Isreal Bersumpah Bangun Lebih Banyak Pemukiman di Tengah Kekerasan Tepi Barat

Isreal Bersumpah Bangun Lebih Banyak Pemukiman di Tengah Kekerasan Tepi Barat

2496150151634ea99bf9abac551ae14b_18TEPI BARAT (Jurnalislam.com) – Dua warga Palestina dan pemukim zionis yahudi telah tewas di Tepi Barat yang diduduki, saat pemimpin zionis mengancam akan membangun permukiman khusus Yahudi di wilayah itu.

Tayseer Habash, seorang warga Palestina berusia 63 tahun dari daerah Nablus, meninggal pada hari Jumat (01/06/2016) karena terlalu banyak menghirup gas air mata, menurut Kementerian Kesehatan Otoritas Palestina.

Insiden itu terjadi di pos pemeriksaan Qalandia dekat Ramallah saat pasukan Israel menembakkan gas air mata dalam bentrokan dengan pemuda Palestina.

“Ada banyak orang karena itu hari Jumat terakhir bulan Ramadhan,” Erab al-Fuqaha dari Bulan Sabit Merah Palestina mengatakan kepada Al Jazeera, Jumat, melalui sambungan telepon. “Terjadi insiden dorong mendorong, dan Israel menembakkan banyak gas air mata.”

Dalam video yang diposting di media sosial oleh agen foto kolektif Activestills, tentara zionis terlihat memukul warga Palestina dengan tongkat, melemparkan granat suara, menembakkan gas air mata dan mengancam untuk menggunakan kekerasan.

Di selatan kota Hebron, Tepi Barat, seorang wanita Palestina ditembak mati oleh pasukan Israel dengan alas an dalam dugaan upaya penusukan, juru bicara polisi Israel, Micky Rosenfeld, menulis di Twitter.

Di luar Otniel, sebuah pemukiman ilegal Israel di dekatnya, seorang pria Israel tewas dan tiga anggota keluarganya terluka ketika mobil mereka terbalik setelah diduga ditembak oleh penyerang Palestina pada Jumat sore, media Israel melaporkan.

Meskipun tidak dapat mengomentari bentrokan Qalandia, juru bicara Yahudi mengatakan kepada Al Jazeera bahwa tiga orang yang terluka dalam kecelakaan di dekat pemukiman dievakuasi ke rumah sakit.

“Pasukan sekarang menyisir daerah tersebut untuk mencari penyerang,” kata juru bicara melalui telepon pada hari Jumat sore.

Kekerasan Jumat terjadi hanya sehari setelah remaja Palestina ditembak mati setelah memasuki pemukiman Kiryat Arba di dekat Hebron dan menikam Hallel Yafa Ariel, seorang gadis Israel, hingga tewas.

Palestinian men take cover from a stun grenade thrown by Israeli security forces during clashes at the Qalandia checkpoint between Ramallah and Jerusalem on July 1, 2016, as Israeli authorities banned men under 45 from accessing the Al-Aqsa mosque compound for Friday prayers. The Palestinian health ministry said that a middle-aged man had died from tear gas fired by Israeli forces during a clash at the Qalandia crossing. Israeli police said in a statement that three members of the security forces were injured by stones but it reported no Palestinian casualties. / AFP PHOTO / ABBAS MOMANI

Dalam beberapa jam, pasukan zionis memblokade Bani Naim, desa penyerang dekat Hebron, aktivis Issa Amro mengatakan kepada Al Jazeera pada Kamis malam.

Pada hari Jumat, PBB – menerbitkan laporan yang menyerukan Israel untuk menghentikan pembangunan permukiman.

Kejahatan Israel merebut tanah Palestina dalam rangka memperluas permukiman ilegal yang ada dan membangun yang baru terus menerus mengikis keberlangsungan solusi dua-negara”, PBB mengatakan dalam laporan itu.

Di pemakaman gadis itu di Kiryat Arba pada hari Jumat sore, beberapa politisi zionis bersumpah untuk memperluas pemukiman khusus Yahudi di wilayah Palestina yang mereka duduki, media Israel melaporkan.

Mengacu ke daerah-daerah di Tepi Barat dan Israel saat ini, Menteri Pendidikan Israel, Naftali Bennett, yang juga seorang anggota partai ultra-nasionalis Jewish Home, mengatakan: “Kami akan membangun pemukiman di Sarona dan Kiryat Arba, di Jaffa dan Yerusalem, di Itamar dan Beersheba. ”

Menteri Pertanian Uri Ariel, sepupu gadis itu dan tokoh penting dalam gerakan permukiman Yahudi, mengatakan bahwa pembangunan permukiman sekarang lebih diperlukan dibandingkan sebelumnya dan menyerukan kedaulatan Israel di tanah jajahannya, Tepi Barat.

Yehuda Glick, seorang politisi sayap kanan Israel, menyerukan Israel untuk mencaplok Tepi Barat dan meminta Yahudi-Israel meningkatkan kunjungan mereka ke dalam kompleks Masjid al-Aqsha, tempat suci ketiga bagi umat Islam.

Lebih dari 530.000 warga Israel tinggal di tanah warga Palestina di Tepi Barat. Pembangunan pemukiman yahudi tersebut dianggap ilegal berdasarkan hukum internasional juga menurut kelompok hak asasi Israel B’Tselem.

 

Deddy | Aljazeera | Jurnalislam

 

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses