PALESTINA (Jurnalislam.com) – Menteri Intelijen Israel Yisrael Katz mengundang pangeran mahkota Arab Saudi untuk mengunjungi Israel dalam sebuah wawancara dengan sebuah gerai berita Saudi, menurut Haaretz.
Katz mengkonfirmasi kepada harian Israel bahwa dia memperpanjang undangan bagi Mohammed bin Salman pada hari Rabu dalam wawancara dengan situs berita independen yang berbasis di Inggris, Elaph, lansir Aljazeera Kamis (14/12/2017).
Menurut Haaretz, kutipan dengan undangan itu diedit dari versi akhir wawancara yang panjang.
Katz, dalam wawancara tersebut, tujuan undangan tersebut karena menggambarkan Arab Saudi sebagai “pemimpin dunia Arab” dan merekomendasikan agar perundingan damai nanti antara Palestina dan Israel terjadi di bawah kendali kerajaan Arab tersebut.
Arab Saudi Desak Penjaga Kota Suci Yerusalem untuk Terima Pengakuan Donald Trump
Pembicaraan Israel-Palestina telah tertunda, namun Presiden AS Donald Trump berjanji untuk menghidupkan kembali perundingan, dengan AS bertindak sebagai mediator dalam proses tersebut.
Pekan lalu, keputusan Trump untuk mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel, sambil berencana untuk memindahkan Kedubes AS dari Tel Aviv ke Yerusalem, mendorong Presiden Palestina Mahmoud Abbas untuk “mendiskualifikasi” AS yang bertindak sebagai mediator dalam perundingan di masa depan.