SURIAH (Jurnalislam.com) – Jabhah Nusrah dan faksi jihad lainnya melancarkan serangan di pedesaan selatan kota Aleppo pada 1 April kemarin. Pertempuran itu dimulai ketika tiga pembom Jabhah Nusrah menyerang posisi yang diduduki oleh milisi Syiah dan pasukan rezim Suriah di dekat bukit Talat al-'Iss, The Long War Journal melaporkan, Ahad (03/04/2016).
Pemboman membuka jalan bagi pejuang lainnya untuk masuk ke dalam. Pada salah satu akun resmi Twitter-nya, Jabhah Nusrah merilis serangkaian gambar mendokumentasikan ledakan yang dilakukan oleh trio istisyhad. Menurut jihadis di media sosial, salah satu "martir" adalah penduduk asli Albania.
Jabhah Nusrah, yang merupakan cabang resmi al Qaeda di Suriah, mengatakan bahwa operasi itu sukses dan para mujahidin telah menguasai Talat al-'Iss, serta sebuah desa kecil di dekatnya.
Menggunakan pesawat tak berawak kecil untuk merekam cuplikan video dari udara, Jabhah Nusrah memproduksi sebuah video singkat yang menunjukkan daerah tersebut setelah "pembebasan." Para muajhidin juga telah merilis serangkaian gambar mendokumentasikan persiapan mereka untuk pertempuran dan rampasan perang yang direbut, termasuk senjata dan kendaraan. Beberapa foto disertakan dibawah.
Sebuah sumber rezim Suriah menjelaskan kepada Reuters tentang pentingnya nilai strategis lokasi yang jarang penduduknya tersebut. "Ini adalah garis pemisah, posisi tentara Suriah di pedesaan di selatan (Aleppo)," kata seorang sumber militer Suriah. "Di Aleppo selatan, faksi-faksi jihad berkoordinasi dengan Jabhah Nusrah menyerang beberapa posisi militer … ke arah Talat al-'Iss dan daerah sekitarnya."
Jabhah Nusrah tidak termasuk dalam gencatan senjata yang disepakati bersama oleh rezim Nushairiyah Assad yang dibentuk oleh Moskow dan Washington lalu diikuti oleh sejumlah kelompok oposisi moderat awal tahun ini.
Syeikh Abdullah Muhammad al Muhaysini, seorang ulama yang berafiliasi al Qaeda, mensyukuri keberhasilan mujahidin di Talat al-'Iss dengan memberikan ceramah di sebuah Masjid lokal yang pernah dikuasai oleh milisi Syiah.

Syeikh Muhaysini memposting gambar di sebelah kanan pada pakan Twitter pribadi-nya. Foto atas menunjukkan dia berbicara dari mimbar. Dan gambar di bawah menunjukkan seorang komandan Syiah menyampaikan ceramah dari tempat yang sama ketika teroris Syiah Hizbullah dan sekutu milisi Syiah lainnya mengendalikan daerah tersebut.
Serangan di Talat al-'Iss merupakan bagian dari upaya Jabhah Nusrah untuk mendapatkan kembali inisiatif dalam perang Suriah.
Dengan bantuan intervensi Rusia musim gugur yang lalu, rezim Syiah Bashar al Assad terhalang kemajuannya akibat koalisi Jaysh al Fath (Army of Conquest), yang merebut provinsi barat laut Idlib pada awal tahun.
Jaysh al Fath, termasuk sejumlah koalisi faksi-faksi jihad Suriah, didirikan oleh Jabhah Nusrah dan faksi jihad al-Qaeda lain, yaitu Ahrar al Sham.
Pada awal Februari, pasukan Nushairiyyah Assad, yang didukung oleh serangan udara Rusia, milisi Syiah Iran dan Syiah Libanon, Hizbullah, melancarkan serangan besar di provinsi Aleppo. Tujuan mereka adalah untuk merebut kembali beberapa kota dan desa yang jatuh ke tangan mujahidin dan berusaha mematahkan pengepungan di kota-kota mayoritas Syiah di bagian utara Aleppo yang dikuasai mujahidin. Rezim Syiah Suriah dan sekutunya mengklaim memperoleh beberapa keberhasilan. Namun Jabhah Nusrah kembali menugaskan ratusan mujahidin ke Aleppo untuk berperang dan mampu memperkuat barisannya disana.









Deddy | TLWJ | Jurnalislam