MUI Jabar: Pemikiran Dedi Mulyadi itu Tidak Jelas

BANDUNG (Jurnalislam.com) – Sekretaris Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Barat, Rafani Achyar mengatakan pemikiran yang diusung oleh Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi itu tidak jelas. Hal tersebut disampaikan Rafani menanggapi dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh Dedi Mulyadi dalam beberapa pernyataan dan kebijakannya.

"Dedi ini kan gak jelas mengusung pemikiran apa. Islam bukan, Hindu bukan, Sunda juga bukan. Sedangkan agama itu jelas ada kitab sucinya, ada nabinya, ada ajarannya," tegasnya di Kantor MUI Jabar Jl. RE. Martadinata No. 105 Bandung, Senin (7/12/2015).

Dedi mengaku sedang menghidupkan budaya sunda. Akan tetapi, menurut Rafani, apa yang Dedi lakukan itu bukan budaya sunda. "Kalau sekarang Dedi sedang memperbanyak patung, itu kan bukan budaya sunda," katanya.

Rafani mengatakan, pihaknya sudah menasehati Dedi Mulyadi melalui MUI Purwakarta. "Kita sudah mengingatkan, memberi nasehat, mengirim surat. Seperti rencana dia (Dedi-red) akan membuat seribu patung tahun ini, itu sudah diingatkan oleh MUI. Mubadzir bikin patung itu," jelasnya.

Selain itu, Rafani juga menyinggung peraturan bupati Purwakarta yang melarang ceramah provokatif. Menurutnya, Perbup itu juga tidak jelas.

"Provokatif itu yang bagaimana, kalau memprovokasi untuk hal yang benar, misalkan memprovokasi orang supaya shalat, itu kan positif. Provokasi itu artinya membangkitkan semangat, kalau itu arahnya kepada kebenaran, kenapa tidak," tandasnya.

Rafani menghimbau kepada masyarakat Puswakarta untuk tidak terpengaruh dengan pemikiran-pemikiran Dedi Mulyadi yang tidak jelas itu.

"Masyarakat Purwakarta untuk tetap istiqomah meyakini agama (Islam-red) yang kita yakini kebenarannya. Gak usah terpengaruh oleh pandangan dan pemikiran perorangan seperti Dedi ini," pungkasnya.

Ally | Jurnalislam

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.