimpang dari undang-undang.

"Polisi-polisi ini saking bodohnya, dia gak ngerti mana yang bener, mana yang menyimpang," cetusnya.

Reporter : Ridwan | Editor : Ally | Jurniscom

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.