Responsive image

Jelang Sidang Ahok, GNPF MUI: Pemerintah Jangan Main-main, Rakyat Tidak Punya Pilihan Lain

Jelang Sidang Ahok, GNPF MUI: Pemerintah Jangan Main-main, Rakyat Tidak Punya Pilihan Lain

BANDUNG (Jurnalislam.com) – Sidang pertama kasus penistaan agama yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta non-aktif, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) akan digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Utara hari ini, Selasa (13/12/2016). Apakah hasil persidangan akan berpihak kepada umat Islam?

Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI, Ustadz Bachtiar Nasir (UBN) menegaskan, apabila pemerintah gagal memenuhi rasa keadilan rakyatnya dalam kasus Ahok maka pemerintah akan menghadapi bahaya besar.

“Keadilan harus diatas hukum dan jangan sampai hukum mencederai keadilan. Kita punya landasan syar’i untuk argumentasi itu. Indonesia adalah negara hukum, Saya yakin ketika rasa keadilan umat yang sedang sangat memuncak ini terungkit, itu akan berujung pada hal negatif bagi negara khususnya bagi penegakkan hukum di Indonesia,” terang UBN dalam konferensi pers di Masjid Pusdai Bandung, Senin (12/12/2016).

Menurutnya, umat Islam sangat skeptif. Hak itu dibuktikan dengan tekanan-tekanan yang diberikan oleh umat Islam dalam aksi 14 Oktober, 411 dan 212.

“Di seluruh Indonesia kalau saya tanya apakah kalau tidak ada tekanan pada tanggal 14 Oktober Gubernur ini akan diproses hukum? Jawabannya tidak. Kedua, apakah kalau tidak ada aksi 4 Nopember dia akan ditersangkakan? Tidak. Apakah kalau tidak ada aksi 212 dia akan dilimpahkan secara tegas dan transparan? Jawabannya tidak. Ini bukti umat Islam sangat skeptif,” paparnya.

UBN khawatir jika pemerintah gagal menangani kasus ini dan malah berpihak kepada penista agama, aksi damai yang selama ini dilakukan umat Islam akan berbubah menjadi kekuatan yang membahayakan pemerintah.

“Jangan main-main, seluruh unsur pidana sudah terpenuhi dan rakyat sudah tidak punya pilihan lain. Jadi kalau ini gagal, maka soft muslim people power akan berubah menjadi sesuatu yang tidak bisa diduga,” tegasnya.

Reporter: Ally Muhammad Abduh

Bagikan
Close X