Israel Bekukan Perjalanan 83.000 Warga Tepi Barat ke Al Quds Selama Ramadhan

Israel Bekukan Perjalanan 83.000 Warga Tepi Barat ke Al Quds Selama Ramadhan

thumbs_b_c_abc7f85a92e7aa7c0510197d444c8fdfPALESTINA (Jurnalislam.com) – Zionis yahudi Israel pada hari Kamis melarang warga Palestina dari Tepi Barat yang diduduki yang bermaksud mengunjungi Al Quds (Yerusalem) selama bulan Ramadhan menyusul serangan penembakan mematikan satu hari sebelumnya di Tel Aviv di mana empat warga Israel tewas, World Bulletin melaporkan, Kamis (09/06/2016).

Menurut militer Israel di Tepi Barat, Koordinator Kegiatan Pemerintah di Wilayah (the Coordinator of Government Activities in the Territories-COGAT), sekitar 83.000 izin berkunjung selama bulan suci telah dibekukan.

Rencana kunjungan Ramadhan ke kompleks Masjid Al-Aqsha Yerusalem Timur bagi 500 warga Palestina dari Jalur Gaza yang diblokade juga dilaporkan ditangguhkan.

Keputusan itu dibuat setelah dua orang bersenjata menyerang sebuah pasar yang sibuk di Tel Aviv pada Rabu malam, menewaskan empat warga Israel dan melukai 16 lainnya.

Kedua tersangka penyerang, Mohamed Ahmad Moussa Makhamreh dan Khalid Mohamed Moussa Makhamreh, berasal dari kota Tepi Barat Yatta, yang sejak itu ditutup oleh tentara Israel.

Kabinet pertahanan Israel bertemu di Tel Aviv pada hari Kamis untuk memutuskan langkah selanjutnya untuk menanggapi serangan, sementara militer mengatakan mereka mengerahkan dua batalion tentara tambahan ke Tepi Barat.

Sementara itu Otoritas Palestina yang berbasis di Ramallah telah merilis sebuah pernyataan yang menekankan penolakan tuduhan serangan terhadap warga sipil.

Namun faksi perlawanan Palestina Hamas, yang telah memerintah Jalur Gaza sejak tahun 2007, memuji serangan hari Rabu di Tel Aviv tersebut sebagai “respon alami” atas kebiadaban Israel terhadap warga Palestina.

Penjajah zionis biasanya memberi kelonggaran pembatasan perjalanan bagi warga Palestina di Tepi Barat selama bulan Ramadhan, sehingga memungkinkan puluhan ribu warga Tepi Barat untuk mengunjungi kerabat mereka di Yerusalem dan sholat di Masjid Al-Aqsha, tempat suci ketiga umat Islam.

Palestinian Muslim worshippers pray in front of the the Dome of the Rock at the al-Aqsa Mosque compound in Jerusalem during "tarawih" prayer marking the first evening of Islam's holy month of Ramadan, on June 6, 2016. More than a billion Muslims observed the start of Ramadan but in the besieged cities of Syria and Iraq residents struggled to mark the holy month. Islamic authorities announced the start of the fasting month with the sighting of the crescent moon in countries such as Indonesia and Saudi Arabia / AFP PHOTO / AHMAD GHARABLI

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses