ISAC Minta Tersangka Kasus Siyono Dijerat Tindak Pidana Umum

ISAC Minta Tersangka Kasus Siyono Dijerat Tindak Pidana Umum

SOLO (Jurnalislam.com) – Dua anggota Densus 88 yang terlibat dalam kasus kematian Siyono, AKBP T dan IPDA H dicopot dari satuan Densus 88 dan kewajiban meminta maaf kepada institusi Polri. Putusan itu merupakan hasil sidang yang digelar pada hari Senin dan Selasa pekan ini. Namun keduanya keberatan atas putusan tersebut dan akan mengajukan banding.

"Jadi sementara infonya yang bersangkutan (keduanya) menyampaikan banding, banding itu artinya keberatan dengan keputusan. Bandingnya nanti akan berproses," kata Kadiv Humas Polri Brigjen Boy Rafli Amar di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (11/5/2016).

Menanggapi putusan itu, The Islamic Studi and Action Center (ISAC) menilai hukuman tersebut tidak adil. Oleh karena itu, ISAC meminta Kapolri untuk segera melimpahkan kasus Siyono ini kepada Bareskrim agar bisa dijerat dengan pidana umum.

“Kalau Kapolri tidak tegas, dan tidak segera menjerat ke pidana umum maka ada kesan bahwa Kapolri melindungi anggotanya,” kata Sekretaris ISAC, Endro Sudarsono dalam pernyataannya kepada Jurnalislam, Kamis (12/5/2016).

Tak hanya itu, Endro memandang, masyarakat akan menilai para seolah diperlakukan istimewa. Sebab, lanjut Endro, penganiayaan dan pembunuhan adalah delik umum dan bukanlah delik aduan.

“Polisi adalah warga sipil yang dipersenjatai maka sangat layak jika Kapolri segera mengintruksikan kepada Bareskrim untuk melakukan penyidikan untuk kematian Siyono,” tegasnya.

ISAC juga menyayangkan sidang berlangsung tertutup. Sebab, menurutnya, siapapun yang diduga melakukan tindak pidana umum maka harus diproses melalui pidana umum dan sidang bersifat terbuka.

“Jika hanya vonisnya para pelaku hanya minta maaf kepada institusi Polri dan mutasi dari unit Densus 88 maka ISAC mengkhawatirkan akan ada korban lagi sebagaimana Siyono yang lainnya dikemudian hari,” pungkasnya.

Reporter: Riyanto | Editor: Ally Muhammad Abduh | Jurnalislam

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.