Marak Persekusi Terhadap Aktivis Islam, Pakar Hukum Bentuk TARC

Marak Persekusi Terhadap Aktivis Islam, Pakar Hukum Bentuk TARC
SOLO (Jurnalislam.com) – Maraknya persekusi terhadap sejumlah ulama, penceramah dan aktivis mahasiswa di Kota Solo sejumlah elemen masyarakat Solo mendeklarasikan Tim Advokasi Reaksi Cepat (TARC) pada Sabtu (15/9/2018).
TARC merupakan gabungan dari berbagai profesi dan kalangan seperti advokat, ormas Islam, pondok pesantren, remaja masjid dan akademisi yang diketuai oleh pakar hukum Universitas Djuanda Bogor, Dr Muhammad Taufiq SH.
Taufiq menjelaskan, ada 4 hal yang akan dilakukan TARC dalam menjalankan tugasnya, diantaranya mendampingi dan mengadvokasi kelompok-kelompok yang rentan dipersekusi dari kalangan masyarakat, mahasiswa, penceramah dan tokoh agama.
“Mereka itu harus diadvokasi karena ketika terjadi negosiasi terhadap kepolisian itu harus hitam diatas putih, jadi tujuannya mendampingi dan mengawal proses perijinan,” katanya kepada Jurnalislam.com, Sabtu (15/9/2018).

Kedua, TARC akan mengadakan pelatihaan advokasi bagi para aktivis Islam. “Advokasinya yang sederhana saja, bagaimana kalau ada panggilan polisi, bagaimana kalau diperiksa polisi, bagaimana mengurus perijinan dan sebagainya,” sambungnya.

Ketiga, TARC akan mengadakan pendampingan langsung ketika terjadi kasus persekusi di lapangan. Ia mencontohkan kasus persekusi yang menimpa Gus Nur di Karanganyar beberapa waktu lalu.

“Itu saya mengatakan sudah terjadi tindak pidana karena pelemparan tersebut pasalnya 170 dan 351 itu pengeroyokan dan itu tidak boleh,” tegas Taufiq yang Ketua Ikatan Advokat Indonesia (Ikadin) Solo ini.

“Yang keempat kita ingin menyampaikan kenapa sebutannya tim advokasi reaksi cepat, karena kita ingin meluruskan hal hal yang sebenarnya milik rakyat tapi dihegemoni atau dikuasai oleh institusi pemerintah dalam hal ini kepolisian, nah hal hal seperti itu nanti yang akan jadi agenda atau pekerjaan kita,” paparnya.

Taufiq juga menegaskan, pihaknya siap mendampingi mahasiswa yang akan melakukan aksi-aksi unjuk rasa dalam mengkritisi kebijakan pemerintah. Namun untuk saat ini, lanjut Taufiq, TARC akan fokus untuk melakukan advokasi di wilayah Soloraya.

“Dan nanti yang terbaru tim advokasi reaksi cepat ini juga akan siap dan bersedia mendampingi mahasiswa, karena saya yakin dalam eskalasi kedepan, bulan Oktober sampai Desember itu akan terjadi aksi-aksi besar dan mereka butuh pendampingan,” pungkasnya.

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses