Minta Maaf kepada Umat Islam, Walikota Bandung Tegaskan Dirinya Bukan Syiah

BANDUNG (Jurnalislam.com) – Walikota Bandung, Ridwan Kamil menegaskan dirinya bukan penganut Syiah. Pria yang akrab disapa Kang Emil itu juga meminta maaf kepada umat Islam atas keputusannya mengizinkan kelompok Syiah dari Ikatan Jamaah Ahlul Bait Indonesia (IJABI) melaksanakan acara perayaan hari Asyura di Stadion Persib, 23 Oktober lalu.

"Saya bukan Syiah, saya ini ahlu sunnah (Sunni-red). Islam saya seperti yang diajarkan Ibu saya. Dan setelah dewasa saya  tahu, Islam saya teh Sunni," tegasnya dihadapan puluhan perwakilan elemen umat Islam Bandung, Selasa (27/10/2015).

(Baca juga : Ini Alasan Ridwan Kamil Izinkan IJABI Gelar Asyura di Sidolig)

Terkait keputusannya mengizinkan kelompok Syiah IJABI melangsungkan acara peringatan hari Asyura di Sidolig, Emil meminta maaf.

"Jadi hari ini, jika keputusan yang ragu-ragu berlatar belakangkan keamanan ini dianggap melukai hati umat Islam, di forum ini saya mohon maaf. Tidak ada maksud sedikitpun untuk melegalisasi," tuturnya.

Keputusan tersebut ia ambil dengan terpaksa untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Mengingat, ribuan penganut Syiah terlantar karena tidak mendapatkan izin tempat dimanapun.

Emil juga meminta umat Islam untuk mengerti posisinya sebagai walikota yang memimpin semua kelompok masyarakat. Emil menuturkan dirinya hanya mencoba menjadi pemimpin yang adil, 

"Tapi saya sebagai walikota mencoba seadil-adilnya sebagai pemimpin. Saya minta bapak-bapak mengerti posisi saya," tuturnya.

Sedikitnya 37 perwakilan ormas dan komunitas di kota Bandung mendatangi Balai Kota Bandung untuk meminta klarifikasi walikota terkait keputusannya memberikan izin perayaan peringatan hari Asyura Syiah di stadion Persib (Sidolig) pekan lalu.

Ally | Jurniscom

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.