KPU Wacanakan Pemilu 2024 Digeser ke 2027

KPU Wacanakan Pemilu 2024 Digeser ke 2027

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Pilkada tahun 2024 diwacanakan akan diundur ke tahun 2027. Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyebut wacana itu masih dalam tahapan perencanaan di DPR.

“Saat ini DPR dan pemerintah sedang menggagas, atau sedang merencanakan, atau merancang undang-undang bagaimana format Pilkada dan pemilu yang tepat untuk kita semua, karena sepertinya akan diundur lagi untuk Pilkada serentaknya, bukan, maksudnya Pemilu kada serentaknya pada tahun 2027, kalau saya tidak salah,” kata Komisioner KPU Ilham Saputra dalam Seminar Nasional bertajuk ‘Mewujudkan Kualitas Pilkada Serentak Tahun 2020 di Era New Normal’, Selasa (23/6/2020).

Ilham mengatakan wacana itu akan diatur sesuai dengan undang-undang Pilkada dan undang-undang Pemilu. “Tentu bagaimana proses dinamika yang dilakukan dalam penyusunan UU Pilkada dan UU pemilu,” imbuhnya.

Selain itu, karakteristik daerah dalam Pilkada juga dijadikan alasan untuk merubah rencana Pilkada dijadikan satu dengan Pemilu nasional. Menurutnya, Pilkada tidak bisa dibarengi dengan Pilpres dan Pileg di 2024.

“Lalu juga ada yang berpendapat bahwa perubahan pergeseran itu juga untuk mengembalikan ya karakteristik daerah, lalu juga ciri khas satu daerah dengan daerah yang lain tidak bisa kita samakan, tidak bisa kita serentakkan, ya salah satu basis konstitusi Pemilukada kan emang beda dengan Pemilu nasional, kalau Pemilukada kan ada karakteristik daerah, ada spesifikasi daerah tertentu yang saya kira barangkali tidak bisa kita samakan, sehingga teman-teman di fraksi mencoba untuk melihat, mencoba memaknai tentang keserentakan dalam konteks Pemilukada,” tuturnya.

Indonesia memiliki rencana besar untuk menyerentakkan seluruh pemilihan umum.

Dimulai lewat Pilkada Serentak 2015 dengan menyerentakkan pemilihan di 269 daerah. Kemudian dilanjutkan dengan 101 daerah pada Pilkada 2017 dan 171 daerah pada Pilkada 2018.

Berdasarkan UU Pilkada, Pilkada Serentak 2020 akan jadi gelaran terakhir sebelum Pemilu Serentak 2024. Kepala daerah yang terpilih dalam Pilkada 2020 hanya akan menjabat hingga 2024.

Sementara daerah yang seharusnya menggelar pilkada pada 2022 dan 2023, akan digeser ke tahun 2024. Untuk mengisi kekosongan jabatan kepala daerah hingga 2024, pemerintah akan menunjuk pelaksana tugas dari jabatan pimpinan tinggi madya.

Kemudian pada tahun 2024, rencananya Indonesia untuk pertama kali akan menyerentakkan pilpres, pileg, dan pilkada. (dari berbagai sumber)

Reporter : Jumi Yanti Sutina

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close X