Ketua FAPB : "Mari Satukan Langkah Strategis Dan Taktis Hadapi Gerakan Kristenisasi di Indonesia"

BEKASI (Jurnalislam.com) – Kajian “Zionis Kristen Mencengkram Indonesia” yang diselenggarakan pada hari Ahad (1/3/2015) di Masjid Islamic Center Kota Bekasi disambut antusiasme luar biasa dari masyarakat Bekasi. Acara yang menghadirkan beberapa pakar kompeten acara berlangsung menjadi lebih hikmah.

Ketua Front Anti Pemurtadan Bekasi (FAPB) Ustadz Abu Al Izz kepada Jurniscom mengatakan Zionis Kristen merupakan sekte Kristen terbesar dan paling berpengaruh di Amerika. Kelompok ini memiliki keyakinan bahwa berkumpulnya orang-orang Yahudi di Israel adalah suatu prasyarat kedatangan Yesus Kristus yang kedua. Keyakinan itulah yang menjadikan Zionis Kristen atau Kristen Evangelis menjadi penyokong utama gerakan Zionisme dunia.

"Mereka menyerukan kepada sesama Kristen lainnya agar mendukung penjajahan Zionis atas Palestina,” katanya sesaat sebelum acara tersebut dimulai, 

Menurut Ustadz Abu Al-Izz, kelompok Zionis Kristen menggunakan Injil Scofield yang dibuat oleh Cyrrus Ingerson Scofield sebagai kitab sucinya. Scofield sendiri, dikenal sebagai seorang petualang yang pintar berbicara dan mudah meyakinkan orang.

"Tipikal orang seperti inilah yang kemudian dirasa cocok oleh Konspirasi Zionis untuk menjalankan misinya mengubah penafsiran umat Kristen terhadap Alkitab”, tegasnya.

Ustadz Al Izz juga mengatakan, penafsiran model Injil Scofield diproduksi secara massif di Amerika dan telah menyebar keseluruh dunia, termasuk ke Indonesia. Kaum Injili di Indonesia kebanyakan pro-Israel karena panutannya adalah Billy Graham. "Gereja-gereja mainstream Indonesia yang bersifat ekumenis seperti GKJ, GKI, HKBP, GPIB memang tidak termasuk Injili, hanya para pendetanya secara teologis memiliki pandangan yang sama," terangnya

Artawijaya  seorang penulis dan pernah menjadi koordinator liputan majalah Islam Sabili juga menegaskan dalam acara itu bahwa Vatikan yang merupakan pusat Katolik sedunia mengakui entitas Israel. “Apalagi pada tahun 1962 Vatikan mengakui secara agama kedaulatan Negara Israel,“ ucapnya.

Pembicara lainnya, Abu Deedat menjelaskan pergerakan Zionis Kristen telah menembus semua lini kehidupan bangsa Indonesia, termasuk menggunakan jalur politik. “Mereka menggunakan  politik polarisasi dengan menyebar ke semua partai dan politik konsentrasi dengan tetap menguatkan eksistensi partainya sendiri”, demikian ungkap Pakar Kristologi ini.

Sementara itu, Ustadz Alfian Tanjung mengungkapkan salah satu cara yang digunakan kelompok evangelis adalah dengan money politik. Masyarakat Indonesia yang sudah buta dengan persoalan agama, semua sisi kehidupan mereka bisa dibeli dengan uang, “Satu Desa di daerah Tanggerang menggunakan hak pilihnya dengan mencoblos Partai Damai Sejahtera dan ternyata mereka dibeli dengan uang”, ungkap Ustadz AlfianTanjung yang prihatin dengan kondisi umat Islam saat ini .

“Uang telah mengantarkan mereka kepada jantung kekuasaan sebagai anggota DPR dan penguasa Istana, itu artinya Indonesia sudah dalam cengkraman Zionis Kristen”, pungkas Ustadz Alfian Tanjung.

Di penghujung acara Ustadz Abu Al Iz yang juga menjabat sebagai panitia acara menyampaikan kepada tim liputan, “Karena itu sudah mendesak bagi kaum muslimin Indonesia untuk menyatukan langkah strategis dan taktis hadapi gerakan kristenisasi di Indonesia,” seru Ustadz Penggagas Anti Pemurtadan Indonesia (API) itu.

 

Reporter : Wawan | Editor : Deddy | Jurniscom

 

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.